• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET KEUANGAN DARI PROYEK KONSESI FINANCIAL ASSETS FROM CONCESSION PROJECT

Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur sejumlah Ekspektasi Kerugian Kredit (ECL) sepanjang umur. ECL pada piutang usaha diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum industri di mana debitur beroperasi. Grup telah mengakui penyisihan kerugian sebesar 100% atas seluruh piutang yang telah tertunggak lebih dari jangka waktu tertentu.

Allowance for credit losses for trade accounts receivable has been measured at an amount equal to lifetime Expected Credit Loss (ECL). The ECL on trade accounts receivable are estimated using a provision matrix by reference to past default experience of the debtor and an analysis of the debtor’s current financial position, adjusted for factors that are specific to the debtors and general economic conditions of the industry in which the debtors operate. The Group has recognized a loss allowance of 100% against all receivables past due over several period.

Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.

There has been no change in the estimation techniques or significant assumptions made during the current reporting period.

Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha di kemudian hari.

Pada tahun 2020, kerugian penurunan nilai atas piutang usaha yang merupakan bagian dalam laba rugi sebesar Rp78.774.875.198 (Catatan 46).

Management believes that allowance for impairment losses is adequate to cover possible loss from uncollectible accounts receivables in the future.

In 2020, impairment loss on account receivable which is a part of profit or loss amounting to Rp78,774,875,198 (Note 46).

8. ASET KEUANGAN DARI PROYEK KONSESI 8. FINANCIAL ASSETS FROM CONCESSION PROJECT

Akun ini merupakan aset keuangan atas proyek konsesi sesuai penerapan ISAK 16 - Perjanjian Konsesi Jasa dengan rincian sebagai berikut:

This account represents financial asset on

concession projects upon the implementation of ISAK 16 - Service Concessions Arrangement with detail as follows:

1 Januari 2019/ 31 Desember/ 31 Desember/ January 1, 2019

December 31, December 31, 31 Desember 2018/

2020 2019 December 31, 2018

Saldo awal: Beginning balance:

Perusahaan Daerah Air Minum 490.022.019.533 31.898.123.244 - Perusahaan Daerah Air Minum PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 238.227.745.563 259.240.084.500 265.249.306.530 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

Sub jumlah 238.227.745.563 259.240.084.500 265.249.306.530 Sub total

Penambahan: Additions:

Pendapatan konstruksi Revenue from constructions

PT PP Krakatau Tirta 337.010.416.217 195.118.000.000 - PT PP Krakatau Tirta

PT PP Tirta Riau 200.970.673.504 - - PT PP Tirta Riau

PT Tirta Tangsel Mandiri 82.240.156.629 234.682.058.391 - PT Tirta Tangsel Mandiri PT Widya Tirta Selaras - 27.746.793.768 31.898.123.244 PT Widya Tirta Selaras

Biaya pemeliharaan 52.532.985.952 - - Maintance cost

Pendapatan bunga dari jasa konsesi 9.336.502.454 2.785.035.140 10.736.869.326 Interest revenue from service concession

86

1 Januari 2019/ 31 Desember/ 31 Desember/ January 1, 2019

December 31, December 31, 31 Desember 2018/

2020 2019 December 31, 2018

Pengurangan: Deductions:

Penurunan nilai (10.871.720.771) (14.003.090.847) - Impairment

Penerimaan dari PLN (9.680.834.359) (8.495.194.300) (16.746.091.356) Received from PLN

Penerimaan dari PDAM (6.640.051.145) (722.044.800) - Received from PDAM

Sub jumlah (27.192.606.275) (23.220.329.947) (16.746.091.356) Sub total

Jumlah 1.383.147.893.577 728.249.765.096 291.138.207.744 Total

Bagian jatuh tempo dalam satu tahun Current maturities receivables of financial

piutang atas perjanjian jasa konsesi assets from concession service agreements

yang sudah difakturkan dan that had been biilled and

menjadi piutang usaha 2.820.821.316 2.467.439.163 1.827.745.476 record as trade account receivable

