LAPORAN AKUNTABILTAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
(LKIP)
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016 dengan baik, lancar dan tepat waktu sebagai perwujudan pelaksanaan Peningkatan Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Penyusunan Laporan Kinerja ini merupakan perwujudan salah satu indikator (tolok ukur) dalam rangka penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) dan berkaitan dengan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dalam memberikan pelayanan prima serta menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada pemerintah dan masyarakat pada umumnya.
Laporan Kinerja ini secara garis besar berisikan informasi mengenai rencana kinerja dan capaian kinerja yang telah dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2016 yang mengacu kepada Rencana Strategi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018.
Secara yuridis formal Laporan Kinerja ini disusun sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah menimbang pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja.
Penyusunan Laporan Kinerja Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 ini dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi Laporan Kinerja Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 sebagaimana surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perihal Hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.
Dalam penyusunan Laporan Kinerja ini, kami telah berupaya secara optimal, namun kami menyadari bahwa dalam penyusunannya masih jauh
dari sempurna dan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka, masukan dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan untuk perbaikan serta penyempurnaan penyusunan laporan di tahun yang akan datang.
Akhir kata, semoga Laporan Kinerja ini bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam mengevaluasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta menjadi masukan bagi semua unit kerja di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kinerjanya masing – masing di masa yang akan datang.
Bandung, ………
KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT,
Dr. Ir. H. AHMAD HADADI, M.Si Pembina Utama Madya NIP. 196112311987031042
Ringkasan Eksekutif
Pendidikan telah menjadi sebuah kekuatan bangsa khususnya dalam proses pembangunan di Jawa Barat. Sesuai taraf keragaman yang begitu tinggi, Jawa Barat memiliki karakter yang kaya dengan perbedaan, sekaligus memiliki toleransi yang tinggi, dalam menciptakan semangat persatuan yang kokoh. Melalui pembangunan pendidikan Jawa Barat, telah tumbuh semangat persatuan yang menjiwai keanekaragaman kepentingan budaya, sosial bahkan politik. Pembangunan pendidikan yang memahami keragaman ini dapat menjadi sumber kekuatan untuk melebur perbedaan-perbedaan di dalam mewujudkan rasa kebangsaan yang kokoh.
Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan murah dan berkualitas merupakan mandat sesuai tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan Pasal 28B Ayat (1) UUD 1945 mengamanatkan, setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia. Dan, Pasal 31 Ayat (1) mengamanatkan, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu pilar penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 11 ayat (1) dan (2) menegaskan, pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi dan wajib menjamin tersedianya dana bagi penyediaan pendidikan untuk setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun.
Karena itu, pembangunan pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan, meningkatkan kesetaraan gender, pemahaman nilai-nilai budaya dan multikulturalisme serta meningkatkan keadilan sosial.
Sebagai institusi yang diberikan tanggungjawab untuk melaksanakan tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat selalu berkomitmen kuat untuk melakukan kinerja dengan baik berdasarkan Rencana
2018, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) maupun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 secara konsisten, terus-menerus dan kesinambungan.
Orientasi pembangunan pendidikan di Provinsi Jawa Barat dipresentasikan ke dalam berbagai variabel dan aspek pembangunan yang akan memberi corak seluruh program pembangunan. Oleh karena itu, arah kebijakan pembangunan pendidikan di Jawa Barat pada masing-masing pilar sebagai berikut :
1. Pemerataan dan Perluasan Akses
Pemerataan dan perluasaan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Upaya peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar seringkali terkendala oleh kondisi sosial ekonomi, budaya serta geografi dan demografi.
2. Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing
Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing diarahkan pada kecakapan hidup bersama dalam keragaman, peningkatan taraf hidup masyarakat, peningkatan daya saing bangsa dan pembentukan karakter bangsa, khususnya bagi warga masyarakat Jawa Barat. Pada dasarnya indikator mutu pendidikan adalah kualitas lulusannya sedangkan aspek yang sangat dominan dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan adalah guru, kurikulum manajemen, fasilitas sarana-prasarana pendidikan, sistem yang diterapkan serta dana yang tersedia.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki Rencana Strategis yang berisi tentang rencana program selama 5 tahun dari tahun 2013 sampai dengan 2018, dan memiliki 2 misi, yaitu :
1. Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas;
2. Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan.
Untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan Jawa Barat, Dinas Pendidikan merumuskan 2 (dua) tujuan dan 7 (tujuh) sasaran strategis tahun 2013-2018 yang lebih operasional dan jelas menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi, yaitu:
1. Tujuan :
a. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat.
b. Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat.
