• Tidak ada hasil yang ditemukan

MISI IV: Memperkuat Struktur Ekonomi Dan Mempercepat Pemenuhan Kebutuhan Listrik, Air Bersih Serta Infrastruktur Lainnya

ASPEK PELAYANAN UMUM Pekerjaan Umum

V- 445.3.Arahan Peratutan Daerah Tentang Bangunan Gedung

Penyusunan Perda Bangunan Gedung diamanatkan pada Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yang menyatakan bahwa pengaturan dilakukan oleh pemerintah daerah

dengan penyusunan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung berdasarkan pada

peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan kondisi

kabupaten/kota setempat serta penyebarluasan peraturan perundang-undangan,

pedoman, petunjuk, dan standar teknis bangunan gedung dan operasionalisasinya di

masyarakat.

Perda Bangunan Gedung mengatur tentang persyaratan administrasi dan teknis bangunan gedung. Salah satunya mengatur persyaratan keandalan gedung, seperti keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Persyaratan ini wajib dipenuhi untuk memberikan perlindungan rasa aman bagi pengguna bangunan gedung dalam melakukan aktifitas di dalamnya dan sebagai landasan operasionalisasi penyelenggaraan bangunan gedung di daerah. Utamanya untuk daerah rawan bencana, Perda Bangunan Gedung sangat penting sebagai payung hukum di daerah dalam menjamin keamanan dan keselamatan bagi pengguna. Bangunan gedung Kota Bontang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung.

5.3.1.Fungsi Bangunan Gedung

Fungsi bangunan gedung digolongkan sebagai berikut : 1. Fungsi Hunian

Bangunan fungsi hunian adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai tempat tinggal atau sarana bagi pembinaan keluarga, antara lain : bangunan untuk rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun dan rumah tinggal sementara. 2. Fungsi Keagamaan

Bangunan gedung fungsi keagamaan adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai pelaksanaan ibadah, antara lain : Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Katedral, Kelenteng dan sejenis lainnya.

3. Fungsi Usaha

Bangunan gedung fungsi usaha adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan usaha, antara lain : bangunan gedung untuk perkantoran, perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi, terminal dan pergudangan.

4. Fungsi Sosial Budaya

Bangunan fungsi sosial budaya adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan pelayanan sosial dan kegiatan interaksi manusia dengan lingkungan serta kehidupannya, antara lain : bangunan gedung untuk balai pertemuan, pendidikan, kebudayaan, pelayanan kesehatan, laboratorium, pelayanan umum dan sejenis lainnya.

5. Fungsi Khusus

Bangunan gedung fungsi khusus adalah bangunan gedung yang mempunyai tingkat kerahasiaan yang tinggi dan/atau yang mempunyai potensi resiko bahaya yang tinggi.

V-45

6. Fungsi Campuran

Bangunan gedung fungsi campuran adalah bangunan gedung yang memiliki lebih dari satu fungsi

5.3.2.Persyaratan Bangunan Gedung

Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut :

1. Persyaratan administrasi, meliputi :

a. Status hak atas tanah, atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. b. Status kepemilikan bangunan gedung.

c. Izin Mendirikan Bangunan. 2. Persyaratan teknis, meliputi :

a. Persyaratan tata bangunan dan lingkungan. b. Persyaratan keandalan bangunan gedung.

5.3.3.Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian dan

pembongkaran.

A.Perencanaan Teknis, berupa :

1. Rencana teknis arsitektur, struktur dan konstruksi, mekanikal dan elektrikal, pertamanan dan tata ruang dalam yang keseluruhannya dalam bentuk gambar rencana.

2. Gambar detail pelaksanaan.

3. Rencana kerja dan syarat-syarat administratif

4. Syarat umum dan syarat teknis serta rencana anggaran biaya. 5. Laporan perencanaan.

B.Pelaksanaan Konstruksi, terdiri atas :

1. Pemeriksaan Dokumen Pelaksanaan oleh Pemerintah Daerah, meliputi pemeriksaan kelengkapan, kebenaran dan keterlaksanaan konstruksi dan semua pelaksanaan pekerjaan.

