• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASCARIS LUMBRICOIDES ASCARIS LUMBRICOIDES

A. ASCARIS LUMBRICOIDESASCARIS LUMBRICOIDES

Salah satu penyebab infeksi cacing usus adalah Ascaris Salah satu penyebab infeksi cacing usus adalah Ascaris lumbricoides atau yang lebih dikenal dengan nama cacing gelang dan lumbricoides atau yang lebih dikenal dengan nama cacing gelang dan yang penularannya dengan perantara tanah (Soil Transmitted yang penularannya dengan perantara tanah (Soil Transmitted Helmints). Infeksi yang disebabkan oleh cacing ini disebut Askariasis. Helmints). Infeksi yang disebabkan oleh cacing ini disebut Askariasis. 1)

1) EpidemiologiEpidemiologi

Infeksi ascariasis pada umumnya terjadi di negara beriklim tropis Infeksi ascariasis pada umumnya terjadi di negara beriklim tropis dan ditemukan paling banyak pada lingkungan dengan sanitasi dan dan ditemukan paling banyak pada lingkungan dengan sanitasi dan higienitas yang buruk. Kurangnya pemakaian jamban keluarga higienitas yang buruk. Kurangnya pemakaian jamban keluarga menimbulkan kontaminasi tanah oleh tinja di sekitar halaman menimbulkan kontaminasi tanah oleh tinja di sekitar halaman rumah, di bawah pohon, di tempat mencuci, dan di tempat rumah, di bawah pohon, di tempat mencuci, dan di tempat  pembuangan

 pembuangan sampah. sampah. Di Di Indonesia Indonesia prevalensinya prevalensinya cukup cukup tinggitinggi terutama pada anak golongan umur 5-9 tahun dengan frekuensi terutama pada anak golongan umur 5-9 tahun dengan frekuensi 60-90%.

90%. 2)

Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan betina 22-35 cm. Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan betina 22-35 cm. Stadium dewasa hidup dirongga usus halus. Seekor cacing betina Stadium dewasa hidup dirongga usus halus. Seekor cacing betina dapat bertelur sebayak 100.000-200.000 butir perhari, dimana dapat bertelur sebayak 100.000-200.000 butir perhari, dimana terdiri dari telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi.

terdiri dari telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi.

Telur yang dibuahi bentuknya oval melebar, mempunyai lapisan Telur yang dibuahi bentuknya oval melebar, mempunyai lapisan yang tebaldan berbenjol-benjol, dan umumnya berwarna coklat yang tebaldan berbenjol-benjol, dan umumnya berwarna coklat keemasan, ukuran panjangnyadapat mencapai 75 μm dan lebarnya keemasan, ukuran panjangnyadapat mencapai 75 μm dan lebarnya 50 μm. Telur terdiri atas 3 lapisan dinding yaitu albuminoi 50 μm. Telur terdiri atas 3 lapisan dinding yaitu albuminoi d,d, hyalin, dan lipoid. Telur yang belum dibuahi umumnyalebih oval hyalin, dan lipoid. Telur yang belum dibuahi umumnyalebih oval dan ukuran panjangnya dapat mencapai 90 μm, lapisan yang dan ukuran panjangnya dapat mencapai 90 μm, lapisan yang  berbenjol-benjoldapat ter

 berbenjol-benjoldapat terlihat lihat jelas jelas dan kadang-kadang dan kadang-kadang tidak tidak dapatdapat dilihat.

dilihat.

