GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 Kondisi Umum Daerah
2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi 1 Kondisi Geografis
Kabupaten Kuningan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah timur Provinsi Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif, Kabupaten Kuningan memiliki luas wilayah kurang lebih 119.571,12 hektar atau 1.195,71 km2 (Kuningan Satu Data, 2018) dan dibagi dalam 32 Kecamatan, 361 Desa, 15 Kelurahan, 33 lingkungan, 1.187 Dusun, 1.745 RW dan 5.675 RT. Secara astronomis, Kabupaten Kuningan terletak pada koordinat 108023’ – 108047’ Bujur Timur dan 6045’ -7013’ Lintang Selatan.
Batas wilayah Kabupaten Kuningan meliputi:
a) Sebelah utara dengan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat; b) Sebelah timur dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah; c) Sebelah selatan dengan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat dan
Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah;
d) Sebelah barat dengan Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Kuningan memiliki posisi yang cukup strategis apabila dilihat dari sudut pandang geografis, antara lain disebabkan karena : • Berada pada hulu dari 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu
DAS Cisanggarung, Ciberes-Bangkaderes dan Cijolang, sehingga mempunyai keterkaitan erat dalam pengaturan tata air dengan daerah di bawahnya seperti Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Brebes Jawa Tengah;
• Berada diantara Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Cirebon dan PKN Promosi (PKNp) Pangandaran, terutama kaitan dengan pergerakan orang/barang dari dan ke kedua PKN tersebut; dan
• Berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Kertajati yang saat ini dalam tahap penyelesaian, rencana pembangunan jalan tol Cileunyi – Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) dan jalan tol Cikampek-Cirebon, sehingga ke depan dapat meningkatkan akses transportasi.
Sumber: Bappeda Kabupaten Kuningan, 2018
Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Kuningan
Topografi
bagian selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian timur dengan ketinggian antara 120 mdpl sampai dengan 222 mdpl.
Kondisi wilayah Kabupaten Kuningan yang berada di kaki Gunung Ciremai (lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut) sangat bervariasi yaitu dengan ketinggian antara 250 - 2.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi itupun menyebabkan Kabupaten Kuningan mempunyai kemiringan yang bervariasi. Berikut dapat dilihat luasan berdasarkan ketinggian di Kabupaten Kuningan pada Tabel 2.2. di bawah ini.
Tabel 2.1
Luas Berdasarkan Ketinggian
No Ketinggian Luas (ha) Persentase
1 0 - 500 mdpl 79.634,00 66,69 2 500 – 1.000 mdpl 32.451,44 27,18 3 1.000 – 2.000 mdpl 6.232,08 5,22 4 2.000 – 3.000 mdpl 1.083,88 0,91 5 > 3000 mdpl 7,92 0,01 Jumlah 119.409,31 100,00
Sumber: Revisi RTRW Kabupaten Kuningan
Berdasarkan Tabel 2.2. dapat dijelaskan bahwa ketinggian wilayah Kabupaten Kuningan terluas berada pada ketinggian diantara 0 – 500 mdpl seluas 79.634,00 hektar atau 66,69 % dari luas Kabupaten Kuningan, sedangkan ketinggian wilayah dengan luasan terkecil berada pada ketinggian >3.000 mdpl seluas 7,92 hektar atau 0,01 % dari luas Kabupaten Kuningan.
Morfologi wilayah merupakan struktur luar dari batu-batuan dalam hubungan dengan perkembangan ciri topografis atau denganan kata lain ilmu yang mempelajari tentang batuan dan bentuk luar bumi.
Adapun luas wilayah berdasarkan klasifikasi morfologi di Kabupaten Kuningan dapat dilihat pada Tabel 2.3. di bawah ini.
Tabel 2.2
Luas Berdasarkan Morfologi
No Morfologi Luas (ha) Persentase
1 Datar 3.718,47 3,11 2 Landai 26.093,89 21,85 3 Berombak 32.383,29 27,12 4 Berbukit, Bergelombang 49.195,99 41,20 5 Bergunung 8.017,68 6,71 Jumlah 119.409,31 100,00
Sumber: Revisi RTRW Kabupaten Kuningan, 2018
Berdasarkan Tabel 2.3. dapat dijelaskan bahwa morfologi Kabupaten Kuningan terdiri atas datar, landai, berombak, berbukit, bergelombang dan bergunung. Secara keseluruhan morfologi berbukit bergelombang merupakan yang terluas yaitu sebesar 49.195,99 hektar, sedangkan luasan yang terkecil berada di wilayah morfologi datar seluas 3.718,47 hektar.
