• Tidak ada hasil yang ditemukan

0 20 40 60 80 100

Prosentase

APK SM

45,89% di tahun 2014, dan mengalami penurunan capaian pada tahun 2015 menjadi 41,98% dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 57,59%.

Indikator Kinerja selanjutnya adalah angka melanjutkan siswa SMA/MA/SMK ke jenjang Perguruan Tinggi, sebagaimana ditampilkan pada grafik 9. Pada tahun 2013 angka melanjutkan siswa SMA/MA/SMK ke jenjang Perguruan Tinggi adalah 17,5%, meningkat di tahun 2014 menjadi 20,5% dan meningkat kembali pada tahun 2015 menjadi 22 % dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 32%.

Capaian Kinerja di atas dicapai melalui Program Kegiatan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat , diantaranya sebagai berikut:

1. Fasilitasi Bimtek Hibah BOP Paket C dan Meningkatkan Sumber Daya Manusia SMA.

2. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) SMA Karakter Budaya Bangsa (KBB) Siswa SMA di Jawa Barat.

3. Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA/MA di Jawa Barat.

4. Pemberdayaan MGMP Kejuruan di Jawa Barat

5. Pengelolaan Bantuan (RKB) untuk SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat.

6. Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat.

7. Bimtek Pengadaan Peralatan Praktek SMK di Jawa Barat.

8. Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) SMA di Jawa Barat

9. Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Penyelenggaraan EPITECH 2015 10. Penyusunan Grand Design Pendidikan Menengah dalam rangka

Implementasi UU 23.

11. Fasilitasi Pengelolaan BOS Jenjang SMA/SMK se Jawa Barat.

12. Fasilitasi Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat 13. Fasilitasi dan Verifikasi Beasiswa dan Hibah RB PTS di Jawa Barat.

14. Detil Engineering Design DED) USB SMA/SMK di Jawa Barat.

Pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK dari kurun waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah penduduk usia sekolah 7-12 tahun, APK, APM dan jumlah lulusannya, sebagaimana rincian pada tabel sebagai berikut:

Perkembangan pendidikan pada jenjang SMA/MA/SMK Tahun 2013– 2016

No Komponen Satuan 2013 2014 2015 2016 1 Pend. Usia

16-18 tahun

Orang 2.467.332 2.581.880 2.489.800

2 Siswa SMA Orang 568.479 744.869 778.776 644.854 3 Siswa SMK Orang 748.265 858.742 903.343 990.062 4 Jumlah

lulusan SMA/SMK

Orang 403.858 425.338 465.686 430.681

6 Guru SMA/SMK

Orang 51.161 106.610 76.480 74.890

8 Sekolah SMA Sekolah 1.379 1.415 1.441 1.520 9 Sekolah SMK Sekolah 2.288 2.442 2.515 2.705 10 Ruang Kelas

SMA/SMK

Ruang Kelas

37.944 44.112 47.373 45.410

Sumber: PDSP

Kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program pendidikan menengah dan tinggi yang dilaksanakan diantaranya Kegiatan Fasilitasi Bimtek Hibah BOP Paket C dan SDM, dilaksanakan melalui sub kegiatan ini antara lain: Verifikasi PKBM sebanyak di 27 Kabupaten/Kota; Terlaksananya sosialisasi Bimbingan Teknis RKB sebanyak 150 sekolah di Jawa Barat, Keterangan : ada beberapa kegiatan Bimtek untuk Paket C dilaksanakan setelah keluarnya DPA Perubahan tahun 2015. Kegiatan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Adanya persiapan; Terlaksananya seleksi/lomba (OSN) tingkat Provinsi yang diikuti sebanyak 1.215 orang; Terlaksananya Pembinaan/Lomba ke tingkat Nasional (OSN); Terlaksananya seleksi/lomba O2SN tingkat Provinsi yang diikuti sebanyak 819 siswa; Terlaksananya Pembinaan/Lomba FLS2N ke tingkat Nasional; serta Terlaksananya /mengikuti Lomba FLS2N ke tingkat Nasional. Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan (8 SNP) SMA membangun Karakter Budaya Bangsa

(KBB) Siswa SMA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut antara lain: Tahap persiapan; Sosialisasi 8 Standar Nasional, diikuti oleh 110 sekolah jenjang SMA di Jawa Barat; Evaluasi 8 Standar Nasional untuk 110 sekolah jenjang SMA di Jawa Barat. Kegiatan Fasilitasi Bimtek Hibah RKB SMA/MA di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut antara lain: Adanya verifikasi calon pnerima hibah untuk 150 sekolah di Jawa Barat serta Bimbingan teknis calon penerima RKB untuk 150 sekolah di Jawa Barat. Kegiatan Penyusunan Grand Design Pendidikan Menengah Dalam Rangka Implementasi Undang-undang 23, Kegiatan dilaksanakan dengan anggaran dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan dan Penunjang Kegiatan; Pendataan, penyusunan dan perumusan Grand Design dalam rangka persiapan pelaksanaan Undang-undang 23 tahun 2014; Sosialisasi akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di 27 Kabupaten/Kota, SMA 225 orang, SMK 290 orang; serta Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Aset SMA/SMK Negeri di Jawa Barat diikuti oleh 200 orang dari 27 Kabupaten/Kota. Kegiatan Pemberdayaan MGMP Kejuruan Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut:

