GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
3. Kelautan dan Perikanan
2.4 Aspek Daya Saing Daerah
Daya saing adalah adalah kemampuan suatu daerah dalam menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan domestik maupun internasional. Daya saing daerah kini merupakan salah satu isu sentral, terutama dalam rangka mengamankan stabilitas ketenagakerjaan, dan memanfaatkan integrasi eksternal (kecenderungan global), serta keberlanjutan pertumbuhan kesejahteraan dan kemakmuran lokal/daerah. Adapun aspek-aspek yang termasuk dalam daya saing daerah meliputi: 1) kemampuan ekonomi daerah; 2) fasilitas wilayah atau infrastruktur; 3) iklim berinvestasi dan; 4) sumber daya manusia.
2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
Kemampuan ekonomi daerah dapat ditunjukkan dari indikator rata-rata pengeluaran per kapita. Pengeluaran perkapita penduduk semakin meningkat, pada tahun 2008 pengeluaran per kapita hanya sebesar Rp. 646 ribu rupiah, pada tahun 2012 mencapai Rp 659 ribu setiap bulannya. Rata-rata pengeluaran per kapita merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesejahteraan penduduk pada suatu wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masyarakat Kota Tegal dari tahun 2008 sampai tahun 2012 semakin membaik.
Perkembangan rata-rata pengeluaran per kapita dapat dilihat pada Gambar 2.37.
Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014
Gambar 2.40 Perkembangan Pengeluaran Per Kapita Masyarakat Kota Tegal Tahun 2008-2012
Pengeluaran per kapita penduduk Kota Tegal pada tahun 2012 merupakan salah satu yang paling tinggi di wilayah Jawa Tengah. Jika dibandingkan dengan kabupaten sekitar (Brebes, Tegal, dan Pemalang) posisi
Jawa Tengah, pengeluaran per kapita Kota Tegal hanya berada di bawah Kota Surakarta.
Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, 2014
Gambar 2.41 Perbandingan Pengeluaran per Kapita Kota Tegal Dengan Kabupaten Sekitar dan Kota Lainnya di Jawa Tengah Tahun 2012
2.4.2 Fasilitas Wilayah dan Infrastruktur 2.4.2.1 Sarana Transportasi
Kota Tegal merupakan salah satu wilayah yang sangat strategis jika dilihat dari aspek transportasi. Hal tersebut dikarenakan posisi geografis Kota Tegal yang terletak di jalur utama yang menghubungkan bagian barat dan timur Pulau Jawa. Sarana pendukung transportasi yang ada juga cukup baik. Panjang jalan di Kota Tegal mencapai 242,755 Km, sedangkan kondisi jalan yang baik mencapai 69,99% dari total panjang jalan. Selain jalan Kota Tegal juga memiliki infrastruktur transportasi lain yang cukup representatif. Kota Tegal memiliki terminal, stasiun dan juga pelabuhan.
2.4.2.2 Pelayanan Air Bersih
Sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Tegal bersumber dari PDAM dan sumur. Persentase rumah tangga yang sudah mampu mengakses air bersih berdasarkan data dari PDAM Kota Tegal, pada tahun 2012 rumah tangga yang berlangganan air bersih mencapai 12.126 RT. Jumlah tersebut memang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total rumah tangga yang mencapai angka 65.702 RT. Untuk mengatasi hal tersebut upaya yang dilakukan antara lain adalah penyediaan sumur bor bagi masyarakat.
2.4.2.3 Fasilitas Listrik dan Telepon
sebanyak 64.938 dengan daya yang terjual sebesar 16.451.189 KWh, maka pada tahun 2012 jumlahnya naik menjadi 73.277 pelanggan dengan daya yang terjual sebesar 16.366.541 KWh. PLN unit Kota Tegal pada tahun 2012 memiliki daya terpasang sebesar 103.519.710 KWh. Dengan demikian maka ketersediaan listrik di Kota Tegal sudah mampu mencukupi kebutuhan akan daya bagi semua pelanggannya karena rasio daya listriknya mencapai 632,5%.