2. Sasaran
Sasaran strategis merupakan penjabaran tujuan organisasi Dinas Pendidikan yang lebih spesifik dan terukur. Sasaran yang ingin dicapai pada masing- masing tujuan sebagaimana telah dipaparkan diatas dan acuan bagi seluruh pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut :
a. Tujuan 1 :
Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat., sasaran yang ingin dicapai yaitu :
1) Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar 2) Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata
3) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS)
4) Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
b. Tujuan 2 :
Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat, dengan sasaran yaitu:
1. Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
2. Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
Sebagai upaya pengembangan sistem akuntabilitas sekaligus sebagai amanah pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran tolok ukur keberhasilan organisasi yang menggambarkan capaian strategis organisasi.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki 6 (tujuh) sasaran strategis dan 9 (dua puluh empat) Indikator Kinerja Utama (IKU) beserta 9 target kinerja yang
sasaran strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2016 relatif baik dan berhasil. Indikasi keberhasilan tersebut terbukti dari besarnya tingkat capaian kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan, dengan rincian 2 indikator telah melebihi target, dan 3 indikator mencapai target 100%. Namun demikian ada beberapa indikator kinerja yang capaiannya kurang maksimal sesuai target yang telah ditetapkan, misalnya Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Menengah (APK Dikmen). Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi lebih lanjut terhadap proses perencanaan program dan penganggaran dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam matriks Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat 2013 –2018. Rincian capaian kinerja masing – masing indikator tiap sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut:
SASARAN STRATEGIS 1
Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar
Indikator Kinerja Utama 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Angka Melanjutkan dari
jenjang SD/MI ke SMP/MTs
98,47 99,52 100 99,97 99,97
SASARAN STRATEGIS 2
Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata
Indikator Kinerja 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Prosentase Angka
Melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke
SMA/MA/SMK
75 92,35 80 89,8 112,25
Angka melalanjutkan dari jenjang SM
(SMA/MA/SMK) ke perguruan Tinggi
17,50 20,50 25,50 22,0 86,27
SASARAN STRATEGIS 3
Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS).
Indikator Kinerja 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Angka Partisipasi Kasar
Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD)
48,7 60,48 75 65,71 87,61
Prosesntase
berkurangnya angka buta huruf (meningkatnya angka melek huruf)
97,5 96,48 98,5 98,29 99,79
SASARAN STRATEGIS 4
Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
Indikator Kinerja 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Jumlah guru
SDLB/SMPLB/SMA-LB yang menyelesaikan S1 dan D4
1507 1922 2338 2300 98,37
SASARAN STRATEGIS 5
Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
Indikator Kinerja 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Jumlah Guru
SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D4
229.658 241.141 253.198 398.861 157,53
SASARAN STRATEGIS 6
Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
Indikator Kinerja 2013 2014 2016
Realisasi Target Realisasi %Capaian Prosentase sekolah yang
terakreditasi
20 22 24 38,38 159,92
Jumlah sekolah
SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database
20 30 50 45 95
prioritas pembangunan tahun 2016 pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maka untuk penyelenggaraan program-program pembangunan pada masa depan, akan dilakukan rasionalisasi terhadap jumlah kegiatan per program pembangunan yang diselenggarakan;
serta kontekstualisasi dan relevansi dari subsatansi kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dengan efektivitas pencapaian tujuan dan sasaran strategis serta Indikator Kinerja dalam mewujudan visi dan 2 misi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2018.
Demikian Ikhtisar Eksekutif dari LKIP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 , untuk disampaikan untuk menjadi informasi yang bermanfaat kepada semua pihak yang berkepentingan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
RINGKASAN EKSEKUTIF iii
DAFTAR ISI x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Landasan Hukum 2
C. Maksud dan Tujuan 3
D. Kedudukan dan Struktur Organisasi 4
E. Tugas Pokok dan Fungsi 8
F. Sistematika Penulisan 9
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahun 2016 10
B. Perjanjian Kinerja 42
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2016 44 B. Analisa Capaian Kinerja Tahun 2016 46
C. Realisasi Anggaran 74
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan 83
B. Saran/Rekomendasi 84
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi misi pembangunan sekaligus aspirasi serta cita – cita masyarakat dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Untuk itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung efektif dan efisien untuk mencerminkan kinerja lembaga secara optimal.
Sejalan dengan perkembangan terhadap berbagai aspek aparatur negara, terdapat satu isu yang mengemuka yang terjadi dalam perkembangan sektor publik yaitu semakin menguatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekaligus kinerja pemerintah. Seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah harus menjadi subyek pemberi informasi dan pengungkapan (disclosure) atas aktivitas dan kinerja kepada pihak – pihak yang berkepentingan dalam rangka pemenuhan hak – hak publik, yaitu hak untuk tahu (right to know), hak untuk diberi informasi (right to be informed) dan hak untuk didengar inspirasinya (right to be heard and listened to). Tuntutan dilaksanakannya akuntabilitas publik mengharuskan pemerintah untuk memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan. Unit kerja di lingkungan Instansi Pemerintah dituntut untuk tidak sekedar melakukan pelaporan kinerja kepada pemerintahan atasannya (managerial accountability), akan tetapi juga melaporkan kinerja pemerintah kepada masyarakat luas (public accountability).
