• Tidak ada hasil yang ditemukan

Grafik 1. APM SD/MI di Jawa Barat tahun 2013 s.d. 2016

Grafik 2. APK SD/MI di Jawa Barat tahun 2013 s.d. 2016

Grafik 3. APM SMP/MTs di Jawa Barat tahun 2013 s.d. 2016

2013 2014 2015 2016

APM SD 94,74 95,04 95,11 96,63

93 94 95 96 97

PROSENTASE

Grafik 4. APK SMP/MTs di Jawa Barat tahun 2013 s.d. 2016

Dari grafik 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa partisipasi orang tua untuk menyekolahkan anak usia 7 -12 tahun ke jenjang SD/MI mampu menembus angka di atas 100%. Di tahun 2015 APK jenjang SD/MI mencapai 108,7%, mengalami penurunan di tahun 2016 menjadi 106,17%

Indikator selanjutnya adalah APM (Angka Partisipasi Murni) SD/MI, yang pada tahun 2015 mencapai angka 95,11%, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 96,63%. APM SD/MI adalah penghitungan dari jumlah siswa usia 7-12 tahun dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun, yang menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk menyekolahkan anaknya di jenjang SD/MI secara tepat waktu mengalami capaian yang signifikan.

Dari grafik 3 dan 4, dapat disimpulkan bahwa partisipasi orang tua untuk menyekolahkan anak usia 13-15 tahun ke jenjang SMP/MTs meningkat setiap tahunnya. Persentase capaiannya APK jenjang SMP/MTs di tahun 2015 memiliki persentase sebesar 99,86%, meningkat di tahun 2016 menjadi sebesar 99,96%. Berikutnya, untuk APM SMP/MTs, pada tahun 2015 mencapai angka 82,44%, kemudian turun pada tahun 2016 menjadi 77,87%. APM SMP/MTs merupakan penghitungan dari jumlah siswa usia 13-15 tahun dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 13-15 tahun yang ada di sekolah, yang menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk menyekolahkan anaknya di jenjang SMP/MTs secara tepat waktu mengalami penurunan.

2013 2014 2015 2016

APK SMP 95,35 98,91 99,86 99,96

92 94 96 98 100 102

Prosentase

APK SMP/MTs

Dari data perkembangan APK dan APM tersebut, menunjukkan bahwa Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Jawa Barat yang telah dijalankan pada tahun 2016 sangat efektif dan signifikan terhadap kenaikan angka melanjutkan dari SD ke SMP, hal ini menjadi salah satu implikasi dari capaian program wajib belajar pendidikan dasar, salah satunya dari kegiatan rehabilitasi ruang kelas SD/MI dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP/MTs, sehingga kegiatan ini diharapkan tetap dipertahankan kelanjutannya demi penuntasan wajib belajar 9 tahun. Selain itu, hal tersebut menunjukkan bahwa Program Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun berjalan sesuai dengan harapan. Bahkan dapat dikatakan bahwa Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Provinsi Jawa Barat telah tuntas paripurna, sehingga bisa dilanjutkan dengan Program Rintisan Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun.

Peningkatan kualitas hasil belajar diukur dengan meningkatnya persentase siswa yang lulus evaluasi belajar dengan indikator Angka Kelulusan (AL) SD/MI yang mencapai 99,89% pada tahun 2013, menjadi 99,50% pada tahun 2014, pada tahun 2015 meningkat menjadi 99,75%, dan pada tahun 2016 kembali meningkat menjadi 99,84%. Pada jenjang SMP/MTs, Angka Kelulusan (AL) mencapai 99,59% pada tahun 2013, menjadi 99,03% pada tahun 2014, pada tahun 2015 meningkat menjadi 99,46%, dan pada tahun 2016 kembali meningkat menjadi 99,63%.

Selanjutnya adalah indikator kinerja Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs, di tahun 2013 sebesar 76,77%, di tahun 2014 meningkat menjadi sebesar 78,22%, kemudian pada tahun 2015 meningkat kembali menjadi sebesar 77,41% dan pada tahun 2016 berubah menjadi sebesar 75,90%.

