• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan

Dalam dokumen PT SAISON MODERN FINANCE (Halaman 30-52)

Aset pajak tangguhan diakui apabila besar

kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi aset pajak tangguhan yang muncul akibat perbedaan temporer tersebut.

A deferred tax asset is recognised to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against which the deferred tax asset arising from temporary differences can be utilised.

Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan

dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.

Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities and when the deferred income taxes assets and liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities where there is an intention to settle the balances on a net basis.

q. Liabilitas imbalan kerja q. Liabilities for employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefit

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

Short-term employee benefits are recognised when they accrue to the employees.

Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja

Long-term employee benefit and post-employment benefit

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang penghargaan, dan imbalan lainnya dihitung berdasarkan peraturan Perusahaan dan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020.

Long-term and post-employment benefits, such as pension, severance payments, service payments, and other benefits are calculated in accordance with the Company’s Regulation and Job Creation Law No. 11/2020.

Perusahaan memiliki program pensiun imbalan pasti.

The Company has defined benefit pension plan.

Program pensiun imbalan pasti merupakan program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih seperti umur, masa kerja dan jumlah kompensasi.

A defined benefit pension plan is a pension plan that defines an amount of pension that will be received by the employee on becoming entitled to a pension, which usually depends on one or more factors such as age, years of service and compensation.

(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Liabilitas imbalan kerja (lanjutan) q. Liabilities for employee benefits (continued) Perusahaan diwajibkan menyediakan jumlah

minimum imbalan pensiun berdasarkan UU Cipta Kerja No.11/2020. Secara substansi program pensiun dalam UU Cipta Kerja No.11/2020 merupakan program imbalan pasti karena Undang-Undang telah menetapkan formula dalam menentukan jumlah minimum imbalan. Jika porsi program imbalan pensiun yang didanai oleh karyawan lebih rendah dari imbalan yang diwajibkan menurut Undang-Undang, Perusahaan akan membentuk cadangan untuk menutupi kekurangan tersebut.

The Company is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with Job Creation Law No. 11/2020. Since the Law sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under Job Creation Law No. 11/2020 represent defined benefit plans. If the employee funded portion of the pension plan benefit is less than the benefit as required by the Labor law, the Company will provide provision for such shortage.

Liabilitas atas program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini dari liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan nilai wajar aset program, bersamaan juga dengan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuaria yang belum diakui dan beban jasa masa lalu. Liabilitas imbalan pasti dihitung secara tahunan oleh aktuaris independen menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini dari liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas yang dikeluarkan di masa depan menggunakan tingkat bunga obligasi jangka panjang yang berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah di mana imbalan tersebut akan dibayarkan, serta memiliki kriteria jatuh tempo yang mendekati dengan kriteria liabilitas pensiun tersebut.

Liability recognised in the statement of financial position in respect of defined benefit pension plans is the present value of defined benefit obligation at the statement of financial position date less fair value of plan assets, together with adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and past service cost. Defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the Projected Unit Credit method.

The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rate of high quality long term bonds that are denominated in Rupiah in which the benefit will be paid, and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension liability.

Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial (pengukuran kembali) langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya pada saat terjadinya.

Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions (remeasurements) charged or credited in other comprehensive income in the period in which they arise.

r. Liabilitas derivatif r. Derivative payables

Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan yang diperlukan dan perdagangan) terdaftar di dalam laporan posisi keuangan. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar menggunakan kurs tengah BI pada tanggal laporan atau metode diskonto arus kas. Tagihan derivatif diberikan sebesar keuntungan yang belum direalisasi dari kontrak derivatif. Liabilitas derivatif diberikan sebesar kerugian yang belum direalisasi dari kontrak derivatif.

All derivative instruments (including foreign currency transactions for funding and trading purposes) are recognised in the statement of financial position at their fair values. Fair value is determined based on market value using BI middle rate at reporting date or discounted cash flow method. Derivative payables are presented at the amount of unrealised loss from derivative contracts.