Telur Ascaris lumbricoides berkembang sangat baik pada tanah liat Telur Ascaris lumbricoides berkembang sangat baik pada tanah liat

kondisi ini telur tumbuhmenjadi bentuk

kondisi ini telur tumbuhmenjadi bentuk yang infektif (mengandungyang infektif (mengandung larva) dalam waktu 2-3 minggu.

larva) dalam waktu 2-3 minggu. 3)

3) Daur HidupDaur Hidup

Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk

menjadi bentuk

infektif dalam waktu kurang lebih 3 (tiga) minggu. Bentuk infektif infektif dalam waktu kurang lebih 3 (tiga) minggu. Bentuk infektif ini bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya ini bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu dialirkan kejantung, kemudian mengikuti aliran darah k limfe, lalu dialirkan kejantung, kemudian mengikuti aliran darah k ee  paru.

 paru. Larva Larva di di paru paru menembus menembus dinding dinding pembuluh pembuluh darah, darah, lalulalu dinding alveolus, masuk ronggas alveolus, kemudian naik ke trakea dinding alveolus, masuk ronggas alveolus, kemudian naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus.

melalui bronkiolus dan bronkus.

Dari trakea larva ini menuju ke faring, sehingga menimbulkan Dari trakea larva ini menuju ke faring, sehingga menimbulkan rangsanganpada faring. Penderita batuk karena rangsangan ini dan rangsanganpada faring. Penderita batuk karena rangsangan ini dan larva akan tertelan ke dalamesophagus, lalu menuju usus halus. Di larva akan tertelan ke dalamesophagus, lalu menuju usus halus. Di usus halus berubah manjadi cacing dewasa.Sejak telur matang usus halus berubah manjadi cacing dewasa.Sejak telur matang tertelan sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu tertelan sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu kuranglebih 2 (dua) bulan.

kuranglebih 2 (dua) bulan.

4)

4) Patologi dan Gejala KlinisPatologi dan Gejala Klinis

Gejala yang timbul pada penderita Ascariasis dapat disebabkan Gejala yang timbul pada penderita Ascariasis dapat disebabkan oleh cacing dewasa dan larva. Gangguan karena larva biasanya oleh cacing dewasa dan larva. Gangguan karena larva biasanya

terjadi saat berada di paru. Pada orang yang rentan terjadi  perdarahan kecil pada dinding alveolus dan timbul gangguan pada  paru yang disertai dengan batuk, demam, eosinofilia. Pada foto toraks tampak infiltrat. Pada kasus ini sering terjadi kekeliruan diagnosis karena mirip dengan gambaran TBC, namun infiltrat ini menghilang dalam waktu 3 (tiga) minggu, setelah diberikan obat cacing pada penderita. Keadaan ini disebut sindrom Loeffler. Gangguan yang disebabkan oleh cacing dewasa biasanya ringan. Kadang-kadang penderita mengalami gejala gangguan usus ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi.

Tantular, K (1980) yang dikutip oleh Moersintowarti (1990) mengemukakanbahwa 20 ekor cacing Ascaris lumbricoides dewasa dalam usus manusia mampumengkonsumsi hidrat arang sebanyak 2,8 gr dan 0,7 gr protein setiap hari. Dari haltersebut dapat di  perkirakan besarnya kerugian yang disebabkan oleh infestasi cacingdalam jumlah yang cukup banyak sehingga dapat menimbulkan keadaan kurang gizi.

Pada infeksi berat, terutama pada anak-anak dapat terjadi malabsorbsisehingga memperberat keadaan malnutrisi. Efek yang serius terjadi bila cacing-cacingini menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus (ileus).

5) Diagnosa

Cara menegakkan diagnosa penyakit adalah dengan pemeriksaan tinja. Parasites Load Ascaris lumbricoides untuk infeksiringan adalah 1-4.999 Telur per Gram Tinja (EPG), untuk infeksisedang adalah 5.000-49.999 EPG, dan untuk infeksi berat adalah ≥50.000 EPG.

6) Pencegahan

- Menghindari bermain di tanah yang terkontaminasi oleh feces melalui tangan saat sedang makan.

- Mengingatkan anak bahwa mencuci tanagn itu penting untuk mencegah terjainya infeksi.

- Mencuci, mengupas, atau memasak makanan sayuran dan buahan mentah sebelum dimakan, terutama yang telah diberi pupuk kotoran.

- Menggunakan alas kaki saat berjalan atau bermain di tanah.

Dokumen terkait