• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

METODE PENELITIAN

B. Aspek Ekonomi Makro Islam dalam Pendapatan Industri Cannabis

Medis

Dalam menganalisis aspek ekonomi makro islami pada penarikan

keuntungan produksi pengelolaan industricannabismedis, penulis perlu mengkaji barang bukti sitaan negara dari beberapa aspek ekonomi islam, diantaranya; Latar

belakang agama pelaku yang ditangkap, teknis penyitaan barang bukti industri

cannabis medis, jenis barang bukti yang disita dan proses penyitaan barang bukti melalui perang atau tidak.

Aspek-aspek ekonomi islam diatas merupakan faktor terpenting dalam

mengategorikan keuntungan yang diraup oleh Pemerintah adalah ghanimah, fai’,

kharajatau sumber pendapatkan ekonomi islam yang lain.

Pertama, penulis menganalisis berapa banyak pelaku pasar gelap berdasarkan agama.

Tabel 4.4

Jumlah Pelaku Pasar Gelap Berdasarkan Agama

NO. STATUS JENIS KELAMIN JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN 1 Islam 2.090 176 2.266 2 Kristen 396 33 429 3 Katolik 115 3 118 4 Hindu 25 - 25 5 Budha 27 - 27 6 Khonghucu - - -JUMLAH 2.653 212 2.865

Dalam tabel diatas dapat penulis jabarkan bahwa jumlah pelaku pasar

gelap yang beragama Islam memiliki jumlah yang sangat signifikan dibanding

agama lain yang ada di Indonesia.

Dengan jumlah yang signifikan tersebut, penulis menarik kesimpulan

bahwa pelaku pasar gelap yang barang bukti nya disita negara melalui lembaga

Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak hanya mereka yang beragama Islam.

Kedua, barang bukti cannabis yang disita oleh Badan Narkotika Nasional didapat melalui penggrebekan para bandar, pemilik lahan dan penyalahgunaan

cannabis dan barang bukti tersebut ada yang didapat melalui pengembangan dari keterangan para pelaku serta sikap kooperatif para pelaku. Hal ini penulis pahami

berdasarkan berita-berita bahkan tayangan televisi yang menjajakan informasi

tentang penangkapan para pelaku tidak pidana narkotika.52

Jika dengan teknis yang demikian, menurut penulis barang bukti tersebut

tidak sepenuhnya dengan cara paksaan yang melibatkan kekerasan didalamnya

karena melalui sikap kooperatif pemerintah juga berhasil mendapatkan informasi

barang bukti yang akan disiita.

Ketiga, untuk dapat menganalisis keuntungan pengelolaan industri

cannabis medis, penulis harus dapat memahami bahwa produk industri cannabis

medis menggunakan bahan baku yang termasuk jenis barang dasar bahan mentah

Dikarena kan hal tersebut penulis mengategorikan cannabis dalam jenis barang dasar dan bahan mentah yang harus dioleh untuk mendapat nilai jual lebih

dan bukan faktor produksi seperti mesin, kendaraan ataupun alat-alat pabrik.

Keempat, Indonesia pada saat ini menjadikan pelaku pasar gelap narkotika adalah musuh negara yang diperangi demi menyelamatkan bangsa dari

penyalahgunaan Narkotika. Data-data yang dipaparkan penulis merupakan bukti

nyata betapa seriusnya Indonesia dengan penyataan Perang Terhadap Narkotika sejak Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika diberlakukan untuk landasan hukum pidana pada penindakan tindak kejahatan

Narkotika.

Penulis menyimpulkan data barang bukti yang disita negara sejak tahun

2010 hingga 2014 yang penulis jadikan bahan analisi merupakan bahan baku yang

disita negara ketika perang terhadap narkoba sedang berjalan.