Muara tuntutan ini pada intinya adalah terselenggaranya tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance), sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara bersih, bertanggungjawab dan memberikan dampak (impact) serta manfaat (benefit) dari hasil (outcome) yang diperoleh.
Dengan dasar tersebut, maka Instansi Pemerintah di tingkat pusat maupun daerah harus memiliki Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dalam rangka merealisasikan keinginan bersama untuk mewujudkan Good Governance. Tujuan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sedangkan sasaran sistem tersebut adalah:
1. Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya;
2. Terwujudnya transparansi instansi pemerintah;
3. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional;
4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
SAKIP menuntut adanya sinergitas antara proses Perencanaan, Pengukuran, Pelaporan sampai Evaluasi dan pemanfaatan informasi kinerja yang untuk selanjutnya dituangkan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang wajib disusun oleh Instansi Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk itulah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 sebagai implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lembaga serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan. Dalam LKIP disajikan keberhasilan dan atau kegagalan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2016 .
B. LANDASAN HUKUM
LKIP Tahun 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat disusun berdasarkan beberapa landasan hukum, yaitu :
1. TAP. MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
2. Undang – undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
3. Undang – undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah.
Pemerintah.
7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
8. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Perjanjian Kinerja.
10. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Barat.
11. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat.
12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat.
13. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, tentang Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah:
1. Untuk mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan tugas umum pemerintah dan pembangunan secara baik dan benar yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat;
2. Menjadikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya;
3. Sebagai bahan acuan bagi pimpinan dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan
dirancang dengan lebih fokus, efektif, efisien, terukur, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Sebagai masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah guna terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
E. KEDUDUKAN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diberi tanggungjawab secara teknis dan administratif dalam bidang pendidikan.
Dinas ini dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 tahun 2008 tentang Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2016 Tentang Kedudukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat, bahwa Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terdiri atas :
1). Kepala Dinas,
2). Sekretariat, yang membawahkan :
(a) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan;
(b) Sub Bagian Keuangan dan Aset;
(c) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum.
3). Bidang Pendidikan Menengah Umum, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter;
(b) Seksi Kurikulum dan Penilaian ;
(c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana;
4). Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter;
(b) Seksi Kurikulum dan Penilaian ;
(c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana;
5). Bidang Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus, membawahkan : (a) Seksi Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter;
(c) Seksi Kelembagaan dan Standarisasi Sarana Prasarana;
6). Bidang Pendidikan Tenaga Kependidikan Bina PAUDNI dan DIKDAS, membawahkan :
(a) Seksi PTK SMA dan PKLK;
(b) Seksi PTK SMK;
(c) Seksi Bina PAUDNI dan DIKDAS;
Selain Sekretariat dan Bidang sebagaimana di atas, Dinas Pendidikan juga dilengkapi dengan 9 (sembilan) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)/Balai yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 45 Tahun 2016, yaitu :
1). Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, membawahkan :
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Perencanaan dan Evaluasi;
(c). Seksi Penyelenggaraan Pelatihan.
2). Balai Pengembangan Bahasa Kesenian Daerah (BPBKD), membawahkan : (a). Sub Bagain Tata Usaha;
(b). Seksi Pengembangan Bahasa Daerah;
(c). Seksi Pengembangan Kesenian Daerah.
3). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah I, membawahkan : (a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan;
4). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah II, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
5). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah III, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
6). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah IV, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
7). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah V, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
8). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah VI, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
9). Balai Pelayanan & Pengawasan Pendidikan Wilayah VII, membawahkan:
(a). Sub Bagian Tata Usaha;
(b). Seksi Pelayanan pendidikan;
(c). Seksi Pengawasan Pendidikan.