Bagian jatuh tempo dalam satu tahun Current maturities receivables of

yang belum difakturkan dan masih unbilled of trade account receivable

menjadi bagian aset keuangan that still part of financial

dari proyek konsesi 61.138.854.234 19.189.285.461 23.318.382.819 asset from concessions project

Sub jumlah 63.959.675.550 21.656.724.624 25.146.128.295 Sub total

Jumlah bagian tidak lancar 1.319.188.218.027 706.593.040.472 265.992.079.449 Total non current portion

PT Sepoetih Daya Prima (SDP) PT Sepoetih Daya Prima (SDP)

Akun ini merupakan nilai aset keuangan atas proyek konsesi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lampung 2x6 MW sehubungan dengan pembayaran kapasitas minimum masa depan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

yang tercantum dalam PPA yang telah

diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 16 sesuai dengan berita acara COD tanggal 2 Mei 2014.

This account represents of financial assets for the concession project of Coal Fired Power Plant (PLTU) Central Lampung 2x6 MW in relation with the future minimum capacity payments to PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) listed in PPA that have been classified as financial asset as a result of adoption of ISAK 16 based on the COD official report dated on May 2, 2014.

SDP menelaah secara berkala atas jumlah nilai tercatat aset keuangan konsesi dan memastikan bahwa jumlah nilai tercatatnya tidak melebihi nilai wajar, berdasarkan laporan penilai independen yang telah teregistrasi di OJK, KJPP Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan pada tanggal 17 Februari 2021.

SDP regularly reviewed the carrying amount of concession financial asset and encured that the carrying amount not exceed the fair value. Based on independent appraisl report registered in OJK,

KJPP Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy,

Hartomo dan Rekan dated February 17, 2021.

Mutasi cadangan penurunan nilai Movement in the allowance for impairment losses

1 Januari 2019/

31 Desember/ 31 Desember/ January 1, 2019

December 31, December 31, 31 Desember 2018/

2020 2019 December 31, 2018

Saldo awal 14.003.090.847 - - Beginning balance

Pengakuan kerugian penurunan piutang 10.871.720.772 14.003.090.847 - Impairment losses recognized on receivables

Jumlah 24.874.811.619 14.003.090.847 - Total

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup.

Management believes that the allowance for impairment losses from third parties is adequate.

Pada tahun 2020 SDP (Entitas anak) hanya mampu berproduksi selama 5 bulan selain dampak Covid-2019 juga dikarenakan harga jual batubara yang dibayarkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya, saat ini SDP (Entitas anak) tengah dalam rangka negosiasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk penyesuaian tarif baru.

In 2020 SDP (subsidiary) is able to produce only for 5 months apart from the impact of Covid-2019 also because the selling price of coal paid by PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) is lower than the purchase price, currently SDP (subsidiary) has been negotiating with PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) for a new tariff adjustment.

87

PT Widya Tirta Selaras (WTS) PT Widya Tirta Selaras (WTS)

Pada tanggal 11 Desember 2017, WTS (entitas anak) menandatangani perjanjian kerjasama atas bangun, kelola, alih milik, instalasi pengelolahan air minum dengan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot Pemerintah Kota Bekasi. Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi kebutuhan masyarakat kota Bekasi. Dana investasi untuk proyek kerjasama ini senilai Rp60.091.000.000. Pekerjaan konstruksi dikerjakan dengan jangka waktu 12 bulan, dilanjutkan dengan tahap operasi dan masa pemeliharaan selama 20 tahun sejak tanggal komersial.

Tarif yang dibayarkan kepada WTS pada awal tahun pertama operasi sebesar Rp3.425 per meter kubik dan akan mengalami kenaikan setiap 2 tahun sekali sebesar 12,5% untuk tahun tahun berikutnya.

