• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAHKesehatan

2.3. ASPEK PELAYANAN UMUM 1 Fokus Layanan Urusan Wajib

1. Pendidikan

Di Kabupaten PEGAF sudah didirikan dan dikelola PAUD. Sampai saat ini, jumlah PAUD sebanyak 30 unit, yang menyebar di distrik Sururey (1 unit), Didohu (2 unit), Anggi (1 unit), Taige (2 unit), Anggi Gida (4 unit), Membey (1 unit), Minyambouw (10 unit) dan Hingk (9 unit). Distrik-distrik yang lain belum didirikan PAUD. Sampai saat ini belum ada Sekolah Taman Kanak Kanak (STK) di Kabupaten PEGAF.

Jumlah sarana pendidikan dasar di Kabupaten PEGAF pada tahun 2015 disajikan pada Tabel II-26.

a. Angka Partisipasi Sekolah

Tingkat pratisipasi sekolah adalah parameter penting untuk mengukur kinerja pembangunan bidang pendidikan. Angka partisipasi sekolah dapat di lihat pada tabel berikut.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Tabel II-27.

Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun 2013-2015 Kabupaten Pegunungan Arfak

No. Jenjang Pendidikan 2013 2014 2015

1 SD

1.1 jumlah murid 7-12 tahun 0 0 0

1.2.

jumlah penduduk kelompok usia 7-

12 tahun 0 0 0

1.3 APK SD/MI 0 0 121.95

2 SMP/MTs

2.1 Jumlah murid usia 13-15 tahun 0 0 0

2.2.

Jumlah penduduk kelompok usia

13-15 tahun 0 0 0

2.3 APK SMP/MTs 0 0 53.55

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel diatas menjelaskan bahwa angka partisipasi sekolah untuk tingkat sekolah dasar pada tahun 2015 adalah 125.95, yang artinya bahwa dari 1000 penduduk anak usia sekolah (SD) 121 orang diantaranya ikut berpartisipasi dalam pendidikan sekolah dasar. Mayoritas anak usia sekolah belum berpartisipasi dalam pendidikan. Sama halnya juga dengan usia anak sekolah SMP yang hanya asebesar 53.55 orang.

Tabel II-28.

Angka partisipasi kasar Sekolah (APK) Tahun 2013-2015 Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik SD/MI SMP Jumlah murid usia 7-12 tahun jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APK SD/MI Jumlah murid usia 13- 15 tahun Jumlah penduduk kelompok usia 13- 15 tahun APK SMP/MTs 1 Sururey 0 0 0 0 0 0 2 Didohu 0 0 0 0 0 0 3 Anggi 0 0 0 0 0 0 4 Taige 0 0 0 0 0 0 5 Aggi Gida 0 0 0 0 0 0 6 Membey 0 0 0 0 0 0 7 Minyambouw 0 0 0 0 0 0 8 Hingk 0 0 0 0 0 0 9 Catubouw 0 0 0 0 0 0 10 Testega 0 0 0 0 0 0 Jumlah 121.95 53.55

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Angka partisipasi sekolah untuk SD dan SMP pada tingkat distrik (Tabel II-27) belum bisa dihitung karena tidak tersedia data yang memadai/cukup.

Data ketersediaan fasilitas sekolah menurut penduduk usia sekolah, di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Tabel II-29

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Kabupaten Pegunungan Arfak

No. Jenjang Pendidikan 2013 2014 2015

1 SD

1.1 Jumlah gedung sekolah 0 49 0

1.2 jumlah penduduk kelompok usia 7-12 0 0 0

1.3 Rasio 0 0 0

2 SMP

2.1 Jumlah gedung sekolah 0 8 0

2.2 jumlah penduduk kelompok usia 13-15 0 0 0

2.3 Rasio 0 0 0

Sumber: Kabupaten Pegaf Dalam Angka 2014.