Capaian Kinerja di atas dicapai melalui Kegiatan pada program wajib belajar pendidikan dasar di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, diantaranya sebagai berikut:

1) Kegiatan Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains, Seni dan Olahraga)

2) Kegiatan Pembinaan Sekolah Dasar

3) Kegiatan Verifikasi dan Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB)

4) Kegiatan Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidkan Dasar

5) Kegiatan Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka, Satap dan Paket B di Jawa Barat

6) Kegiatan Pemberian BOS Provinsi Pendidikan Dasar

7) Kegiatan Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar

Pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs dari kurun waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah penduduk usia sekolah 7-12 tahun, APK, APM dan jumlah lulusannya, sebagaimana rincian pada tabel sebagai berikut:

Tabel 7

Perkembangan pendidikan pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2013– 2016

No Komponen Satuan 2013 2014 2015 2016 1 Siswa SD Orang 4.944.550 4.792.910 4.810.900 4.516.574 2 Pend. Usia

7-12 tahun

Orang 4.684.536 4.611.703 4.560.218 4.444.598

3 Jumlah lulusan SD

Orang 784.625 767.720 797.996 799.818

4 Guru SD Orang 229.014 247.693 243.563 213.794 5 Sekolah SD Sekolah 19.981 19.817 19.848 19.793 6 Ruang Kelas

SD

Ruang Kelas

125.477 159.533 159.631 138.252

7 Siswa SMP Orang 2.564.785 2.474.390 2.477.900 1.801.954 8 Pend. Usia

13-15 thn.

Orang 1.742.142 1.771.321 1.790.762 1.749.569

9 Jumlah Lulusan SMP

Orang 573.428 528.310 574.000 585.506

10 Guru SMP Orang 84.025 110.479 89.673 81.603 11 Sekolah

SMP

Sekolah 4.350 4.616 4.744 4.878

No Komponen Satuan 2013 2014 2015 2016 12 Ruang Kelas

SMP

Ruang Kelas

43.548 52.826 52.316 52.289

Sumber: PDSP

Berbagai kegiatan untuk menunjang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar diantaranya adalah Kegiatan Melaksanakan Festival dan Lomba Kesiswaan (Olimpiade Sains,Seni dan Olahraga) dilaksanakan melalui sub kegiatan diantaranya: persiapan kegiatan; Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat yang diikuti oleh 189 siswa SD, 270 siswa SMP yang mewakili ke tingkat Nasional, jenjang SD 6 orang, SMP 36 orang; Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, peserta SD sebanyak 648 siswa, SMP 1.053 siswa, Kontingen yang mewakili Jawa Barat ke tingkat Nasional SD 24 siswa, SMP 39 siswa; Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP tingkap Provinsi Jawa Barat, diikuti sebanyak 3.483 siswa, terdiri dari jenjang SD 1.566 siswa, SMP 1.917 siswa.

Kontingen yang mewakili Jawa barat ke tingkat Nasional, jenjang SD ada 27 siswa/orang, jenjang SMP 52 siswa/orang; Pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan yang diikuti oleh jenjang SD 6 siswa/orang, SMP diikuti 36 siswa/orang;

Pembinaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan dengan diikuti jenjang SD sebanyak 24 siswa/orang, SMP sebanyak 39 siswa/orang; Pemusatan latihan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sd dan SMP ke tingkat Nasional, berupa latihan-latihan dengan diikuti oleh siswa SD sebanyak 27 siswa/orang, SMP sebanyak 52 siswa/orang; Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP tingkat Nasional. Provinsi Jawa barat meraih juara umum ke 2 tingkat Nasional baik jenjang SD maupun SMP; Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP tingkat Nasional. Provinsi Jawa Barat meraih juara umum ke 2 tingkat Nasional secara menyeluruh baik jenjang SD sampai dengan SMK; serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP tingkat Nasional dimana Provinsi Jawa Barat meraih juara umum ke 1 tingkat Nasional, secara menyeluruh, secara

sub kegiatan sebagai berikut: Rapat Koordinasi Pembinaan Sekolah dasar;

Pembinaan untuk 7 Lomba Budaya Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar, dan Pemberian uang peminaan untuk 7 pemenang Lomba Budaya Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar. Kegiatan Verifikasi dan Fasilitasi Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Rapat Koordinasi dengan Kabupaten/Kota sebanyak 54 orang;

Bimbingan teknis kepada calon penerima bantuan pembangunan rehabilitasi (belum dilaksanakan menunggu perubahan anggaran) SD/MI dan penerima Ruang Kelas baru di 27 Kabupaten/Kota, serta Bantuan untuk Rehabilitasi SD/MI sebanyak 201 Sekolah dan RKB SMP/MTs sebanyak 413 sekolah.

