• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kewirausahaan

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM (Halaman 60-71)

BAB V PROGRAM, TARGET KINERJA, DAN KERANGKA

5.1. Program dan Target Kinerja

5.1.3. Aspek Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kewirausahaan

Aspek pengabdian kepada masyarakat dan kewirausahaan memiliki program-program strategis antara lain: (1) pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari prestasi akademik, (2) pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, (3) peningkatan jumlah kegiatan dan dana pengabdian masyarakat dengan pendanaan dari eksternal maupun internal, dan (4) peningkatan kualitas luaran hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Pencapaian program strategis pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari prestasi atau kegiatan akademik dapat diukur melalui pencapaian indikator jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dan jumlah kegiatan kemahasiswaan yang terkait dengan kewirausahaan.

Pencapaian program strategis pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat diukur melalui pencapaian indikator jumlah desa binaan dan banyaknya hasil penelitian yang dapat diterapkan pada oleh masyarakat.

Pencapaian program strategis peningkatan jumlah kegiatan dan alokasi dana pengabdian masyarakat dengan pendanaan dari eksternal mauoun internal dapat diukur dengan pencapaian indikator-indikator jumlah proposal pengabdian masyarakat, jumlah dana hibah pengabdian masyarakat yang bersumber dari internal, dan jumlah dana hibah pengabdian pada masyarakat yang bersumber dari eksternal.

Pencapaian program strategis peningkatan kualitas luaran hasil kegiatan pengabdian masyarakat dapat diukur melalui pencapaian indikator banyaknya publikasi seminar atau jurnal nasional hasil pengabdian masyarakat dan banyaknya jumlah publikasi seminar internasional hasil pengabdian pada masyarakat.

61

Tabel 5.3 Program dan Target Kinerja Aspek Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan

No Program Strategis Indikator

Capaian Tahun 2017 Total Target Capaian 2022 Target Kinerja Penanggu ngjawab 2018 2019 2020 2021 2022 1

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari prestasi/kegiatan akademik

a

Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat

50 300 100 150 200 250 300 Warek III

b

Jumlah kegiatan kemahasiswaan yang terkait dengan

kewirausahaan

4 22 10 15 18 20 22 Warek III

2

Pengambangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat

a Jumlah desa atau mitra binaan 9 18 10 12 14 16 18 Warek III

b

Jumlah hasil penelitian yang dapat diterapkan pada kegiatan masyarakat

2 6 4 4 4 5 6 Warek III

3

Meningkatkan jumlah kegiatan dan alokasi dana pengabdian masyarakat dengan pendanaan dari eksternal maupun internal

a Jumlah proposal pengabdian

masyarakat 40 85 50 75 85 85 85 Warek III

b Jumlah dana hibah pengabdian

masyarakat internal 36 jt 89,5 jt 43,2 jt 51,8 jt 62,2 jt 74,6 jt 89,5 jt Warek III c Jumlah dana hibah pengabdian

masyarakat eksternal 42 jt 550 jt 150 jt 250 jt 400 jt 400 jt 550 jt Warek III

4

Meningkatkan kualitas luaran hasil kegiatan pengabdian masyarakat

a Publikasi seminar atau jurnal

nasional 1 10 3 5 7 7 10 Warek III

b Publikasi seminar internasional N/A 1 N/A N/A 1 1 1 Warek III

62

5.3.4. Aspek Sumber Daya Manusia

Bidang sumber daya manusia memiliki dua program strategis yaitu (1) peningkatan sumber daya manusia dan pelaksanaan rekrutmen dan (2) kaderisasi tenaga akademik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.

Pencapaian program strategis peningkatan sumber daya manusia dapat diukur dengan pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Persentase minimum dosen dengan kualifikasi S3. Indikator ini dapat diusahakan dengan memanfaatkan sumber-sumber beasiswa baik yang datangnya dari pemerintah Republik Indonesia maupun skema-skema besaiswa dari lembaga luar negara

 Persentase minimum dosen dengan jabatan guru besar. Indikator ini belum dapat diusahakan mengingat jabatan fungsional dosen ITTP yang paling tinggi saat ini masih lektor

 Pesentase minimum dosen dengan jabatan lektor kepala. Indikator ini dapat diusahakan dengan mendorong dosen ITTP yang telah merampungkan S3 untuk segera mengajukan jabatan fungsional lektor kepala

 Persentase jumlah tenaga penunjang akademik atau tenaga kependidikan yang berpendidikan di atas SMA

 Perbandingan jumlah dosen studi lanjut terhadap jumlah program studi

 Persentase tenaga kependidikan yang menguasai kemampuan sesuai dengan bidangnya (melalui serifikasi maupun ijasah)