2. Persiapan Lapangan, meliputi penyusunan program pelaksanaan, mobilisasi sumber daya dan penyiapan fisik lapangan.

3. Konstruksi, meliputi kegiatan pelaksanaan konstruksi di lapangan, pembuatan laporan kemajuan pekerjaan, penyusunan gambar kerja pelaksanaan (shop

drawings) dan gambar pelaksanaan yang sesuai dengan yang telak dilaksanakan

(as built drawings) serta kegiatan masa pemeliharaan konstruksi.

4. Pemeriksaan Akhir Pekerjaan Konstruksi, meliputi pemeriksaan hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan gedung terhadap kesesuaian dengan dokumen pelaksanaan yang berwujud bangunan gedung yang laik fungsi dan dilengkapi dengan dokumen pelaksanaan konstruksi, gambar pelaksanaan pekerjaan,

V-46

pedoman pengoperasian dan pemeliharaan gedung, peralatan serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal serta dokumen penyerahan hasil pekerjaan.

5. Penyerahan Hasil Akhir Pekerjaan, dimana pemilik bangunan gedung atau penyedia jasa/pengembang mengajukan permohonan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung kepada Pemerintah Daerah.

C.Pemanfaatan

Merupakan kegiatan memanfaatkan bangunan gedung sesuai dengan fungsi sebagaimana ditetapkan dalam Izin mendirikan Bangunan (IMB). Kegiatan pemanfaatan bangunan gedung meliputi : pemeliharaan, perawatan, pemeriksaan secara berkala, perpanjangan SLF dan pengawasan pemanfaatan.

D.Pelestarian

Pelestarian bangunan gedung meliputi kegiatan penetapan dan pemanfataan, perawatan dan pemugaran dan kegiatan pengawasannya sesuai dengan kaidah pelestarian yang dilaksanakan secara tertib dan menjamin kelaikan fungsi bangunan gedung dan lingkungannya.

E. Pembongkaran

Pembongkaran bangunan gedung meliputi kegiatan penetapan pembongkaran dan pelaksanaan pembongkaran bangunan gedung, yang dilakukan dengan mengikuti kaidah-kaidah pembongkaran secara umum serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangunan gedung yang dapat dibongkar meliputi :

1. Bangunan gedung yang tidak laik fungsi dan tidak dapat diperbaiki lagi.

2. Bangunan gedung yang pemanfaatannya menimbulkan bahaya bagi pengguna, masyarakat dan lingkungannya.

3. Bangunan gedung yang tidak memiliki IMB.

4. Bangunan gedung yang pemiliknya menginginkan tampilan baru.

5.3.4.Peran Masyarakat dan Pembinaan Dalam Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Lingkup peran masyarakat dalam penyelenggaraan bangunan gedung terdiri atas : 1. Pemantauan dan penjagaan ketertiban penyelenggaraan bangunan gedung.

2. Pemberian masukan kepada Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dalam penyempurnaan peraturan, pedoman dan standar teknis di bidang bangunan gedung. 3. Penyampaian pendapat dan pertimbangan kepada instansi yang berwenang terhadap

penyusunan RTBL, rencana teknis bangunan tertentu dan kegiatan penyelenggaraan bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.

4. Pengajuan gugatan perwakilan terhadap bangunan gedung yang mengganggu, merugikan dan/atau membahayakan kepentingan umum.

5.4. Arahan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan

Berdasarkan Permen PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, RTBL didefinisikan sebagai panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program

V-47

bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan.

5.4.1.Rencana Tata bangunan dan Lingkungan Kelurahan Loktuan Bontang

Kelurahan Lok Tuan merupakan bagian kawasan dari kota lama sehingga perlu disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan sebagai pengendali pertumbuhan serta memberi panduan terhadap wujud bangunan dan lingkungan sebagai perwujudan kualitas bangunan gedung dan lingkungannya.