Fasilitas komunikasi wilayah Kota Tegal juga sudah dilayani oleh PT. Telkom untuk jaringan SST. Jumlah pelanggan PT. Telkom di Kota Tegal pada tahun 2012 mencapai 12.855 sambungan. Dari total pelanggan tersebut 191 di antaranya adalah berupa warung telekomunikasi (wartel) sedangkan sisanya adalah sambungan untuk pribadi.
2.4.2.4 Sarana Penginapan
Kota Tegal merupakan salah satu wilayah yang cukup strategis posisinya. Sebagai wilayah yang memiliki jalur yang ramai maka sarana dan prasarana harus tersedia dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi. Salah satu sarana penunjang yang tersedia di Kota Tegal penginapan/hotel. Saat ini di Kota Tegal telah ada seebanyak 24 penginapan yang terdiri dari beberapa kelas, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang. Jumlah hotel berbintang 3 di Kota Tegal sebanyak 4 buah, hotel bintang 2 sebanyak 1 buah, dan hotel bintang 1 sebanyak 2 buah. Sedangkan yang kelas melati terdiri dari melati 1 sebanyak 15 buah, melati 2 dan 3 masing-masing 1 buah.
2.4.3 Iklim Berinvestasi 2.4.3.1 Angka Kriminalitas
Permasalahan gangguan keamanan memang menjadi masalah yang cukup serius dalam perkembangan wilayah. Hal tersebut juga menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Tegal. Kondisi gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Kota Tegal selama lima tahun terakhir memang mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2008 hanya terjadi 48 kasus saja, pada tahun 2012 angkanya meningkat cukup signifikan menjadi 385 kasus kejahatan. Dari total 385 kasus yang terjadi, pihak kepolisan mampu menangani dan menyelesaikan sebanyak 155 kasus atau sebesar 40,25%.
2.4.3.2 Kemudahan perijinan
Pelayanan perijinan di Kota Tegal saat ini cukup mudah pengurusannya karena telah dilaksanakan secara One Stop Service oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) baik dari aspek kelembagaan, kapasitas SDM, sistem manajemen, sarana prasarana, maupun penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Saat ini BPPT Kota Tegal melayani pengurusan perijinan sebanyak 48 jenis dan 3 jenis layanan non perijinan, dengan waktu penyelesaian yang sudah ditentukan. Waktu penyelesaian masing-masing jenis perijinan dapat
Tabel 2.95
Waktu Penyelesaian Perijinan di BPPT Kota Tegal
No Jenis Layanan Perijinan Waktu
Penyelesaian Layanan Perijinan
1. Ijin Mendirikan Bangunan 8 Hari Kerja
2. Ijin Gangguan 8 Hari Kerja
3. Ijin Pemakaman Dan Perabuan Jenazah 1 Hari Kerja
4. Ijin Pemakaian Tanah Penguasaan Pemkot Tegal 8 Hari Kerja
5. Ijin Pemakaian Kios 7 Hari Kerja
6. Ijin Reklame 4 Hari Kerja
7. Ijin Usaha Perdagangan (Siup) 4Hari Kerja
8. Tanda Daftar Perusahaan (Tdp) 4 Hari Kerja
9. Ijin Usaha Industri 7 Hari Kerja
10. Ijin Perluasan Usaha Industri 7 Hari Kerja
11. Tanda Daftar Industri 7 Hari Kerja
12. Ijin Perluasan Tanda Daftar Industri 7 Hari Kerja