Pencapaian program strategis pelaksanaan rekrutmen dan kaderisasi tenaga akademik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan dapat diukur melalui pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Rasio antara dosen dan mahasiswa. Indikator ini merupakan indikator penting sebab hal ini membuktikan sistem penjamin mutu di ITTP berjalan dengan baik. Selain itu indikator ini merupakan indikator penting dalam akreditasi BAN-PT

 Rasio jumlah dosen tidak tetap terhadap jumlah seluruh dosen. Indikator ini dapat diusahakan dengan hanya memberikan dosen tidak tetap untuk mengampu mata kuliah dasar umum saja sehingga jumlahnya tidak terlalu banyak

63

Tabel 5.4 Program dan Target Kinerja Aspek Sumber Daya Manusia

No Program Strategis Indikator Capaian Tahun 2017 Target Capaian 2022 Target Kinerja Penanggu ngjawab 2018 2019 2020 2021 2022 1 Peningkatan sumber daya manusia

a Persentase minimum dosen

dengan kualifikasi pendidikan S3 0 15% 3% 5% 8% 10% 15% Warek II

b Persentase minimum dosen

dengan jabatan guru besar 0 0% 0% 0% 0% 0% 0% Warek II

c Persentase minimum dosen

dengan jabatan lektor kepala 0 3% 0% 0% 1% 2% 3% Warek II

d Persentase minimum jumlah

dengan jabatan lektor 8 40% 15% 22% 28% 34% 40,0% Warek II

e Persentase jumlah TPA yang

berpendidikan di atas SMA 96% 100% 96% 100% 100% 100% 100% Warek II

f Perbandingan jumlah dosen studi

lanjut terhadap jumlah prodi 0,88 5 2 3,1 3 4 5 Warek II

g

Persentase TPA yang menguasai kemampuan sesuai bidangnya (Sertifikat atau Ijasah)

57 100% 75% 100% 100% 100% 100% Warek II

2

Pelaksanaan rekrutmen dan kaderisasi tenaga akademik dan tenaga kependidikan secara

berkelanjutan

a Rasio antara dosen dan

mahasiswa 1:30 1:20 1:28 1:26 1:24 1:22 1:20 Warek II

b Rasion jumlah dosen tidak tetap

terhadap jumlah seluruh dosen 23% 10% 16% 10% 10% 10% 10% Warek II

c Rasio antara jumlah dosen prodi

64

5.3.5. Aspek Infrastruktur

Bidang infrastruktu memiliki beberapa program strategis diantaranya adalah: (1) pemebuhan sarana prasarana penunjang kenyamanan kerja dosen, (2) pemenuhan sarana prasarana penunjnag aktifitas mahasiswa, dan (3) pemenuhan sarana prasarana penunjang umum.

Pencapaian program strategis pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kenyamanan kerja dosen diukur melalui pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Persentase dosen memiliki ruang kerja minimal 2x2 m2. Indikator ini penting sebagai usaha dalam meningkatkan produktivitas dosen. Disamping itu minimal ukuran ini adalah syarat minimal yang ditetapkan pemerintah.

 Persentase tenaga kependidikan yang memiliki ruang kerja minimal 2x2 m2

Pencapaian program strategis pemenuhan sarana prasarana penunjang aktifitas mahasiswa diukur melalui pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Persentase ruang Unit Kegiatan Mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa terhadap UKM dan Ormawa. Fasilitas ini penting agar segala kebutuhan mahasiswa dalam berogranisasi dan melakukan kegiatan ekstra kulikuler dapat berjalan dengan baik

 Ketersediaan ruang belajar bersama per program studi. Indikator ini belum dimiliki oleh ITTP saat ini namun mengingat arti penting hal ini maka indikator ini harus dipenuhi untuk mendukung proses belajar mahasiswa.

 Kecukupan bandwidth (kbps). Indikator ini memiliki arti penting mengingat hal ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mencar bahan-bahan ajar serta sebagai salah satu sarana yang dapat meningkatkan prestasi mahasiswa.

 Okupansi penggunaan ruang kelas  Okupansi kecukupan ruang laboratorium

Pencapaian program strategis pemenuhan sarana dan prasarana penunjang umum diukur melalui pencapaian indikator sebagai berikut.

 Kecukupan sumber daya air (dalam liter)

 Kecukupan sumber daya listrik (watt). Indikator ini mutlak dipenuhi sebab segala proses kegiatan baik kegiatan akademik maupun non-akademik memerlukan dukungan energi listrik  Ketersediaan sarana ibadah, poliklinik, kantin, dan fasilitas umum lainnya. Indikator ini dapat

dicapai dengan adanya komitmen dalam pembangunan sarana-sarana tersebut.