Ciri-ciri harta ghanimah pada bab sebelumnya yang penulis kemukanaan adalah harta yang dirampas bukan didapat dari mereka yang islam, jika beragama

islam namun mereka malakukan pemberontakan hartanya berkah dirampas, harta

rampasan yang disita didapat melalui perampasan bukan diberikan atau

diserahkan oleh musuh, barang rampasan merupakan jenis barang bergerakan

yang dapat dimanfaatkan kembali seperti; tawanan perang, peralatan perang

ataupun tanah kekuasaan53dan harta tersebut merupakan dirampas karena musuh

kalah perang.

53

Muhammad Shadiq Afifi,Al-Mutjama’ Al-Islami wa Falsafatuhu Al-Maliyah(Kairo: Maktabah Al-Khanji, 1980), 390.

Sedangkan ciri-ciri harta fai’ diapat dari mereka yang bukan islam atau

kafir, harta tersebut juga diberikan atau ditinggalkan para pemiliknya tanpa ada

paksaan dari pihak negara54, jenis barang dalam harta fai’ lebih luas tidak hanya

barang-barang yang bergerak melainkan segala barang yang didapat dengan jalan

damai dan tanpa perang55, harta fai’ juga merupakan harta yang didapat oleh

merka yang bukan Islam, yang paling penting dalam pengambilan harta fai’yaitu

bukan harta yang didapat melalui proses peperangan.

Kharaj merupakan pajak yang diambl dari para kaum kafir yang daerah kekuasaannya telah ditaklukan. Karena dalam perkembangannya, kharaj tetap dapat diolah dengan beberpa ketentuan yang diberikan pihak pemerintah,

diantaranya :

1. Pihak pengelolaa berhak atas perencanaan penggarapan lahan yang diberikan

pemerintah.

2. Jika diperlukan untuk persediaan pangan bagi ummat dan media latihan para

tentara hal ini diijinkan dilakukan pada lahan-lahan non muslim yang diambil

kharaj–nya.

3. Hasil dari lahan yang dikelola tidak hanya untuk pihak muslim saja.

Hal yang pating terpenting pada kharaj adalah kesuburan lahan tersebut demi memperoleh hasil yang maksimal.

Dari penjelesan aspek indikator pengambilan pendapatan dengan sistem

ekonomi makro islami diatas, maka jika analisis berdasarkan latarbelakang

54

Adi Warman Karim,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam(Jakarta: Grafindo Persada, 2004), 41.

55Said Sa’ad Marthon,Ekonomi Islam: Ditengah Krisis Ekonomi Global

religius asal-usul pemilik bahan baku sebelum kemudian milik negara, cara

mendapatkan bahan baku, jenis barang berdasarkan segi manfaat bahan baku

untuk produksifitas serta situasi kstabilan politik ketika bahan baku didapatkan.

Untuk lebih mudah menyimpulkan penulis menggunakan metode tabulasi

seperti dibawah ini.

Tabel 4.5

KesesuaianCannabisDengan Ciri-Ciri Sumber Pendapatan Sistem Ekonomi Makro Islami

Ciri-ciri Sumber Pendapatan

Ekonomi Makro Islami

/ X Cannabis yang didapat oleh Negara

Ghanimah

1. Non Muslim / Muslim yang memberontak kepada negara 2. Barang rampasan merupakan

berjenis faktor produksi 3. Didapat ketika perang

4. Barang yang didapatkan melalui perampasan

Fai’

1. Non Muslim

2. Tidak ada spesifikasi jenis barang 3. Didapat tanpa perang atau dengan

cara damai

4. Barang didapatkan dengan cara ditinggalkan/dibiarkan dengan kata lain tanpa paksaan

X X

X

1. Non Muslim / Muslim yang memberontak kepada dengan menolak patuh pada undang-undang

2. Merupakan salah satu faktor produksi yaitu bahan baku

3. Negara menyatakan perang terhadapa narkoba sejak amandemen undang-undang ke UU No.35 Thn 2009 maka dari 2010 sudah berjalan perang

4. Bahan bukti didapat melalui paksaan (rampasan) dan kooperatif (damai) 5. Hak milik dan Hak guna adalah milik

Negara

Dalam tabel 4.5 diatas, penulis mengelompokkan beberapa sumber

pendapatan sistem ekonomi islami melalui ciri-ciri yang memiliki benang merah

terhadap ciri-ciri sumber pendapatan negara sistem ekonomi makro islami.

