• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

TINJAUAN TEORITIS

C. Sumber Pendapatan Negara dalam Islam

Pemerintahan Islam di Madina pada tahun pertama Hijriah, belum

mengenal pendapatan Negara bahkan pengeluaran Negara. Rasulullah adalah

penanggung jawab admintistrasi segala aspek kenegaraan serta segala hal yang

menyangkut hokum, beliau hanya menerima hadiah kecil yg biasanya makanan

dari masyarakat. Tahun kedua Hijriah tepatnya ketika surat Al-Anfal turun yang

Negara menerima pendapatan Negara, yang biasanya disebut Khums

(seperlima).32

Berkembangnya islam dalam menjalankan pemerintahan Negara

melahirkan beberapa penetapan tentang sumber-sumber pendapatan Negara dalam

islam yang dikumpulkan dibaitul maladalah sebagai berikut:33

a. Zakat

Pada tahun kedua Hijriah, pendapatan Negara melalui Zakat hanya melalui

Zakat Fitrah, baru pada tahun ke Sembilan Hijriah lah Zakat Mal berjalan.

Sebenarnya, Zakat telah diwajibkan ketika Rasulullah masih berada di Mekkah,

namun nishabnya serta ketentuan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan Zakat,

baru ditetapkan ketika Rasulullah hijrah ke Madinah.

Zakat merupakn tonggak dari sistem perpajakan dalam Negara islam. Itu

merupakan pajak yang wajib dikeluarkan oleh orang-orang kaya yang menjadi

anggota masyrakat muslim.34

b. Harta Fai’ dan Ghanimah

Fai’ merupakan harta kekayaan dari Non-Muslim yang diambil oleh Muslim

dengan jalan damai dan tanpa perang.35Harta fai’ menurut Ibnu Taimiyah adalah

selain ghanimah dan zakat, segala penerimaan Negara masuk ke dalam fai’ serta

32

Nur Chamid,Jejak Langkah Sejarah Ekonomi Islam(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 47.

33

Said Sa’ad Marthon,Ekonomi Islam: Ditengah Krisis Ekonomi Global(Jakarta: Zikrul Hakim, 2007), 108.

34

A.A Islahi,Konsepsi Ekonomi Ibnu Taimiyah(Surabaya: Bina Ilmu, 1997), 266.

35Said Sa’ad Marthon,Ekonomi Islam: Ditengah Krisis Ekonomi Global

(Jakarta: Zikrul Hakim, 2007), 108.

penerimaan Negara yang diperoleh tanpa melalui peperangan dan bukan zakat

juga termasuk fai’.

Pendapat lain tentang fai’ adalah harta peninggalan suku Bani Nahdhir, suku

bangsa Yahudi yang tinggal di pinggiran kota Madinah.36 Harta yang mereka

tinggalkan tidak disebut Ghanimah, melainkan dijakdikan sebagai fai’, yang

kemudian Rasulullah bagikan sesuai ketentuan Allah dan QS Al-Hasyr (59):6.

Ghanimah merupakan jenis barang bergerak yang bisa dipindahkan, harta ini

diperoleh dalam peperangan melawan musuh.37Harta ghanimah adalah tawanan

perang, peralatan perang ataupun tanah kekuasaan. Diluar pembagian tanah, harta

ghanimah dibagikan kepada seluruh orang-orang yang ikut dalam perang, kecuali

seperlimanya yang merupakan hak Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang

miskin dan ibnu sabil. Allah telah menghalalkan harta ghanimah bagi

Rasul-Nya.38

c. Jizyah

Jaza(balasan) merupakan dasar kata dari JIzyah, yang berarti Harta yg wajib dibayarkan oleh Non-Muslim yang tinggal di wiliyah Muslim setelah melakukan

perjanjian untuk beberapa peraturan dengan pemerintah setempat. Dengan

36

Adi Warman Azwar Karim,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam(Jakarta: Grafindo Persada, 2004), 41.

37

M. Nur Rianto Al-Arif,Teori Makroekonomi Islam: Konsep, Teori dan Analisis

(Bandung: Alfabeta, 2010), 160.

