• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sel Punca di Indonesia. .1 Sel Punca Embrionik di Indonesia

Dalam dokumen Powered by TCPDF ( (Halaman 67-72)

SEL PUNCA EMBRIONIK DALAM ASPEK YURIDIS DAN ETIKA BIOMEDIS

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Pengembangan Sel Punca di Indonesia. .1 Sel Punca Embrionik di Indonesia

Sel punca atau stem cell ditemukan pada semua organisme multiseluler dan merupakan sel tidak dideferensiasi yang dapat dideferensiasikan menjadi sel khusus dan juga bisa dibagi menjadi beberapa sel baru.Sel punca mempunyai dua tipe yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa.Sudah banyak riset dan penelitian yang dilakukan mengenai sel punca dan banyak sekali ditemukan penggunaan atau manfaat baru dari sel punca.Sel punca juga bisa digunakan

95Ibid.

96Ibid.

untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit yang belum mempunyai pengobatan sebelumnya.

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai sel punca yang penting untuk diketahui:98 1. Diabetes, penyakit radang sendi rematik, penyakit parkinson, penyakit alzheimer,

osteoartritis, stroke dan perbaikan sel otak paska trauma kepala, kelainan belajar, perbaikan syaraf tulang belakang paska cedera, kematian sel jantung, kanker, kebotakan, gigi tanggal, gangguan penglihatan, penyakit crohn dan pemulihan luka merupakan jenis penyakit dan gangguan yang bisa diobati dengan menggunakan sel punca. Ini juga yang menyebabkan mengapa diperlukan biaya yang sangat banyak untuk penelitian sel punca.

2. Keunikan dari setiap sel punca adalah sesuatu yang membuat mereka spesial dan mengapa banyak peneliti tertarik untuk meneliti. Tiga keunikan dari karakteristik sel punca adalah mereka merupakan sel yang tidak dideferensiasi, mereka bisa diubah menjadi sel khusus dan seperti sel syaraf maupun sel jantung, sel punca bisa dibagi menjadi berbagai bentuk dari sel lain.

3. Sel punca bisa ditemukan di berbagai tempat di seluruh tubuh. Sel punca bisa dibagi menjadi beberapa tipe seperti tipe sel punca embrionik yang diekstrak dari embrio dan sangat berpotensi karena dapat diubah menjadi bentuk khusus lainnya.Sel punca dewasa merupakan sel punca yang ada pada jaringan tubuh dewasa, misalnya pada sumsum tulang, otak dan darah, tetapi memiliki keterbatasan untuk diubah menjadi sel khusus lainnya.Sel punca tali pusat merupakan sel punca yang diambil dari darah di tali pusat dan merupakan sel punca paling berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit.

4. Ada debat pro dan kontra seputar penelitian dari sel punca embrionik, karena pihak yang kontra menyatakan keraguannya jika pengumpulan sel punca embrionik bisa membunuh potensi dari kehidupan. Tetapi para peneliti tetap melakukan beberapa perbaikan berkaitan dengan hal tersebut, walaupun belum menemukan titik kesuksesan.Pihak yang pro dengan penelitian sel punca embrionik ini berpendapat jika manfaat yang diberikan oleh sel punca tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan potensi kehidupan. Hal lain yang menimbulkan perdebatan adalah kurangnya transparansi dari proses penelitian. Jika proses penelitian berlangsung lebih transparan dan keuntungan dari penelitian ini jelas terlihat, mungkin akan ada perubahan dari persepsi publik mengenai penggunaan sel punca.

5. Ketika sel punca dibagi-bagi, maka akan timbul kesulitan untuk mengidentifikasi spesialisasi dari sel tersebut. Ini adalah salah satu kerugian dari terapi sel punca. Tingkat toksik yang tinggi merupakan masalah lain yang harus segera dipecahkan oleh para ilmuwan dalam

meneliti sel punca ini.

