• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Jumlah Pegawai

2.4. Aspek Daya Saing 1. Pertanian

2.4. Aspek Daya Saing 2.4.1. Pertanian

a. Kontribusi Sektor Pertanian

Seberapa jauh peran sektor pertanian dalam pembangunan Kabupaten Tanjab Barat, dapat dilihat melalui Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjab Barat, sebagaimana tercermin pada Tabel 2.41 di dibawah terlihat bahwa walaupun tidak terlalu dominan kontribusi sektor pertanian masih cukup berperan dalam mendukung perekonomian wilayah Kabupaten Tanjab Barat selama kurun waktu 2000-2008. Pada tahun 2000 sektor pertanian mampu menyumbang sebesar 23,85% dari total PDRB Kabupaten Tanjab Barat dan sampai pada tahun 2007 terlihat menurun menjadi 22,82%. Walaupun kontribusi sektor pertanian ini terus menurun, namun secara riil PDRB nya terus meningkat dari Rp. 266.243,18 juta tahun tahun 2000 menjadi Rp. 459,866.69 juta tahun 2008 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 7,07%.

Kalau ditelusuri lebih lanjut dalam sektor pertanian sampai tahun 2008 ternyata sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 21,3 terhadap Produk Domestik Regional Bruto kepada Kabupaten Tanjung Jabung Barat atas dasar harga berlaku rata-rata. Sumbangan sub sektor perkebunan memberikan kontribusi tertinggi di sektor pertanian dengan sumbangan rata-rata sebesar 10,19 pada tahun 2008. Kalau dilihat lebih jauh peningkatan kontribusi ini tidak terlepas dari perkembangan yang siknifikan dari perkebunan sawit, kelapa, karet dan pinang.

Tabel 2.41.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Barat Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2008 (Juta rupiah)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*) 2006**) 2007***) 2008 GR (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1. PERTANIAN 266.243,58 284.243,48 309.197,40 326.642,35 344.268,56 368.162,18 397.001,08 430.208,43 459,866.69 8,34

a. Tanaman Bahan Makanan 73.733,41 75.307,04 80.308,89 86.412,37 91.389,72 92.543,77 99.287,24 107.546,42 117,968.56 6,51 b. Tanaman Perkebunan 97.957,29 109.894,90 124.325,46 142.013,29 161.162,97 184.349,43 198.942,01 215.935,66 225,964.56 14,11 c, Peternakan dan Hasil-hasilnya 16.143,14 16.506,05 18.075,59 20.531,94 22.324,46 23.185,60 25.257,93 27.605,45 30,135.56 9,37 d. K e h u t a n a n 48.253,15 48.229,28 47.945,08 37.019,38 27.379,81 25.400,33 26.753,06 28.272,56 30,315.65 -8,54 e. Perikanan 30.156,58 34.306,22 38.542,37 40.665,37 42.011,60 42.683,05 46.760,85 50.848,34 55,482.36 9,12

Tabel 2.42.

Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Barat Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2008

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*) 2006**) 2007 ***) 2008 GR (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. PERTANIAN 23,85 22,21 23,46 24,73 23,58 21,99 21.40 21.08 21.53 -1,79 a. Tanaman Bahan Makanan 6,6 6,02 6,1 5,85 5,52 5,05 4.96 4.98 5.29 -4,34 b. Tanaman Perkebunan 8,77 8,71 9,77 10,96 11,38 11,06 10,62 10.39 10.19 3,12 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 1,45 1,27 1,24 1,25 1,23 1,16 1.22 1,23 1,31 -2,45

d. K e h u t a n a n 4,32 3,61 3,4 2,73 1,86 1,56 1,49 1,42 1,48

-16,76

e. Perikanan 2,7 2,6 2,94 3,94 3,59 3,16 3,11 3,06 3,26 2,39

Tabel 2.43.

Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Barat Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2007

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*) 2006**) 2007***)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. PERTANIAN 100,00 106,76 116,13 122,69 129,31 138,28 149,11 161,58

a. Tanaman Bahan Makanan 100,00 102,13 108,92 117,20 123,95 125,51 134,66 145,86

b. Tanaman Perkebunan 100,00 112,19 126,92 144,97 164,52 188,19 203,09 220,44

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 100,00 102,25 111,97 127,19 138,29 143,63 156,46 171,00

d. K e h u t a n a n 100,00 99,95 99,36 76,72 56,74 52,64 55,44 58,59

e. Perikanan 100,00 113,76 127,81 134,85 139,31 141,54 155,06 168,61

Tabel 2.44.

Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Barat Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2007

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*) 2006**) 2007***)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. PERTANIAN - 112,93 125,00 127,96 119,99 113,76 109,66 109,59

a. Tanaman Bahan Makanan - 110,58 119,93 116,31 118,82 111,61 110,55 111,91

b. Tanaman Perkebunan - 120,33 132,81 136,10 130,69 118,57 108,19 108,78

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya - 106,47 115,95 122,17 123,51 114,70 119,45 111,54

d. K e h u t a n a n - 101,41 111,31 97,48 85,88 102,21 107,77 105,81

Tabel 2.45.

Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2000-2007

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*) 2006**) 2007***)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. PERTANIAN - 106,76 108,78 105,64 105,40 106,94 107,83 108,36

a. Tanaman Bahan Makanan - 102,13 106,64 107,60 105,76 101,26 107,29 108,32

b. Tanaman Perkebunan - 112,19 113,13 114,23 113,48 114,39 107,92 108,54

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya - 102,25 109,51 113,59 108,73 103,86 108,94 109,29

d. K e h u t a n a n - 99,95 99,41 77,21 73,96 92,77 105,33 105,68

e. Perikanan - 113,76 112,35 105,51 103,31 101,60 109,55 108,74

Sedangkan pada sektor tanaman pangan dan bahan makanan yang menunjukkan sumbangannya dalam menopang perekonomian yang terus menurun dari 6,60% sejak tahun 2000 menjadi 5,29% pada tahun 2008 atau rata penuruan mencapai 1,79%. Penurunan ini kelihatannya perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah Kabupaten Tanjab Barat ke depan.

Sedangkan untuk sektor Kehutanan kontribusinya terlihat PDRB riil terlihat menurun dari Rp. 48.253,15 juta tahun 2000 menjadi Rp. 30,315.65 tahun 2008 atau turun sampai -8,54%. Sedangkan kontribusinya juga terlihat kecendrungan sangat menurun dari 4,32% tahun 2000 menjadi 1,48% tahun 2008. Keadaan penurunan ini juga seiring dengan kontribusi sector kehutanan provinsi Jambi pada tahun 2007 dalam menopang perekonomian. Penurunan ini juga memberikan “early warning” (peringatan dini) bagi kita bahwa dimasa mendatang kita tidak bisa berharap banyak lagi dari sector kehutanan ini dalam menopang perekonomian daerah. Terlebih lagi sangat menguatnya issu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dewasa ini. Kondisi kritis kehutanan kita selama ini pada hakekatnya tidak terlepas dari sisitim

pengelolaan hutan yang hanya berorientasi pada Produksi tanpa memperhatiakan rehabilitasi dan konservasi hutan sehingga mempengaruhi

‘water balance’ atau keseimbangan pasokan air. Konservasi dan rehabilitasi

hutan merupakan pilihan prioritas yang tidak dapat ditawarkan lagi pada sector kehutanan ini.

Kegiatan sub-sektor peternakan dalam 8 tahun terakhir (2000-2008) terlihat perkembangannya secara riil PDRB nya terus meningkat dari Rp. 16.143,14 juta tahun tahun 2000 menjadi Rp. 30,135.56 juta tahun 2008 namun kontribusinya terhadap nilai tambah sektor pertanian cenderung menurun dalam kurun waktu 2000-2008 dari 1,45% menjadi 1,31% atau secara rata-rata terus menurun yakni mencapai -2.45. Penurunan kontribusi sektor peternakan ini disebabkan sangat pesatnya peningkatan kontribusi sektor-sektor lain. Untuk sektor perikanan merupakan sektor yang memperlihatkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dengan meningkatnya pertumbuhan riil PDRB perikanan dari dari Rp. 30.156,58 juta menjadi Rp. 55,482.36 juta tahun 2008 atau 9,12%. Kenaikan ini seiring dengan meningkatanya kontribusi sektor ini dari 2,7% tahun 2000 menjadi 3,26% tahun 2008 atau naik secara rata-rata 2,39%.

b. Tanaman Pertanian dan Tanaman Pangan

Luas panen, produksi dan produktivitas padi sawah dan ladang Kabupaten Tanjab Barat dapat dilihat pada Tabel 2.46..