KEPALA SUBBAG
PERENCANAAN & KEPALA SUBBAG
KEUANGAN DAN ASET KEPALA SUBBAG KEPEGAWAIAN & UMUM
KEPALA BIDANG PENDIDIKAN
MENENGAH ATAS KEPALA BIDANG PENDIDIKAN
MENENGAH KEJURUAN KEPALA BIDANG PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS
KEPALA BIDANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
SEKRETARIS
KEPALA SEKSI PEMBINAAN
KESISWAAN KEPALA SEKSI PEMBINAAN
KESISWAAN
KEPALA SEKSI PEMBINAAN KESISWAAN
KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK SMA
KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM
DAN KELEMBAGAAN
KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN KELEMBAGAAN
KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN KELEMBAGAAN
KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK PK DAN PLK KEPALA SEKSI SARANA
DAN PRASARANA KEPALA SEKSI SARANA DAN PRASARANA
KEPALA SEKSI SARANA DAN PRASARANA
KEPALA SEKSI PEMBINAAN PTK SMK
UPTD/BALAI PELATIHAN GURU /PTK TERPADU
UPTD/BALAI PENGEMBNGAN
BAHASA, DAN
UPTD/BALAI PELAYANAN
& PENGAWASAN PENDIDIKAN WILAYAH I-
KEPALA SUB BAG TATA USAHA
KEPALA SUB BAG
TATA USAHA KEPALA SUB BAG
TATA USAHA
KEPALA SEKSI PENYELENGGARAAN
PELATIHAN
KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN BAHASA
DAERAH
KEPALA SEKSI PELAYANAN PENDIDIKAN
KEPALA SEKSI PERENCANAAN &
EVALUASI
KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN
KESENIAN
KEPALA SEKSI PENGAWASAN PENDIDIKAN
JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA DINAS
UNIT SATUAN PENDIDIKAN (SMA,SMK, SLB)
F. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 45 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maka tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Provsinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
1. Tugas Pokok
Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan yang menjadi kewenangan provinsi, meliputi:
a. Manajemen Pendidikan meliputi Pengelolaan pendidikan menengah dan Pengelolaan pendidikan khusus.
b. Kurikulum meliputi Penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan menengah dan muatan lokal pendidikan khusus, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan lintas daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi.
c. Perizinan Pendidikan meliputi Penerbitan izin pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan Penerbitan izin pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat.
d. Bahasa dan Sastra meliputi Pembinaan bahasa dan sastra yang penuturnya lintas daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi.
e. Melaksanakan tugas dekonsentrasi sebagai Wakil Pemerintah Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya.
2. Fungsi
Dalam menyelenggarakan tugas pokok dimaksud di atas , Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi :
a. penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, pada sub urusan yang menjadi kewenangan Provinsi;
b. penyelenggaraan kebijakan teknis di bidang pendidikan, pada sub urusan yang menjadi kewenangan Provinsi;
c. penyelenggaraan administrasi Dinas;
d. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Dinas; dan
e. penyelenggaraan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
G. SISTEMATIKA PENULISAN
LKIP Tahun 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penyajian, kedudukan, tugas pokok dan fungsi, dan struktur organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menjelaskan secara ringkas dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 yang meliputi RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2013 – 2018, Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 – 2018 dan Perjanjian Kinerja untuk tahun . Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menguraikan pengukuran kinerja 2016 , analisis pencapaian kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, hambatan dan antisipasinya dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun 2016 .
Bab IV – Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KINERJA TAHUN 2016 1. RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018
Visi pembangunan Jawa Barat yang ingin diwujudkan pada periode 2013- 2018 adalah: “Jawa Barat Maju Dan Sejahtera Untuk Semua” Untuk mewujudkan visi pembangunan Jawa Barat 2013-2018 tersebut, maka dirumuskanlah lima misi yang diberi judul : 1) Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing, 2) Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan, 3) Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik; 4) Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan, 5) Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal.
Adapun misi yang terkait langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah: “Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing”, misi ini untuk mewujudkan pemerataan layanan dasar, dengan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu, dan terjangkau. Untuk misi ini, Dinas Pendidikan melaksanakan tujuan Meningkatkan pemerataan, dan perluasan akses pendidikan dengan 3 sasaran, yaitu :
(1) meningkatnya akses pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas;
(2) Meningkatnya kuantitas, dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD);
(3) Meningkatnya mutu pendidikan, dan tenaga kependidikan.
2. Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 Rencana strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 merupakan perencanaan jangka menengah Dinas Pendidikan yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas dan peran yang diamanahkan.
Penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah mengacu pada RPJMD Tahun 2013-2018 yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah Jawa Barat, khususnya terkait dengan misi Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing. Secara singkat subtansi Renstra Dinas Pendidikan, dapat diuraikan sebagai berikut:
2.1 Visi dan Misi
Sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945, tujuan dan fungsi pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan perundang-undangan nasional dan daerah terutama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2013-2018, ditetapkanlah visi pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :
“Terwujudnya Pendidikan Maju di Jawa Barat guna membentuk SDM yang berkarakter, cerdas, mandiri, menguasai IPTEK dan berbasis budaya Jawa
Barat”
Hal-hal menyangkut pengertian, ruang lingkup atau batasan dari setiap pernyataan dalam visi tersebut agar menuju pada satu penafsiran/ atau persepsi, maka perlu dijelaskan sebagai berikut :
1. Pendidikan maju adalah pendidikan yang berorientasi jauh ke masa depan (futuristik), peka dan tanggap terhadap setiap perubahan situasi atau dinamika politik, hukum, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan serta teknologi; dan secara optimal menerapkan sistem tatakelola (manajemen) modern dengan memanfaatkan teknologi informasi, teknologi komunikasi yang mutakhir.