 Presentase ketersediaan sarana olahraga. Indikator ini penting sebab mahasiswa tidak hanya didorong agar memiliki prestasi akademik namun juga dapat mengolah raga mereka dan dapat pula berprestasi di bidang olahraga sehingga akan membawa nama harum institusi

65

Tabel 5.5 Program dan Target Kinerja Aspek Infrastruktur

No Program Strategis Indikator

Capaian Tahun 2017 Target Capaian 2022

Target Kinerja Penanggu

ngjawab 2018 2019 2020 2021 2022 1 Pemenuhan sarana prasarana penunjang kenyamanan kerja dosen dan TPA

a

Persentase dosen memiliki ruang kerja pribadi minimal 2x2 m2

62,34% 100% 70% 80% 90% 100% 100% Warek II

b Persentase TPA memiliki

ruang kerja minimal 2x2 m2 100 100 100 100 100 100 100 Warek II

2

Pemenuhan sarana prasarana penunjang aktifitas mahasiswa

a

Persentase ruang UKM dan Ormawa terhadap jumlah UKM dan Ormawa

40 100% 50% 70% 80% 90% 100% Warek II

b Ketersediaan Ruang Belajar

Bersama per prodi 0 100% 25% 50% 75% 88% 100% Warek II

c Kecukupan bandwidth (kbps) 522000 2950000 950000 1450000 1950000 2450000 2950000 Warek II d Okupansi penggunaan ruang

kelas 70% 70% 70% 70% 70% 70% 70% Warek II

e Okupansi penggunaan ruang

labrotarium 68% 67% 67% 67% 67% 67% 67% Warek II

3

Pemenuhan sarana prasarana penunjang umum

a Kecukupan sumber daya air

(liter) 6.000 29500 9500 14500 19500 24500 29500 Warek II

b Kecukupan sumber daya

listrik (watt) 210.200 590000 210.200 290000 390000 490000 590000 Warek II

c

Ketersediaan sarana ibadah, poliklinik, kantin, dan fasilitas umum lainnya

75% 100% 80% 90% 100% 100% 100% Warek II

d Persentase ketersediaan

sarana olahraga 75% 100% 80% 90% 100% 100% 100% Warek II

e

Luas Parkir (50% dari jumlah mahasiswa, 3 meter per orang) dalam m2

66

5.3.6. Aspek Manajemen

Program strategis dalam bidang organisasi dan manajemen meliputi: (1) penyusunan pedoman tata kelola lembaga, (2) Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi, (3) pengembangan infrastruktur jaringan, (4) peningkatan ranking webometrics, dan (5) penguatan IT.

Pencapaian program strategis penyusunan pedoman tata kelola lembaga diukur melalui pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Ketersediaan dokumen standar mutu institusi  Ketersediaan dokumen manual mutu

 Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan keuangan

 Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan penerimaan mahasiswa baru  Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan sumber daya manusia

 Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan akademik dan kemahasiswaan  Ketersediaan dokumen blueprint IT

 Ketersediaan dokumen kebijakan kode etik akademisi

Pencapaian program strategis peningkatan sistem informasi terintegrasi diukur melalui pencapaian indikator-indikator sebagai berikut.

 Ketersediaan layanan sistem informasi akademik. Ke depan ITTP harus banyak berbenah terutama dalam hal pembangunan sistem informasi akadmik yang merupakan core kegiatan institusi pendidikan

 Ketersediaan layanan sistem informasi non-akademik. Selain kegiatan akademik, kegiatan non-akademik juga harus dibangun sistem informasinya

 Ketersediaan layanan sistem informasi enterprise  Ketersediaan sofware berlisensi

Pencapaian program strategis pengembangan infrastruktur jaringan, peningkatan ranking webometrik, dan penguatan IT secara berturut-turut dapat diukur dengan pencapaian indikator-indikator di bawah ini.

 Ketersediaan jaringan wifi

 Ketersediaan presensi dengan menggunakan RFID  Peningkatan ranking webometrik

67

Tabel 5.6 Program dan Target Kinerja Aspek Manajemen

No Program Strategis Indikator

Capaian Tahun 2017 Target Capaian 2022

Target Kinerja Penanggu

ngjawab

2018 2019 2020 2021 2022

1 Penyusunan Pedoman Tata Kelola Lembaga

a Ketersediaan Dokumen Standar

Mutu Institusi 50% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

b Ketersediaan dokumen manual

mutu 50% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

c Ketersediaan dokumen pedoman

pengelolaan keuangan 0% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

d

ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan penerimaan mahasiswa baru

30% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

e Ketersediaan dokumen pedoman

pengelolaan SDM 0% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

f

Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan akademik dan kemahasiswaan

70% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

g

Ketersediaan dokumen pedoman pengelolaan penelitian dan pengabdian

70% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

h Ketersediaan dokumen blueprint

IT 30% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

i Ketersediaan dokumen kebijakan

kode etik akademisi N/A 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek II

2

Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi

a

Ketersediaan layanan sistem

informasi akademik 85% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek III

b

Ketersediaan layanan sistem

informasi non akademik 50% 100% 80% 100% 90% 95% 100% Warek III

c

Ketersediaan layanan sistem

informasi enterprise N/A 100% 40% 60% 70% 80% 100% Warek III

68

3

Pengembangan insfrastruktur jaringan

a Ketersediaan jaringan wifi 70% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek III

b Ketersediaan Presensi RFID 60% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Warek III

4

Penigkatan Ranking

Webometrik a Rangking webometrik 6773 4600 18000 12000 6000 5000 4600 Warek III

5 Penguatan IT c

Ketersediaan Web dan

69

5.3.7. Aspek Finansial/Pendanaan

Aspek bidang finansial atau pendanaan hanya memiliki satu program strategis yaitu keberlanjutan pendanaan dimana hal tersebut diukur melalui tuga indikator utama yaitu pendapatan yang bersumber dari tuition fee. Indikator ini merupakan fungsi dengan variabel mahasiswa. Indikator kedua adalah pendapatan non tuition fee. Sebagai institusi yang memiliki cita-cita sebagai enterpreneural institution kelak maka langkah-langkah menuju ke arah itu harus dimulai dari sekarang. Salah satu ciri institusi seperti itu adalah dengan tidak bergantung hanya dari pendapatan tuition fee saja namun harus memiliki dan meningkatkan pemasukan yang didapatkan melalui berbagai sumber.

Banyak cara dalam meningkatkan pendapatan non tuition fee. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dapat membantu dalam hal perolehan dana secara lebih efektif dan efisien. Kerjasama dengan pihak industri salah satunya. Melalui kerjasama ini ITTP dapat membantu industri dari sisi teknologi terkini sehingga terjalin link and match. Alumni ITTP yang telah sukses juga merupakan sumber yang dapat meningkatkan non tuition fee melaui donasi, memberikan sponsor dalam berbagai bentuk serta dapat bekerjasama dalam melakukan proyek. ITTP juga dapat memanfaatkan dana-dana CSR dari perusahaan-perusahaan swasta. Ke depan PT Telkom yang memiliki kaitan erat dengan ITTP dapat dijadikan proyek kerjasama agar dana CSR yang mereka punya dapat dimanfaatkan oleh ITTP.

Dana yang digelontorkan pemerintah untuk mendukung pendidikan tinggi khususnya dalam hal penelitian hingga saat ini measih memiliki jumlah yang cukup besar, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan betul oleh ITTP. Mendorong dosen yang ada di lingkungan ITTP dapat mengajukan proposal hibah penelitian sesuai dengan skema yang memungkinkan. Peningkatan perolehan dana hibah ini juga dapat dilakukan dengan melakukan join reserach terutama dengan universitas-universitas negeri yang telah memiliki banyak guru besar dan lektor kepala agar dosen ITTP dapat dilibatkan minimal menjadi asisten peneliti.

Indikator ketiga yang dapat menjadi ukuran pencapaian program strategis bidang pendanaan adalah sisah hasil usaha. Karena ITTP belum memiliki otoritas penuh dalam pengelolaan dana, artinya masih adanya campur tangan YPT sebagai yayasan tempat ITTP bernaung tentu efisiensi harus terus dijalankan sehingga dapat meningkatkan sisa hasil usaha ITTP setiap tahunnya.

70

Tabel 5.7 Program dan Target Kinerja Aspek Finasial/Pendanaan

No Program Strategis Indikator Capaian Tahun 2017 Target Capaian 2022

Target Kinerja Penanggu

ngjawab

2018 2019 2020 2021 2022

1 Keberlanjutan Pendanaan

a Pendapatan

Tuition Fee 21.906.871.310 105.219.456.384 34.134.600.000 49.898.766.000 67.808.695.000 84.273.451.270 105.219.456.384 Warek II b Pendapatan

Non Tuition Fee 150.000.000 912.353.915 623.150.000 685.465.000 754.011.500 829.412.650 912.353.915 Warek II c SHU 8.059.291.007 43.747.070.681 8.309.882.685 15.806.769.417 24.251.795.145 32.120.063.652 43.747.070.681 Warek II

71

5.2. Kerangka Pendanaan

Sebagai usaha dalam merealisasikan tujuan strategis ITTP tahun 2022 melalui program-program strategis yang telah dicanangkan maka perlu dukungan berupa penyusunan rencana pendapatan belanja ITTP selama kurun waktu 5 tahun ke dapan.

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM (Halaman 60-71)

Dokumen terkait