Klimatologi
Iklim merupakan keadaan rata-rata peristiwa cuaca dalam periode yang lama dan meliputi daerah yang luas. Sedangkan curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah dalam waktu tertentu. Kabupaten Kuningan termasuk ke dalam wilayah beriklim tropis. Rata-rata suhu udara sepanjang tahun mencapai 27,30C, dengan suhu minimum cenderung sebesar 230C, sedangkan suhu maksimum tertinggi mencapai 320C. Untuk curah hujan, Wilayah Kabupaten Kuningan memiliki curah hujan yang berkisar antara 2.000-3.000 mm/th. Berikut Tabel 2.4. dapat disajikan luasan wilayah berdasarkan curah hujan di Kabupaten Kuningan.
Tabel 2.3
Luas Wilayah Berdasarkan Curah Hujan
No Curah Hujan Luas (ha) Persentase 1 2.000 - 2.500 mm/tahun 47.705,59 39,95% 2 2.500 - 3.000 mm/tahun 12.637,70 10,58% 3 > 3.000 mm/tahun 59.066,03 49,47%
Jumlah 119.409,31 100,00%
Sumber: Revisi RTRW Kabupaten Kuningan, 2018
Berdasarkan Tabel 2.4. dapat dijelaskan bahwa dari luas Kabupaten Kuningan seluas 119.409,31 hektar, sebagian besar wilayah Kabupaten Kuningan merupakan wilayah yang memiliki curah hujan >3.000 mm/tahun yaitu seluas 59.066,03 hektar. Sedangkan luas wilayah terkecil yaitu 12.637,70 hektar merupakan wilayah yang memiliki curah hujan diantara 2.500-3.000 mm/tahun.
Potensi Pengenbangan Wilayah
Berdasarkan dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Kuningan 2011-2031, Kabupaten Kuningan memiliki posisi yang strategis untuk dikembangkan, antara lain dilihat dari aspek sebagai berikut :
1. Kabupaten Kuningan berada pada lintasan jalan nasional yang menghubungkan PKN Cirebon dengan wilayah Priangan Timur dan sebagai jalan alternatif jalur tengah yang menghubungkan PKN Bandung-Majalengka dengan Jawa Tengah, sehingga berpotensi untuk pelayanan jasa arus pergerakan orang/barang, pengembangan sarana dan prasarana transportasi wilayah.
2. Kabupaten Kuningan berdekatan dengan Kota Cirebon sebagai PKN (Pusat Kegiatan Nasional) yang menjadi pusat pelayanan bagi wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, sehingga dapat memberikan pengaruh besar terhadap pembangunan Kabupaten Kuningan.
3. Keberadaan Kabupaten Kuningan dekat dengan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, yang memiliki potensi besar terhadap peningkatan aksesibilitas antar wilayah dan sebagai prasarana penunjang transportasi bagi Kabupaten Kuningan.
4. Kabupaten Kuningan termasuk Kawasan Andalan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). Salah satu sektor unggulan Kabupaten Kuningan dibanding dengan daerah lainnya, yaitu sektor pariwisata dan pertanian yang dapat menyokong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut maupun kawasan sekitarnya.
5. Kabupaten Kuningan termasuk Kawasan Cibening (Cirebon-Brebes-Kuningan) dengan pusat pengembangan wilayah timur Kabupaten Kuningan tepatnya di Cibingbin sebagai kawasan perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
6. Kabupaten Kuningan termasuk salah satu wilayah pengembangan kawasan Metropolitan Cirebon Raya yang berfungsi sebagai daerah penyangga.
Wilayah Rawan Bencana
Kawasan rawan bencana merupakan kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman terjadinya bencana baik akibat kondisi geografis, geologis dan demografis maupun karena ulah manusia. Bencana alam yang berpotensi terjadi di Kabupaten Kuningan diantaranya adalah gerakan tanah letusan gunungapi, dan banjir.
Gerakan Tanah
Berdasarkan Peta Revisi RTRW Kabupaten Kuningan (2018) kawasan rawan gerakan tanah di Kabupaten Kuningan terbagi menjadi kawasan rawan gerakan tanah sangat rendah, rendah, menengah, dan tinggi. Adapun luas kawasan rawan gerakan tanah di Kabupaten Kuningan dapat dilihat pada Tabel 2.6. di bawah ini.