2. Sumber Daya Manusia (SDM) yang “berkarakter” adalah SDM yang memiliki komitment tinggi dengan dirinya yang dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan, keimanan, kebangsaaan atau nasionalisme serta budaya dalam kehidupan nyata (realitas hidup), menuju kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsa yang lebih bermartabat dalam tatanan dan pergaulan masyarakat dunia atau global.
3. Sumber Daya Manusia (SDM) yang “cerdas” adalah SDM yang memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis serta memecahkan permasalahan-permasalahan dalam realitas kehidupan yang nyata, serta mampu memberikan solusi yang optimal dan tuntas dari permasalahan yang dipecahkan tersebut secara efektif dan efisien, logis atau rasional dan sistematis.
4. Sumber Daya Manusia (SDM) yang “mandiri” adalah SDM yang memiliki keyakinan terhadap kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan diri
dalam mengambil setiap keputusan dan melakukan setiap tindakan secara efektif dan efisien menuju kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsa yang lebih baik dengan tidak bergantung kepada pihak lain.
5. Sumber Daya Manusia (SDM) yang “menguasai IPTEK” adalah SDM yang memiliki kapasitas, kemauan, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan untuk membiasakan secara terus menerus mengembangkan diri terhadap kegiatan riset atau penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna membangun kepercayaan diri yang tinggi untuk mampu bersaing dan unggul dalam kancah pergaulan dan tantangan masyarakat dunia atau global.
6. Sumber Daya Manusia (SDM) yang “berbasis budaya Jawa Barat” adalah SDM yang memiliki kapasitas, penghormatan, rasa cinta dan memiliki sikap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal Jawa Barat, sebagai landasan berfikir dan bertindak di dalam merumuskan ide, gagasan dan konsep pendidikan berbudaya yang integral dan utuh, serta mampu mengaplikasikannya dalam realitas kehidupan pada keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan serta dalam pergaulan masyarakat dunia atau global.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka rumusan dari visi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah terwujudnya pendidikan yang maju di Jawa Barat pada tahun 2018, dengan karakterisrik atau ciri-ciri berorientasi jauh ke masa depan; dan peka atau tanggap terhadap setiap perubahan situasi politik, hukum, sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Situasi pendidikan maju di Jawa Barat akan terwujud diakibatkan oleh dukungan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang :
b. memiliki komitment tinggi dengan dirinya sendiri;
c. memiliki kesadaran untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan, keimanan, kebangsaaan atau nasionalisme, budaya dan kearifan lokal Jawa Barat dalam realitas kehidupan;
d. memiliki kapasitas, kemampuan dan kecakapan serta ketrampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, memecahkan setiap permasalahan dalam realitas kehidupan;
e. mampu memberikan solusi optimal dan tuntas dari setiap permasalahan secara efisien dan efektif secara logis, rasional dan sistematis;
f. memiliki kapasitas, keyakinan terhadap kemampuan dirinya tanpa adanya ketergantungan kepada orang/pihak lain;
g. memiliki kemauan dan kemampuan untuk terus menerus melakukan pengembangan diri dalam riset atau penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknolog;
h. memiliki penghormatan, rasa cinta dan memiliki sikap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal Jawa Barat sebagai landasan berfikir, pengambilan keputusan, bersikap dan bertindak dalam realitas kehidupan;
i. memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan dalam menerapkan sistem tatakelola (manajemen) modern; yang didukung oleh pemanfaatan secara optimal teknologi informasi dan teknologi komunikasi yang mutakhir;
j. memiliki kapasitas, kemampuan, kecakapan dan ketrampilan guna bersaing dan memiliki keunggulan di dalam pergaulan dan tantangan kehidupan masyarakat dunia atau global.
Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pencapaian Visi Dinas Pendidikan Jawa Barat pada tahun 2018 yang akan datang, yakni :
1. Terwujudnya “kemajuan” dalam proses sistem tata kelola atau manajemen pendidikan di Jawa Barat;
2. Dihasilkannya output pendidikan yang memiliki karakter dan berbudi pekerti luhur;
3. Dihasilkannya output pendidikan dengan kecerdasan majemuk sehingga memiliki keunggulan dan daya saing;
4. Dihasilkannya output pendidikan yang berjiwa entrepneurship dan produktif sehingga memiliki kemandirian;
5. Dihasilkannya output pendidikan dengan pembiasaan dan pengusaan IPTEK yang maju;
6. Dihasilkannya output pendidikan yang mampu menghargai, mencintai, mendayagunakan dan melestarikan budaya Jawa Barat.
2.2 Misi Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Untuk mengoperasionalkan dan mewujudkan visi pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut dinyatakan atau dirumuskan misi pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :
1. Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas;
2. Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan;
2.3 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Pendidikan
Untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merumuskan 2 (dua) tujuan dan 7 (tujuh) sasaran tahun 2013 – 2018 yang lebih operasional dan jelas menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi, yaitu :
1. Tujuan
a. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat.
b. Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat.
