• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN

A. Kasus Posisi

Pada proses pelaksanaan perjanjian bagi hasil, pihak tergugat I tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagaimana yang diperjanjikan, sehingga pihak penggugat merasa dirugikan. Hal ini diakibatkan karena pelaksanaan pembangunan mengalami keterlambatan penyelesaian pembangunan sejak perjanjian dilangsungkan.Pihak tergugat merasa dirugikan karena sampai saat ini belum dapat menikmati ruko yang dijanjikan oleh tergugat I. Akhirnya penggugat telah mengajak orang lain lagi yaitu Hasanusi hambali untuk meneruskan bagi bangun ruko tersebut dengan mengadakan perjanjian baru yang dibuat dihadapan Notaris Badiah,SH. Dikarenakan penggugat tidak mengerti hukum maka penggugat merasakan sakitnya dipenjara selama 1 tahun 6 bulan. Maka oleh karena alasan tersebut pihak pertama mengajukan gugatannya ke Pengadilan Negeri Palembang pada tanggal 28 Oktober2014.

Gugatan tersebut berisi tentang duduk perkara, dimana tergugat I adalah Willy Handoko selaku pihak kedua dalam perjanjian, tergugat II yaitu Notaris Tati Rosalina Tampubolon atas dasar pembatalan akta yang dibuat dihadapannya.Adapun isi duduk perkarnyadalah sebagai berikut:

a. Abdul Gani Bustan, Laki-laki, pekerjaan wiraswasta, beralamat di Jalan Torpedo Komplek YPP No.794/94 Rt.09Rw.03 Sekip Ujung

79

80

Kelurahan 20 ilir Kecamatan Kemuning Kota Palembang, berkedudukan sebagai Penggugat.

b. Willy Handoko, Laki-laki, pekerjaan wiraswasta, beralamat di Jalan Slamet Riyadi No.101-C Rt.08 Kelurahan 11 Ilir Palembang, berkedudukan sebagai Tergugat I.

c. Tati Rosal Tampubolon, Perempuan, pekerjaan Notaris beralamat di Jalan Masjid lama No 138 B.Kelurahan 17 ilir Kota Palembang, berkedudukan sebagai Tergugat II.

Adapun penggugat dalam gugatannya menggugat para tergugat yang pada dasarnya isi gugatan penggugat adalah sebagai berikut :

a. Bahwa penggugat dan Tergugat I telah membuat perjanjian bagi hasildiatas tanah milik penggugat seluas 548 m2 yang terletak dijalan TorpedoKomplek YPP No.794/94 Rt.09 Rw.03 Sekip Ujung Kelurahan 20 IlirKecamatan Kemuning Kota Palembang;

b. Bahwa perjanjian tersebut diatas dibuat dihadapan Tergugat II berdasarkanakte No.23 tertanggal 31 Juli tahun 2009;

c. Bahwa setelah ditandatangani akte perjanjian bagi bangun oleh penggugatdan tergugat I, maka pembangunannya akan dimulai apabila tergugat I telahmemperoleh izin membangun dari Pemerintah Kota Palembang, namunsetelah ditunggu tunggu selama lebih kurang 6 bulan tergugat I belum jugadapat menyelesaikan IMB tersebut, dan akhirnya tergugat I menyerahkankepengurusan IMB tersebut kepada Penggugat;

81

d. Bahwa oleh karena penggugat tidak mengerti urusan IMB tersebut akhirnyapenggugat meminta bantuan kepada Ismir Abdul Rozak, dan permohonanpengurusan IMB tersebut telah dimohonkan oleh Ismir Abdul Rozak namunjuga melalui proses yang cukup lama;

e. Bahwa karena proses pemberian IMB tersebut memakan waktu yang cukuplama dan akhirnya Tergugat I melaporkan penggugat ke Polresta Palembangdengan tuduhan penggugat telah melakukan penggelapan atas biayapengurusan IMB dengan bukti Laporan No.Pol : LP 1417/B/VI/Tabes tanggal8 Juni 2010, namun nyatanya pada tanggal 15 Oktober 2010 akhirnya surat Izin Membangun (IMB) yang diajukan penggugat diterbitkan juga olehWalikota Palembang dan akhirnya tergugat I meminta maaf dan mencabutpengaduannya sebagaimana tertuang dalam surat perjanjian bagi bangunyang dibuat pada tanggal 31 Agustus 2010;

f. Bahwa setelah izin membangun (IMB) telah diberikan kepada Tergugat Inamun tergugat I belum juga melaksanakan perjanjian bagi bangun tersebut,setelah didesak beberapa kali tergugat I tetap tidak mau melaksanakanperjanjian tersebut, dan bahkan Tergugat I baru membuat surat perjanjianpemborongan kerja dengan Alhasan basri/Bastari untuk membangun Rukotersebut pada tanggal 1 Agustus 2011;

