• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek manajemen

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR OLEH: NURHABIBI NIM (Halaman 96-100)

V. ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3. Pembahasan

5.3.1. Aspek manajemen

a. Perencanaan

Dalam rekomendasi pemupukan jelas terlihat kegiatan aplikasi pupuk baik lokasi (blok), waktu, dan dosis serta jenis pupuk yang digunakan yang disusun/dibuat berdasarkan hasil analisis daun. Hal ini sesuai dengan pendapat Simatupang et all. (2010) bahwa dosis untuk TM (tanaman menghasilkan) ditetapkan berdasarkan hasil analisis daun dan tanah bagian dari kantor pusat.

Dalam penyusunan perencanaan kebutuhan alat, bahan, tenaga kerja, waktu dan rotasi pemupukan serta cara pemupukan yang dilakukan pihak PT. AMP Plantation Unit I sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari penetapan dalam penggunaan alat yang cukup efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya tujuan pemupukan. Dalam penetapan bahan yang digunakan untuk kegiatan pemupukan mengacu kepada hasil rekomendasi pemupukan yang disusun berdasarkan hasil KCD. Tenaga kerja yang berperan dalam kegiatan pemupukan cukup baik. Jumlah tenaga kerja pemuat dan pengecer pupuk sebanyak 4 orang, supir truk sebanyak 1 orang dan jumlah penabur pupuk sebanyak 8 orang. Tenaga kerja penabur pupuk terdiri dari wanita. Wanita dianggap lebih efektif dan efisien dalam melakukan kegiatan penaburan pupuk. Untuk setiap jenis pupuk yang digunakan dalam kegiatan pemupukan di PT. AMP Plantation Unit I masing-masing waktu pengaplikasiannya berbeda. Dalam perencanaan penentuan waktu pengaplikasian pemupukan sudah cukup baik.

Karena dalam perencanaan penentuan waktu pemupukan mengacu kepada data curah hujan. Sehingga pupuk akan lebih efektif teraplikasi di lapangan. Perencanaan rotasi pemupukan dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi pemupukan yang telah disusun. Untuk tanaman menghasilkan di PT. AMP Plantation Unit I rata-rata rotasi pemupukan dilakukan satu kali setahun kecuali pupuk NPK Super K+. Pemupukan dilakukan dengan cara di sebar melingkar secara merata pada piringan tanaman kelapa sawit dengan jarak 2 m dari batang tanaman kelapa sawit. Pemupukan dengan cara seperti ini kurang efektif dan efisien dalam penyerapan unsur hara, karena tingkat kehilangan pupuk lebih tinggi seperti tercuci oleh air hujan, penguapan, dll. Dalam penyusunan perencanaan kegiatan pemupukan di PT. AMP Plantation Unit I sudah cukup baik dalam mempertimbangkan aspek efektif dan efisien terhadap produkvitas tanaman dan keuntungan perusahaan. Namun lebih mengacu kepada aspek efisien untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan output yang seminim mungkin. Sesuai dengan pendapat Saputra R. A (2011) yang menyatakan bahwa peningkatan efektifitas dan efisiensi pemupukan dapat dicapai melalui manajemen operasional dan rekomendasi pemupukan.

b. Pengorganisasian

Pengorganisasian di bidang pemupukan di PT. AMP Plantation berbeda dengan menurut Silverius Simatupang et all., (2010) yaitu dalam kegiatan pemupukan ditingkat afdeling biasanya dikepalai oleh Asisten Afdeling. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pemupukan adalah Asisten Afdeling, Kepala Gudang, Kepala Transportasi, Mandor 1, Mandor Pupuk, Kerani Transportasi, Karyawan Gudang, Operator Transportasi dan Karyawan Pupuk yang masing-masing mempunyai tugas.

Di PT. AMP Plantation dimulai dari Divisi Manager, selanjutnya Staff Maintenance yang bekerja sama dengan Kepala Gudang dalam penyediaan jumlah dan jenis pupuk yang dibutuhkan. Staff Maintenance juga saling bekerja sama dengan Mandor Transportasi untuk pengangkutan pupuk ke lapangan. Mandor pupuk dengan supir truk dan pengecer pupuk untuk menurunkan pupuk pada beberapa titik lokasi pengeceran pupuk. Mandor pupuk dengan penabur pupuk dalam aplikasi pupuk di lapangan.