On December 11, 2017, WTS (subsidiary) was signed the agreement of building, managing, transferring ownership, installation of drinking water management agreement with Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot Pemerintah Kota Bekasi. This agreement aims to escalate drinking water services for public needs in Bekasi area. Investment funds for

this collaborative project amounted to

Rp60,091,000,000. Construction work is carried out for 12 months, continues with operating phase and a maintenance period for 20 years since the commercial date.

Fare that will be paid to WTS in the first operating year amounting to Rp3,425 per cubic meter and will be increase every 2 years at 12.5% for the following years.

PT Tirta Tangsel Mandiri (TTM) PT Tirta Tangsel Mandiri (TTM)

Pada tanggal 19 Nopember 2018, TTM

menandatangani beberapa perjanjian kerjasama dengan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan sebagai berikut:

On November 19, 2018, TTM was signed several

agreements with PT Pembangunan Investasi

Tangerang Selatan as follow:

Perjanjian Bangun, Sewa, Alih Jaringan Distribusi dan Retikulasi Sistem Penyedia Air Minum Kota Tangerang Selatan.

Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan

pelayanan air minum bagi kebutuhan masyarakat di Tanggerang Selatan. Dana investasi untuk proyek kerjasama ini senilai Rp225.334.874.905. Pekerjaan konstruksi berlangsung dalam jangka waktu 4 tahun dan perjanjian berakhir dalam 30 tahun terhitung

sejak tanggal komersial. Pada tanggal

31 Desember 2020 dan 2019, proyek ini masih dalam konstruksi dan telah beroperasi bertahap sesuai dengan perjanjian.

Agreement of Building, Rent, Transfer of Distribution Network and Reticulation of Water Supply System in South Tangerang City.

This agreement aims to improve drinking water services for the public needs in South Tanggerang. Investment funds for this collaborative project amounted to Rp225,334,874,905. The Construction project is carried out for 4 years and the agreement expires 30 years since the commercial date. As of December 31, 2020 and 2019, the project is still on going and has been operating in stage according to agreement.

Perjanjian Dana Talangan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Kali Angke 200 Liter Per Detik Kota Tangerang Selatan.

Perjanjian ini bertujuan untuk menciptakan dan

mendukung percepatan program infrastruktur

penyelenggaraan Proyek Kerjasama Sistem

Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke. Berdasarkan perjanjian, TTM bertanggung jawab

untuk menyediakan sejumlah dana sebesar

Rp23.169.324.658 yang akan digunakan untuk pengadaan tanah dan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan wajib melakukan pengembalian dana talangan kepada TTM dengan perhitungan sebesar Rp340 per meter kubik dikalikan dengan air curah yang diserap oleh PT Pembangunan

Investasi Tangerang Selatan dari Instalasi

Pengelolaan Airminum (IPA). Perjanjian kerjasama ini berakhir 25 tahun.

Land Acquisition Bailout Agreement For The Construction Of The Kali Angke Drinking Water Supply System Of 200 Liters Per Second In South Tangerang City.

This agreement aims to create and support the acceleration of the infrastructure program for Kali Angke Drinking Water Supply System (SPAM) Project. Based on agreement, TTM is responsible to provide fund amounting to Rp23,169,324,658 that will be used for land acquisition and PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan is required to refund to TTM with consideration amount Rp340 per cubic meter multiplied by the bulk water absorbed by PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan from Water Supply Management Installation (IPA). This agreement expires 25 years.

88 Perjanjian Bangun, Kelola, Alih Atas Sistem Penyediaan Air Minum Kali Angke Kapasitas 200 Liter Per Detik Kota Tangerang Selatan.

Agreement to Build, Manage, Transfer Over Angke Kali Drinking Water System Capacity of 200 Liters Per Second South Tangerang City.

Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan

pelayanan air minum bagi kebutuhan masyarakat wilayah Kota Tangerang Selatan dengan investasi senilai Rp65.149.748.996. Bentuk dan ruang lingkup kerjasama dalam perjanjian ini adalah Bangun Kelola Alih (BOT) pada daerah Bisnis Hulu. Pekerjaan konstruksi dikerjakan dengan jangka waktu 12 bulan, dilanjutkan dengan tahap operasi dan masa pemeliharaan selama 30 tahun sejak tanggal komersial. Tarif yang dibayarkan kepada TTM pada awal tahun pertama operasi sebesar Rp3.465 per meter kubik dan akan mengalami kenaikan sebesar 6% setiap satu tahun.

This coorporation aims to provide drinking water services for public needs in South Tangerang area

with investment fund amounting to

Rp65,149,748,996. The form and scope of the cooperation in this agreement is Build Operation Transfer (BOT) in the Upper Business area.

The Construction project is carried out for 12 months, continues with operation phase and a maintenance period for 30 years since the commercial date. Fare paid to TTM in the first operating year amounting to Rp3,465 per cubic meter and will be increase 6% every year.

PT PP Krakatau Tirta (PPKT) PT PP Krakatau Tirta (PPKT)

Pada tanggal 11 April 2019, PPKT dan Perusahaan Daerah Air Minum Giri Tirta menandatangani perjanjian pengembangan sistem penyediaan air minum dengan kapasitas 1.000 liter/detik yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi kebutuhan masyarakat. Dana investasi untuk proyek kerjasama ini senilai Rp618.054.000.000. Pekerjaan konstruksi dikerjakan dalam jangka waktu 12 bulan, dilanjutkan tahap operasi dan masa pemeliharaan selama 25 tahun sejak tanggal komersial. Tarif yang dibayarkan kepada PPKT

pada awal tahun pertama operasi sebesar

Rp2.962 per meter kubik dan akan mengalami kenaikan kenaikan sebesar 6% setiap satu tahun. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, proyek ini masih dalam konstruksi dan belum beroperasi.

On 11 April 2019, PPKT and Perusahaan Daerah Air Minum Giri Tirta had agreed to plan and construct drinking water supply system facilities in capacity of 1,000 liters/second which aimed to escalate drinking water services for public needs. Investment funds for

this cooperation project is amounting to

Rp618,054,000,000. The Construction project is carried out for 12 months, continues with operation phase and maintenance for 25 years since the commercial date. Fare paid to PPKT in the first operating year amounting to Rp2,962 per cubic meter and will be increase 6% every year. As of December 31, 2020 and 2019, the project is still on going and not yet operating.

PT PP Tirta Riau (PPTR) PT PP Tirta Riau (PPTR)

Berdasarkan perjanjian antara Perusahaan

Daerah Air Minum Pekanbaru dan PT PP Tirta Riau

No.

005/SPAM-PKUKAMPAR-BLT/PDAM-PKU-BUK/VII/2020, tanggal 03 Juli 2020 PPTR setuju untuk melakukan perencanaan dan pembangunan fasilitas sistem penyediaan air minum dengan kapasitas 300 liter/detik, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi kebutuhan masyarakat.

Based on the agreement between Perusahaan Daerah Air Minum Pekanbaru and PT PP Tirta Riau No. 005/SPAM-PKUKAMPAR-BLT/PDAM-PKU BUK/ VII/2020 dated on July 03, 2020, , PPTR agreed to plan and develop drinking water supply system in capacity of 300 liters/second, which aimed to escalate drinking water services for public needs.

89

9. PIUTANG RETENSI 9. RETENTION RECEIVABLES

1 Januari 2019/ 31 Desember/ 31 Desember/ January 1, 2019

December 31, December 31, 31 Desember 2018/

2020 2019 December 31, 2018

Pihak berelasi Related parties

PT Angkasa Pura I (Persero) 376.750.601.142 346.295.882.548 362.209.554.610 PT Angkasa Pura I (Persero)

PT Jasamarga Manado Bitung 118.931.264.871 85.076.318.846 163.787.014.221 PT Jasamarga Manado Bitung

PT Jasa Marga Pandaan Malang 91.435.231.590 130.892.723.127 129.893.630.888 PT Jasa Marga Pandaan Malang