Analisis yang penulis lakukan menyimpulkan bahwa pendapatan yang

didapat melalui pengelolaan industri cannabis medis menggunakan ghanimah

sebagai aplikasi untuk menarik keuntungan terhadap pemerintah Provinsi

Nanggroe Aceh Darussalam. Karena analisis terhadap latar belakang asal-usul

bahan baku industry tersebut lebih memeliki benang merah yang sangat berkaitan

denganghanimah. Kharaj

1. Non Muslim

2. Tanpa ketentuan pemanfaattan barang

3. Hak milik adalah negara sedangkan hak guna dapat diberikan pada pemilik sebelumnya

4. Hasilnya untuk Muslim dan Non Muslim

5. Harus produktif

X

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari analisa yang berhubungan dengan potensi pengelolaan industri

cannabismedis dengan sistem ekonomi makro islami ditatanan masyarakat Aceh, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Pengelolaan industry cannabis medis dengan sistem ekonomi makro islami dengan bahan baku yang didapat dari barang bukti yang disita Negara

melalui Badan Narkotika Nasional menghasilkan pendapatan negara paling

berpotensi pada setiap tahunnya dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang dan pada

tahun 2014 sebesar Rp 2.056.256.190.000 dianggap tahun yang paling potensial untuk menambah pendapatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain itu, penggunaan zakat, kharaj dan jizyah untuk mendapatkan pendapatan secara ekonomi islami pada perjalanan analisis penelitian ini,

dianggap tidak perlu. Hal ini dikarenakan analisis terhadap produk industri

cannabis medis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam lebih memenuhi ciri-ciri untuk dapat dikatakan ghanimah, hal ini diperkuat dengan pernyataan Badan

Narkotika Nasional (BNN) yang mewakili Pemerintah yaitu “Menyatakan Perang Dengan Pasar Gelap Narkotika”. Dengan indikator tersebut dianggap cukup

menjawab hipotesis yang diinginkan peneliti, bahwa pengelolaan industri

dengan sistem ekonomi makro islami, khususnya Provinsi Nanggoroe Aceh

Darussalam.

B. Saran

Dari penelitian yang dilakukan, peneliti ingin memberi saran kepada

lembaga-lembaga yang terkait dalam penelitian ini, seperti Badan Narkotika

Nasional, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Majelis

Permusyawaratan Ulama Aceh dan LSM Lingkar Ganja Nusantara. Diantara

sebagai berikut:

1. Hendaknya barang bukti yang disita oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)

diolah dan dikelola demi mendapatkan pemasukan negara demi terciptanya

tatanan masyarakat yang adil, makmur, sentosa sesuai cita-cita Preambul

Undang-Undang Dasar 1945.

2. Pemerintah Provinsi Daerah Aceh baiknya menggunakan sistem ekonomi

islami juga jangan hanya menggunakan sistem hukum islam saja, demi

terciptanya tatanan masyarakat yang adil, makmur, sentosa yang

mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

3. Realisasikan Fatwa No. 1 tahun 2014 mengenai barang illegal yang

dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh dalam segala bidang.

Dan tetap menjadi penjaga sistem ekonomi islami maupun sistem hukum

4. Dengan penelitian yang saya lakukan ini, Lingkar Ganja Nusantara harus

lebih percaya diri untuk memanfaatkan tanaman cannabis untuk kepentingan bangsa dan negara khususnya pemanfaatan tanaman cannabis medis. Demi menyelesaikan permasalahan ekonomi dalam hal pemenuhan kebutuhan