13. Ijin Usaha Pergudangan/Tanda Daftar Gudang 5 Hari Kerja
14. Ijin Usaha Penggilingan Padi, Huller, Dan Penyosohan Beras
7 Hari Kerja
15. Ijin Penimbunan Dan Penyimpanan Minyak 8 Hari Kerja
16. Ijin Trayek Angkutan Umum 5 Hari Kerja
17. Ijin Operasi Angkutan Umum 5 Hari Kerja
18. Ijin Isidentil Angkutan Umum 5 Hari Kerja
19. Ijin Usaha Pariwisata 7 Hari Kerja
20. Ijin Usaha Jasa Kontruksi 7 Hari Kerja
21. Ijin Pembuatan Tambak 6 Hari Kerja
22. Ijin Pengusahaan Tambak 6 Hari Kerja
23. Ijin Lembaga Pelatihan Kerja 8 Hari Kerja
24. Ijin Bursa Kerja Khusus 8 Hari Kerja
25. Ijin Kerja Bidan 5 Hari Kerja
26. Ijin Praktek Bidan 5 Hari Kerja
27. Ijin Tukang Gigi 5 Hari Kerja
28. Ijin Praktek Perawat 5 Hari Kerja
29. Ijin Kerja Perawat 5 Hari Kerja
30. Ijin Klinik Fisioterapis 8 Hari Kerja
31. Ijin Rumah Sakit Bersalin Yang Dikelola Oleh Dokter Spesialis
8 Hari Kerja 32. Ijin Rumah Sakit Bersalin Yang Dikelola Oleh Selain
Dokter Spesialis
8 Hari Kerja 33. Ijin Balai Pengobatan/Klinik Yang Dikelola Oleh Dokter 8 Hari Kerja 34. Ijin Balai Pengobatan/Klinik Yang Dikelola Oleh Perawat
(Selain Dokter)
8 Hari Kerja
35. Ijin Apotik Baru 8 Hari Kerja
36. Perubahan Surat Ijin Apotik Karena Pergantian Apoteker Pengelola Apotik
8 Hari Kerja 37. Perubahan Surat Ijin Apotik Karena Pergantian Pemilik 8 Hari Kerja
No Jenis Layanan Perijinan Waktu Penyelesaian
38. Perubahan Surat Ijin Apotik Karena Pemindahan Lokasi/Alamat Praktek
8 Hari Kerja 39. Perubahan Surat Ijin Apotik Karena Pergantian Nama
Apotik
8 Hari Kerja
40. Ijin Perdagangan Eceran Obat/Toko Obat 8 Hari Kerja
41. Ijin Optik 8 Hari Kerja
42. Ijin Laboratorium Kesehatan Swasta 8 Hari Kerja
43. Ijin/Rekomendasi Pendirian Rumah Sakit 8 Hari Kerja
44. Ijin Pengambilan Air Bawah Tanah 3 Hari Kerja
45. Ijin Prinsip 7 Hari Kerja
46. Ijin/Penetapan Lokasi 7 Hari Kerja
47. Ijin Prinsip Penanaman Modal 3 Hari Kerja
48. Ijin Usaha Penanaman Modal 7 Hari Kerja
Layanan Non Perijinan
1. Sertifikat Laik Sehat 5 Hari Kerja
2. Rekomendasi Pemakaian Alun-Alun 3 Hari Kerja
3. Rekomendasi Keramaian/Tontonan 3 Hari Kerja
Sumber: BPPT Kota Tegal, 2014
2.4.4 Sumber Daya Manusia
Jumlah penduduk Kota Tegal 243.740 jiwa pada tahun 2012. Terdiri dari penduduk usia produktif dan non produktif. Sumber Daya Manusia di Kota Tegal cukup baik dengan tingginya usia produktif yang siap untuk bekerja. Jumlah penduduk yang termasuk dalam usia produktif (15 – 64 tahun) pada tahun 2012 sebanyak 167.293 jiwa atau sebesar 68,63% dari total penduduk Kota Tegal. Sedangkan jumlah penduduk usia non produktif sebanyak 76.437 jiwa (31,37%). Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui bahwa rasio ketergantungan penduduk di Kota Tegal adalah sebesar 45,69% atau dapat diartikan bahwa setiap 100 orang usia produktif mempunyai tanggungan sebanyak 46 orang yang tidak produktif.