2. Sasaran
Sasaran strategis merupakan penjabaran tujuan organisasi Dinas Pendidikan yang lebih spesifik dan terukur. Sasaran yang ingin dicapai pada masing-masing tujuan sebagaimana telah dipaparkan diatas dan acuan bagi seluruh pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut :
1. Tujuan 1
Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat, sasaran yang ingin di capai :
a. Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar
b. Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata
c. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS)
d. Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
2. Tujuan 2
Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat, sasaran yang ingin di capai : a. Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang
berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
b. Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
Tabel 1
Keterkaitan Misi, Tujuan, dan Sasaran
Pembangunan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018
Misi Tujuan Sasaran
Meningkatkan Perluasan dan Pemerataan
aksesibilitas pelayanan pendidikan yang berkualitas
1.1 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat
1.1.1 Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar
1.1.2 Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata
1.1.3 Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS)
1.1.4 Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
Meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia bidang pendidikan
1.2 Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat
1.2.1. Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
1.2.2. Meningkatnya layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
2.4 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Dinas Pendidikan telah menetapkan Indikator Kinerja (IKU) untuk mengukur keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis organisasi.
Penetapan Indikator Kinerja Utama telah mengacu pada RPJMD dan Renstra Tahun 2013-2018. Adapun Indikator kinerja utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menjadi acuan untuk periode waktu tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut :
Tabel 2
Indikator Kinerja Utama
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA
Meningkatkan
ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan pendidikan di semua jenjang pendidikan di Jawa Barat
Menurunnya angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar
Angka melanjutkan dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs Meningkatnya layanan
pendidikan menengah dan tinggi secara merata
Prosentase Angka Melanjutkan dari jenjang SMP/MTs ke SMA/MA/SMK Angka melalanjutkan dari jenjang SM (SMA/MA/SMK) ke perguruan Tinggi
Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Masyarakat (PAUD- DIKMAS).
Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD)
Prosesntase berkurangnya angka buta huruf
(meningkatnya angka melek huruf)
Meningkatnya layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
Jumlah guru SD/SMP/SMA- LB yang menyelesaikan S1 dan D4
Meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan di Jawa Barat
Meningkatnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
Jumlah Guru
SD/SMP/SMA/SMK dengan kualifikasi S1 dan D4
Meningkatnya layanan yang berkualitas pada
manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
Prosentase sekolah yang terakreditasi
Jumlah sekolah
SD/SMP/SMA/SMK yang telah terintegrasi dengan database
2.5 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENCAPAIAN
Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan pendidikan, maka strategi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Menurunkan angka putus sekolah (DO) jenjang pendidikan dasar 2. Meningkatkan layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata
3. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS)
4. Meningkatkan layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) yang berkualitas
5. Meningkatkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional pada semua jenjang pendidikan
6. Meningkatkan layanan yang berkualitas pada manajemen sekolah dan manajemen pendidikan
Selama lima tahun ke depan, strategi pembangunan pendidikan tersebut merupakan prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Barat . Bila dicermati secara mendalam, strategi pembangunan pendidikan yang pertama berkaitan erat dengan makin meningkatnya tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan, guna mengantisipasi perkembangan kebudayaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan persaingan dalam kehidupan masyarakat dunia. Untuk itu pencapaian pendidikan pada jenjang dasar, dirasakan kurang memadai lagi untuk mengimbangi dinamika kemajuan dalam kehidupan masyarakat.Tuntutan untuk menempuh pendidikan jenjang menengah menjadi suatu keniscayaan. Selain itu dengan komitmen yang tinggi terhadap kepentingan pembangunan pendidikan, program-program bantuan pembiayaan pendidikan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program BOS untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Program- program tersebut dalam implementasinya memerlukan pengembangan sistem pengelolaan yang memadai, agar efektivitasnya untuk tujuan wajib belajar jenjang pendidikan menengah 12 tahun dapat tercapai.
Sebagai provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat Jawa Barat membutuhkan penyediaan sumberdaya produktif untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi yang terus berkembang. Untuk itu dirasakan perlunya strategi peningkatan kuantitas dan kualitas lembaga SMA dan SMK. APK jenjang SMA/SMK pada tahun 2016, yaitu 62,11 menjadi acuan dasar untuk menambah dan mengupayakan pendirian SMA dan SMK baru di berbagai wilayah Jawa Barat. Selain itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, demi meningkatnya kualitas lulusan, guna menjawab kebutuhan dunia kerja yang juga terus meningkat tuntutannya atas sumberdaya yang berpengatahuan dan berketerampilan memadai.
Kesadaran untuk menanamkan pendidikan sejak dini, menjadikan peningkatan aksesbilitas dan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai strategi yang diprioritaskan dalam pembangunan pendidikan di Jawa Barat.