Kegiatan Menyelenggarakan Sekolah Standar Nasional Jenjang Pendidkan Dasar dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan 1 kali; Persiapan pelaksanaan Rakor dengan 27 Kabupaten/Kota dengan peserta 81 orang; Persiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis Verifikasi SSN dengan peserta 80 orang (diganti pada APBD-P); Pelaksanaan Sosialisasi Calon SSN dengan peserta 200 orang dari SD, 100 orang dari SMP;

Persiapan penguatan Tim Verifikasi SSN dilaksanakan oleh 10 orang Tim SSN, Koordinasi dengan UPA Kabupaten/Kota diikuti 60 orang; Pembekalan kepada sekolah yang akan diakreditasi, diikuti oleh jenjang SD 300 orang, SMP 200 orang; Pelaksanaan penguatan Tim Asesor SD dan SMP sebanyak 75 orang SD dan SMP; Persiapan pelaksanaan penetapan hasil akreditasi; Persiapan pelaksanaan penguatan sekolah SSN SD dan SMP kepada 75 orang (diganti kegiatannya pada APBD Perubahan); serta Pelaksanaan pemberangkatan Tim Asesor SD dan SMP oleh 200 orang Kegiatan Melaksanakan Pembinaan SMP, SMP Terbuka, Satap dan Paket B di Jawa Barat dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan; Rakor Tim Teknis dengan Kabupaten/Kota, diikuti oleh 81 orang;

Workshop dengan Guru Pembina Ekstrakurikuler UKS di 27 Kabupaten/Kota, diikuti sebanyak 1.630 orang peserta, terealisasi sebanyak 1.260 orang (73,07 %); Workshop Pengelola SMP terbuka di 26 Kabupaten Kota sebanyak 1.700 orang, terealisasi sebanyak 1.160 orang peserta;

Persiapan Workshop Pengelola Paket B (Ketua PKBM, Bendahara dan Anggota) sebanyak 1.770 orang (tidak dilaksanakan karena peralihan ke Bidang PNFI/PAUDNI) Sub nya dirubah menjadi: Workshop Guru Mata

Pelajaran; Lomba Motivasi Belajar Mandiri (LOMOJARI) Bidang

“Keterampilan” tingkat Provinsi Jawa Barat diikuti dari 27 Kabupaten/Kota dengan peserta 104 orang masing – masing Kabupaten/Kota mengirimkan 4 orang peserta; Lomojari Bidang “Akademik” Tingkat Provinsi Jawa Barat diikuti 27 Kabupaten/Kota sebanyak 104 orang (masing-masing Kabupaten/Kota diwakili oleh 4 orang peserta); Lomojari Bidang

“Keterampilan dan Akademik” tingkat Nasional dari 27 Kabupaten/Kota sebanyak 28 orang terdiri dari 18 peserta keterampilan, 10 peserta akademik tingkat Nasional; serta Verifikasi, Monitoring dan Evaluasi ke 27 Kabupaten/Kota. Kegiatan Pemberian BOS Provinsi Pendidikan Dasar.

dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan kegiatan; Rapat koordinasi dengan Tim Manajemen BOS diikuti oleh 81 orang dari Kabupaten/Kota; Sosialisasi dan publikasi program BOS di Jawa Barat, melalui 2 surat kabar Nasional Daerah; Workshop penguatan kemampuan kepala sekolah/bendahara/operator (SD/MI) dalam pengelolaan dana BOS di sekolah, diikuti 750 orang dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat; Persiapan pelaksanaan Lomba Tata kelola BOS tingkat Provinsi Jawa Barat, 1 kali kegiatan; Persiapan pelaksanaan Pembuatan WEB BOS Dinas Pendidikan Provinsi, serta Persiapan Monitoring dan Evaluasi Program BOS di Jawa Barat. Keterangan: Pemberian dana BOS Pusat. Kegiatan Melaksanakan Pembinaan Sekolah Swasta Jenjang Pendidikan Dasar dilaksanakan melalui sub kegiatan antara lain: Persiapan dan Pengelolaan Kegiatan; Koordinasi dengan Dinas pendidikan kabupaten/Kota diikuti oleh 54 orang peserta;

