BAB III METODE PENELITIAN
3.6. Aspek Pengukuran dan Instrumen Penelitian
Menurut Arikunto (2006), aspek pengukuran dengan kategori (baik, sedang, kurang) dan terlebih dahulu menentukan kriteria (tolak ukur) yang akan dijadikan penentuan. Pada penelitian ini kuesioner berjumlah 70 pertanyaan yang terdiri dari 5 pertanyaan variabel demografis, 5 pertanyaan variabel struktur, 14 pertanyaan pendorong (cues) untuk bertindak ( 4 pendorong dari keluarga, 4 pendorong dari teman, 4 pendorong dari petugas kesehatan, 2 pendorong dari media), 10 pertanyaan pengetahuan terhadap ancaman yang dirasakan terhadap penyakit gigi dan mulut, 9 pertanyaan tentang pengetahuan terhadap pelayanan Puskesmas, 12 pertanyaan persepsi individual (6 pertanyaan sikap terhadap kerentanan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut, 6 pertanyaan sikap terhadap keseriusan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut), 15 pertanyaan tindakan/ praktik masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di poli gigi Puskesmas.
Aspek pengukuran yang digunakan peneliti didasarkan pada jawaban responden terhadap pertanyaan dari kuesioner yang disesuaikan dengan skor. Nilai yang tertinggi dikumpulkan dan dikategorikan menjadi tiga tingkat, yaitu: 1. Tingkat kategori baik, apabila responden mendapat nilai > 75% dari seluruh
skor yang ada.
2. Tingkat kategori sedang, apabila responden mendapat nilai 45% - 75% dari seluruh skor yang ada.
3. Tingkat kategori kurang, apabila responden mendapat nilai < 45% dari seluruh skor yang ada.
I. Variabel demografi
Variabel demografis dalam penelitian antara lain umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan.
II. Akses pelayanan kesehatan poli gigi Puskesmas Medan Tuntungan. Variabel struktur di ukur melalui 5 pertanyaan dengan menggunakan
Skala Guttman. Skala variabel pengukuran variabel struktur diukur berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Jika responden menjawab “Ya” diberi skor 2 dan responden yang menjawab “Tidak” diberi skor 1. Dari 5 pertanyaan, skor tertinggi adalah 10 dan skor terendah yaitu 5. Berdasarkan Arikunto (2006), sumber informasi diklasifikasikan dalam 3 tingkat kategori yaitu:
a. Tingkat kategori akses pelayanan kesehatan poli gigi baik, apabila nilai yang diperoleh > 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu > 7.
b. Tinkat kategori akses pelayanan kesehatan poli gigi sedang, apabila nilai yang diperoleh 45% - 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu 4-7.
c. Tingkat kategori akses pelayanan kesehatan poli gigi buruk, apabila nilai yang diperoleh < 45% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu < 4.
III. Pendorong (cues) untuk bertindak: Keluarga, teman, petugas kesehatan dan media (cetak dan elektronik).
Pendorong untuk bertindak diukur masing-masing melalui 4 pertanyaan dari keluarga, teman, petugas kesehatan, dan 2 pertanyaan dari media (cetak dan elektronik) sehingga jumlah seluruh pertanyaan adalah 14. Skala pengukuran sumber informasi keluarga, teman dan petugas kesehatan menggunakan skala Guttman yaitu berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Jika responden menjawab “Ya” diberi skor 1 dan responden yang menjawab “Tidak” diberi skor 0. Total skor tertinggi adalah 14 dan skor terendah yaitu 0. Berdasarkan Arikunto (2006), sumber informasi diklasifikasikan dalam 3 tingakat kategori yaitu:
a. Tingkat kategori pendorong untuk bertindak baik, apabila nilai yang diperoleh > 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 14 yaitu 10. b. Tingkat kategori pendorong untuk bertindak sedang, apabila nilai yang
diperoleh 45%-75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 14 yaitu 6-10.
c. Tingkat kategori pendorong untuk bertindak buruk, apabila nilai yang diperoleh < 45% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 14 yaitu <6.
