• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apa Saja Hal-Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Presentasi?

(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan) Modul Pembelajaran Pertemuan ke 8—14

APLIKASI KETERAMPILAN WICARA

5.5.2 Apa Saja Hal-Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Presentasi?

Sebelum Anda presentasi, untuk mewujudkan presentasi yang memukau, jangan sepelekan soal persiapan. Persiapan sangat penting ketika akan melakukan sesuatu hal, terutama presentasi. Untuk dapat melakukan presentasi dengan memukau, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu menentukan tujuan presentasi, mengenali audiens, menyusun kerangka presentasi, menentukan alat bantu presentasi, dan sebagainya. Secara garis besar, hal yang perlu dipersiapkan adalah mental dan fisik. Persiapan mental meliputi rasa percaya diri yang tumbuh atas dorongan dari diri sendiri, keberanian untuk tampil melakukan presentasi di depan publik, dan keyakinan bahwa Anda mampu untuk melakukan presentasi.

Adapun persiapan secara fisik mencakup persiapan materi dan alat bantu presentasi.

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah mental yang kuat. Jangan pernah takut untuk tampil di depan publik. Para audiens manusia juga, sama seperti Anda. Mereka tidak akan menggigit atau memakan Anda. Selanjutnya, bayangkan Anda adalah orang penting yang ditunggu-tunggu kehadiran dan penampilannya untuk menyampaikan presentasi yang sangat penting. Berpikirlah bahwa Anda akan menjadi pusat perhatian, atau dapat dikatakan menjadi pusat perhatian pada saat presentasi. Dengan memikirkan beberapa hal ini rasa percaya diri Anda akan tumbuh dengan sendirinya. Grogi, khawatir, dan demam panggung pada saat akan tampil sudah hal biasa. Jadi, Anda jangan takut. Yakin dan percaya diri saja!

Sebelum Anda tampil, pastikan dahulu tujuan presentasi Anda, apakah untuk menyampaikan informasi, melaporkan kegiatan, dan sebagainya. Memahami dengan baik tujuan Anda melakukan presentasi akan mempermudah Anda untuk mempersiapkan diri dan materi yang akan disampaikan. Kemudian, cobalah Anda mengenali audiens Anda.

Berikutnya, siapkan hal-hal yang bersifat fisik, seperti materi yang akan Anda sampaikan. Pada tahap awal, tentukan struktur presentasi. Biasanya struktur presentasi terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan simpulan. Pada bagian pendahuluan terdapat pengantar mengenai materi yang akan dibawakan dan outline presentasi. Isi merupakan bagian utama dari presentasi dan terakhir adalah kesimpulan. Sebagai presenter, Anda harus menguasai materi yang akan disampaikan. Caranya adalah Anda harus mencari berbagai referensi, entah buku, majalah, artikel, berita, dan sebagainya yang berkaitan dengan materi

yang akan Anda sampaikan. Lalu, jangan lupa susunlah outline atau poin-poin yang akan Anda sampaikan. Berdasarkan outline tersebut, kembangkanlah materi presentasi Anda menggunakan bahan-bahan yang sudah diperoleh.

Jangan lupa pula tentukan alat bantu yang akan Anda gunakan ketika tampil, misalnya powerpoint atau media sejenis lainnya. Jika ingin menggunakan powerpoint, yang perlu ditayangkan di dalam powerpoint hanyalah garis-garis besar atau poin-poin yang penting tentang materi Anda. Janganlah Anda menayangkan teks yang penuh pada setiap slide powerpoint Anda. Ingat, tulisan yang terlalu banyak akan terkesan kaku, monoton, dan tentu saja tidak menarik. Jika Anda menggunakan file powerpoint sebagai bantuan, jangan lupa simpanlah file presentasi Anda di beberapa tempat, misalnya di laptop Anda dan di flashdisk untuk mengantisipasi masalah teknis.