Akan dilaksanakan Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kejuruan pada bulan November 2016 serta Akan dilaksanakan Kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK. Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan BOS jenjang SMA-MA dan SMK Provinsi dan Pusat untuk jenjang Pendidikan Menengah, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: Persiapan Kegiatan Pengelolaan BOS menjadi BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) SMK, SMA dan MA adanya data pengelola dari 27 Kabupaten/Kota dan keputusan Gubernur tentang BPMU; Rapat Koordinasi dan Sosialisasi BOS Provinsi yang diikuti oleh 81 orang peserta dari Kabupaten/Kota; Pendampingan pengelolaan BOS SMK, SMA dan MA Provinsi, untuk 1.350 orang peserta di Jawa Barat; serta Monitoring dan evaluasi program BOS Provinsi. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Siswa SMK di Jawa Barat, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut:

Verifikasi calon penerima Diklat Kewirausahaan; Persiapan Diklat Kewirausahaan untuk Siswa SMK sebanyak 700 siswa; Persiapan verifikasi calon penerima Bantuan Pengembangan Kewirausahaan siswa SMK melalui

Persiapan monitoring dan evaluasi Bantuan Hibah Pengembangan Kewirausahaan. Kegiatan Lomba Siswa (LKS) dan Penyelenggaraan Epitech tahun 2016, dilaksanakan melalui sub kegiatan sebagai berikut: 61 Bidang Lomba (Bidlom) untuk kelompok keahlian teknologi, olahraga dan pariwisata dilaksanakan di Sukabumi; Kelompok keahlian pertanian, debat bahasa dan sains dilaksanakan di Kabupaten Cianjur; 77 Bidang Lomba untuk tingkat Nasional, OSTN, Debat Bahasa, O2SN, FLS2N dilaksanakan di Provinsi Banten; OSTN dilaksanakan di Jogjakarta, Debat Bahasa di Batam, O2SN di Makassar, FLS2N di Palembang; serta EPITECH dilaksanakan di Kabupaten Bandung dengan jumlah peserta/diikuti 150 stand.

Meski sebagian besar target kinerja yang ditetapkan telah tercapai bahkan capaian kinerjanya melampaui target, namun asih ditemui beberapa permasalahan sebagai berikut:

1) Program pembinaan SMA dan SMK yang dilakukan oleh provinsi tidak sepenuhnya selaras dengan program pembinaan dan implementasi di Kabupaten/Kota karena program yang dilaksanakan oleh Provinsi mengacu kepada pusat dan kebijakan provinsi, sementara Kabupaten/Kota memiliki agenda tersendiri dalam pengembangannya 2) Belum sinerginya SOTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan

Dinas Pendidikan Kab./Kota khususnya dalam persiapan implementasi UU no.23 Tahun 2014

3) Masih minimnya koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam melakukan sinkronisasi data dari Dapodik untuk SMA dan SMK serta EMIS untuk MA.

Adapun upaya pemecahan masalah yang dilaksanakan antara lain:

1) Perlu koordinasi dalam menyusun RPJM dan Renstra sehingga ada keselarasan program antara Kabupaten, Provinsi, dan Pusat.

2) Perlu peningkatan sinergisitas antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Pendidikan Kab./Kota khususnya dalam pembahasan SOTK menjelang implementasi UU no.23 Tahun 2014.

3) Meningkatkan koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat khususnya dalam mensingkronisasikan data SD dengan MI dan SMP dengan MTs.

SASARAN STRATEGIS 3

Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS).

Indikator Kinerja Utama

2013 2014 2015 2016

Realisasi Target Realisasi % Capaian Angka Partisipasi

Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD)

48,7 60,48 65,71 76,75 65,71 86%

Prosesntase

berkurangnya angka buta huruf

(meningkatnya angka melek huruf)

97,5 96,48 98,29 98,5 98,4 99%

c. Program Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal dan Informal

Pagu anggaran Program Pendidikan Anak Usia Dini sebesar Rp.

6.218.985.750,00,- dengan realisasi sebesar Rp. 5.446.630.669,- (87.58%).

Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal dan informal dimaksudkan untuk mengoptimalkan perkembangan kapabilitas kecerdasan anak. Program pendidikan ini bukan hanya sekedar untuk memberikan pengalaman belajar, tetapi dimaksudkan untuk menyiapkan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sejak usia dini.

Program PAUDNI bertujuan agar semua anak usia dini, laki laki maupun perempuan, terutama yang berasal dari keluarga miskin, memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi yang dimiliki dan tahap perkembangan atau tingkat usia mereka, sebagai persiapan mengikuti pendidikan jenjang sekolah dasar.

Program ini dititikberatkan pada peningkatan akses dan pelayanan pendidikan melalui jalur formal, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan bentuk lain yang sederajat; juga jalur pendidikan non-formal

yang sederajat; serta informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dalam rangka membina, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya sebagaimana dapat digambarkan secara ringkas oleh grafik 9 Mengenai

Dokumen terkait