82

g. Bahwa karena tergugat I tidak juga melaksanakan perjanjian bagi banguntersebut, akhirnya penggugat menilai bahwa tergugat I telah tidak sangguplagi dan dianggap telah Wanprestasi;

h. Bahwa karena penggugat tidak mengerti hukum, maka penggugat telahmengajak orang lain lagi yaitu Hasanusi hambali alias Ahay untukmeneruskan bagi bangun ruko tersebut dengan mengadakan perjanjian baruyang dibuat dihadapan Notaris Badiah,SH sebagaimana dituangkan dalamakte Perjanjian Pemborongan Bangunan dan Bagi Bangun No.09 tanggal 4April 2011;

i. Bahwa karena penggugat telah mengadakan perjanjian baru lagi denganorang lain, maka untuk kedua kalinya Tergugat I melaporkan penggugat kePolresta Palembang dengan tuduhan telah melakukan Penipuan, dan atas ketidakmengertian penggugat terhadap hukum akhirnya penggugat dihukumpenjara selama 1 tahun 6 bulan;

j. Bahwa penggugat selama ini banyak mengalami kerugian akibat perbuatantergugat I tersebut, disamping belum dapat menikmati ruko yang dijanjikanoleh tergugat I, penggugat telah pula merasakan sakitnya dipenjara selama 1 tahun 6 bulan, dan setelah penggugat keluar dari penjara, penggugat telahmeminta kepada anak penggugat untuk membatalkan perjanjian bagi bangunyang telah dibuat antara penggugat dengan tergugat I dihadapan Tergugat II,namun tergugat I tidak bersedia, bahkan tergugat I mau membatalkanperjanjian bagi

83

bangun tersebut apabila Penggugat mau memberikan gantirugi kepadanya sebesar Rp.700.000.000.- ( Tujuh ratus juta rupiah );

k. Bahwa penggugat sangat kaget atas permintaan tergugat I tersebut, padahaldana yang baru dikeluarkannya adalah sebesar Rp.175.000.000.- (Seratus tujuh puluh lima juta rupiah), yaitu uang Down Payment (DP) tanda jadisebesar Rp.100.000.000 dan uang pengurusan IMB sebesar Rp.75.000.000.-

l. Bahwa Penggugat baru tahu bahwa tergugat I pekerjaanya adalahmerupakan orang yang cari untung dari hasil bagi bangun yang tidakdilaksanakanya dan apabila pemilik tanah mau membatalkannya makatergugat I akan meminta ganti rugi 3 kali lipat dari biaya yang telahdikeluarkannya;

m. Bahwa dikarenakan tergugat I telah melalaikan isi perjanjian bagi bangunsebagaimana yang telah dituangkan dalam akte perjanjian bagi hasil No 23 tanggal 31 Juli tahun 2009, maka tergugat I telah melakukan PerbuatanWanprestasi;

n. Bahwa karena tergugat I telah melakukan perbuatan wanprestasi terhadappenggugat, maka perjanjian bagi bangun No.23 tanggal 31 Juli tahun 2009yang dibuat dihadapan tergugat I adalah dinyatakan batal atau batal demihukum dan menyatakan semua biaya yang telah dikeluarkan oleh Tergugat Isebesar Rp.175.000.000.- dinyatakan hangus.

84

Atas hal tersebut diatas, selanjutnya Penggugat meminta kepada pengadilan agar dapat memenuhi gugatan penggugat yang pada initinya, yaitu sebagai berikut:

1. Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat I telah melakukan perbuatan Wanprestasi;

3. Menyatakan batal surat perjanjian bagi hasil antara penggugat dengantergugat I yang dibuat dihadapan tergugat II sebagaimana yang tertuangdalam akte No.23 tanggal 31 Juli tahun 2009;

4. Menyatakan hangus biaya biaya yang telah dikeluarkan oleh tergugat Isebesar Rp.175.000.000.- ( Seratus tujuh puluh lima juta rupiah ) karena telahmelakukan Wanprestasi atau ingkar janji terhadap Penggugat;

5. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk mematuhi isi putusan perkaraini;

6. Membebankan kepada tergugat I dan Tergugat II untuk membayar biayaperkara yang timbul dalam perkara ini secara tanggung renteng.