Tabel 2.46.

Luas panen, Produksi dan Produkstivitas Padi Sawah dan Ladang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2003-2008.

Keterangan 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pert. Rata-rata (%) Jumlah Pddk Tanjab Barat 227.688 229.737 235.700 237.547 245.460 250,746 1,95

Luas Panen Sawah

(Ha) 14.362 13.929 13.902 14.291 17.473 17.519 4,05

Luas Panen Ladang

(Ha) 1.148 1.711 1.427 1.647 1.791 1.554 6,24

Total Luas Panen 15.510 15.640 15.329 15.938 19.264 19.073 4,22

Produksi padi Sawah

(ton) 49.190 48.564 48.247 49.297 61.990 60.686 4,29

Produksi padi Ladang

(ton) 2.715 4.280 3.343 3.771 4.131 3.680 6,27

Total produksi padi

GKG (ton) 51.905 52.844 51.590 53.068 66.121 64.366 4,40

Produktivitas sawah

(ton/Ha) 3,43 3,49 3,47 3,45 3,55 3,46 0,17

Produktivitas ladang

(ton/Ha) 2,36 2,50 2,34 2,29 2,31 2,0 -3,26

Sumber: Tanjab Barat dalam Angka 2003-2007

Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa telah terjadi peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Tanjab Barat dari 227.688 jiwa tahun 2003 menjadi 250,746 jiwa tahun 2008 dengan laju pertumbuhan 1,95% pertahun. Peningkatan jumlah penduduk ini terlihat seiring dengan meningkatnya kinerja hasil pertanian (padi, sawah dan ladang) terutama di tahun 2007. Kenaikan ini tidak terlepas dari naiknya produktivitas padi sawah dan meningkatnya luas panen padi sawah dan ladang dari 15.510 Ha pada tahun 2003 menjadi 19.073 Ha tahun 2008 dengan laju kenaikan mencapai 4,22%. Kenaikan ini sangat berkontribusi terhadap total produksi padi yang naik dari 51.905 ton GKG tahun 2003 menjadi 64.366 ton tahun 2008 atau naik secara

rata-rata 4,40%. Kenaikan ini sangat mendukung program swasembada di Kab. Tanjung Jabung Barat.

Untuk ke depan adanya gejolak harga pangan dunia terutama beras peningkatan produksi padi ini harus dipertahankan.

c. Ketersedian Beras di Konsumsi

Kalau ditelusuri lagi dalam hal penyedian beras yang tersedia dikonsumsi untuk masyarakat Kabupaten Tanjab Barat, terlihat bahwa sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 sudah mencukupi kebutuhannya sendiri sebagaimana terlihat pada Tabel 2.47. dibawah ini bahkan cendrung surplus.

Pada Tabel 2.47. terlihat bahwa sampai akhir tahun 2007 perbandingan antara beras kebutuhan 28.147 Ton tahun 2007 dengan tersedia dikonsumsi mencapai 41.048 ton tahun 2007 menjadikan Kabupaten Tanjab Barat mengalamii kelebihan sebanyak 12.901 ton beras untuk tahun 2007. Surplus tersebut menjadikan Kabupaten Tanjab Barat masih layak dikatakan lumbung beras di Provinsi Jambi. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil pertanian khusus padi sawah yang diperoleh selama periode tahun 2003 sampai 2007 sangat berlebih sehingga terjadinya surplus beras.

Tabel 2.47.

Ketersedian Beras Kabupaten Tanjab Barat Tahun 2003-2008.

Keterangan 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Pert. Rata-rata

(%)

Jumlah Pddk Tanjab Barat

227.688 229.737 235.700 237.547 245.460 250,746 1,90 (Pertengahan Tahun)

Produksi Padi (GKG) 51.905 52.844 51.590 53.068 66.121 64.366 6,24

Produksi beras (ton) 32.804 33.397 32.605 33.539 41.788 40.679,36 6,24 Tersedia beras dikonsumsi di

rumah tangga (Ton) 32.223 32.806 32.028 32.945 41.048 6,24

Kebutuhan beras Konsumsi

(TON) per tahun 28.743 29.002 29.755 27.240 28.147 -0,52

Plus/minus (Ton) 3.490 3.163 2.273 5.705 12.901 38,66

Persentase kelebihan dari

kebutuhan konsumsi (%) 12,14 10,67 7,64 20,94 45,83 39,39

Tersedia beras

dikonsumsi/kap/thn (kap/thn/kg) 12,14 10,67 7,64 20,94 45,83 39,39

Tersedia beras

dikonsumsi/kap/thn (kap/thn/kg) 141,52 126,24 135,89 138,69 167,23 4,26 Kabupaten Tanjab Barat

Kebutuhan beras Konsumsi

dikonsumsi/kap/thn (kg)- 126,24 126,24 126,24 114,67 114,67 -2,37 Provinsi Jambi

Sumber: Tanjab Barat dalam Angka 2003-2008

Dari perspektif swasembada pangan (beras) kondisi tersebut perlu dipertahankan, karena dalam terminologi swasembada pangan yang ideal adalah ketersediaan beras sampai tingkat rumah tangga paling tidak 90-95% harus dapat disediakan secara mandiri di Kabupaten Tanjab Barat. Dengan capaian ini, untuk ke depan diperlukan strategi dan upaya untuk mencukupi mempertahankan prestasi dari sisi ketersediaan pangan khususnya beras di masa mendatang.

Berdasarkan Tabel 2.48. terlihat daerah yang sangat potensial untuk menghasilkan beras secara berturut-turut adalah Kecamatan Pengabuan dan diikuti oleh Kecamatan Betara dan Tungkal Ilir.

Untuk melihat secara rinci daerah penghasil beras di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat dilihat pada Tabel 2.48. dibawah ini.

Tabel 2.48.

Luas Panen dan Produksi Tanaman Padi Sawah dan Ladang Menurut Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2008.

No Kecamatan

Luas Panen Produksi (Ton) Produksi

(Ha) GKG (Ton) GKG

Sawah Ladang Ladang+ Sawah Ladang Sawah+

Sawah Ladang 1 Tungkal Ulu 1.461 339 1.800 5.147 885 6.032 2 Merlung 6 1.215 1.221 19 2.795 2.814 3 Tungkal Ilir 2.613 0 2.613 8.910 0 8.910 4 Pengabuan 10.509 0 10.509 36.707 0 36.707 5 Betara 2.930 0 2.930 9.903 0 9.903 Jumlah 17.519 1.554 19.073 60.686 3.680 64.366

Sumber: Tanjung Jabung Barat dalam angka 2008

Dalam rangka swasembada pangan terutama beras di Kabupaten Tanjab Barat, ke depan diperlukan upaya intensifikasi padi disamping usaha ekstensifikasi salah satunya bisa saja dengan pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan produksi padi terutama di lima kecamatan potensial penghasil padi di Kabupaten Tanjab Barat.

d. Luas Panen, Produksi dan Produkstivitas Palawija

Untuk melihat luas panen dan produksi palawija dapat dilihat pada Tabel 2.49. Kalau diperhatikan kecenderungan perkembangan luas panen palawija di Kabupaten Tanjab Barat (Tabel 2.49), secara umum dapat dikatakan terjadi kenaikan luas panen palawija di Kabupaten Tanjab Barat

Kenaikan luas panen ini berdampak terjadinya kenaikan produksi palawija secara keseluruhan. Namun kenaikan ini tidak selalu diikuti oleh kenaikan produktivitas palawija dimana produktivitas ubi kayu, ubi jalar,

kacang hijau dan kacang tanah mengalami penurnan. Penrunan ini diperkirakan terkait tidak digunakannya bibit unggal dalam pertanian palawija.

Namun kondisi demikian dari perspektif ketahanan pangan introduksi bibit unggul dan dengan pertanian yang tepat perlu dipkirkan dimasa mendatang.

Tabel 2.49.