IV. Pengetahuan
Pengetahuan terhadap ancaman yang dirasakan terhadap penyakit gigi dan mulut
Pengetahuan terhadap ancaman yang dirasakan terhadap penyakit gigi dan mulut diukur melalui 10 pertanyaan dan menggunakan Skala Thurstone
(Singarimbun, 1995). Skala pengukuran pengetahuan berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Masing-masing dengan alternatif jawaban pilihan ganda dengan ketentuan jika responden memilih jawaban yang positif dan benar diberi nilai 1 dan jika responden memilih jawaban salah diberi nilai 0. Arikunto (1998) aspek pengukuran dengan kategori dari jumlah nilai yang ada diklasifikasikan dalam 3 tingkat kategori yaitu :
a. Tingkat kategori pengetahuan baik, apabila responden mendapat nilai >75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu > 7.
b. Tingkat kategori pengetahuan sedang, apabila responden mendapat nilai 45-75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu 4-7. c. Tingkat kategori pengetahuan buruk, apabila responden mendapat nilai < 45%
dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 10 yaitu < 4. Pengetahuan tentang pelayanan Puskesmas Medan Tuntungan
Pengetahuan terhadap ancaman yang dirasakan terhadap penyakit gigi dan mulut diukur melalui 9 pertanyaan dan menggunakan Skala Thurstone
Skala pengukuran pengetahuan berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Masing-masing dengan alternatif jawaban pilihan ganda dengan ketentuan jika responden memilih jawaban yang positif dan benar diberi nilai 1 dan jika responden memilih jawaban salah diberi nilai 0. Arikunto (1998) aspek pengukuran dengan kategori dari jumlah nilai yang ada diklasifikasikan dalam 3 tingkat kategori yaitu :
d. Tingkat kategori pengetahuan baik, apabila responden mendapat nilai >75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 9 yaitu > 6.
e. Tingkat kategori pengetahuan sedang, apabila responden mendapat nilai 45-75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 9 yaitu 4-6. f. Tingkat kategori pengetahuan buruk, apabila responden mendapat nilai < 45%
dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 9 yaitu < 6.
V. Sikap terhadap ketentanan dan keseriusan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut.
Sikap terhadap ketentanan dan keseriusan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut diukur melalui 12 pertanyaan yang terdiri atas 6 pertanyaan sikap terhadap kerentanan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut, dan 6 pertanyaan sikap terhadap keseriusan yang dirasakan pada penyakit gigi dan mulut dengan menggunakanSkala Likert (Ridwan, 2008). Jika pertanyaan positif, responden menjawab Sangat Setuju (SS) = diberi skor 4, Setuju (S) = diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) = diberi skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) = diberi skor 1. Total skor tertinggi adalah 48 dan terendah 12.
Berdasarkan Arikunto (2006) aspek pengukuran diklasifikasikan dalam 3 tingkat kategori yaitu:
a. Tingkat kategori sikap ketentanan dan keseriusan baik, apabila responden mendapat nilai > 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 48 > 36.
b. Tingkat kategori sikap ketentanan dan keseriusan sedang, apabila responden mendapat nilai 45%-75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 48 yaitu 21-36.
c. Tingkat kategori sikap ketentanan dan keseriusan buruk, apabila responden mendapat nilai < 45% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengantotal nilai 48 <21.
VI. Tindakan/ praktik Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Tindakan diukur melalui 15 pertanyaan dengan menggunakan skala Thurstone (Singarimbun, 2008). Skala pengukuran tindakan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Masing-masing pertanyaan dengan alternatif jawaban a, b, dan cdengan ketentuan jika responden menjawab pertanyaan yang benar-benar positif dan menggunakan pelayanan Puskesmas Medan Tuntungan diberi skor 2, bila jawabannya mendekati positif dan menggunakan pelayanan kesehatan gigi lainnya (rumah sakit/praktek dokter gigi) diberi skor 1, jawaban yang tidak positif/ salah diberi skor 0. Total skor tertinggi adalah 30 dan skor terendah adalah 15.
Berdasarkan Arikunto (2006) aspek pengukuran diklasifikasikan dalam 3 tingkat kategori yaitu :
a. Tingkat kategori tindakan baik, apabila responden mendapat nilai >75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 30 yaitu >22.
b. Tingkat kategori tindakan sedang, apabila responden mendapat nilai 45-75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 30 yaitu 13-22.
c. Tingkat kategori tindakan buruk, apabila responden mendapat nilai < 45% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 30 yaitu <13.
3.6.2. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah berupa kuesioner yang berisi karakteristik responden, pertanyaan tentang pengetahuan, sikap, dan tindakan responden dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di poli gigi Puskesmas Medan Tuntungan.
3.7. Metode Pengolahan Data dan Analisa Data