Dari data tabel di atas dapat dijelaskan bahwa fasilitas gedung sekolah baik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama belum tersedia secara merata. Dengan demikian, diharapkan bahwa selama 5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, dapat tersedia fasilitas dimaksud secara merata sehingga dapat terjangkau.

Data ketersediaan fasilitas sekolah menurut distrik, di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-30

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Menurut Distrik Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik SD/MI SMP Jumlah gedung sekolah jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun Rasio Jumlah Gedung Sekolah Jumlah penduduk kelompok usia 13- 15 tahun Rasio 1 Sururey 4 0 0 1 0 0 2 Didohu 8 0 0 1 0 0 3 Anggi 4 0 0 1 0 4 Taige 4 0 0 1 0 0 5 Aggi Gida 3 0 0 0 0 0 6 Membey 2 0 0 0 0 0 7 Minyambouw 9 0 0 1 0 0 8 Hingk 9 0 0 1 0 0 9 Catubouw 4 0 0 1 0 0 10 Testega 2 0 0 1 0 0 Jumlah 49 8

Sumber: Kabupaten Pegaf Dalam Angka 2014.

Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rat di setiap distrik memiliki empat unit gedung sekolah yang dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar di tingkat SD, sedangkan di tingkat SMP rata-rat hanya memiliki satu unit gedung sekolah. Berdasarkan identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan dapat disampaikan bahwa perlu dilakukan identifikasi kebutuhan gedung-gedung

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

sekolah mulai dari SD sampai dengan SMP dan direncakan untuk pengadaannya.

Data jumlah guru dan murid sekolah, di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-31

Jumlah guru dan murid di Kabupaten Pegunungan Arfak

No Jenjang 2013 2014 2015 1 SD 1.1 Jumlah guru 0 186 0 1.2 Jumlah murid 0 5702 0 1.3 Rasio 0 3.26 2.73 2 SMP 2.1 Jumlah guru 0 68 0 2.2 Jumlah murid 0 943 0 2.3 Rasio 0 7.21 3.48

Sumber: Kabupaten Kabupaten Pegaf, 2014; BPS Kabupaten Manokwari, 2015

Tabel di atas menunjukkan bahwa rasio guru terhadap murid pada tahun 2014 sebesar 3.26 yang artinya bahwa satu orang guru dapat melayani tiga orang murid, sedangkan pada tahun 2015 angka rasio turun menjadi 2.73 (3), yang juga berarti bahwa satu orang guru melayani tiga orang murid. Rasio ini menunjukkan bahwa jumlah guru yang ada baru melayani sedikit murid (rasio ideal adalah 1 orag guru melayani 26 orang murid).

Selanjutnya rasio guru dan murid untuk jenjang SMP pada tahun 2014 adalah 7.21, artinya satu orang guru melayani 7 orang murid, sedangkan pada tahun 2015 turun jauh menjadi 3.48.

Data jumlah guru dan murid menurut distrik pada jenjang pendidikan dasar di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

TabeL II-32.

Jumlah guru dan murid jenjang pendidikan Dasar Kabupaten Pegunungan Arfak

No Distrik SD SMP Jumlah guru Jumlah murid Rasio Jumlah guru Jumlah murid Rasio 1 Sururey 19 628 3.03 0 0 0 2 Didohu 27 1166 2.32 0 0 0 3 Anggi 21 696 3.02 15 139 10.79137 4 Taige 17 797 2.13 0 0 0 5 Aggi Gida 8 170 4.71 0 0 0 6 Membey 5 148 3.38 0 0 0 7 Minyambouw 46 1218 3.78 4 45 8.89

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

8 Hingk 19 381 4.99 0 0 0

9 Catubouw 9 270 3.33 0 0 0

10 Testega 8 228 3.51 0 0 0

Jumlah 179 5702 3.14 68 1342 5.07

Sumber: Kabupaten Pegunungan Arfak Dalam Angka, 2014, 2015.