Sangat penting untuk Anda dan orang lain mengerti tentang apa itu penelitian dari sel punca dan bagaimana potensinya dalam mengobati berbagai penyakit mematikan di dunia ini.

Penerapan stemcell di negara-negara maju sudah begitu berkembang dan stemcell dapat digunakan dalam terapi tehadap suatu penyakit. Penyakit tersebut diantaranya stroke, alzheimer’s, leukimia, luka bakar, dan kerusakan sumsum tulang belakang. Cara mendapatkan stemcell yaitu sebagai berikut: 1. 1. Cara mendapatkan embryonic stemcells (sel punca embrio) Mengambil dari cabang bayi (embrio) yang didonorkan orang tuanya.

Mengambil dari embrio yang digugurkan atau keguguran. Mengambil dari embrio sisa pembuatan bayi tabung. Mengambil dari embrio yang dibuat secara therapeutic cloning. 1. 2. Cara mengambil adult stemcells (sel punca dewasa) Adult stemcells dapat diambil dari sel atau jaringan tubuh orang dewasa, anak-anak, hewan, dan tali pusat. Beberapa adult stemcell yang sering digunakan dalam penelitian stemcell dan pengobatan adalah haemapoetic stemcells (stemcell darah)yang umumnya diambil dari sumsum tulang belakang. Berbeda dengan negara maju, di Indonesia stemcell masih mulai diteliti dan Indonesia menggunakan sel punca dewasa karena sel punca dewasa tidak memenuhi hambatan dalam bidang etika, sedangkan sel punca embrio masih banyak masih banyak perdebatan tentang masalah etika.

Tetapi walaupun demikian, stemcell tetap diperdebatkan dalam penggunaannya di Indonesia karena sama-sama diperoleh dari organ-organ manusia. Penerapan stemcell di Indonesia masih menjadi tanda tanya besar karena masih akan terbentur dengan berbagai sistem perundang-undangan di Indonesia. Dibutuhkan adanya kesepakatan dan keseimbangan tujuan dari sudut pandang agama, bioetik, dan riset yang berlaku di Indonesia sehingga keberadaannya benar-benar bisa diterima masyarakat.

Sel punca yang umum digunakan di Indonesia dan banyak diteliti di klinik adalah adult stemcells dari tali pusat sedangkan Penggunaan embryonic stemcells untuk saat ini terbatas hanya untuk tujuan penelitian dan belum diperoleh kesepakatan untuk dapat digunakan untuk aplikasi klinik dikaitkan dengan masalah etik. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari

penggunaan stemcell tidak berarti menjanjikan suatu bentuk penyembuhan yang sempurna karena masih ada bahkan hal yang belum terungkap dan diperlukan penelitian yang mendalam.

Aplikasi stemcell embrio yang mengagumkan membatasi para klinisi karena dihadapkan dengan masalah etika yang mengharuskannya untuk tujuan penelitian. Perkembangan penggunaan stemcell di Asia yang sangat berkembang saat ini yaitu Cina, India, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, dan Singapura. Sedangkan di Indonesia, perkembangan stemcell baru mau berkembang.99

Penelitian mengunakan stemcell merupakan metode terbaru dalam bidang kedokteran dan biologi yang pada dasarnya dilakukan untuk menemukan solusi terbaik dalam mengobati berbagai penyakit yang sulit dicari obatnya seperti leukimia, Alzheimer, diabetes, dan Parkinson. Namun karena penggunaan stemcell menggunakan bagian dari manusia sebagai bahan dasarnya maka metode tersebut menimbulkan pro kontra terutama dalam segi moral dan etika.

