• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO TIPE LOKASI TERMINAL ARAHAN

C. Rencana Sistem Drainase

3.1.3.6 Arahan Dan Strategi Struktur Pemanfaatan Ruang

Pengembangan Sistem Transportasi Wilayah,meliputi :

• Peningkatan/pemeliharaan jaringan jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) yaitu Jalan Lintas Tengah Sumatera yang melalui wilayah Kabupaten Sijunjung, sebagai jalan poros ekonomi regional yang menghubungkan wilayah kabupaten ini ke daerah-daerah sekitar, seperti ke ; Kota

Sawahlunto, Kota Padang, Kota Batu Sangkar, Kota Payakumbuh, Kota Taluk Kuantan (Provinsi Riau), Kota Sungai Dareh (Dharmasraya), dan Kota Muaro Bungo (Provinsi Jambi),

• Peningkatan dan pemeliharaan jaringan jalan Kolektor Primer (Jalan Propinsi) yang menghubungkan wilayah kabupaten ini dengan Kota Payakumbuh, Solok dan Kayu Aro.

• Peningkatan dan pembangunan baru jaringan jalan Kolektor Sekunder (Jalan Kabupaten) yang dapat menghubungkan wilayah kabupaten ini dengan Kota Payakumbuh dan Kota Koto Baru, serta untuk meningkatkan aksesibilitas internal khususnya untuk menghubungkan pusat pengembangan wilayah (Pusat Primer) dengan masing-masing sub-sub pusat pengembangan dan antar sub-pusat pengembangan. • Meningkatkan pelayanan Terminal Regional Kiliran Jao di Kota

Kamang (Kecamatan Kamang Baru), serta perlu membangun beberapa Sub-Terminal baru, seperti di Muaro (Sijunjung), Kumanis (Sumpur Kudus), Tanjung Ampalu (Koto VII), dan Tanjung Gadang.

• Pengembangan jaringan jalan Rel Kereta Api yang melintas wilayah kabupaten ini yang menghubungkan Jalur Kereta Api Trans Sumatera dan Jalur Tengah yang membujur dari utara (Banda Aceh) ke arah selatan (Bandar Lampung).

Arahan dan Strategi Pengembangan

Pusat dan Sub-Pusat Pengembangan Wilayah(pada point 1 di atas) adalah sebagai berikut :

• Membangun sarana dan prasarana pelayanan untuk mendukung pengembangan Kota Muaro (Sijunjung) sebagai pusat pengembangan wilayah dibagian tengah, serta Kota Tanjung Ampalu (VII Koto) dan Kota Kamang (Kamang Baru) sebagai sub-pusat pengembangan wilayah yang sekaligus sebagai pintu masuk ke wilayah kabupaten ini dari arah timur maupun barat.

• Menetapkan 3 (tiga) Wilayah Pengembangan untuk Pembangunan Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yaitu ;

Muaro-Sijunjung, meliputi Kecamatan Sijunjung, Kecamatan IV Nagari, dan Kecamatan Lubuk Tarok,

o Wilayah Pengembangan II (WP–II) dengan Pusat Pengembangan di Kamang, meliputi Kecamatan Kamang Baru dan Kecamatan Tanjung Gadang.

o Wilayah Pengembangan III (WP - III) dengan Pusat Pengembangan di Tanjung Ampalu (Kec. Koto VII), meliputi Kecamatan Sumpur Kudus, Kecamatan Koto VII, dan Kecamatan Kupitan,

• Membangun sarana dan prasarana pelayanan pada Pusat Pengembangan Tanjung Ampalu, Muaro dan Kamang dengan skala pelayanan kabupaten dan sekaligus dapat memberikan pelayanan bagi kabupaten lain yang berbatasan di sekitarnya.

• Membangun sarana dan prasarana pada semua Sub-Pusat Pengembangan dengan skala pelayanan Sub-Wilayah Pengembangan dan sekaligus menjadi jangkar bagi pemberian pelayanan dari Pusat-pusat Pengembangan Wilayah.

• Mengintegrasikan pelayanan masing-masing Sub-Pusat Pengembangan dengan Pusat-pusat ke-Nagari-an yang ada.

• Pembangunan sarana dan prasarana di Pusat-pusat Pengembangan Wilayah dan Sub-sub Pusat Pengembangan Wilayah didahului dengan penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Pusat.

• Pusat-pusat Pengembangan Wilayah direncanakan akan diintegrasikan oleh sistem jaringan transportasi yang menghubungkan antara satu pusat dengan pusat yang lainnya.

