• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Tinjauan Pustaka

B. Arti Penting Aktivitas Membaca Dalam Proses Belajar

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan- pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik (Hodgson 1960:43-44).

Dari segi linguistic, membaca adalah suatu proses penyandian

kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process),

berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan

penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding)

adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna

bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan

tulisan atau cetakan menjadi bunyi yang bermakna. (Anderson 1972: 209-210).

Disamping pengertian atau batasan yang telah diutarakan di atas maka membaca pun dapat diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain yaitu yang mengkomunikasikan makna yang

terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembicaraan diatas adalah bahwa “membaca ialah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulisnya” (Lodo dalam Tarigan 1976: 132).

2. Tujuan Membaca

Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna arti erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan atau intensif kita dalam membaca. Berikut ini kita kemukakan beberapa yang penting:

a. Membaca untuk menemukan atau mengetahui

penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh; apa-apa yang telah dibuat sang tokoh; apa yang terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts)

b. Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik

yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang di alami sang tokoh, dan yang merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh sang tokoh untuk mencapai tujuannya. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas)

c. Membaca untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada bagian tiap cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua dan ketiga atau seterusnya setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan-adegan dan kejadian-kejadian di buat dramatisasi. Ini disebut membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).

d. Membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh

merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh sang pengarang kepada para pembaca, mengapa para tokoh berubah, kualitas-kualitas yang dimiliki para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal. Ini disebut membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).

e. Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak

biasa, tidak wajar mengenai seseorang tokoh, apa yng lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau tidak benar. Ini disebut membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifiklasikan (reading to classify).

f. Membaca untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau

hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti yang diperbuat sang tokoh, atau bekerja seperti cara sang tokoh bekerja dalam cerita itu. Ini di sebut membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate)

g. Membaca untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai persamaan, bagaimana sang tokoh menyerupai pembaca. Ini disebut membaca untuk

memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare

or contrast)

3. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan

Keterampilan membaca mencakup tiga komponen yaitu:

a. Pengenalan Terhadap Aksara serta Tanda-tanda Baca.

Keterampilan ini merupakan suatu kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk yang disesuaikan dengan mode yang berupa gambar-gambar diatas suatu lembaran, lengkungan-lengkungan , garis-garis dan titik dalam hubungan–hubungan berpola yang teratur rapi.

b. Korelasi Aksara Beserta Tanda-tanda Baca dengan Unsur-unsur

Linguistik yang Formal. Keterampilan ini merupakan suatu kemampuan untuk menghubungkan tanda-tanda hitam diatas kertas yaitu gambar-gambar berpola tersebut dengan bahasa.

c. Hubungan Lebih Lanjut dari Komponen Pertama dan Kedua

dengan Makna atau Meaning. Keterampilan ketiga yang mencakup keseluruhan keterampilan membaca pada hakikatnya merupakan keterampilan intelektual; ini merupakan kemampuan atau abilitas untuk menghubungkan tanda-tanda hitam diatas

kertas melalui unsur-unsur bahasa yang formal yaitu kata-kata sebagai bunyi dengan makna yang dilambangkan oleh kata-kata tersebut.

4. Aspek-aspek Membaca

Membaca merupakan suatu keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan yang lebih kecil lainnya. Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:

a. Keterampilan yang bersifat mekanis yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah. Aspek ini mencakup: pengenalan bentuk huruf, pengenalan unsur-unsur linguistic, pegenalan hubungan atau korespondensi pola ejaan dan bunyi, kecepatan membaca.

b. Keterampilan yang bersifat pemahaman yang dapat dianggap

berada pada urutan yang lebih tinggi. Aspek ini mencakup: memahami pengertian sederhana, memahami signifikansi atau makna, evaluasi atau penilaian, kecepatan membaca yang fleksibel yang mudah di sesuaikan dengan keadaan.

5. Mengembangkan Keterampilan Membaca

Dalam mengembangkan serta meningkatkan keterampilan membaca para pelajar maka sang guru mempunyai tanggung jawab berat, paling sedikit meliputi enam hal utama yaitu:

a. Memperluas pemahaman para murid sehingga mereka akan

b. Mengajarkan bunyi-bunyi (bahasa) dan makna-makna kata-kata baru,

c. Mengajarkan hubungan bunyi bahasa dan lambang atau simbol

d. Membantu para pelajar memahami struktur-struktur,

e. Mengajarkan keterampilan-keterampilan pemahaman kepada

para pelajar,

f. Membantu para pelajar untuk meningkatkan kecepatan dalam

membaca.

6. Manfaat Membaca

Membaca memiliki manfaat antara lain sebagai berikut:

a. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan,

b. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam

kebodohan,

c. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa

berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja,

d. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan

keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata,

e. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan

menjernihkan cara berpikir,

f. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan

mengingatkan memori dalam pemahaman,

g. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat

bijaksana dan kecerdasan para sarjana,

h. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan

kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup,

i. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca

buku-buku yang bermanfaat,

j. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya

dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia. dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat,

k. Membacadapat meningkatkan kemampuannya untuk menyerap

konsep dan untuk memahami apa yang tertulis diantara baris. 7. Arti Penting Membaca

Membaca merupakan salah satu media yang paling efektif untuk melihat cakrawala dunia secara obyektif, mandiri, dan kreatif. Dengan membaca kita akan banyak memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman serta cakrawala berpikir. Bahkan dengan membaca kita akan menjadi seseorang yang kreatif, kritis, dan bijak atau sekurang-kurangnya kita bisa beralih dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan membaca seseorang bisa mengaktualisasikan kekayaan intelektualitas yang diperoleh dari membaca ke dalam realitas pada berbagai tingkat masyarakat dan peradaban, sehingga akan menghasilkan infrastruktur

yang integral bagi penyebaran ilmu pengetahuan tersebut. Dengan demikian maka membaca menjadi kebutuhan bagi masyarakat ilmu pengetahuan , bahkan membaca merupakan sebuah keterampilan yang dapat digunakan dengan cara yang sangat menguntungkan baik secara spiritual maupun untuk tujuan komersial.

C. Arti penting Aktivitas Menulis dalam Proses Belajar

Dokumen terkait