Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
Aset keuangan Financial assets
Kas dan setara kas 113,010,645,159 113,010,645,159 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka 220,000,000 220,000,000 Time deposit
Piutang sewa pembiayaan 4,001,591,569 3,280,531,375 Finance lease receivables
Piutang pinjaman 2,691,026,385 2,446,258,413 Lending receivables
Tagihan anjak piutang 154,074,659,377 153,813,284,048 Factoring receivables
Piutang lain-lain 12,788,821 12,788,821 Other receivables
Jumlah 274,010,711,311 272,783,507,816 Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Biaya yang masih harus dibayar 1,209,401,570 1,209,401,570 Accrued expenses
Pinjaman jangka pendek 173,432,000,000 173,432,000,000 Short-term loans
Liabilitas derivatif 15,323,767,477 15,323,767,477 Derivative payables
Liabilitas sewa 205,159,903 205,159,903 Lease liabilities
Utang lain-lain 37,000,319 37,000,319 Other payables
Jumlah 190,207,329,269 190,207,329,269 Total
2020 Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
Aset keuangan Financial assets
Kas dan setara kas 122,922,626,205 122,922,626,205 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka 220,000,000 220,000,000 Time deposit
Piutang sewa pembiayaan 11,530,545,739 9,895,249,500 Finance lease receivables
Piutang pinjaman 3,101,239,028 2,979,407,853 Lending receivables
Tagihan anjak piutang 273,080,118,048 268,296,314,463 Factoring receivables
Piutang lain-lain 391,313,946 391,313,946 Other receivables
Jumlah 411,245,842,966 404,704,911,967 Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Biaya yang masih harus dibayar 2,790,522,509 2,790,522,509 Accrued expenses
Pinjaman jangka pendek 300,234,000,000 300,234,000,000 Short-term loans
Liabilitas derivatif 14,881,357,548 14,881,357,548 Derivative payables
Liabilitas sewa 687,585,806 687,585,806 Lease liabilities
Utang lain-lain 155,567,675 155,567,675 Other payables
Jumlah 318,749,033,538 318,749,033,538 Total
Selain daripada piutang sewa pembiayaan, piutang pinjaman dan tagihan anjak piutang, semua nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan hampir sama dengan nilai wajarnya baik karena jatuh tempo jangka pendek atau menggunakan bunga pada tingkat bunga pasar.
Except for finance lease receivables, lending receivables and factoring receivables, all of the carrying amounts of the Company’s financial assets and financial liabilities recorded at amortised cost in the financial statements approximate their fair values either because of their short-term maturity or they carry market rates of interest.
(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 28. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
(vi) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(vi) Fair value of financial assets and liabilities (continued)
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan untuk tujuan pengukuran nilai wajar
Valuation techniques and assumptions applied for the purposes of measuring fair value
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan ditentukan sebagai berikut:
The fair value of financial assets and financial liabilities are determined as follows:
• Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan adalah hampir sama dengan nilai wajarnya karena memiliki jatuh tempo yang singkat dan juga memiliki tingkat bunga sesuai pasar.
• Management believes that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recorded at amortised cost in the financial statements approximate their fair values either because of their short-term maturities or they carry market rates of interest.
• Estimasi nilai wajar piutang sewa pembiayaan dengan suku bunga tetap tanpa kuotasi nilai pasar ditentukan dengan estimasi arus kas terdiskonto menggunakan tingkat bunga atas piutang baru pada periode yang sama.
• Estimated fair value of finance lease receivables with a fixed interest rate without market price quotation is determined by discounting the estimated future cash flow using rate of new receivables with similar period.
(vii) Risiko operasional (vii) Operational risk Risiko operasional merupakan risiko yang
disebabkan karena kekurangan dan kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem ataupun permasalahan yang berdampak pada operasi Perusahaan. Penanganan risiko operasional dalam Perusahaan dilakukan dengan 3 (tiga) langkah yaitu:
Operational risk is the risk caused by shortcomings and failures of internal processes, human errors, system failures or problems that could bring impact to the Company's operations.
The operational risks in the Company are handled through 3 (three) steps as follows:
• Pengidentifikasian risiko
• Pengukuran risiko
• Manajemen, pengawasan dan pengendalian risiko
• Risk identification
• Risk measurement
• Risk management, supervision and control
Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan proses yang tidak terpisahkan.
The three steps above are inseparable unified process.
29. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN BERSIH 29. NET FINANCING ACTIVITIES RECONCILIATION Rekonsiliasi dari aktivitas pendanaan adalah sebagai
berikut:
Reconciliation from financing activities are as follows:
2021
Perubahan non-kas/
Non-cash changes
Saldo awal/
Beginning balance
Arus kas/
Cashflow
Pergerakan valuta asing/
Movement of foreign exchange
Pergerakan beban transaksi/
Changes in transaction cost
Saldo akhir/
Ending balance
Pinjaman jangka pendek 300,234,000,000 (118,514,000,000) (8,288,000,000) - 173,432,000,000 Short-term loans
Liabilitas sewa 687,585,806 (543,848,000) - 61,422,097 205,159,903 Lease liabilities
Jumlah liabilitas dari Total liabilities from
aktivitas pendanaan 300,921,585,806 (119,057,848,000) (8,288,000,000) 61,422,097 173,637,159,903 financing activities
(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. REKONSILIASI AKTIVITAS PENDANAAN BERSIH (lanjutan)
29. NET FINANCING ACTIVITIES RECONCILIATION (continued) transaction cost
Saldo akhir/
aktivitas pendanaan 196,101,000,000 89,428,396,000 15,283,000,000 109,189,806 300,921,585,806 financing activities
30. KELANGSUNGAN USAHA PERUSAHAAN 30. THE COMPANY’S GOING CONCERN Perseroan memiliki sejarah kerugian yang sebagian
disebabkan oleh penghentian bisnis pelanggan utamanya pada tahun 2017 yang diikuti oleh perubahan strategi bisnis, peningkatan pencadangan karena risiko kredit terkait pandemi covid, dan penekanan pada kualitas kredit. Manajemen berkeyakinan memiliki permodalan dan pendanaan yang cukup untuk memastikan kelangsungan usahanya, dan rencana bisnis untuk mengembalikan profitabilitas Perusahaan minimal dua belas bulan dari tanggal penerbitan laporan keuangan.
The Company has a history of losses due in part to the cessation of business of its main customer in 2017 followed by a change in business strategy, increased provisioning due to covid pandemic related credit risk, and a resulting emphasis on credit quality.
Management believes it has sufficient capitalisation and funding in place to ensure its continuation as a going concern, and a business plan to return the Company to profitability at least twelve months from the date of the issuance of the financial statements.
31. STANDAR AKUNTANSI BARU YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
31. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2021 sebagai berikut:
Financial Accounting Standard Board of Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI) has issued the following new standards, amendments and interpretations, but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2021 as follows:
- Amandemen PSAK 22 “Kombinasi Bisnis”;
- Amandemen PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak”;
- Penyesuaian tahunan PSAK 69 “Agrikultur”
- Penyesuaian tahunan PSAK 71 “Instrumen Keuangan”;
- Penyesuaian tahunan PSAK 73 “Sewa”.
- Amendment to SFAS 22, “Business Combination”;
- Amendment to SFAS 57 “Provision, Contingent Liabilites, dan Contingent Assets regarding Onerous Contracts - The Cost of Fulfilling ”;
- Annual improvements SFAS 69 “Agriculture”;
- Annual improvements SFAS 71 “Financial Instruments”;
- Annual improvements SFAS 73 “Leases”.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2022. Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”;
- Revisi PSAK 107 “Akuntansi Ijarah”;
- Amandemen PSAK 16 “Aset Tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan”;
- Amandemen PSAK 46 “Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal”.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2023.
- Amendment to SFAS 1 “Presentation of Financial Statement”;
- SFAS 25 "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors";
- Revision of SFAS 107 "Accounting for Ijarah";
- Amendment to SFAS 16 “Fixed Assets, regarding proceeds before intended use";
- Amendment to SFAS 46 “Deferred Tax on Assets and Liabilities arising from a Single Transaction”.
The above standard will be effective on 1 January 2023.
(dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31. STANDAR AKUNTANSI BARU YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
31. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2021 sebagai berikut: (lanjutan)
Financial Accounting Standard Board of Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI) has issued the following new standards, amendments and interpretations, but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2021 as follows: (continued) - PSAK 74 “Kontrak Asuransi”;
- Amandemen PSAK 74 “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 – Informasi Komparatif”.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2025.
- SFAS 74 “Insurance Contract”;
- Amendment to SFAS 74 “Insurance Contracts on Initial Application of SFAS 74 and SFAS 71 – Comparative Information”.
The above standard will be effective on 1 January 2025.