Berdasarkan paparan diatas, maka rencana struktur pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Sijunjung ini seperti ditunjukkan pada peta-peta lampiran.

Identifikasi Wilayah Yang Dikendalikan Pengembangannya

Berdasarkan RTRW, wilayah yang dikendalikan pengembangannya adalah kawasan hutan lindung sebagai penyangga kabupaten yang saat ini banyak timbul

bangunan liar di kawasan tersebut.

Gambar 3.9. Peta wilayah yang dikendalikan pengembangannya

Identifikasi Daerah Yang Didorong Pengembangannya

Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah (kecamatan) dan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pembangunan yang terkonsentrasi pada pusat kota (ibukota kabupaten) atau pada kawasan tertentu saja. Hal ini juga berkenaan dengan penciptaan sistem pusat-pusat kota yang berjenjang sehingga terbangun suatu system perkotaan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, terdapat pusat-pusat permukiman yang perlu didorong pertumbuhannya dan ada pula yang hanya cukup dikendalikan sesuai potensinya, bahkan mungkin dibatasi. Untuk sistem pusat perkotaan Kabupaten Sijunjung, pusat-pusat yang perlu didorong ataupun dikendalikan pertumbuhannya adalah :

a. Tanah Badantuang; adalah daerah hinterland Kota Muaro Sijunjung yang berada pada pinggiran jalan Lintas Tengah Sumatera. Dibangunnya sebuah RSUD Sijunjung pada saat ini diyakini akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat namun kawasan perkotaan wiliayah kecamatan ini adalah Sijunjung dan Muaro Sijunjung. Secara keruangan Tanah Badantuang sudah menjadi satu kesatuan kawasan perkotaan dengan Muaro Sijunjung, oleh karena itu dalam rencana pusat-pusat permukiman Tanah Badantuang tidak perlu dimunculkan sebagai pusat pelayanan tersendiri namun perkembangannya perlu didorong dan diarahkan dengan baik.

b. Kandang Baru; dalam sistem pusat-pusat perkotaan eksisting wilayah ini berada pada hirarki yang rendah, namun mengingat letaknya yang sentris dan strategis, maka untuk menciptakan tingkat pelayanan yang optimal wilayah yang terletak antara Muaro ke Kandang Baru diarahkan sebagai kawasan perkantoran dan perumahan/pemukiman penduduk.

c. Palangki dan Muaro Bodi: merupakan dua daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Dua daerah ini merupakan hinterland Kota Muaro Sijunjung yang perlu ditata perkembangannya agar mampu menjadi pendukung bagi perkembangan Kota Muaro Sijunjung. Pada kedua wilayah ini dapat dikembangkan pusat-pusat perdagangan berupa pasar lokal/modern, rumah toko, dan lainnya.

d. Sungai Tambang: daerah ini bukanlah merupakan ibukota kecamatan namun mengalami perkembangan dan pertumbuhan kota yang cepat. Letaknya yang strategis dan perkembangan ekonomi masyarakat yang cukup baik disekitarnya menyebabkan orang dari daerah lain mulai tertarik untuk datang berusaha dan menetap di daerah tersebut. Untuk itu diperlukan antisipasi dalam perencanaan penataan ruangnya secara lebih rinci/detil agar kota ini berkembang secara terarah dan teratur.

Untuk mendukung kebijakan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung sebagai kabupaten yang menghasilkan gas karbon, maka perkembangannnya

dikendalikan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung fungsi dan kelestarian hutan lindung dan suaka alam wisata.

Pembangunan jaringan jalan juga dibatasi sedemikian rupa tanpa mengurangi aksesibilitas antar pusat-pusat permukiman demi menjaga kualitas dan kelestarian hutan lindung dan hutan suaka alam wisata.

Untuk mendukung kegiatan pariwisata, mitigasi bencana, mobilisasi hasil produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan serta komoditas unggulan lainnya perlu dilakukan percepatan pembangunan prasarana pasar agropolitan.

Gambar 3.10. Peta wilayah yang dikendalikan pengembangannya

Rencana Wilayah yang Diprioritas Untuk Didorong Pengembangannya

Wilayah yang diprioritaskan untuk didorong pertumbuhannya adalah Muaro dan sekitarnya. Wilayah ini terdiri dari kota Muaro Sijunjung sebagai ibukota kabupaten, wilayah lintas sumatera sekitar kawasan Tanah Badantung sampai Palangki