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)

(Pelindo IV) 67.588.129.393 15.672.553.243 - (Pelindo IV)

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 61.672.380.608 41.122.226.509 136.837.934.487 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

PT Marga Sarana Jabar 61.272.819.402 - - PT Marga Sarana Jabar

PT Angkasa Pura II (Persero) 47.335.496.193 92.587.469.192 35.864.029.185 PT Angkasa Pura II (Persero)

PT Prima Multi Terminal 24.928.826.684 63.696.154.821 57.970.117.331 PT Prima Multi Terminal

PT Hutama Karya (Persero) 20.410.942.942 37.842.445.218 183.099.338.653 PT Hutama Karya (Persero)

PT Indonesia Ferry Property 16.663.880.460 32.795.711.452 23.901.865.542 PT Indonesia Ferry Property

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

(Pelindo II) 5.168.199.220 162.787.014.221 163.787.014.221 (Pelindo II)

Lain-lain di bawah Rp 60 miliar 253.848.502.997 266.523.659.926 211.141.506.151 Others below Rp 60 billion

Sub-jumlah 1.146.006.275.502 1.275.292.159.103 1.468.492.005.289 Sub-total

Dikurangi: Less:

Cadangan kerugian penurunan nilai (34.266.758.357) (30.458.614.014) (20.485.860.173) Allowance for impairment losses

Sub-jumlah 1.111.739.517.145 1.244.833.545.089 1.448.006.145.116 Sub-total

Pihak ketiga Third parties

PT Pollux Barelang Megasuperblok 51.138.410.160 41.186.372.048 18.693.766.353 PT Pollux Barelang Megasuperblok

PT Sentul City Tbk 46.161.509.760 43.337.174.271 38.113.900.087 PT Sentul City Tbk

PT Borneo Alumina Indonesia 30.672.204.601 - - PT Borneo Alumina Indonesia

Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pekerjaan Umum dan

Lain-lain di bawah Rp 30 milyar 733.285.274.790 782.097.412.605 855.716.206.291 Other below Rp 30 billion

Sub-jumlah 861.257.399.311 866.620.958.924 912.523.872.731 Sub-total

Dikurangi: Less:

Cadangan kerugian penurunan nilai (288.261.634.266) (138.712.038.546) (118.679.108.183) Allowance for impairment losses

Sub-jumlah 572.995.765.045 727.908.920.378 793.844.764.548 Sub-total

Jumlah piutang retensi - bersih 1.684.735.282.190 1.972.742.465.467 2.241.850.909.664 Total retention receivable - net

Mutasi cadangan kerugian nilai: Movement allowance for impairment loss:

Saldo awal 169.170.652.560 139.164.968.356 97.898.233.858 Beginning balance

Penambahan 153.357.740.063 30.005.684.204 41.266.734.498 Additions

Saldo akhir 322.528.392.623 169.170.652.560 139.164.968.356 Ending balance

Cadangan kerugian kredit untuk piutang retensi telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang retensi diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum industri di mana debitur beroperasi.

Allowance for credit losses for retention receivable has been measured at an amount equal to lifetime ECL. The ECL retention receivable are estimated using a provision matrix by reference to past default experience of the debtor and an analysis of the debtor’s current financial position, adjusted for factors that are specific to the debtors and general economic conditions of the industry in which the debtors operate.

Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.

There has been no change in the estimation techniques or significant assumptions made during the current reporting period.

Manajemen berpendapat bahwa cadangan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan penurunan nilai piutang retensi.

Management believes the allowance is adequate for impairment losses of retention receivable.

Pada tahun 2020, keuntungan atau kerugian penurunan nilai atas piutang retensi yang merupakan bagian dalam laba rugi sebesar Rp92.557.937.675 (Catatan 46).

In 2020, impairment gain or loss on retention receivable which is part of profit or loss amounting to Rp92,557,937,675. (Note 46).

90

10. TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA 10. GROSS RECEIVABLES FROM PROJECT