Gunakan sisa waktu Anda untuk berlatih menyampaikan presentasi. Perhatikan apakah strukturnya sudah pas dan berkesinambungan. Jika belum, lakukan penyesuaian atau mungkin penambahan. Selain itu, banyak berlatih akan membantu meningkatkan kepercayaan diri. Pepatah mengatakan practice make perfect. Demikian juga jika Anda mempersiapkan presentasi yang penting, berlatihlah. Latihan terbaik dapat dilakukan dengan mengundang beberapa teman untuk mendengarkan presentasi Anda. Minta mereka untuk memberikan komentar terhadap materi yang disampaikan, cara penyampaian dan hal-hal apa yang perlu diperbaiki.

Latihan ini akan membantu Anda mengetahui sejak dini apakah Anda sudah cukup siap dan menguasai materi presentasi atau masih ada hal-hal lain yang perlu diperbaiki. Melalui latihan ini, cobalah berpikir dari sudut pandang audiens: apakah mereka punya pengetahuan yang cukup tentang materi yang akan dipresentasikan, apa kepentingan yang mereka bawakan, pertanyaan apa yang mungkin mereka tanyakan, apa yang mereka harapkan dari presentasi tersebut. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka Anda telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Persiapan terakhir adalah cobalah untuk memeriksa tempat presentasi Anda. Ini akan sangat membantu bagaimana mengatur posisi saat menyampaikan presentasi dan agar menjadi familier. Jika Anda harus mengatur sendiri persiapan presentasi, pastikan Anda mengetahui letak alat-alat pendukung dan cara mengoperasikannya.

5.5.3 Apa Saja Tips-Tips Membuat Powerpoint untuk Presentasi?

Seiring dengan perkembangan teknologi, biasanya saat ini orang yang presentasi dapat

menggunakan bantuan powerpoint dengan LCD. Anda juga dapat menggunakan powerpoint untuk presentasi. Namun, ingatlah bahwa penyusunan materi ke dalam powerpoint ada tips-tips khusus, tidak bisa seenaknya sendiri. Berikut ini dipaparkan tips-tips-tips-tips membuat presentasi powerpoint yang baik.

5.5.3.1 Pergunakan Desain dan Latar Belakang yang Konsisten

Dalam membuat powerpoint, usahakan Anda menggunakan desain yang sederhana tetapi konsisten supaya tidak terlalu ramai dan tidak terkesan heboh. Selain itu, penggunaan desain yang konsisten tidak akan memecah konsentrasi Anda dan audiens Anda. Bayangkan, jika Anda membuat desain dan menggunakan latar belakang gambar artis yang cantik, kemudian slide berikutnya menggunakan latar belakang pemandangan di pegunungan, tentu tidak akan baik bagi presentasi Anda.

Sebisa mungkin gunakan desain yang tidak terlalu ramai, tetapi tidak terlalu polos supaya dapat menarik perhatian audiens Anda. Selain itu, hal yang harus dihindari adalah menggunakan desain gambar yang terlalu glamour dan ditata dengan serampangan tanpa memperhatikan aspek estetika. Oleh karena itu, gunakan desain yang sederhana tetapi menarik dan perhatikan faktor estetika ketika dalam powerpoint Anda.

5.5.3.2 Batasi Jumlah Baris dalam Setiap Slide

Powerpoint adalah salah satu alat bantu dalam presentasi Anda dan bukan bacaan layaknya cuplikan sebuah buku. Artinya, jumlah baris tulisan dalam setiap slide harus dibatasi, jangan sampai memenuhi slide. Ingatlah untuk jangan memindahkan word ke powerpoint/powerpoint abuse (penganiayaan slide presentasi). Sebuah slide powerpoint jika diisi penuh dengan tulisan, misalnya satu atau dua paragraf, tidak akan menarik. Audiens Anda akan bosan dan tidak tertarik dengan presentasi Anda. Percayalah! Powerpoint memiliki power yang kuat bagi presentasi Anda jika Anda dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Apakah Anda pernah mendengar 5x5 rule? 5x5 rule artinya adalah dalam menuliskan poin-poin dalam powerpoint maksimal adalah 5 bullet point pada tiap slide dan masing-masing poin tidak lebih dari 5 kata. Usahakan dalam setiap slide hanya berisi maksimal lima baris poin-poin penting dari materi Anda. Ingat, yang ditulis dalam slide hanyalah poin-poin penting. Jadi, Anda tidak perlu bertele-tele menuliskan materi Anda ke dalam slide powerpoint.