Dalam Eksepsi:

a. Gugatan tidak sah

Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang tidak sah karena Napoleon, SH dan Muhammad Iskandar, SH, sebagai KuasaHukum Abdul Gani Bustan tidak mencantumkan Nomor dan tanggal Surat Kuasa Hukum dalam gugatan.Advokat/Pengacara Napoleon, SH adalah anggota Kongres AdvokadIndonesia (KAI), tidak diakui oleh Mahkamah Agung RI, tidak dapat hadirdi persidangan mewakili kepentingan hukum Abdul Gani Bustan.

85 b. Gugatan kurang pihak

Bahwa para Tergugat kurang Pihak, mestinya Ahai alias HasanusiHambali ikut Tergugat sebagai Tergugat III karena dia dengan AbdulGani Bustan mengadakan pula Perjanjian Bagi Hasil bangunsebagaimana diatur dalam akta nomor 09 tanggal 04 April 2011 Notaris Badiah Azhari, SH untuk tanah sengketa yang sama terletak di Jln.Terpedo Kompleks YPP No. 794/

94 RT. 09 RW. 03 Sekip UjungKelurahan 20 Ilir Kecamatan Kemuning Kota

Palembang.Bahwa dalam Perkara Pidana Nomor

98/Pid.B/2014/PN.PLG,Penggugat telah membuat Surat Perdamaian dengan Hasanusi Hambalialias Ahai untuk melanjutkan Perjanjian Bagi Hasil Bangunan sebagaimana diatur dalam Akta Nomor 09 tanggal 04 April 2011 Notaris Badiah Azhari, SH. Dalam Perdamaian tersebut, Tergugat I (Willy Handoko) tidak di ikut sertakan, sedangkan Willy Handoko ikut dirugikandalam sengketa tanah tersebut.

Bahwa kalau dicermati lebih lanjut , Akte Nomor 09 tanggal 04 April 2011Notaris Badiah Azhari, SH, Akta tersebut cacat hukum, tidak sah, batal demi hukum, dimana Istri Abdul Gani Bustan yang bernama Maisanahtidak ikut bertanda tangan menyetujui adanya Ikatan Perjanjian Bagi hasilBangun dengan Ahai alias Hasanusi Hambali.Atas kealpaan Notaris Badiah Azhari, SH tidak mengikutsertakan danmencantumkan nama Istri Abdul Gani Bustan (Maisanah) dalam akteNomor 09 tanggal 04 April 2011 tersebut, Notaris Badiah Azhari, SHharus bertanggung jawab, untuk itu yang bersangkutan harus hadir diPengadilan sebagai Tergugat IV.

86

c. Objek sengketa ini kabur (obscuur lebels)

Bahwa Tergugat I menolak apa yang dikatakan Penggugat pada angka 3halaman 1 Gugatan, “Pembangunannya akan dimulai apabila Tergugat Itelah memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah kota Palembang.Pernyataan Penggugat tidak benar menurut Tergugat I, sejak awalPenggugat sendirilah yang meminta menguruskan IMB dengan memintabiaya uang sebesar Rp.75.000.000,- (Tujuh puluh lima juta rupiah).Tergugat I menyampaikan kepada Penggugat biarlah Tergugat I yangmenguruskan IMB karena Tergugat I telah berpengalaman menguruskanIMB ini, telah banyak membangun di beberapa tempat. Penggugat tetapmemaksa Penggugatlah yang akan menguruskan, maka Tergugat Iterpaksa menuruti kehendak Penggugat dan menyerahkan uangsebesar Rp. 75.000.000,- ( Tujuh puluh lima juta rupiah ) tanggal28-08-2009 sesudah satu bulan Akta di tanda tangani.Jadi Kelambatan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan ini bukanlahkesalahan dan tanggung jawab Tergugat I.

