• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arsitektur Nusantara

Dalam dokumen GALERI ARSITEKTUR NUSANTARA DI YOGYAKARTA (Halaman 58-62)

TINJAUAN ARSITEKTUR NUSANTARA

A. Arsitektur Nusantara

1. Pemahaman Arsitektur Nusantara

Arsitektur nusantara berasal dari istilah nusantara yang mengambil sumber dari sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada dengan arti gugusan pulau-pulau kecil atau sedang yang terletak di antara dua benua dan dua samudera.1 Kata Nusantara terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa.2

3

Tahun 1920-an Dr. Setiabudi mendistorsikan arti dari istilah nusantara demi persatuan bangsa, yaitu gugusan pulau antara dua benua dan samudra. Kondisi geografis wilayah di antara kathulistiwa berbagai macam, ada yang berupa laut, ada yang berupa pulau besar dan ada yang berupa pulau kecil/sedang. Gugusan pulau yang terdapat di antara garis kathulistiwa itulah yang disebut sebagai Nusantara.

Proses rancang arsitektur nusantara dilandasi oleh pemikiran rasional dan spiritual. Merancang dengan potensi arsitektur nusantara berarti mencari karakteristik arsitektur dari sebuah wilayah geografis pulau-pulau yang tidak terbatasi oleh luasnya wilayah satu negara. Baik asli maupun paduan, baik diterapkan dalam aspek rinupa maupun tanrinupa, karya arsitektur masa kini yang sudah berusaha dirancang dengan penggalian adat dan budaya nusantara pantas disebut sebagai arsitektur nusantara. Aspek esensial perancangan arsitektur nusantara adalah hasil eksplorasi dari potensi yang ada di bumi nusantara sendiri.

2. Sejarah Nusantara4

Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada

1

Tjahja Tribinuka, Antara Arsitektur Vernakuler, Tradisional, Nusantara dan Indonesia, ITS

2

Isnen Fitri, ST, M.Eng. Kopendium Arsitektur Nusantara, India, China dan Jepang.

3 Tjahja Tribinuka, Antara Arsitektur Vernakuler, Tradisional, Nusantara dan Indonesia, ITS 4

commit to user 43

masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah- wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Di sisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik.

a)Sejarah Singkat Nusantara5

Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa -Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Pada abad ke-14 bangkitnya kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Islam

diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16. Mulai tahun 1602 Belanda perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan

5

commit to user

memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekade ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC). Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan bermacam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama.

b)Geografi dan Lingkungan6

Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 LU dan 110 LS serta 950 dan 1400 garis BT. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat. Secara geologis, Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling terjalin, sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia. Wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami.

c) Keragaman Budaya7

Indonesia memiliki 18,018 buah pulau yang tersebar di sekitar

khatulistiwa. Diantara puluhan ribu pulau, terdapat lima pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya, dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, sekitar 65% populasi Indonesia hidup dipulau ini. Berdasarkan sosial linguistik, kebanyakan

6

Ibid

7

commit to user 45

orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayah persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara, sebagian dari Vietnam Selatan, Taiwan Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya. Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, serta bahasa. Indonesia, selain kekayaan bahasa, masing-masing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular.

3. Nusantara dan Jaringan Asia8

Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Selain kedua bangsa Asia ini, terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Kebudayaan India

8

Ibid

Gambar iii.1. Indonesia dan Jaringan Asia

commit to user

pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan; kepercayaan, bahasa, makanan, sistem pertanian dan lain sebagainya. Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20. Kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia.

4. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia9

Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha, Zaman Islamisasi dan Zaman Modern, dengan proses oksidentalisasi. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal. Sejarah budaya melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut, maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian, arsitektur selama peradaban Islam (arsitektur lokal atau tradisional, dan pra modern) dan arsitektur modern (arsitektur kolonial dan pasca kolonial).

Dalam dokumen GALERI ARSITEKTUR NUSANTARA DI YOGYAKARTA (Halaman 58-62)

Dokumen terkait