(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

r. Liabilitas derivatif (lanjutan) r. Derivative payables (continued) Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif

disajikan dalam laporan keuangan berdasarkan tujuan Perusahaan atas transaksi yaitu untuk (1) lindung nilai atas nilai wajar, (2) lindung nilai atas arus kas, (3) lindung nilai atas investasi dan (4) instrumen perdagangan, sebagai berikut:

Gains or losses from derivative contracts are presented in the financial conditions based on its purpose designated upon acquisition as (1) fair value hedge, (2) cash flow hedge, (3) net investment in a foreign operating hedge and (4) trading instruments, as follows:

1. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang disetujui dan memenuhi persyaratan instrumen lindung nilai atas nilai wajar dan untung atau rugi atas nilai wajar saling hapus dalam periode akuntansi yang sama. Setiap selisih yang terjadi menunjukkan pertentangan ketidakefektifan nilai langsung dan langsung dari laba atau rugi tahun berjalan.

2. Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas kontrak derivatif yang ditawarkan sebagai lindung nilai atas arus kas diterbitkan. Bagian yang tidak efektif dari lindung nilai yang diberikan pada laba atau rugi yang diterbitkan tahun berjalan.

3. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditawarkan sebagai lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri yang didukung pembaharuan lain, sepanjang transaksi tersebut dianggap efektif sebagai transaksi lindung nilai.

4. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang tidak diperuntukkan sebagai instrumen lindung nilai (atau kontrak derivatif yang tidak memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai)

1. Gain or loss on a derivative contract designated and qualified as a fair value hedging instrument and the gain or loss arising from the changes in the fair value of hedged assets and liabilities is recognized as gain or loss that can be set off one another during the same accounting period / year.

Any difference representing hedge ineffectiveness is directly recognized as gain or loss in the current year.

2. The effective portion arising from gain or loss of derivative contracts, designated as a cash flow hedge instrument is reported as other comprehensive income. The hedge ineffective portion is recognized as a gain or loss in the current year.

3. Gain or loss arising from derivative contracts that are designated as a net investment hedge in a foreign operation is reported as other comprehensive income, as long as the transactions are effectively recognised as hedge transactions.

4. Gain or loss arising from a derivative contract that is not designated as a hedging instrument (or a derivative contract that does not qualify as a hedging instrument) is recognized as gain or loss in the current year.

Lihat Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi instrumen keuangan.

Refer to Note 2c for the accounting policy of financial instruments.

s. Transaksi dengan pihak berelasi s. Transactions with related parties Perusahaan memiliki transaksi dengan

pihak-pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 7 (revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang berelasi adalah orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut:

The Company has transactions with related parties. In accordance with SFAS 7 (revised 2010)

“Related party disclosures”, the meaning of a related party is a person or entity that is related to a reporting entity as follows:

a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

a. A person or a close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person:

i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor;

i. has control or joint control over the reporting entity;

(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) s. Transactions with related parties (continued) Perusahaan memiliki transaksi dengan

pihak-pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 7 (revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang berelasi adalah orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: (lanjutan)

The Company has transactions with related parties. In accordance with SFAS 7 (revised 2010)

“Related party disclosures”, the meaning of a related party is a person or entity that is related to a reporting entity as follows: (continued)

a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: (lanjutan)

a. A person or a close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person: (continued)

ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau

iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.

ii. has significant influence over the reporting entity; or

iii. is member of the key management personnel of the reporting entity of a parent of the reporting entity.

b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut:

i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);

ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya);

iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;

iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;

v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari suatu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor;

vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a);

vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas atau anggota manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);

viii. Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.

b. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:

i. the entity and the reporting entity are members of the same the Company (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others);

ii. one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of member of a company of which the other entity is a member);

iii. both entities are joint ventures of the same third party;

iv. one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity;

v. the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity;

vi. the entity controlled or jointly controlled by a person identified in (a);

vii. a person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity);

viii. An entity, or any member of a group of which it is a part, that provides key management personnel services to the reporting entity or it is parent.

Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 26.

The nature of transactions and balances of accounts with related parties are disclosed in the Note 26.

(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS

Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam rangka penyusunan laporan keuangan dimana dibutuhkan pertimbangan Manajemen dalam menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian aset dan liabilitas.

Certain estimates and assumption are made in the preparation of the financial statements. These often require Management judgement in determining the appropriate methodology for valuation of assets and liabilities.

Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain termasuk harapan atas kejadian yang akan datang.

Management makes estimations and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities within the next financial year. All estimations and assumptions required in conformity with SFAS are best estimations undertaken in accordance with the applicable standard. Estimations and judgements are evaluated on a continuous basis, and are based on past experience and other factors, including expectations with regard to future events.

Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik Manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi semula.

Although these estimations and assumption are based on Management’s best knowledge of current events and activities, actual result may differ from those estimations and assumption.

Sumber utama ketidakpastian estimasi Key sources of estimation uncertainty a. Cadangan kerugian penurunan nilai a. Allowance for impairment losses

Perusahaan menilai penurunan nilai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan.

Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat dari aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diungkapkan dalam Catatan 6 dan 7.

The Company assesses its financial assets measured at amortised cost for impairment at each reporting date. In determining whether an impairment loss should be recorded in profit or loss, management makes judgment as to whether there is an objective evidence that loss event has occurred. Management also makes judgment as to the methodology and assumptions for estimating the amount and timing of future cash flows which are reviewed regularly to reduce any difference between loss estimate and actual loss. The carrying amount of financial assets measured at amortised cost are disclosed in Note 6 and 7. takberwujud Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut.

Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis.

Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset.

Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa depan dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.

The useful life of each item of the Company’s fixed assets and intangible assets are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above.

(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued)

Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) Key sources of estimation uncertainty (continued) b. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap

dan aset takberwujud (lanjutan)

b. Estimated useful lives of fixed assets and intangible assets (continued)

Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset takberwujud dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan dan amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.

A change in the estimated useful life of any item of fixed assets and intangible assets would affect the recorded depreciation and amortisation expense and changes in the carrying values of these assets.

Nilai tercatat aset tetap dan aset takberwujud diungkapkan dalam Catatan 10 dan 11.

The carrying amounts of fixed assets and intangible asset are disclosed in Note

10 and 11, respectively.

c. Penilaian atas instrumen keuangan c. Valuation of financial instruments Seperti dijelaskan dalam Catatan 27, Perusahaan

menggunakan teknik penilaian yang mencakup input yang tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi untuk estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan jenis tertentu. Catatan 27 memberikan informasi rinci mengenai asumsi utama yang digunakan dalam penentuan dari nilai wajar instrumen keuangan.

As described in Note 27, the Company uses valuation techniques that include inputs that are not based on observable market data to estimate the fair value of certain types of financial instruments. Note 27 provides detailed information about the key assumptions used in the determination of the fair value of financial instruments.

d. Liabilitas imbalan kerja d. Employee benefit liabilities Liabilitas imbalan kerja ditentukan berdasarkan

perhitungan aktuarial. Perhitungan aktuaria mengunakan asumsi-asumsi seperti tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan lain-lain.

Employee benefits are determined based on actuarial valuation. The actuary valuation involves making assumptions about discount rate, expected rate of return on investments, future salary increases, mortality rate, resignation rate and others.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2021 2020

Kas di bank Cash in banks

Rupiah Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk 52,757,930,236 57,507,641,680 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk 9,549,402,659 11,209,503,131 PT Bank CIMB Niaga Tbk MUFG Bank, Cabang Jakarta 372,821,401 2,475,207,717 MUFG Bank, Jakarta Branch PT Bank Mizuho Indonesia 321,950,863 1,720,303,677 PT Bank Mizuho Indonesia

PT Bank Resona Perdania 8,540,000 9,970,000 PT Bank Resona Perdania

Jumlah kas di bank 63,010,645,159 72,922,626,205 Total cash in banks

Deposito berjangka (kurang dari 3 bulan) Time deposit (less than 3 months)

Rupiah Rupiah

PT Bank CIMB Niaga Tbk 50,000,000,000 50,000,000,000 PT Bank CIMB Niaga Tbk

Jumlah deposito berjangka Total time deposit

(kurang dari 3 bulan) 50,000,000,000 50,000,000,000 (less than 3 months)

Jumlah kas dan setara kas 113,010,645,159 122,922,626,205 Total cash and cash equivalents Tingkat bunga deposito berjangka per tahun 2.50% - 3.25% 3.25% - 5.50% Time deposit interest rates per annum

Jumlah kas dan setara kas 113,010,645,159 122,922,626,205 Total cash and cash equivalents Tingkat bunga deposito berjangka per tahun 2.50% - 3.25% 3.25% - 5.50% Time deposit interest rates per annum

Dalam dokumen PT SAISON MODERN FINANCE (Halaman 30-52)