• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomer 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, kewenangan daerah terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak meliputi bidang : Pengarusutamaan Gender (PUG), Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Lembaga Masyarakat dan Dunia Usaha, Data dan Informasi Gender dan Anak.

Indikator utama pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). IPG merupakan indeks pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia dalam dimensi yang sama dengan IPM, namun lebih diarahkan untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan, terutama pada indikator pembentuk UHH, rata-rata lama sekolah, angka melek huruf, dan sumbangan dalam pendapatan kerja. IPG Kota Tegal pada tahun 2008 – 2012 cenderung meningkat. Pada tahun 2008 IPG Kota Tegal sebesar 61,71 meningkat pada tahun 2012 menjadi 64,44. Namun demikian dibandingkan dengan Kota-kota di Jawa Tengah Kondisi Kota Tegal menduduki urutan terakhir. Demikian juga Indeks Pemberdayaan Gender. IDG Kota Tegal pada tahun 2008 sebesar 62,08 meningkat pada tahun 2012 menjadi 67,44.

Dalam rangka meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender dilaksanakan beberapa kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut adalah

pengarusutamaan gender. Kelembagaan pengarusutamaan gender

sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri No 15 tahun 2008 yang telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri No 67 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender di Daerah adalah Pokja PUG dan Focal Point. Di Kota Tegal Pokja PUG telah terbentuk namun kondisinya tidak aktif. Sedangkan Focal Point berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana belum terbentuk. Untuk kelembagaan anak telah terbentuk forum anak di tingkat Kota dan satu di tingkat kelurahan.

penganggaran responsif gender. Namun di Kota Tegal penyusunan perencanaan dan penganggaran responsif gender baru dimulai pada tahun 2012 pada 10 SKPD. Lambatnya pelaksanaan perencanaan dan penganggaran responsif gender dikarenakan bimbingan teknis dilaksanakan pada dua tahun anggaran yaitu 2012 dan 2013, selain itu komitmen dari pimpinan untuk melaksanakan PPRG belum optimal.

Kualitas hidup perempuan dan anak di Kota Tegal dapat dilihat dari peran perempuan di Kota Tegal dalam pembangunan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2008 - 2012, Persentase perempuan yang bekerja di lembaga swasta fluktuatif cenderung meningkat. Pada tahun 2008 persentase perempuan yang bekerja di lembaga swasta sebesar 70,41% meningkat pada tahun 2012 menjadi 84,59%. Sedangkan partisipasi angkatan kerja perempuan juga fluktuatif cenderung meningkat. Pada tahun 2009 partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 56,29% meningkat pada tahun 2012 menjadi 57,35%. Gambaran kondisi perempuan bekerja pada tahun 2008-2012 dapat dilihat pada Tabel 2.52.

Tabel 2.52

Kondisi Perempuan Bekerja di Kota Tegal Tahun 2009-2013

No Indikator 2009 2010 2011 2012

1 Persentase Perempuan yang

bekerja di Lembaga Swasta (%) 84,13 84,69 81,59 84,59

2 Partisipasi Angkatan Kerja

Perempuan (%) 56,29 58,05 58,81 57,35

Sumber: RPJMD Provinsi Jawa Tengah, 2014

Rasio kekerasan terhadap perempuan di Kota Tegal relatif kecil. Pada tahun 2009 – 2012 rasio kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa sebagian besar perempuan fluktuatif cenderung turun. Pada tahun 2009 rasio KDRT sebesar 1,85 menurun pada tahun 2013 menjadi 0,57 per 1.000 penduduk. Berdasarkan pelaporan SPM cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan telah dapat tertangani sebesar 100%. Hal ini mengandung arti bahwa semua kasus kekerasan perempuan dan anak yang melapor pada petugas telah ditindaklanjuti seluruhnya. Penanganan yang diberikan adalah bimbingan rohani, penanganan kejiwaan oleh psikiater, medis bantuan pelayanan hukum, rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial. Kasus kekerasan perempuan dan anak yang diselesaikan sampai tingkat pengaduan relatif kecil. Pada tahun 2009 Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebesar 0,13% meningkat pada tahun 2013 menjadi 0,18%. Secara lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.53.

Tabel 2.53

No Indikator 2009 2010 2011 2012 2013

1 Rasio KDRT per 1.000 penduduk 1,85 1,46 0,75 0,81 0,57

2 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang

mendapatkan penanganan pengaduan (%)

100 100 100 100 100

3 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang

mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS.

NA NA NA NA NA

4 Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu (%)

100 100 100 100 100

5 Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (%)

0,13 0,17 0,4 0,28 0,18

6 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang

mendapatkan layanan bantuan hukum. (%)

0 0 0 100 100

7 Cakupan layanan reintegrasi social bagi perempuan dan anak korban kekerasan (%)

0 0 0 100 100

8 Cakupan layanan rehabilitasi social yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu (%)

0 0 0 100 100

9 Persentase Keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak (%)

85 85 85 91 91

Sumber: Bapermas PP dan KB Kota Tegal, 2014

Perlindungan anak di Kota Tegal dapat dilihat dari terlibatnya anak dalam forum anak, Persentase keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak, Cakupan ketersediaan fasilitas informasi layak anak di Kab/Kota , Cakupan ketersediaan lembaga konsultasi bagi orang tua/keluarga tentang pengasuhan dan perawatan anak di Kab/Kota dan Persentase anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memperoleh pelayanan. Pada tahun 2009 – 2013 persentase keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 persentase keterlibatan masyarakat dalam pemenuhan hak anak sebesar 85% meningkat pada tahun 2013 menjadi 91%. Cakupan ketersediaan fasilitas informasi layak anak di Kota Tegal dari tahun 2009 – 2013 relatif sama yaitu 0,03%. Persentase anak yang

memerlukan perlindungan khusus yang memperoleh pelayanan dari tahun 2009 – 2013 sebesar 60%. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.54.

Tabel 2.54

Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Anak di Kota Tegal Tahun 2009 – 2013

No Indikator Capaian

2009 2010 2011 2012 2013

1 Persentase keterlibatan

lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak

85% 85% 85% 91% 91%

2 Cakupan ketersediaan

fasilitas informasi layak

anak di Kota Tegal 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03%

3 Persentase kelompok

anak, termasuk Forum Anak yang ada di Kota, Kecamatan dan Kelurahan

- -

0,74'% 0,74'% 0,74'%

4 Cakupan ketersediaan

lembaga konsultasi bagi orang tua/keluarga tentang pengasuhan dan perawatan anak

6,5'% 6,5'% 6,5'% 6,5'% 6,5'%

5 Persentase anak yang

memerlukan perlindungan khusus yang memperoleh pelayanan

60% 60% 60% 60% 60%

Sumber: Bapermas PP dan KB Kota Tegal, 2014