Tabel di atas menunjukkan bahwa distrik dengan jumlah guru terbanyak adalah distrik Minyambouw diikuti oleh distrik Didohu dan Anggi; sedangkan distrik dengan jumlah murid paling sedikit adalah Membey, diikuti oleh Testega dan Anggi Gida serta Catubouw. Untuk jumlah guru SMP terbnayak adalah pada distrik Anggi sebanyak 15 orang.

Data jumlah sarana pendidikan di kabupaten Pegunungan Arfak disajikan pada tabel berikut:

Tabel II-33.

Jumlah Sarana Pendidikan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Tahun 2015.

No. Distrik PAUD STK SD SMP SMU SMK

1 Sururey 1 4 1 2 Didohu 2 8 1 3 Anggi 1 4 1 1 4 Taige 2 4 1 5 Anggi Gida 4 3 6 Membey 1 2 7 Minyambouw 10 9 1 1 8 Hingk 9 9 1 9 Catubouw 4 1 3 10 Testega 2 1 Jumlah 30 0 49 8 2 3

Sumber: Kabupaten Manokwari Dalam Angka Tahun 2013.

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah sarana pendidikan dasar di Kabupaten PEGAF adalah 49 unit, yang menyebar di distrik Sururey (4 unit), Didohu (8 unit), Anggi (4 unit), Taige (4 unit), Anggi Gida (4 unit), Membey (1 unit), Minyambouw (9 unit), Hingk (9 unit), Catubouw (4 unit) dan Testega (2 unit).

Jumlah peserta didik dan tenaga pendidikan di Kabupaten PEGAF tahun 2015 di Kabupaten PEGAF tahun 2015 disajikan pada tabel berikut:

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Tabel II-35.

Jumlah Peserta Didik dan Tenaga Pendidikan, Tahun 2015 Kabupaten Pegunungan Arfak.

No. Distrik PAUD SD SMP SMU SMK Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru 1 Sururey 29 2 628 19 104 1 2 Didohu 53 2 1166 27 97 2 3 Anggi 26 2 696 21 175 5 139 15 4 Taige 52 7 797 17 62 5 5 Anggi Gida 82 8 170 8 118 2 6 Membey 17 2 148 5 7 Minyambouw 17 20 1218 46 190 6 45 4 8 Hingk 26 18 381 19 103 2 9 Catubouw 270 9 74 2 10 Testega 228 8 20 3 Jumlah 302 61 5702 179 943 28 184 19 0 0

Sumber: Kabupaten Manokwari Dalam Angka Tahun 2013.

Data menunjukkan bahwa jumlah murid pada sarana pendidikan di Kabupaten Pegaf, sebagai berikut: jumlah murid PAUD adalah 302 orang, SD 5.702 orang, SMP sebanyak 943 orang, SMU sebanyak 184 orang, dan SMK belum ada data.

Deskripsi umum keadaan dan permasalahan pendidikan SD di Kabupaten PEGAF disajikan pada uraian berikut: Sekolah Dasar di Kabupaten PEGAF didominasi SD berstatus swasta (YPPGI), yang menyebar pada 11 Distrik yaitu Sururey, Dedohu, Anggi, Taige, Anggi Gida, Membey, Minyambouw, Hingk, dan Catubouw. Guru-guru bekerja apa adanya karena situasi lingkungan dan sosial budaya yang belum cukup mendukung semangat kerja. Fasilitas pendidikan dan fasilitas perumahan bagi guru terbatas. Jumlah murid tiap kelas kurang dari 20 orang murid. Dengan demikian guru untuk membimbing siswa secara matematika relatif ringan. Semangat murid yang berpendidikan cukup baik. Disiplin murid mengikuti pendidikan cukup baik. Tidak ada komite sekolah. Orang tua berpandangan bahwa tiap tahun anak mereka harus naik kelas. Jika anak mereka tidak naik kelas, mereka mengancam, bahkan merusak sarana pendidikan. Itulah salah satu sebab rendahnya mutu pendidikan pada SD di Kabupaten PEGAF.

Permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten PEGAF yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: (1) Fasilitas pendidikan masih terbatas; (2) Displin guru berkarya belum sesuai harapan karena pengaruh berbagai hal seperti terbatasnya jumlah dan kualitas rumah yang mendukung kinerja di daerah

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

dingin ini; Selain dari itu, di di desa–desa belum tersedia semua kebutuhan hidup sehari-hari; (3) Banyak guru yang tidak betah atau tidak aktif mengajar karena hak-hak mereka sering kurang lancar diurusnya; (4) Tidak ada penerangan pada siang dan malam hari; (5) Banyak murid belum bisa membaca dan mengitung; (6) Tunjangan sertifikasi dan daerah terpencil dinyatakan guru sebagai hak mereka yang belum pernah dinikmati mereka; (7) Kekurangan tenaga pengajar (guru) dirasakan untuk pelajaran IPA, biologi, bahasa inggris, kimia dan fisika; (8) Kemampuan akademik siswa lambat; (9) Orangtua pasti mengamuk kepara guru kalau anak mereka tidak naik kelas: (10) Guru yang aktif mengajar hanya 4 orang (1 guru dari Yayasan Indonesia cerdas, 3 guru honor daerah).

Penyebaran pendidikan SMP dan SMA/SMK di Kabupaten PEGAF pada tahun 2015 adalah bahwa SMP sebanyak 8 unit dan SMU sebanyak 2 unit serta SMK 3 unit. Peserta didik SMP berjumlah 943 siswa dan jumlah tenaga pendidiknya sebanyak 28 orang, untuk SMU jumlah siswa sebanyak 184 dengan tenaga pendidik sebanyak 19 orang, sedangkan SMK tidak ada siswa dan tenaga pendidik, sementara sarananya sudah terdapat 3 unit.

Deskripsi Umum keadaan pendidikan dan permasalahan serta kebutuhan pendidikan SMP di Kabupaten PEGAF adalah sebagai berikut: bahwa di Kabupaten Pegaf terdapat beberapa SMP. Satu di antaranya adalah SMP Negeri 04 Anggi yang berkedudukan di Irai, ibu kota Kabupaten Pegaf. SMP ini merupakan SMP Negeri pertama dan utama di Anggi sebelum pemekaran Kabupaten Manokwari menjadi Kabupaten Pegaf.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung aktif. Setiap hari dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 12.00 siang dengan 1 kali istirahat. Sekolah ini terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas I, II dan III. Siswa SMP 04 Anggi selain berasal dari Distrik Anggi sendiri juga ada yang berasal dari luar Anggi seperti Distrik Taige, Distrik Testega, dan Kampung Suitebey. Siswa yang berasal dari luar Distrik Anggi menuju ke sekolah dengan berjalan kaki.

Fasilitas pendidikan yang terdiri dari alat-alat praktikum laboratorium bantuan Pemda, cukup membanggakan, namun alat-alat laboratorium tersebut belum bisa digunakan karena tidak ada guru yang mampu menggunakan peralatan tersebut sesuai kompetensinya.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Kesadaran siswa untuk belajar cukup baik terlihat dari proses belajar aktif yang berlangsung setiap saat. Tiap kelas terdiri dari 20 orang siswa. Kebanyakan siswa adalah perempuan. Mayoritas siswa beragama Kristen, hanya 1 siswa Islam.

Selain itu, siswa juga aktif melakukan kegiatan olahraga bola voli dan sepak bola di halaman sekolah. Namun hal ini tidak didukung dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Selain itu, salah satu hal yang mendorong siswa aktif bersekolah adalah tidak ada uang SPP yang dibebankan kepada siswa. Siswa hanya dibebankan uang pendaftaran sebesar Rp. 1.000.000,00 yang dapat dicicil sesuai kemampuan orangtua siswa. Uang tersebut digunakan untuk membeli pakaian seragam putih biru, baju olahraga dan seragam batik siswa. SMP 04 Anggi menerima dana BOS yang dibayarkan tiap triwulan yang digunakan untuk : pakaian seragam guru, amplop guru (Rp. 300.000,00 sampai Rp. 700.000,00 per guru), bayar penjahit untuk seragam sekolah siswa. Bahan ajar sudah tersedia dalam kurikulum KTSP.

Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi di lapang dengan informan kunci, berikut ini disajikan deskripsi identifikasi masalah dan potensi yang didapat dalam bidang jenjang pendidikan SMP Negeri 04 Anggi sebagai contoh adalah sebagai berikut:

1. Fasilitas pendidikan masih terbatas. Memang fasilitas laboratorium sudah ada, namun belum bisa digunakan karena tidak ada guru yang mampu menggunakan peralatan tersebut sesuai kompetensinya.

2. Displin guru berkarya belum sesuai harapan karena pengaruh berbagai hal seperti terbatasnya jumlah dan kualitas rumah yang mendukung kinerja di daerah dingin ini; Selain itu, di Anggi belum tersedia semua kebutuhan hidup sehari-hari. Memang bahan makanan sudah dijual pada kios- kios yang ada, namun harganya relatif mahal.

3. Honor yang diterima guru tiap tiga bulan dirasa masih sangat kurang oleh guru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Guru honor daerah menerima : Rp. 2.000.000,- per bulan dan guru kontrak menerima : Rp. 2.500.000,- per bulan dipotong pajak Rp. 200.000,-. Jadi guru kontrak menerima gaji Rp. 2.300.000,- per bulan. Honor dibayarkan di

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Manokwari dengan membayar biaya transport Anggi – Manokwari PP sebesar Rp. 400.000,-

4. Lampu/Listrik menyala dari jam 6 sore – 12 malam

5. Pembagian siswa dalam kelas dilihat berdasarkan keadaan fisik tubuh. Jika tinggi besar masuk kelas III, badan siswa ukuran sedang masuk kelas II, dan kalau badan siswa kecil masuk kelas I. Hal ini merupakan salah satu penyebab siswa banyak yang belum bisa membaca dan mengitung;

6. Tunjangan sertifikasi dan daerah terpencil dinyatakan guru sebagai hak mereka yang belum pernah dinikmati guru;

7. Kekurangan tenaga pengajar (guru) dirasaan untuk pelajaran IPA, Biologi, Bahasa Inggris, Kimia, dan Fisika;

8. Kemampuan akademik siswa lambat;

9. Guru yang aktif mengajar hanya 4 orang (1 guru dari Yayasan Indonesia Cerdas, dan 3 guru honor daerah).

Deskripsi Umum keadaan pendidikan dan permasalahan pendidikan SMA/SMK di Kabupaten PEGAF adalah sebagai berikut:

SMA di Pegaf ada 6 unit dan SMK sebanyak 2 unit. Kehadiran SMA/SMK tersebut setelah Kabupaten PEGAF terbentuk. SMA antara lain tersebar di distrik Sururey ,Tombrok,Anggi dan Minyambouw. SMK sebanyak 3 unit terletak di Distrik Catobouw. Sudah tentu proses belajar mengajar dilakukan secara aktif menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jumlah guru 28 orang dan jumlah muridnya sebanyak 184 orang. Rasio guru terhadap murid adalah 1:7. Artinya, satu guru dapat membimbing tujuh murid. Rasio ini sangat ringan.

Sampai saat ini, sudah beroperasi SMA sebanyak 6 unit dan SMK sebanyak 2 unit dengan jumlah guru 28 orang dan jumlah muridnya sebanyak 184 orang, maka kebutuhan suatu perguruan tinggi di Kabupaten PEGAF memungkinkan untuk didirikan, sebab di Kabupaten PEGAF sampai tahun 2015 ini belum ada pendidikan Tinggi. Pada masa yang akan datang perlu dilakukan studi kelayakan untuk menentukan jenis perguruan tinggi yang relevan untuk didirikan di Kabupaten PEGAF sesuai kebutuhan.

BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Dokumen terkait