Berdasarkan uraian tangkisan dan dalil-dalil Tergugat I di atas, TergugatI menyangkal/menolak bahwa Tergugat I ingkar Janji atau wanprestasi,sebaliknya Penggugatlah yang ingkar janji/wanprestasi.Penggugat dipidana dengan Penipuan dalam perkara Pidana Nomor 132/PID/2012/PT.PLG tanggal 06 Agustus 2012, kemudian dalam perkarapidana nomor 98/Pid.B/2014/PN.PLG dibebaskan karena adanyaalasan/dasar hukum Perjanjian Perdamaian antara Penggugat (Abdul Gani Bustan) dengan Ahai alias Hasanusi Hambali.

87

Adapun Perjanjian Perdamaian tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bahwa Pihak Pertama Istri dan anak-anak sepakat dan setuju untukmenyelesaikan secara kekeluargaan atas permasalahan antara PihakPertama dan Pihak Kedua.

b. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak akan meneruskanPermasalahan ini lebih lanjut, Pihak Kedua dengan senang hati memaafkan Pihak Pertama.

c. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah setuju untuk meneruskanPerjanjian Pemborongan bangunan dan bagi bangun sebagaimanapernah dituangkan dalam Akta Notaris Badiah Azhari, SH.

d. Bahwa dengan adanya Perdamaian tersebut diatas, maka Pihak Pertamadan Pihak Kedua tidak saling tuntut secara hukum, baik secara HukumPidana maupun Hukum Perdata.Tergugat I (Willy Handoko) tidak diikut sertakan dalam PerjanjianPerdamaian ini, sedangkan Tergugat I (Willy Handoko) ikut dirugikan olehPenggugat (Abdul Gani Bustan) dan Ahai alias Hasanusi Hambali, Perjanjian Perdamaian ini Kurang Pihak, cacat hukum, batal demi hukum.Tergugat I memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa danmengadili perkara ini menerima Eksepsi Tergugat I.

DALAM POKOK PERKARA

88

a. Bahwa Tergugat I memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia, agar uraiandan dalil-dalil yang diutarakan dalam Eksepsi termasuk bagian yang tidak terpisahkan dalam pokok perkara;

b. Bahwa Tergugat I secara Tegas menolak semua uraian dan dalil-dalilgugatan Penggugat kecuali yang Tergugat I akui kebenarannya;

c. Tanah Sengketa milik Abdul Gani Bustan yang terletak di Jln.

TerpedoKompleks YPP No. 794 RT.09 RW. 03 Kelurahan 20 Ilir D II Kecamatan Kemuning Kota Palembang, ada ikatan Perjanjian Bagi Hasil antara Abdul Gani Bustan dengan Tergugat I (Willy Handoko) yang tertuang dalam AktaNomor 23 Notaris Tati Rosalina Tampubolon, SH tanggal 31 JulI 2009.

d. Tanah sengketa milik Abdul Gani Bustan yang sama terletak di Jln.

TerpedoKompleks YPP No. 794 RT.09 RW. 03 Kelurahan 20 Ilir D II Kecamatan Kemuning Kota Palembang, kemudian ada ikatan lagi Perjanjian Bagi Hasildengan orang lain yaitu Ahai alias Hasanusi Hambali yang tertuang dalamakta No. 09 tanggal 04 April 2011 Notaris Badiah Azhari, SH.

Dengan adanya ikatan perjanjian bagi hasil Penggugat dengan Ahai aliasHasanusi Hambali ini, Penggugat ingkar janji (wanprestasi) terhadapTergugat I (Willy Handoko), Tergugat I tidak dapat melaksanakanpembangunan ruko diatas tanah Penggugat, Tergugat I menderitakerugian sebesar kurang lebih Rp.500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah).Perbuatan ingkar janji Penggugat ini dengan adanya unsur penipuan terhadap Tergugat I, Tergugat I melaporkan

89

Penggugat kepada Kepolisian Polsekta Kemuning disidangkan di Pengadilan Negeri KelasIA Palembang berlanjut ke Pengadilan Tinggi Palembang denganputusan banding Nomor 132/PID/2012/PT.PLG tanggal 06 Agustus 2012Penggugat di Pidana 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan Penggugatmasih dapat dituntut secara Perdata yang akan Tergugat I gugat dalamReconvensi sebagaimana tersebut dibawah ini sebagai berikut.Bahwa berdasarkan uraian dan dalil-dalil Tergugat I utarakan diatas,Penggugat bukanlah orang yang berhak untuk mengajukan gugatantetapi Tergugat I yang berhak mengajukan gugatan Wanprestasiterhadap Penggugat, belum Tergugat I lakukan karena Tergugat Imenunggu kesediaan Penggugat membayar kerugian Tergugat I sebanyak Rp.500.000.000,- ( Lima ratus juta rupiah ) melalui Ahai alias Hasanusi Hambali.