Fenomena yang ada di lapangan, belum semua wilayah, terutama di daerah pedesaan tersedia lembaga pendidikan bagi anak usia dini tersebut. Sementara di perkotaan penyelenggaraan PAUD banyak dilakukan oleh pihak swasta dengan biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh golongan masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk memperluas kesempatan mengikuti PAUD di kalangan masyarakat di segala strata dan tempat tinggal yang berbeda, melalui pendirian lembaga penyelenggara PAUD. Di samping perluasan perlu pula dikembangkan program- program pendidikan untuk meningkatkan kualitas PAUD, melalui penyediaan tenaga pendidik yang kompeten, sarana prasarana, dan sistem manajemen PAUD yang baik.
Peningkatan kualitas pendidikan secara umum menjadi prioritas strategi pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Hal ini dapat dipahami berdasar kesadaran bahwa persaingan global termasuk di dalamnya dalam bidang pendidikan makin meningkat. Untuk itu pendidikan pada berbagai jalur dan jenjang pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya. Perhatian khusus pada lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren, hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa pendidikan yang dimaksud perlu ditingkatkan agar secara relatif tidak jauh tertinggal dari lembaga pendidikan umum yang ada di masyarakat luar Pondok Pesantren. Selain itu secara kuantitatif di Jawa Barat jumlah lembaga pendidikan yang ada di Pondok Pesantren jumlahnya besar dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang lain. Terakhir perhatian pada pentingnya peningkatan minat baca, menjadi strategi pembangunan pendidikan yang menjadi prioritas. Kemajuan teknologi komunikasi telah membawa sebagaian besar anggota masyarakat terutama anak-anak tersita waktunya untuk menekuni dunia maya, melalui berbagai program jejaring sosial dan program-program permainan. Dampak negatif dapat ditimbulkan dari kecenderungan tersebut, dan untuk mengimbanginya diperlukan strategi pembangunan pendidikan yang diarahkan untuk meningkatkan minat baca.
Berdasarkan sasaran pembangunan pendidikan seperti tersebut di atas, dikembangkan 23 (dua puluh tiga) arah kebijakan pendidikan yang akan diputuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
1) Peningkatan dan pengembangan secara bertahap Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun sebagai kelanjutan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun;
2) Peningkatan rasio perbandingan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Umum (SMU), 70% : 30%, untuk menyiapkan tenaga kerja terampil berpendidikan menengah;
3) Sekolah menengah berbasis pesantren.
4) Penuntasan Pembangunan RKB SMP/MTs, SMA/MA/SMK ,SLB Negeri/Swasta, USB SMA/SMK/SLB dan Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak.
5) Penuntasan Fasilitasi Penegerian Perguruan Tinggi Swasta.
6) Fasilitasi Sarana Prasarana SMA/SMK, SLB, dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta.
7) Pemberian Beasiswa Bagi Pemuda, Atlit, Guru dan Tenaga Medis, Beasiswa Governor List, serta PIP bagi siswa Miskin SMA/SMK, Beasiswa bagi Mahasiswa Tugas Akhir, dan Beasiswa BAGUS bagi siswa SLB.
8) Penyelenggaraan SMP/SMA Kelas Jauh, SMP Terbuka, SD/SMP Satap, SMA /SMK Terbuka
9) Peningkatan Kesejahteraan Guru Non PNS/PNS daerah terpencil di Jawa Barat
10) Menyediakan Alat Praktek SMA/SMK di Jawa Barat
11) Meningkatkan Kualifikasi Pendidik & Pengembangan Program Peningkatan Kualitas PTK
12) Peningkatan Kompetensi Pendidik & Tenaga Kependidikan Dikdasmen 13) Fasilitasi Akreditasi Sekolah /Madrasah di Provinsi Jawa Barat (BAP-SM) 14) Pelaksanaan Penyelenggaraan Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA/SMK 15) Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah SD/MI sederajat
16) Penyediaan Alat Bantu & Media Pembelajaran SLB
17) Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C 18) Penyelenggaraan Program KF melalui Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) 19) Penyelenggaraan Program Sekolah Inklusif bagi Anak Berkebutuhan
Khusus di Sekolah Formal
20) Pengembangan PAUD secara holistik dan terpadu;
21) Peningkatan pemerataan dan akses PAUD, khususnya di daerah tertinggal, 22) Peningkatan mutu dan sebaran tenaga kependidikan secara merata;
23) Peningkatan layanan pendidikan berbasis manajamen pendidikan secara komprehensif dan terintegrasi;
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat Tahun 2013-2018 telah menetapkan arah kebijakan yang terkait langsung dengan Peningkatan Perluasan dan Pemerataan aksesibilitas pelayanan
pendidikan yang berkualitas yang merupakan sub agenda dalam RPJMD Jawa Barat , adapun strategi pencapaian kebijakan yang ditempuh adalah:
1. Perluasan dan Pemerataan Kesempatan mendapatkan pendidikan Upaya peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan seringkali terkendala oleh kondisi sosial ekonomi, budaya serta geografi dan demografi, sehubungan dengan itu maka strategi yang akan ditempuh adalah :
a. Terus mengupayakan keberlanjutan program pendanaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Wajar Pendidikan Menegah Universal disertai dengan sosialisasi, pembinaan dan pengendalian yang tertib dan akurat dalam rangka menjaga kepercayaan semua pihak tentang manfaat program tersebut;
b. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan;
c. Pemerataan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan d. Perluasan Pendidikan pada jalur non-formal;
e. Perluasan Akses Pendidikan Keaksaraan bagi Penduduk Usia> 15 tahun;
f. Perluasan Akses PKPLK dan Sekolah Inklusif;
g. Pengembangan pendidikan layanan khusus bagi anak usia wajar dikdas di daerah terpencil, daerah yang berpenduduk jarang dan terpencar, serta daerah terisolasi dan anak jalanan;
h. Perluasan Aksesiblitas Layanan Pendidikan PAUD i. Pendidikan Kecakapan Hidup
j. Perluasan Aksesibilitas layanan pendidikan SMA/SMK;
k. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana Pembelajaran jarak jauh;
2. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan
Pada dasarnya indikator mutu pendidikan adalah kualitas lulusannya, sedangkan aspek yang sangat dominan dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan adalah guru, manajemen, fasilitas, kurikulum, sistem yang digunakan serta dana yang tersedia, sehubungan dengan itu maka strategi yang akan ditempuh adalah :
a. Implementasi dan penyempurnaan standar pendidikan yang telah ada dan penguatan peran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
b. Pengawasan dan penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu pada SNP;
c. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi oleh Badan Akreditasi;
d. Pengembangan guru sebagai profesi;
e. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan ; f. Peningkatan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan ; g. Perbaikan dan pengembangan sarana prasarana;
h. Perluasan pendidikan kecakapan hidup;
i. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kabupaten/Kota;
j. Akselerasi jumlah program studi kejuruan, vokasi, dan profesi;
k. Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan; kegiatan ini berupa pengembangan system, metode, dan materi pembelajaran dengan menggunakan ICT.
3. Peningkatan Manajemen Pendidikan
Kebijakan strategis dalam rangka peningkatan good governance, akuntabilitas, dan pencitraan publik pendidikan secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai berikut. Sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya sekolah, pada dasarnya efisiensi manajemen pendidikan sangat ditentukan oleh ketepatan sosialisasi program, koordinasi, disiplin, etos kerja serta kecermatan perencanaan, sehubungan dengan itu perlu ditempuh strategi :
a. Peningkatan monitoring dan evaluasi dengan fokus pada supervise (pembinaan dan pembimbingan) yang intensif, tertib dan akuntabel;
b. Review terhadap pelaksanaan program ; c. Pembudayaan peningkatan layanan publik;
d. Peningkatan Sistem Pengendalian Internal ( SPI ) berkoordinasi dengan Bawas, Irjen, BPKP dan BPK;
e. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi aparat Perencanaan dan Penganggaran;
f. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Managerial Aparatur;
g. Peningkatan Ketaatan pada Peraturan Perundang-undangan;
h. Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan;
i. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan;
j. Pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN;
k. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan serta Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan - Temuan Pemeriksaan.
2.6 PROGRAM DAN KEGIATAN
Strategi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran serta indikator kinerja utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016 diimplementasikan melalui 14 program yang didukung oleh 83 kegiatan dengan rincian sebagai berikut:
PROGRAM PRIORITAS
1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan terjangkau, baik melalui jalur formal maupun non formal yang mencakup SD/MI serta SMP/MTs dan meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang kondusif bagi siswa dan guru. Adapun sasarannya adalah seluruh anak usia 7 – 15 tahun baik laki – laki maupun perempuan agar dapat memperoleh pendidikan, setidak – tidaknya sampai jenjang sekolah menengah pertama atau yang sederajat. Program ini didukung oleh beberapa kegiatan sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidikan Dasar.
b. Pembinaan Sekolah Dasar.
c. Peningkatan Kesejahteraan Guru Non PNS Daerah Terpencil d. Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka dan Satu Atap.
e. Verifikasi Pemberian BOS Pendidikan Dasar.
f. Verifikasi dan Pembangunan RKB SMP/MTs dan Rehabilitasi SD/MI.
g. Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar.
h. Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains, Seni dan Olahraga).
i. Peningkatan Budaya Literasi Siswa di Jawa Barat.
2. Program Pendidikan Menengah Tinggi
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau bagi penduduk laki – laki dan perempuan melalui jalur formal maupun nonformal, yang mencakup SMA, SMK, dan MA Serta penguatan pendidikan vokasional baik melalui sekolah/madrasah umum maupun kejuruan dan pendidikan non formal guna mempersiapkan lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi untuk masuk dunia kerja. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang