• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. ANALISIS FINANSIAL

7.1. Arus Penerimaan ( Inflow )

Penerimaan merupakan hasil perkalian antara kuantitas produksi yang dihasilkan dengan harga jual yang ditetapkan pada suatu periode. Pada Usaha ikan lele Sangkuriang yang dilakukan oleh Perusahaan Parakbada, kegiatan usaha yang dijalankan adalah pembenihan ikan lele Sangkuriang dan pembesaran ikan lele Sangkuriang.

Kegiatan pembenihan dilakukan setiap minggu atau seminggu sekali (6-10 kali dalam satu periode), sehingga dalam 8 periode (1 periode = 3 bulan) dilakukan pembenihan sebanyak 76 kali seperti pola pemijahan ikan lele (Lampiran 2). Pada Usaha pembesaran ikan lele Sangkuriang dilakukan satu kali produksi dalam satu periode (tiga bulan), sehingga dalam 8 periode sebanyak 8 kali kegiatan pembesaran. Penerimaan yang diperoleh dari masing-masing jenis Usaha ikan lele Sangkuriang dari berasal dari jumlah penjualan benih ikan lele Sangkuriang ukuran 5-7 cm dengan harga jual Rp 200,00 per ekor dan ikan lele Sangkuriang ukuran konsumsi dengan harga jual Rp 11.000,00 per kilogram (6-8

63 per kilogram). Perbandingan output yang dihasilkan pada keempat skenario dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Perbandingan Output dari Skenario I, Skenario II, Skenario III, dan Skenario IV

Periode

Skenario I Skenario II Skenario

III Skenario IV Benih ikan lele (ekor) Ikan lele konsumsi (Kg) Benih ikan lele (ekor) Ikan lele konsumsi (Kg) Benih ikan lele (ekor) Ikan lele konsumsi (Kg) 0 0 0 0 0 0 0 1 172.800 5.400 259.200 16.200 172.800 5.400 2 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 3 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 4 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 5 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 6 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 7 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 8 288.000 5.400 403.200 16.200 288.000 5.400 Sumber : Data Proyeksi (diolah 2012)

a. Skenario I (Pembenihan dan Pembesaran Ikan Lele)

Pada kegiatan pembenihan, jumlah telur yang dapat dihasilkan oleh induk betina ikan lele Sangkuriang sebanyak 40.000 butir telur per kilogram induk betina. Derajat penetasan telur (Hatching Rate) ikan lele Sangkuriang sebesar 90 persen, sehingga jumlah telur yang menetas menjadi larva sebanyak 36.000 ekor. Tingkat kemampuan hidup benih ikan lele (Survival Rate) dari jumlah telur yang menetas adalah sebesar 40 persen. Dengan demikian jumlah benih ikan lele yang mampu hidup hingga berukuran 5-7 cm (ukuran siap jual) adalah sebanyak 14.400. Satu siklus usaha pembenihan ikan lele, Perusahaan Parakbada menggunakan 2 induk betina dan 4 induk jantan dengan bobot masing-masing 1 kilogram, maka dari satu siklus usaha pembenihan ikan lele adanyak sebanyak 28.800 ekor benih ikan lele siap dijual. Penerimaan pembesaran ikan lele berdasarkan konversi pakan, yakni benih ikan lele masuk pada 1 kolam sebanyak 5.000 ekor benih dengan pemberian pakan sebanyak 5 kuintal, maka didapatkan ikan lele konsumsi antara 5-5,4 kuintal ikan lele konsumsi (500-540 kilogram ikan lele konsumsi).

Pada kegiatan pembenihan ikan lele, satu kali siklus pemijahan didapatkan benih ikan lele sebanyak 28.800 benih ikan lele. Pada periode 1 terdapat 10 kali

64 pemijahan, namun hanya enam pemijahan yang dapat dipanen pada periode 1, yakni 28.800 benih ikan lele x 6 kali pemijahan x Rp 200,00 per ekor = Rp 34.560.000,00. Pada periode 2 hingga 8 masing-masing periode terdapat 10 kali pemanenan, sehingga masing-masing periode didapatkan penerimaan sebesar 28.800 benih ikan lele x 10 kali pemijahan x Rp 200,00 per ekor = Rp 57.600.000,00. Pada kegiatan pembesaran ikan lele, masing-masing periode mendapatkan penerimaan = 540 kilogram per kolam x 10 kolam x Rp 11.000,00 per kilogram = Rp 59.400.000,00. Sehingga, pada periode 1 didapatkan penerimaan = Rp 34.560.000,00 + Rp 59.400.000,00 = Rp 93.960.000,00. Pada periode 2 hingga 8 didapatkan penerimaan = Rp 57.600.000,00 + Rp 59.400.000,00 = Rp 117.000.000,00. Total penerimaan adalah Rp 912.960.000,00 (Tabel 15).

Tabel 15. Penerimaan Usaha Pembenihan dan Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Skenario I)

Periode Jumlah Benih

(ekor) Jumlah Lele Konsumsi (Kg) Harga Benih (Rp) Harga Lele Konsumsi (Rp) Total (Rp) 0 0 0 0 0 0 1 172.800 5.400 200 11.000 93.960.000 2 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 3 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 4 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 5 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 6 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 7 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 8 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 Total Penerimaan 912.960.000

Sumber : Data Primer (diolah 2011)

b. Skenario II (Pembenihan Ikan Lele)

Pada penerimaan Skenario II, yakni pembenihan ikan lele Sangkuriang pada Perusahaan Parakbada. Pada Skenario II menggunakan dana pinjaman sebesar Rp 60.000.000,00. Penerimaan pada Usaha pembenihan ikan lele Sangkuriang (Skenario II) yang dijalankan oleh Perusahaan Parakbada. Jumlah telur yang dapat dihasilkan oleh induk betina ikan lele Sangkuriang sebanyak 40.000 butir telur per kilogram induk betina. Derajat penetasan telur (Hatching Rate) ikan lele Sangkuriang sebesar 90 persen, sehingga jumlah telur yang

65 menetas menjadi larva sebanyak 36.000 ekor. Tingkat kemampuan hidup benih ikan lele (Survival Rate) dari jumlah telur yang menetas adalah sebesar 40 persen. Dengan demikian jumlah benih ikan lele yang mampu hidup hingga berukuran 5-7 cm (ukuran siap jual) adalah sebanyak 14.400. Satu siklus usaha pembenihan ikan lele, Perusahaan Parakbada menggunakan 2 induk betina dan 4 induk jantan dengan bobot masing-masing 1 kilogram, maka dari satu siklus usaha pembenihan ikan lele adanyak sebanyak 28.800 ekor benih ikan lele siap dijual.

Pada kegiatan pembenihan ikan lele, satu kali siklus pemijahan didapatkan benih ikan lele sebanyak 28.800 benih ikan lele. Pada periode 1 terdapat 9 kali masa panen, yakni 28.800 benih ikan lele x 9 kali pemijahan x Rp 200,00 per ekor = Rp 51.840.000,00. Pada periode 2 hingga 8 masing-masing periode terdapat 14 kali pemanenan, sehingga masing-masing periode didapatkan penerimaan sebesar 28.800 benih ikan lele x 14 kali panen x Rp 200,00 per ekor = Rp 80.640.000,00. Total penerimaan pada Skenario II ini adalah sebesar Rp 616.320.000,00 (Tabel 16).

Tabel 16. Penerimaan Usaha Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang (Skenario II) Periode Jumlah Benih Ikan Lele (ekor) Harga Benih

(Rp) Penerimaan (Rp) 0 0 0 0 1 259.200 200 51.840.000 2 403.200 200 80.640.000 3 403.200 200 80.640.000 4 403.200 200 80.640.000 5 403.200 200 80.640.000 6 403.200 200 80.640.000 7 403.200 200 80.640.000 8 403.200 200 80.640.000 Jumlah (Rp) 616.320.000

Sumber : Data Proyeksi (diolah 2011)

c. Skenario III (Pembesaran Ikan Lele)

Pada penerimaan Skenario III (Pembesaran ikan lele) didapat dari kegiatan pembesaran. Pada Skenario III menggunakan dana pinjaman sebear Rp 60.000.000,00. Penerimaan usaha pembesaran ikan lele Sangkuriang Perusahaan Parakbada dari Periode 1 sampai Periode 8. Dalam satu kali kegiatan pembesaran dilakukan selama 2,5 bulan sampai 3 bulan (1 periode). Pada satu kali kegiatan

66 pembesaran, dilakukan pada 30 kolam pembesaran dimana masing-masing kolam menghasilkan ikan lele konsumsi sebanyak 540 kilogram ikan lele ukuran konsumsi. Pada setiap periode didapatkan penerimaan sebanyak 540 kilogram lele konsumsi x 30 kolam x Rp 11.000,00 per kilogram = Rp 178.200.000.000,00. Total penerimaan pada Skenario III ini adalah sebesar Rp 1.425.600,00 (Tabel 17).

Tabel 17. Penerimaan Usaha Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Skenario III) Periode Jumlah Ikan Lele Konsumsi

(Kilogram) Harga Lele (Rp) Penerimaan (Rp) 0 0 0 0 1 16.200 11.000 178.200.000 2 16.200 11.000 178.200.000 3 16.200 11.000 178.200.000 4 16.200 11.000 178.200.000 5 16.200 11.000 178.200.000 6 16.200 11.000 178.200.000 7 16.200 11.000 178.200.000 8 16.200 11.000 178.200.000 Jumlah (Rp) 1.425.600.000

Sumber : Data Proyeksi (diolah 2011)

d. Skenario IV (Pembenihan dan Pembesaran Ikan Lele)

Pada Skenario IV ini menggunakan dana pinjaman sebesar Rp 70.000.000,00. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jumlah telur yang dapat dihasilkan oleh induk betina ikan lele Sangkuriang sebanyak 40.000 butir telur per kilogram induk betina. Derajat penetasan telur

(Hatching Rate) ikan lele Sangkuriang sebesar 90 persen, sehingga jumlah telur

yang menetas menjadi larva sebanyak 36.000 ekor. Tingkat kemampuan hidup benih ikan lele (Survival Rate) dari jumlah telur yang menetas adalah sebesar 40 persen. Dengan demikian jumlah benih ikan lele yang mampu hidup hingga berukuran 5-7 cm (ukuran siap jual) adalah sebanyak 14.400. Satu siklus usaha pembenihan ikan lele, Perusahaan Parakbada menggunakan 2 induk betina dan 4 induk jantan dengan bobot masing-masing 1 kilogram, maka dari satu siklus usaha pembenihan ikan lele adanyak sebanyak 28.800 ekor benih ikan lele siap dijual. Penerimaan pembesaran ikan lele berdasarkan konversi pakan, yakni benih ikan lele masuk pada 1 kolam sebanyak 5.000 ekor benih dengan pemberian pakan

67 sebanyak 5 kuintal, maka didapatkan ikan lele konsumsi antara 5-5,4 kuintal ikan lele konsumsi (500-540 kilogram ikan lele konsumsi).

Pada kegiatan pembenihan ikan lele, satu kali siklus pemijahan didapatkan benih ikan lele sebanyak 28.800 benih ikan lele. Pada periode 1 terdapat 10 kali pemijahan, namun hanya enam pemijahan yang dapat dipanen pada periode 1, yakni 28.800 benih ikan lele x 6 kali pemijahan x Rp 200,00 per ekor = Rp 34.560.000,00. Pada periode 2 hingga 8 masing-masing periode terdapat 10 kali pemanenan, sehingga masing-masing periode didapatkan penerimaan sebesar 28.800 benih ikan lele x 10 kali pemijahan x Rp 200,00 per ekor = Rp 57.600.000,00. Pada kegiatan pembesaran ikan lele, masing-masing periode mendapatkan penerimaan = 540 kilogram per kolam x 10 kolam x Rp 11.000,00 per kilogram = Rp 59.400.000,00. Sehingga, pada periode 1 didapatkan penerimaan = Rp 34.560.000,00 + Rp 59.400.000,00 = Rp 93.960.000,00. Pada periode 2 hingga 8 didapatkan penerimaan = Rp 57.600.000,00 + Rp 59.400.000,00 = Rp 117.000.000,00. Total penerimaan adalah Rp 912.960.000,00 (Tabel 18).

Tabel 18. Penerimaan Usaha Pembenihan dan Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Skenario IV)

Periode Jumlah Benih (ekor) Jumlah Lele Konsumsi (Kg) Harga Benih (Rp) Harga Lele Konsumsi (Rp) Total (Rp) 0 0 0 0 0 0 1 172.800 5.400 200 11.000 93.960.000 2 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 3 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 4 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 5 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 6 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 7 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 8 288.000 5.400 200 11.000 117.000.000 Total Penerimaan 912.960.000

*) Pinjaman dari Bank BRI

68 7.2. Nilai Sisa

Nilai sisa adalah nilai barang atau peralatan yang tidak habis selama usaha berjalan. Nilai sisa tersebut menjadi tambahan manfaat bagi usaha. Perhitungan nilai sisa dilakukan dengan cara harga beli barang dibagi dengan umur ekonomis, dimana pada akhir umur ekonomis diasumsikan nilai barang tersebut habis. Komponen yang masih memiliki nilai sisa diantaranya bangunan, motor, dan pompa air. Contoh perhitungan dapat dijelaskan sebagai berikut, pada Skenario I jika harga beli pompai air (2 buah) Rp 325.000,00 per buah dengan umur ekonomis 3 tahun, maka nilai sisa pada akhir umur periode adalah Rp 216.667,00. Total nilai sisa pada Skenario I, yakni sebesar Rp 2.060.667,00 (Lampiran 4), nilai sisa pada Skenario II yakni sebesar Rp 1.990.667,00 (Lampiran 5), dan nilai sisa pada Skenario III yakni sebesar Rp 2.060.667,00 (Lampiran 6), serta nilai sisa pada Skenario IV yakni sebesar Rp 2.060.667,00 (Lampiran 7).

Dokumen terkait