DALAM LAWAN GUGATAN / RECONVENSI

Penggugat (Abdul Gani Bustan) telah ternyata melakukan tidak PidanaPenipuan pasal 378 KUHP terhadap Tergugat I (Willy Handoko) sesuaidengan putusan nomor 282/Pid-B/2012/PN.PLG tanggal 10 mei 2010 dandiperkuat dengan putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang nomor132/PID/2012/PT.PLG tanggal 06 Agustus 2012.Amar putusan nomor 282/Pid-B/2012/PN.PLG tanggal 10 Mei 2012:

a. Menyatakan Terdakwa Abdul Gani Bustan bin Bustan telah terbuktisecara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak Pidana

“Penipuan”;

b. Menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa Abdul Gani Bustan binBustan dengan Pidana Penjara 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulaN;

90

c. Menetapkan masa Penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwadikurangkan seluruhnya dari lamanya Pidana yang dijatuhkan;

d. Menetapkan barang bukti berupa:

1) 1 (satu) buah Surat Perjanjian dan

2) 2 (dua) buah kwitansi dikembalikan kepada Saksi Willy Handoko(Tergugat I : tidak dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum) .

e. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.1.000,-(

Seribu rupiah).

Pertimbangan Banding Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang : Mengingat akan Pasal 378 KUHP serta peraturan hukum yangbersangkutan lainnya, yang bersangkutan dengan perkara ini:

Amar putusan nomor 132/PID/2012/PT.PLG tanggal 06 Agustus 2012 : a. Menerima permintaan banding dari Kuasa Hukum Terdakwa tersebut;

b. Menguatkan, Putusan Pengadilan Negeri Palembang nomor : 282/Pid-B/2012/PN.PLG tanggal 10 Mei 2012 yang dimintakan banding denganmengubah Pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa sehingga, Amarselanjutnya berbunyi sebagai berikut:

1) Menyatakan Terdakwa Abdul Gani Bustan bin Bustan telah terbuktisecara sah meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “Penipuan”;

91

2) Menjatuhkan Pidana oleh karena kepada Terdakwa Abdul GaniBustan bin Bustan dengan Pidana Penjara 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan;

3) Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwadikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan;

4) Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;

5) Menyatakan barang bukti berupa 1 (satu) buah Surat Perjanjiandan 2(dua) buah Kwitansi dikembalikan kepada saksi WillyHandoko;

6) Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalamkedua tingkat Peradilan yang dalam Tingkat Banding sebesar Rp.2.000,- (Dua ribu rupiah).

Memperhatikan Pasal 1365 dan Pasal 1267 KUHPerdata Undang-Undangdan peraturan-peraturan lain yang bersangkutan, maka

berdasarkan perkara tersebut Pengadilan Negeri Palembang membacakan amar putusannya, yaitu sebagai berikut:

Dalam Eksepsi :

a. Menolak Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya;

Dalam pokok perkara:

b. Mengabulkan gugatan Penggugatsebagian;

c. Menyatakan Tergugat I telah melakukan perbuatan Wanprestasi;

92

d. Menyatakan batal surat perjanjian bagi hasil antara penggugat dengantergugat I yang dibuat di hadapan tergugat II sebagaimana yang tertuangdalam akte No.23 tanggal 31 Juli tahun 2009;

e. Menyatakan hangus biaya biaya yang telah dikeluarkan oleh tergugat Isebesar Rp75.000.000.- (Tujuh puluh lima juta rupiah);

f. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk mematuhi isi putusan perkaraini;

g. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya;

Dalam rekonvensi

a. Menolak Gugatan Para Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Idan Tergugat II dalam Konvensi untuk seluruhnya;

Dalam konvensi dan rekonvensi

Menghukum Tergugat I dan Tergugat II Konvensi atau PenggugatRekonvensi untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkansejumlah Rp1.186.000,00 (satu juta seratus delapan puluh enam ribu rupiah);