5.5.3.3 Pergunakan Warna Teks dan Latar Belakang yang Kontras

Jika Anda menggunakan latar belakang berwarna putih, cobalah warna teks diubah menjadi warna merah atau hitam supaya terbaca. Bayangkan jika latar belakang Anda berwarna kuning muda dan teks Anda berwarna kuning agak tua, maka dari kejauhan tidak akan terbaca dengan baik. Ingatlah untuk jangan memilih warna yang terlalu mencolok pula dan jangan memadukan warna yang sama-sama pucat. Misalnya, Anda menggunakan latar belakang warna hijau muda lalu teksnya Anda beri kuning muda. Perpaduan kedua warna tersebut kurang cocok karena akan menghasilkan tampilan yang pucat dan dari kejauhan tidak akan terlihat dengan jelas. Pendek kata, gunakan warna kontras antara teks dengan latar belakang powerpoint Anda.

5.5.3.4 Hindari Penggunaan Animasi dan Efek Suara yang Glamour

Penggunaan animasi dan efek suara merupakan pemanis bagi slide powerpoint Anda.

Penggunaan tersebut dapat dilakukan secara sengaja untuk mendukung materi yang harus Anda sampaikan, tetapi juga dapat dilakukan sebagai ice breaking supaya audiens Anda tidak bosan dengan presentasi Anda. Namun, janganlah menggunakan animasi dan efek suara yang berlebihan. Cukup gunakan animasi dan efek suara yang dapat diterima oleh audiens dan yang tidak akan membuat suasana menjadi heboh, baik heboh oleh ketakutan atau heboh oleh kelucuan yang berlebihan. Misalnya, ketika Anda sedang presentasi tentang perjalanan sejarah klub sepak bola tertentu, adakalanya Anda mempunyai ide untuk menayangkan beberapa cuplikan video tentang proses kejayaan klub tersebut, yaitu ketika mencetak goal.

Biasanya akan terdengar suara sorak-sorai penonton dan para pemainnya. Jika Anda akan memutar video seperti ini, usahakan volume suara jangan terlalu berlebihan supaya tidak memecah konsentrasi Anda dan audiens Anda.

5.5.3.5 Pilihlah Satu Gambar yang Dapat Memberikan Banyak Informasi

Menggunakan gambar tidak ada salahnya karena audiens lebih mudah mengingat-ingat presentasi Anda dengan melihat gambar yang Anda tayangkan. Agar tidak terlalu berlebihan, usahakan Anda menayangkan satu gambar yang dapat memberikan banyak informasi.

Misalnya, Anda akan menjelaskan keanekaragaman budaya Indonesia, Anda cukup memasang satu gambar yang isinya adalah pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Jadi, Anda tidak perlu mencantumkan berpuluh-puluh gambar untuk menjelaskan satu poin penting dari materi Anda. Jika poin penting yang Anda sampaikan berjumlah sepuluh saja, bisa Anda bayangkan berapa ratus gambar yang Anda perlukan untuk ditayangkan. Jadi, jangan sia-siakan waktu presentasi Anda dengan hanya menampilkan banyak gambar yang sebetulnya bisa diwakili hanya dengan satu gambar.

5.5.3.6 Pilihlah Ilustrasi yang Relevan dengan Materi Presentasi

Menggunakan gambar-gambar ilustrasi juga akan menambah nilai plus presentasi Anda.

Suatu hari jika Anda diminta untuk presentasi tentang korupsi di Indonesia dan Anda tidak ingin menyinggung perasaan banyak orang dengan menampilkan foto-foto orang yang tersangka berkorupsi, Anda bisa menggunakan gambar ilustrasi untuk merepresentasikan orang-orang tersebut. Misalnya, dulu kasus korupsi sempat terkenal dengan ikon cecak dan buaya. Anda dapat menggunakan ikon-ikon seperti itu dalam presentasi Anda. Usahakan gambar-gambar ilustrasi yang Anda tampilkan dalam powerpoint harus ada relevansinya dengan materi presentasi Anda. Jangan sampai Anda presentasi tentang batik di Yogyakarta, tetapi gambar yang Anda tampilkan adalah wayang, tentu tidak ada relevansinya.

