• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Filosofis Sel Punca Embrionik

Dalam dokumen Powered by TCPDF ( (Halaman 72-76)

SEL PUNCA EMBRIONIK DALAM ASPEK YURIDIS DAN ETIKA BIOMEDIS

HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Aspek Filosofis Sel Punca Embrionik

Penggunaan stem cells untuk mengobati penyakit dikenal sebagai Cell Based Therapy. Prinsip terapi adalah dengan melakukan transplantasi stem cells pada organ yang rusak.

Jenis-jenis Transplantasi Sel Punca

1. Transplantasi sel punca dari sumsum tulang (bone marrow transplantation). 2. Transplantasi sel punca darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation). 3. Transplantasi sel induk darah tali pusat.

Tujuan dari transplantasi stem cells ini adalah

1) Mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel baru yang sehat pada jaringan atau organ tubuh pasien

2) Menggantikan sel-sel spesifik yang rusak akibat penyakit atau cidera tertentu dengan sel-sel baru yang ditranspalantasikan.

Ada beberapa alasan penggunaan stem cell dalam cell based therapy:

a. Stem cell dapat diperoleh dari pasien sendiri, artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ donor yang harus match, transplantasi stem cells dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai.

b. Mempunyai kemampuan untuk berproliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang terbatas. Pada luka bakar yang luas jaringan kulit yang tersisa tidak cukup untuk menutupi lesi luka baker tersebut.

c. Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui metoda transfer gen.

d. Mempunyai kemampuan untuk bermigrasi kejaringan target misalnya ke otak e. Mempunyai kemampuan untuk berintegrasi dengan jaringan host dan berinteraksi dengan jaringan sekitarnya

Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan jaringan dapat digunakan metoda SCNT atau terapi kloning adalah suatu teknik yang bertujuan untuk menghindari resiko penolakan atau rejeksi. Pada teknik ini inti sel telur donor dikeluarkan dan diganti dengan inti sel resipien. Sel yang telah dimanipulasi ini kemudian akan membelah diri dan setelah menjadi blastokista maka inner cell massnya akan diambil sebagai embryonic stem cells. Stem cells ini kemudian akan dimasukkan kembali kedalam tubuh resipien dan stem cells ini kemudian akan berdifferensiasi menjadi sel organ (sel pankreas, sel otot jantung dan lain-lain).

Mekanisme pengobatan stem cell pada kasus sirosis/pengerasan hati adalah pertama pengambilan sumsum tulang dari tubuh pasien, kemudian pemisahan ,pemeliharaan, dan pengembangbiakan sel induk diluar tubuh selanjutnya stem cell dimsukkan ke hati pasien maka Stem cell akan bekerja di dalam hati dan berdiferensiasi menjadi sel hati yang baru.

Berdasarkan kemampuannya untuk berdifferensiasi stem cell dibagi menjadi:

1) Totipotent adalah sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi semua jenis sel yatu zigot. Sel ini merupakan sel embrionik awal yang mempunyai kemampuan untuk membentuk berbagai jenis sel termasuk membentuk satu individu yang utuh dan berbagai sel pada embrio yang dapat menyusun plasenta.

2) Pluripotent yaitu stem cells yang dapat berdifferensiasi menjadi 3 lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, dan endoderm) tetapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik seperti plasenta dan tali pusat. Yang termasuk stem cells pluripotent adalah embrionik .

3) Multipotent yaitu stem cell yang dapat berdifferensiasi menjadi banyak jenis sel misalnya hemopoetic stem cells yang terdapat pada sumsum tulang yang mempunyai kemampuan untuk berdifferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang terdapat dalam darah seperti eritrosit, lekosit dan trombosit

4) Unipotent yaitu stem cells yang hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Stem cells mempunyai sifat masih dapat mempebaharui atau meregenerasi diri

Contohnya erythroid progenitor cells hanya mampu berdifferensiasi menjadi sel darah merah.

Berdasarkan sumbernya stem cell dibagi menjadi:

1) Zigot yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu ovum (fertilisasi) 2) Embrionic stem cells yaitu sel-sel stem yang diperoleh dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri atas 50-150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cells biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai dari IVF (in vitro fertilization). Sel stem ini mempunyai sifat dapat berkembang biak secara terus menerus dalam media kultur optimal pada kondisi tertentu dan dapat diarahkan untuk berdifferensiasi menjadi berbagai sel yang terdifferensiasi seperti sel jantung, sel kulit, neuron, hepatosit dan sebagainya.

Cara mendapatkan embryonic stemcells

1. Mengambil dari cabang bayi (embrio) yang didonorkan orang tuanya. 2. Mengambil dari embrio yang digugurkan atau keguguran.

3. Mengambil dari embrio sisa pembuatan bayi tabung.

4. Mengambil dari embrio yang dibuat secara therapeutic cloning.

Cara yang pertama hampir tidak pernah dilakukan, kalaupun ada proses tersebut lebih dekat ke proses nomor dua yaitu embrio yang didonorkan tersebut memang embrio yang telah direncanakan untuk digugurkan atau tidak diinginkan kehadirannya. Cara ke 2-3 digunakan untuk mendapatkan stem cells. Cara ke4 paling rumit karena harus membuat embrio terlebih dahulu dengan jalan menyuntikkan inti sel (nucleus) dari sel dewasa ke dalam sel telur yang telah diambil nucleusnya. Cara ini dikenal dengan istilah somatic cell nuclear transfer (SCNT) yang juga digunakan untuk membuat atau mengkloninng Doli si domba ajaib beberapa tahun yang lalu. Semua cara di atas harus merusak atau membunuh embrio agar dapat mengambil embryonic stem cellsnya (inner cell mass).

3) Embryonic Germ Cell, misalkan sel germinal primodial dari janin 5-9 minggu.

4) Sel Punca Fetal adalah sel primitif yang dapat ditemukan pada organ-organ fetus (janin) seperti sel punca hematopoietik fetal dan progenitor kelenjar pankreas. Fetus yang dapat diperoleh dari klinik aborsi. Misalkan Otak Janin.

5) Stem cell darah tali pusat yaitu stem cell yang diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cells dari darah tali pusat merupakan jenis hematopoetic stem cells.

6) Adult stem cell yaitu mempunyai sifat plastis artinya selain berdifferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya adult stem cells juga dapat berdifferensiasi menjadi sel Jaringan lain pada dewasa seperti pada susunan saraf pusat, adiposa, otot rangka, pankreas, misalnya neural stem cells dapat berubah menjadi sel darah, stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung dan sebagainya.

Cara mengambil adult stemcells yaitu mengambil sel atau jaringan dari tubuh orang dewasa, anak-anak, hewan, dan tali pusat. Beberapa adult stemcells yang sering digunakan dalam stem cell research dan pengobatan adalah haemapoetic stem cells (stem cells darah) yang umumnya didapatkan dari sumsum tulang belakang (bone marrow) dan neuronal stem cells yang diambil dari bagian otak manusia. Pengambilan adult stemcells tidak harus merusak atau membunuh donor karena hanya sebagian kecil jaringan saja yang diambil. Stem cell juga diambil dari orang yang sudah meninggal.

Secara filosofis, sesungguhnya penggunaan sel punca/ stem cell sangat bermanfaat dalam dunia medis. Penerapan sel punca embrionik merupakan hal yang dianggap kontroversial. Hal ini yang seharusnya ditegaskan dalam bentuk regulasi yang jelas.

Dalam dokumen Powered by TCPDF ( (Halaman 72-76)