Pada dasarnya penggunaan sel punca hanya dapat dilakukan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan serta dilarang digunakan untuk tujuan reproduksi.Selain itu sel punca tidak boleh berasal dari sel punca embrionik. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 834 Tahun 2009 di pengertian pelayanan sel punca huruf B yang mengatur tentang falsafah poin 5 yaitu reproductive stem cell atau sel punca reproduksi , “sel punca embrionik pluripotent dan totipotent dilarang dengan alasan mengganggu martabat manusia”,(menurut peneliti dalam konteks inilah adanya kekaburan norma karena hal tersebut ditempatkan pada ranah falsafah). Embrionic stem cell adalah stem cell yang didapat dari embrio yang sudah dibuahi. Ketika embrio berumur antara tiga sampai lima hari, ia mengandung stem cell, yang sibuk bekerja untuk menciptakan berbagai organ dan jaringan yang akan membentuk janin, fakta uji klinis bahwa sel punca embrionik dapat memberikan manfaat yang luar biasa dalam dunia kesehatan modern. Aspek kepastian hukum dalam konteks ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komersialisasi atau penggunaan sel punca embrionik secara illegal.

99 https://rahaj3n9.wordpress.com/2010/01/09/kontroversi-stemcell-sebagai-penemuan-baru-dalam-dunia-kedokteran/, diakses pada 12-10-2017.

5.4.2 Etika Biomedis Sel Punca Embrionik di Indonesia.

Stemcell bermanfaat besar dalam bidang kedokteran. Pengobatan yang satu-satunya menggunakan sel punca mempunyai potensi penerapan dalam mengatasi berbagai macam jenis penyakit dan kelemahan dari otak. Ada kelompok yang pro dan ada yang kontra dengan stemcell embrio research.

Mereka mempunyai pandangannya masing-masing. Adapun kelompok pro dengan stemcell embrio research terbagi manjadi dua kelompok,yaitu: 1) Kelompok yang mendukung stemcell secara total tetapi menilai bahwa penggunaan stemcell embrio tidak mempunyai nilai moral. 2) Kelompok yang mendukung dan memberikan nilai moral kepada penggunaan stemcell embrio karena menganggap manfaat yang didapatkan dari stemcell jauh lebih besar dari pengorbanan yang dilakukan. Kelompok ini pada umumnya lebih hati-hati dan lebih menyarankan pengunaan sisa embrio tidak terpakai yang disimpan di berbagai klinik bayi tabung.

Banyaknya sisa embrio tersebut dikarenakan dalam proses pembuatan bayi tabung biasanya 10 sampai 12 sel telur yang dibuahi, tetapi hanya 3 atau 4 saja yang ditanam di dalam kandungan. Sebagian besar embrio dibuang hanya sebagian kecil saja yang digunakan. Dengan demikian penggunaan sisa embrio tersebut sebagai bahan stemcell research dianggap lebih baik daripada dibuang sia-sia. Sedangkan kelompok kontra, embrio buatan melalui SCNT maupun sisa embrio dari klinik bayi tabung tetap merupakan calon manusia yang tidak boleh dibunuh atau dirusak.

Namun umumnya mereka tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan terhadap sisa embrio dari klinik bayi tabung yang sudah harus dibuang karena sudah terlalu lama atau tidak ada tempat penyimpanan lagi. Pendapat tersebut merupakan salah satu bagian dari pendapat. Para ahli agama tidak luput juga untuk menanggapi adanya penggunaan stemcell. Para ahli agama mengatakan bahwa penggunaan sel embrionik untuk keperluan apapun tidak diperbolehkan kecuali saat terapi itu menjadi satu-satunya solusi untuk menyelamatkan manusia. Selain itu, kalaupun aplikasi terapi sel punca embrionik pada manusia dilakukan maka harus dengan sangat hati-hati dengan memperhatikan dampaknya terhadap manusia. Namun sungguh pun ilmu dan teknologi kedokteran telah begitu maju masih banyak penyakit yang sampai saat ini belum diketahui obatnya seperti kanker, kelainan genetik, kelainan bawaan, dan lain-lain. 100

Dalam dokumen Powered by TCPDF ( (Halaman 67-72)