Tabel 2.4
Luas Kawasan Rawan Gerakan Tanah
No Kawasan Rawan Gerakan
Tanah Luas (ha)
1 Sangat Rendah 6.843,67
2 Rendah 42.138,68
3 Menengah 53.368,90
4 Tinggi 15.893,92
Sumber: Revisi RTRW Kabupaten Kuningan, 2018
Berdasarkan Tabel 2.6. diatas, kawasan rawan gerakan tanah menengah dan tinggi tersebar di seluruh kecamatan.
Letusan Gunung Api
Keberadaan Gunung Ciremai yang termasuk jenis gunung api aktif sejak tahun 1960 selain merupakan asset alam yang sangat berharga, namun memiliki risiko bencana alam letusan gunung (erruption), sehingga memerlukan pengendalian pemanfaatan ruang berbasis mitigasi bencana.
Berdasarkan Revisi RTRW Kabupaten Kuningan (2018) luasan kawasan rawan bencana gunung api di Kabupaten Kuningan dapat dilihat pada Tabel 2.7. di bawah ini.
Tabel 2.5
Luas Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Ciremai
No Tipologi Rawan Gerakan Gunung Api Luas (ha)
1
Kawasan Rawan Bencana I Gunung api Ciremai yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan
2.503,86
2
Kawasan Rawan Bencana II Gunung api Ciremai yang berpotensi terlanda aliran awan panas, lava, dan lahar hujan
4.461,09
3
Kawasan Rawan Bencana III Gunung api Ciremai yang selalu terancam aliran awan panas, lava, dan gas beracun
232,10
Jumlah 7.197,05
Sumber: Revisi RTRW Kabupaten Kuningan, 2018
Banjir
Bencana banjir yang sering terjadi di Kabupaten Kuningan dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi serta faktor-faktor kerusakan lingkungan seperti kritisnya daerah resapan air, pendangkalan sungai dan kurang berfungsinya saluran drainase. Lokasi potensi banjir akibat luapan air sungai yaitu di Kecamatan Cimahi, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Cidahu, Kecamatan Luragung dan Kecamatan Cibingbin.
2.1.1.2 Gambaran Demografi
Kondisi demografi Kabupaten Kuningan pada akhir tahun 2019 tergambar dalam jumlah penduduk yang tercatat yaitu 1.080.804 jiwa (Laki-laki: 543.415; perempuan: 537.389) dengan laju pertumbuhan penduduksebesar 0,59 %. Kepadatan penduduk pada tahun 2019 tercatat 905jiwa per km2 (BPS Kabupaten Kuningan, 2020).
Komposisi penduduk menurut umur di Kabupaten Kuningan tergolong kedalam piramida expansive atau piramida penduduk muda, sesuai dengan tabel di bawah ini.
Tabel 2. 6 Jumlah Penduduk Kabupaten Kuningan Menurut Kelompok Umur Tahun 2017-2019
INDIKATOR TAHUN 2017 2018 2019* Demografi 1. Jumlah Penduduk 1.068.201 1.074.497 1.080.804 a. Laki-laki 537.106 540.181 543.415 b. Perempuan 531.095 534.316 537.389 c. Rasio 101,13 101.10 101.12 2. Kepadatan Penduduk (jiwa/km) 893,36 898.63 905
3. Laju Pertumbuhan Penduduk (persen)
0,59 0.59 0,59
4. Jumlah Rumahtangga 274.053 275.668 277.287 5. Jumlah Penduduk menurut Kelompok
umur (jiwa)
a. 0-14 267.566 265.446 263.352
b. 15-64 707.743 712.377 716.626
c. 65+ 92.892 96.674 100.826
6. Angka Beban Tanggungan (ABT) 50.93 50.83 50,82 Sumber: BPS Kabupaten Kuningan,2020
Dari data diatas, pada tahun 2019 komposisi penduduk menurut kelompok umur terdiri atas kelompok penduduk umur muda (<15 tahun) berjumlah 24,37%; kelompok umur produktif (15 – 64 tahun) berjumlah 66,30% dan kelompok umur lanjut usia (>65 tahun) berjumlah 9,33%, dengan Angka Beban Tanggungan (ABT) sebesar50,82% yang artinya setiap penduduk usia produktif secara potensial akan menanggung sebanyak 50 sampai dengan 51 penduduk usia belum/tidak produktif.