5.5.3.7 Gunakan Jenis Huruf (Font) Tertentu secara Konsisten

Anda yang masih muda biasanya memiliki kreativitas yang tinggi dalam membuat powerpoint. Manfaatkan kreativitas Anda dengan membuat powerpoint yang menarik.

Namun, untuk teksnya, usahakan Anda konsisten dalam menggunakan jenis huruf. Sebagai contoh, bagian judul dan subjudul Anda menggunakan huruf Verdana dan bagian isinya menggunakan Arial, maka seterusnya terapkan pola yang sama pada slide-slide berikutnya.

5.5.3.8 Pergunakan Ukuran Huruf yang Cukup Besar secara Konsisten

Selain desain, latar belakang, warna, dan jenis huruf, ukuran huruf juga perlu diperhatikan. Jangan membuat ukuran huruf terlalu kecil karena audiens yang duduk di belakang bisa jadi tidak dapat membaca powerpoint Anda. Kalau audiens Anda tidak dapat membaca powerpoint Anda, maka mereka tidak akan memperhatikan presentasi Anda.

Gunakanlah ukuran huruf yang cukup besar, minimal 24, secara konsisten supaya enak dibaca. Perhatikanlah, ukuran huruf pada judul dan subjudul harus Anda bedakan dengan ukuran huruf pada isi. Usahakan huruf pada judul dan subjudul dicetak tebal supaya terbaca dari jauh dan untuk membedakan dengan isi. Selain itu, hindari penggunaan huruf kapital

pada semua tulisan dalam powerpoint Anda. Gunakanlah huruf kapital untuk judul slide dan ketika menjabarkan poin-poin ringkas digunakan huruf nonkapital.

5.5.3.9 Pakailah Kalimat Sederhana

Tentunya Anda masih ingat kalau tulisan dalam powerpoint adalah poin-poin penting/garis besar materi Anda saja, bukan? Pakailah kalimat-kalimat sederhana untuk menuliskan garis besar materi Anda. Jangan gunakan kalimat yang panjang, berbelit-belit, dan sulit dipahami. Usahakan Anda membuat kalimat dengan bahasa yang mudah diterima dan dipahami oleh audiens Anda.

5.5.3.10 Perhatikan Koherensi Antar-slide

Kadangkala orang membuat powerpoint dengan asal dan tidak memperhatikan hubungan antara slide yang satu dengan yang lainnya. Ingat, Anda melakukan presentasi di depan adalah untuk memberikan informasi kepada audiens. Untuk itu, jangan sampai Anda membuat bingung audiens dengan tayangan powerpoint Anda yang tidak sistematis. Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah membuat outline materi yang akan dimasukkan ke dalam powerpoint. Susunlah dengan sistematis. Lalu pindahkan outline tersebut ke dalam powerpoint dengan kalimat-kalimat sederhana. Dengan demikian, tulisan dalam powerpoint Anda mengandung koherensi yang tepat antara slide yang satu dengan lainnya.

5.5.3.11 Jangan Terlalu Banyak Slide

Anda sudah membuat garis besar materi Anda ke dalam powerpoint. Semua garis besar sudah Anda tuliskan. Namun, ingatlah untuk membatasi jumlah slide. Sebuah presentasi umumnya menggunakan powerpoint dengan jumlah slide tidak lebih dari lima belas. Jika lebih dari itu, audiens sudah bosan dengan presentasi Anda. Materi dalam jumlah lima belas slide jika dijelaskan dengan panjang dan lebar sudah memakan waktu lebih dari tiga puluh menit. Anda pasti masih ingat dengan penjelasan di depan bahwa audiens biasanya hanya akan bertahan memperhatikan presentasi Anda tidak lebih dari dua puluh menit. Untuk itu, usahakan Anda dapat meringkas materi Anda ke dalam powerpoint yang tidak terlalu banyak slide-nya.

Dokumen terkait