Struktur organisasi yang disusun oleh PT. AMP Plantation Unit I sudah cukup efektif dan efisien. Penggunaan garis komando dan garis koordinasi sangat membantu tenaga kerja dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

c. Pelaksanaan

Berdasarkan rekomendasi pemupukan, NPK Super K+ dilakukan dibulan Februari dengan dosis 2,5 kg/pokok. Pemupukan Kieserite seharusnya dilakukan pada bulan April, namun stok pupuk di gudang tidak tersedia sehingga diperlukan penundaan pengaplikasian pupuk Kieserite pada tanaman. Berdasarkan rekomendasi pemupukan, dosis pupuk Kieserite yang digunakan ialah 750 gr/pokok. Pemupukan MOP dengan dosis 1,5 kg/pokok dilakukan pada bulan Juli. Untuk pemupukan Borate, berdasarkan rekomendasi pemupukan yang telah dibuat, pengaplikasiannya dilakukan pada bulan Mei dengan dosis 150 gr/pokok. Sedangkan pada bulan Juni, pupuk Urea diaplikasikan pada tanaman dengan dosis 1,25 kg/pokok. Dan pemupukan Dolomite dilakukan pada bulan April dengan dosis 2 kg/pokok. Serta pupuk Rock Phosphate (RP) diaplikasikan pada bulan Agustus dengan dosis 750 gr/pokok.

Dari beberapa jenis pupuk yang digunakan, mahasiswa hanya mampu melihat secara langsung proses pemupukan Dolomite dan Urea yang dilakukan di PT. AMP Plantation. Hal demikian terjadi dikarenakan terbatasnya waktu mahasiswa. Namun bila dikaji secara keseluruhan untuk setiap jenis pupuk, prosedur dan proses pengaplikasian pemupukan di PT. AMP Plantation cukup sama.

Dalam pengaturan pengaplikasian pemupukan di PT. AMP Plantation cukup baik. Penabur dibagi menjadi dua tim. Tim 1 berada pada bagian Timur blok, dan tim yang lainnya berada pada bagian Barat blok. Masing-masing penabur mendapat bagian separuh dari luasan blok tersebut. Misalnya dalam 1 baris blok terdapat 24 pokok, tim penabur 1 mendapat bagian 12 pokok dan tim penabur 2 mendapat bagian 12 pokok pula. Setelah blok tersebut selesai dipupuk, penabur bergerak ke blok berikutnya dan bekerja sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

Kegiatan pemupukan di PT. AMP Plantation dilakukan cukup efektif dan efisien. Lima prinsip pemupukan sudah dilakukan dengan cukup baik. Walaupun ada salah satu jenis pupuk yang pengaplikasiannya ditunda karena stok pupuk tidak tersedia, namun keterlambatan atau penundaan pemupukan Kieserite tersebut diusahakan tidak dalam jangka waktu yang lama. Sehingga penundaan pengaplikasian pupuk Kieserite tidak terlalu bermasalah bagi tanaman. Menurut Simatupang et all., (2010), pemupukan yang efektif dan efisien ialah harus sesuai dengan lima prinsip yang tepat dalam pemupukan yaitu tepat waktu, tepat dosis, tepat cara, tepat jenis dan tepat tempat. Pemberian jenis pupuk berdasarkan tepat urutan merupakan prinsip dalam pemupukan dimana dalam pengaplikasian pemupukan dilakukan berdasarkan urutan jenis pupuk sesuai

dengan fungsi dan sifat dari pupuk itu sendiri. Dalam pelaksanaan kegiatan pemupukan di PT. AMP Plantation sudah cukup sesuai dengan prinsip berdasarkan tepat urutan. Hal ini dapat dilihat dari jadwal kegiatan masing-masing jenis pupuk yang salah satunya mengacu kepada data curah hujan. d. Pengawasan

Pengawasan pemupukan dilapangan dilakukan oleh Staff Maintenance, Mandor dan Security. Sedangkan di gudang pengawasan dilakukan oleh Kepala Gudang. Ka Phase dan Divisi Manager melakukan pengawasan dengan memeriksa laporan Staff Maintenance, Kepala Gudang dan Mandor Transportasi pemupukan berdasarkan tugasnya masing-masing. Sedangkan menurut Simatupang et all,. (2010), pengawasan dalam pemupukan hanya dilakukan oleh Mandor. Dalam kegiatan pengawasan pemupukan ini, jelas terlihat bahwa PT. AMP Plantation melakukan pengawasan dengan baik dan ketat. Sehingga resiko kehilangan pupuk dapat diminimalisir, pengaplikasian pupuk sesuai dengan aturan dan prosedur dapat dijalankan dengan baik.

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR OLEH: NURHABIBI NIM (Halaman 96-100)

Dokumen terkait