• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

6) Arinda/Dinda

Arinda adalah tokoh protagonis yang tidak terlalu dominan dalam novel ini. Arinda atau Dinda ini merupakan saudara kembar Arial. Seperti kakaknya yang ganteng, Arinda juga digambarkan cantik dan memiliki postur yang menawan. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

“Arinda!!!” Mama Arial tiba-tiba teriak.

“Ini ada temen-temen Mas Ial nih, turun sebentar...” “Iya, Maa..,” suara teriakan renyah keluar dari lantai atas.

Dan, sesosoktubuh dengan paras Andrea Corrs berbodi canggih keluar dari kamar atas. Otak Zafran langsung mengirim sinyal ke tuannya, sinyal indah musikal punya Kenny Loggins.(5Cm:21)

Kutipan di atas menandakan bahwa walaupun Arinda tidak terlalu dominan dalam cerita, namun sangat berpengaruh pada tema percintaan dalam novel ini. Hal ini dapat dilihat karena tokoh Zafran yang sangat menyukai Arinda.

Arinda yang merupakan kembaran Arial juga memiliki sifat yang sama seperti Arial yaitu datar dan apa adanya. Hal ini dapat dilihat dari kutipa sebagai berikut.

Tak berapa lama, telepon di rumah Dinda pun berbunyi.

“Halo selamat sore...kediaman Bapak Arinto dan Ibu Arini, Arial dan Arinda. Ada yang bisa saya bantu?” Dinda mengangkat telepon.

Zafran mau ketawa tapi ditahan, masih aja polanya sama, bener-bener sama antara Arial dan Arinda.(5Cm:71)

Di balik sifat datarnya tersebut, Arinda memiliki sifat pengasih dan penyayang. Dia tidak tega melihat seorang Mbok penjual pecel yang masih berjualan hingga malam hari, sehingga dia memberi uang lebih untuk si Mbok tersebut agar lebih banyak beristirahat. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai

commit to user berikut.

Dinda langsung jongkok di depan si Mbok lalu mengulurkan selembar lima puluh ribuan yang dilipat rapi. Dinda menggenggam tangan si Mbok.

“Mbok ini aku kasih lebih ya, buat Mbok. Tapi besok pagi Mbok janji nggak usah ke pasar minta kardus. Mbok tidur aja di rumah. Janji ya, Mbok!” kata Dinda pelan.

Deskripsi analisis di atas menggambarkan sifat yang dimiliki Arinda/Dinda yang walaupun datar tapi masih memiliki rasa pengasih dan penyayang kepada siapa pun. Arinda yang selain memiliki kecantikan fisik, juga memiliki kecantikan hati yang semakin membuat Zafran mencintainya.

7) Indy

Indy adalah tooh tambahan dalam novel ini. Indy hadir dalam penjabaran tentang perjuangan Arial dalam menjadi orang yang baru. Sosok Indy digambarkan sebagai seorang wanita cukup menarik, namun berbeda di ma5ta Arial yang mencintainya, sosok Indy menjadi sangat menarik. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

Mobil Arial berjalan perlahan di sebuah kompleks perumahan daerah Cibubur. Dari kejauhan terlihat sosok Indy yang semampai. Wajah Indy yang banyak dideskripsikan oleh kaum laki-lak sebagai “nggak cantik sih, tapi enak aja diliatnya”. Tapi, menurut Arial deskripsi itu perlu sedikit ditambahi kata-kata, “nggak cantik sih, tapi enak aja diliat dan lo nggak bakalan bosen deh ngeliatnya.”

Indy serasi sekali sore itu dengan kaos katun ketat biru dan jins boat cut hitam. Rambut lurusnya dipinggirkan membelah keningnya, membuat Arial lupa sama macet.(5Cm:87)

Indy yang dekat dengan Arial, selalu mengingatkan Arial tentang kewajiban beragama. Suatu hal yang membuat Arial semakin mencintai Indy. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

“Kamu udah asar belum?” tanya Indy pelan sambil menyapuka blast on ke pipinya.

commit to user

“Belum... hehehe...,” sambil tertawa kecil Arial menjawab pertanyaan Indy. Sekali lagi ini yang Arial suka dari Indy, selalu mengingatkan dirinya untuk salat—suatu kewajiban yang sering dia tinggalkan.(5Cm:88)

Arial yang baru pertama kali memiliki hubungan yang dekat dengan wanita masih terlalu lugu dan polos. Keluguan dan kepolosan yang dimiliki Arial ini diperparah dengan sifat dasarnya yang memang apa adanya sehingga membuat Indy ragu pada Arial. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

Indy tertawa sendiri sekaligus agak bete. Selama sebulan ini memang dia udah mulai mengenal Arial yang apa adanya dan “live by the rules”. Indy memang suka sama Arial pada pandangan pertama, tapi kepolosan dan kedataran Arial dianggapnya nggak “rebel” banget. Laki-laki kan seharusnya bandel sedikit lah. Faktor inilah yang membuat Indy sedikit ragu apakah hubungan ini akan dibawa ke tahap yang lebih? Sampai suatu saat Indy membuat keputusan kalau lebih baik Arial jadi temen aja, abis kalau ngomong nyambung dan bisa nggak abis-abis. Tapi kalau Arialnya mau lebih gimana? Ada suara lagi yang muncul di pikiran Indy.(5Cm:90)

Walaupun keraguan sempat mendatangi Indy, pada akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Arial menyatakan cintanya yang tulus dan apa adanya di Puncak selepas menghadiri acara ulang tahun Asri, teman Indy. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

Dengan hati yang penuh sesak oleh segala keindahan dan genggaman yang nggak pernah lepas, mereka menjauhi daerah Puncak melalui Jagorawi yang mulai sepi. Semenjak dari beranda vilanya, Arial sedetik pun tidak mau melepas genggamannya dari tangan lembut Indy. Memberontak dari segala aturan dan kepatuhannya. Mengendarai mobil pelan dengan satu tangan. Indy pun membiarkan tangan Arial terus menggenggam tangannya erat sekali, melupakan segala aturan. Dalam genggaman Arial, malam itu Indy senang sekali, ada Arial yang akan selalu memberinya sayap yang akan membawa Indy menikmati masa-masanya. Sayap yang akan membawanya terbang tinggi dengan angin-angin cinta, kerinduan, perhatian, dan mimpi-mimpi yang akan selalu menerpa lembut wajahnya, sayap yang akan selalu menjaganya.(5Cm: 103)

commit to user

membuatnya masih polos sehingga kadang kala malah menjadikannya posesif. Sifat posesif yang dimiliki Arial ini membuat hubungannya dengan Indy harus terpisah. Hal ini dapat dilihat dari kutipan sebagai berikut.

Arial mengakhiri ceritanya dengan menarik napas panjang penuh arti dan berkata pelan, “Sampai hari nini, gue dan dia akhirnya sepakat untuk nggak ngelanjutin hubungan kita dulu. Coba sendiri dulu, kita udah coba berbagai cara, tapi ujung-ujungnya pasti berantem dan gue selalu bikin dia nangis. Gue nggak mau bikin orang yang gue sayang nangis melulu. Akhirnya, kita sepakat untuk sendirian dulu.”(5Cm:167)

Analisis deskripsi di atas menggambarkan bahwa walaupun Indy hanya tokoh tambahan, Indy sangat berpengaruh dalam perkembangan Arial, yang sebelumnya hanya seorang yang apa adanya dan belum mengenal wanita, menjadi orang yang memiliki pengalaman manis dan pahit tentang percintaan.