38

membayar jizyah, kaum Non-Muslim berhak atas stabilitas keamanan hidup

mereka.39

Rasulullah mewajibkan Jizyah kepada para ahli kitab Non-Muslim, demi

terlindunginya jiwa, property, ibadah, bebas dari nilai dan tidak wajib militer.

Ketetapan besaran jizyah yang dibayarkan pada zaman Rasulullah adalah satu

Dinar untuk orang dewasa yng mampu membayarnya, sesuai dengan ketetapan

Allah dalam QS At-Taubah (9):29.

d. Kharaj

Kharaj merupakan pajak atas tanah yang dipungut kepada Non-Muslim ketika

Khaibar ditaklukkan, pada tahun ketujuh Hijriyah. Jumlah Kharaj yang harus dibayarkan besarannya tetap, yaitu setengah dari hasil produksi.40

Kharaj ditetapkan pertama kali pada masa Khalifah Umar bin Khattab Ra atas

tanah yang berhasil dikuasai oleh kaum Muslimin. Dan terdapat tiga poin yang

dapat kita pahami dari kharaj, diantaranya:41

1. Memberikan kebebasan kepada pemilik untuk memanfaatkan tanah yang

ada.

2. Sebagai persediaan pangan bagi kaum Muslimin, dan tentara bisa tetap

berlatiih untuk meningkatkan kekuatan dengan tidak sibuk terhadap

penggarapan tanah.

39Said Sa’ad Marthon,Ekonomi Islam: Ditengah Krisis Ekonomi Islam

(Jakarta: Zikrul Hakim, 2007), 110.

40

Adi Warman Azwar Karim,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam(Jakarta: Grafindo Persada: 2004), 44.

41Said Sa’ad Marthon,Ekonomi Islam: Ditengah Krisis Ekonomi Global

(Jakarta: Zikrul Hakim, 2007), 111.

3. Proses pemerataan harta kekayaan agar tidak hanya dikuasai oleh kaum

Muslimin.

Kharaj hakikatnya dikenakan kepada tanah yang subur saja, masalah nantinya

akan memperoleh hasil atau tidak, tak dipersoalkan.42

e. ‘Usr

Umar bin Khattab mewajibkan setiap transaksi perdagangan yang berada di

wilayah kekuaasaan Islam wajib ditarik biaya-biaya tambahan yang

diperuntukkan kepada Negara. Saat ini aplikasi ‘usr pada ekonomi konvensional

lebih dikenal dengan biaya ekspor-impor atau bea cukai.

Selain itu pada zaman Rasulullah sebenarnya telah mengambil ‘usr pada hasil

pertanian termasuk buah-buahan, namun pada zaman itu Rasullullah masih

menggunakan istilah zakat mal.43Berbeda dengan kharaj. ‘usr dikenakan hanya

untuk hasil panennya saja, sedangkan untuk peggunaan tanhnya dikenakan

kharaj.44

f. Shadaqah dan Infaq

Shadaqah merupakan amal atas harta benda yang bertujuan untuk

mendekatkan diri kepada Allah SWT.45Besarnya amal tersebut tidak ditentukan,

42

A.A Islahi,Konsepsi Ekonomi Ibnu Taimiyah(Surabaya: Bina Ilmu, 1997), 271.

43

Nur Chamid,Jejak Langkah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 51.

44

A.A Islahi,Konsep Ekonomi Ibnu Taimiyah(Surabaya: Bina Ilmu, 1997), 271.

tetapi dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, keinginan dan kebutuhan individu serta

masyarakat dalah mendekatkan diri kepada Allah.

Negara berhak mewajibkan orang kaya untuk mengeluarkan shadaqah apabila

keuangan di baitul mal tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar masayarakat,

sekalipun sifat dari shadaqah adalah sosial (charity). BAGAN

Sumber Pendapatan Negara Berdasarkan Sumbernya

Di Masa Pemerintahan Rasulullah SAW

BERDASARKAN SUMBERNYA MUSLIM ZAKAT USR ZAKAT FITRAH WAQAF AMWAL FADHILA NAWAIB SHADAQAH NON-MUSLIM JIZYAH KHARAJ USR (5 %) UMUM GHANIMAH FAI UANG TEBUSAN PINJAMAN DARI MUSLIM ATAU NON-MUSLIM HADIAH DARI PEMIMPIM ATAU PEMERINTAH

BAB III