Rapat Koordinasi dengan Pengawas Sekolah Swasta jenjang SD dan SMP, diikuti oleh 380 orang peserta; Rapat Koordinasi dengan Kepala Sekolah Swasta jenjang SD diikuti sebanyak 300 orang Kepala Sekolah, jenjang SMP diikuti sebanyak 200 orang Kepala Sekolah; serta Pendataan Sekolah SD dan SMP Swasta sebanyak 132 sekolah.

Meskipun sebagian besar target kinerja yang ditetapkan telah tercapai bahkan realisasinya melampaui target, namun masih ditemui beberapa permasalahan sebagai berikut:

1) Program wajib belajar pendidikan dasar yang dilakukan oleh provinsi tidak sepenuhnya selaras dengan program pembinaan dan

dilaksanakan oleh Provinsi mengacu kepada pusat dan kebijakan provinsi, sementara Kabupaten/Kota memiliki agenda tersendiri dalam pengembangannya.

2) Sarana penunjang di setiap satuan pendidikan SD/MI dan SMP/MTs masih kurang memadai.

3) Perbedaan struktur organisasi yang ada di kabupaten dan kota dengan provinsi sehingga mempersulit koordinasi serta penyusunan program prioritas peningkatan mutu pendidikan.

4) Masih minimnya koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam melakukan sinkronisasi data dari Dapodik untuk SD dan SMP serta EMIS untuk MI dan MTs.

Upaya pemecahan masalah yang diambil adalah sebagai berikut:

1) Sinkronisasi antara program/kegiatan pembinaan SD dan SMP antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota perlu dilakukan secara intensif.

2) Dalam menyusun RPJMD dan Renstra diperlukan koordinasi, sehingga terdapat keselarasan program antara Kabupaten, Provinsi, dan Pusat.

3) Kompetensi SDM dalam bidang TIK dan multimedia perlu dikembangkan.

4) Meningkatkan koordinasi dengan Kabupaten/Kota secara berkesinambungan agar bisa mendapatkan berbagai informasi yang ada di Kabupaten/Kota serta mempermudah penyusunan program prioritas peningkatan mutu pendidikan.

5) Meningkatkan koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat khususnya dalam mensingkrronisasikan data SD dengan MI dan SMP dengan MTs.

SASARAN STRATEGIS 2

Meningkatnya layanan pendidikan menengah dan tinggi secara merata Indikator Kinerja

Utama

2013 2014 2015 2016

Realisasi Target Realisasi % Capaian Prosentase

Angka

Melanjutkan dari jenjang

SMP/MTs ke SMA/MA/SMK

92,35 97,77 97,77 85 102,67 121%

b. Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah

Pagu anggaran Program Pendidikan Menengah sebesar Rp.

99.315.699.000,00,- dengan realisasi 73.688.324.884,00,- (74,20%).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau bagi penduduk laki – laki dan perempuan melalui jalur formal maupun nonformal, yang mencakup SMA, SMK, MA dan Paket C. Serta penguatan pendidikan vokasional baik melalui sekolah/madrasah umum maupun kejuruan dan pendidikan non formal guna mempersiapkan lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi untuk masuk dunia kerja. Selain itu, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sebagai tempat pembelajaran yang kondusif bagi siswa dan guru. Sasaran program ini adalah lulusan sekolah menengah pertama yang meningkat secara signifikan sebagai dampak positif pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun. Pencapaian target kinerja atas program ini adalah sebagai berikut:

Grafik 5. APM SM di Jawa Barat tahun 2013 s.d. 2016

2013 2014 2015 2016

Dokumen terkait