B. Pertimbangan Hukum Oleh Hakim atas Putusan Nomor 873 PK/Pdt/2017

Adapun pertimbangan hakim atas perkara atas putusan Nomor 873 PK/Pdt/2017, yaitu sebagai berikut:

1. Para pihak saling mengikatkan diri dalam perjanjian bagi hasil diatas tanah seluas 548 m2;

93

2. Tergugat I belum juga dapat menyelesaikan pengurusan IMB selama lebih kurang 6 bulan;

3. Pemberian IMB yang memakan waktu cukup lama mengakibatkan Tergugat I melaporkan penggugat telah melakukan penggelapan atas biaya pengurusan IMB;

4. Tergugat I tidak juga melaksanakan bagi hasil sehingga dianggap telah melakukan wanprestasi;

5. Penggugat mengajak orang lain untuk meneruskan perjanjian bagi hasil ruko tersebut dan atas perbuatan tersebut penggugat dihukum penjara 1 tahun 6 bulan;

6. Tergugat I mau membatalkan perjanjian bagi hasil tersebut apabila penggugat mau memberikan ganti rugi sebesar Rp.700.000.000.-

Berdasarkan pertimbangan hakim di atas, maka hakim memberikan Putusan Nomor 873 PK/Pdt/2017. Adapun isi putusan tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon Peninjaun Kembali Willy Handoko tersebut; dan

2. Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan, yang dalam tingkat peninjauan kembali sejumlah Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Wanprestasi atau perbuatan cidera/ingkar janji berasal dari Bahasa Belanda yang artinya “prestasi” yang buruk dari seorang debitur (atau orang yang berhutang) dalam melaksanakan suatu perjanjian.Prestasi itu sendiri adalah segala

94

sesuatu yang menjadi hak kreditur dan merupakan kewajiban bagi debitur.

Menurut Pasal 1234 KUHPerdata, prestasi dapat berupa:

1. Memberi sesuatu;

2. Berbuat sesuatu; dan 3. Tidak berbuat sesuatu.

Wanprestasi adalah pelaksanaan perjanjian yang tidak tepat waktunya atau dilakukan dengan tidak menurut selayaknya atau tidak dilaksanakan sama sekali.111 Menurut Subekti, wanprestasi (kelalaian/kealpaan) seorang debitur dapat berupa:112

a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;

b. Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana mestinya;

c. Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat;

d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.

Hakim dalam putusannya menyatakan bahwa tergugat melakukan tindakan wanprestasi dimana bahwa tergugat karena tergugat tidak melaksanakan perjanjian bagi hasil tersebut. Wanprestasi yang dilakukan oleh tergugat memenuhi segala unsur wanprestasi yang dikemukakan R. Subekti di atas sebelumnya, adapun pembagian wanprestasi yang dilakukan tergugat adalah:

a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya Dalam perjanjian bagi hasil yang dibuat antara penggugat dan tergugat bahwa tergugat sebelumnya telah menyanggupi untuk memenuhi segala isi

111 M.Yahya Harahap, Op. Cit, h. 60.

112 Subekti R, Op.Cit, h. 45

95

perjanjian tetapi terbukti bahwa tergugat tidak memenuhi isi perjanjian tersebut.

b. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.

Dalam putusan hakim semestinya juga menghukum tergugat atas tindakan melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya karena tergugat akan membatalkan perjanjian asalkan penggugat membayar ganti rugi sebesar Rp.700.000.000.- terlebih dahulu padahal dana yang dikeluarkan tergugat sebesar Rp.175.000.000.-.

Tergugat juga berdasarkan uraian tentang wanprestasi di atas, tidak melakukan apa yang dijanjikannya, dimana tergugat berjanji menyelesaikan pembangunan tersebut setelah Izin Mendirikan Bangunan diselesaikan oleh penggugat, namun setelah IMB tersebut selesai tergugat tetap tidak mau melakasanakan pembangunan rumah toko. Dasar pertimbangan hakim melalui bukti-bukti yang sah dalam hal ini para saksi dari pihak penggugat memberikan kesaksiannya.

C. Analisis Putusan Nomor 873 PK/Pdt/2017 1. Pengadilan Negeri Palembang

Dalam putusan majelis hakim pada tingkat Pengadilan Negeri Palembang dalam gugatan pada tanggal 28 Oktober 2014, majelis hakim memutuskan berdasarkan pertimbangan beberapa hal.Pertimbangan hakim pertama dalam Eksepsi tidak dapat menerima dikarenakan bahwa tidak dapat dijadikan alasan oleh Willy Handoko untuk menolak gugatan dari Abdul Gani Bustan hanya karena gugatan Penggugat yang menarik Notaris Tati Rosalina Tampubolon

96

dalam posisinya secara pribadi.Dalam hal ini hakim mempertimbangkan bahwa Tati Rosalina Tampubolon selaku Notaris adalah tepat, berdasarkan pertanggungjawaban Hukum Perdata suatu badan hukum memang melekat kepada Notaris.Berdasarkan hal ini maka hakim melihat bahwa alasan yang diajukan Willy Handoko tidak dapat menjadi alasan gugatan tidak dapat diterima. Hakim melihat kepada pertanggungjawaban hukum dalam kasus ini Abdul GAni Bustan telah memberikan izin membangun (IMB) kepada Willy Handoko, namun Willy Handoko belum juga melaksanakan perjanjian bagi bangun tersebut setelah didesak beberapa kali Willy Handoko tetap tidak mau melaksanakanperjanjian tersebut, dan bahkan Willy Handoko baru membuat surat perjanjianpemborongan kerja dengan Alhasan basri/Bastari untuk membangun Ruko. Hal ini dapat disimpulkan karena adanya wanprestasi dalam perjanjian tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara jelas oleh Willy Handoko.Maka berdasarkan hal ini Willy Handoko adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas wanprestasi yang dilakukannya terhadap Abdul Gani Bustan.

Sementara pertimbangan majelis hakim dalam pokok perkara yangmenyatakan sahnya perjanjian Nomor 23 tanggal 31 July 2009 antara Abdul Gani Bustan dengan Willy Handoko dapat dilihat bahwa perjanjiantersebut telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam KUHPerdata Pasal 1320, yang kemudian diperkuatnya perjanjian tersebut karenadituangkannya dalam suatu perjanjian tertulis yang pada akhirnya perjanjiantersebut mengikat para pihak dan memiliki akibat hukum bagai para pihak jugamenjadi

undang-97

undang bagi para pihak yang membuatnya sebagaimana diatur dalam KUHPerdata pasal 1338 ayat (1).

Pertimbangan ketiga majelis hakim adalah didasarkan pada putusan yangmenyertakan bahwa Abdul Gani Bustan telah melakukan cidera janji (wanprestasi)dikarenakan perjanjian tersebut adalah perjanjian yang sah.

Terhadap perjanjianyang sah tersebut majelis hakim melihat kepada bukti-bukti yang ada yaitu:perjanjian Nomor 23 tanggal 31 July 2009 antara Abdul Gani Bustan dan WillyHandoko yang dibuat secara tertulis, dimana alat bukti suratmemenuhi sebagai alat bukti yang sah dalam hukum perdata. Sebagaimana telahdijelaskan dalam kasus posisi diatas bahwa isi dari perjanjian tersebut antara lainadalah membuat perjanjian bagi hasil diatas tanah milik Abdul Gani Bustan.

Adapun isi perjanjian tersebut adalah di atas tanah milik Abdul Gani Bustan tersebut akan dibangun rumah toko.Sebagaimana yang tertuang dalam akte No.23 tertanggal 31 Juli tahun 2009 bahwasetelah ditandatangani akte perjanjian bagi bangun oleh Abdul Gani Bustan dan Willy Handoko, maka pembangunannya akan dimulai apabila Willy Handoko telah memperoleh izin membangun dari Pemerintah Kota Palembang. Namun padakenyataannya, pada saat izin membangun dari Pemerintah Kota Palembang telah selesai, Willy Handoko tetap tidak memulai pembangunanya.

Dalam hal ini hakim juga telah tepat melihat bahwa suatu perjanjian memang seharusnya dilaksanakan atauterlaksana sesuai dengan apa yang telah diperjanjikan, kecuali ada hal lain yangmemang bisa diterima sebagai alasan perjanjian tersebut tidak dapat dilaksanakan.Dalam kasus ini Willy Handoko tidak

98

melaksanakan perjanjian seperti apa yangdiperjanjikan, yakni telah melalaikan isi

melaksanakan perjanjian seperti apa yangdiperjanjikan, yakni telah melalaikan isi

Dokumen terkait