Luas Panen Palawija di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2003 – 2008

Uraian Produksi Rata-rata

Pert. (%) 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Luas Panen (Ha)

a. Jagung 300 387 427 333 445 684 17,92 b. Kedelai 120 74 39 112 203 408 27,73 c. Ubi Kayu 174 154 169 142 204 218 4,61 d. Ubi Jalar 53 63 63 60 77 77 7,76 e. Kacang Hijau 26 25 25 19 30 31 3,58 f. Kacang Tanah 31 36 34 39 64 66 16,32 g. Sayur-sayuran 270 456 441 453 556 667 19,83 Produksi (kw) a. Jagung 6368 8370 8850 7140 9500 14.830 18,42 b. Kedelai 1156 820 420 1.078 1.980 5.040 34,24 c. Ubi Kayu 15.397 13.240 14.210 10.107 17.310 18.240 3,45 d. Ubi Jalar 3822 4563 4557 4.342 5450 5.390 7,12 e. Kacang Hijau 260 260 270 190 299 310 3,58 f. Kacang Tanah 333 390 37 420 685 720 16,67 g. Sayur-sayuran 4442,5 7620 7590 11.874 15.593 13.488 24,87 Produktivitas (Kw/Ha) a. Jagung 21,2 21,6 20,7 21,44 21,35 21.68 0,45 b. Kedelai 9,6 11,1 10,8 9,62 9,75 12.35 5,17 c. Ubi Kayu 88,4 86 84 71,18 84,85 83.67 -1,09 d. Ubi Jalar(kw/Ha) 72,11 72,4 72,3 72,36 70,78 70.00 -0,59 e. Kacang Hijau 10 10,04 10,8 10.00 9,97 10.00 0,00 f. Kacang Tanah 10,74 10,8 10.90 10,7 10,7 10.91 0,31 g. Sayur-sayuran (kw/Ha) 16,45 16,7 12,7 26,21 28,04 20.22 4,21

Untuk ke depan permasalahan penurunan luas panen palawija ini perlu dicarikan solusinya misalnya dengan subsidi output produk palawija agar petani bergairah lagi untuk menanamnya dan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraannya.

Berdasarkan Tabel 2.50. terlihat bahwa untuk penanaman jagung cukup tersebar dan terbanyak ditanam di Kecamatan Merlung dan diikuti oleh kecamatan Tungkal Ilir dan Tungkal Ulu. Sedangkan untuk komoditi Kedele terbesar terdapat di Kecamatan Merlung. Untuk kacang hijau sebanyak 228 Ha di tanam di kecamatan Merlung. Untuk ke depan dalam rangka meningkatan ketahanan pangan (swasembada) dapat dilakukan peningkatan produksi dan produktivitas palawija di daerah potensial penghasil palawija melalui intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman palawija.

Tabel 2.50.

Produksi Panen Palawija Menurut Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2008

No Kecamatan

Luas Panen (Ha) Jagung Kacang Kedelai Ketela Pohon Ketela Rambat Kacang Tanah Kacang Hijau 1 Tungkal Ulu 1.660 350 4.720 1760 310 50 2 Merlung 2.630 1.070 4.930 2880 294 228 3 Tungkal Ilir 2.460 560 2.360 380 61 0 4 Pengabuan 1.310 0 4.380 430 0 21 5 Betara 1.440 0 920 0 20 0 Jumlah 9.500 1.980 17.310 5450 685 299

Sumber: Tanjung Jabung Barat dalam angka 2008

2.4.2. Peternakan a. Populasi Ternak

Berdasarkan Tabel 2.51. terlihat bahwa terjadi kenaikan populasi sapi dari 6.554 ekor tahun 2003 menjadi 8.726 ekor tahun 2008 dengan laju

kenaikan 5,89% per tahun. Namun untuk ternak kerbau dimana juga terjadi penurunan populasi ternak kerbau dari 1.169 ekor tahun 2003 menjadi 1004 ekor tahun 2008 dengan laju penurunan -3,00% per tahun. Penurunan juga terjadi pada ternak babi dengan penurunan -5,48% rata-rata per tahun.

Kenaikan populasi ternak juga terjadi pada kambing dari 9.906 ekor tahun 2003 menjadi 19.485 ekor tahun 2008 dengan laju kenaikan 14,49% per tahun. Hal yang sama juga terjadi pada Domba dimana terjadi kenaikan dari 798 ekor tahun 2003 menjadi 1.041 ekor tahun 2008 dengan laju kenaikan 5,46% per tahun Terjadinya peningkatan populasi ini perlu dipertahankan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani di Kabupaten Tanjab Barat.

Tabel 2.51.

Jumlah Populasi Ternak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2003- 2008 (Ekor) JENIS