BAB II Konsep; Model Perencanaan Pembangunan
D. Aspek Perencanaan Comunity Development
Secara umum comunity development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat. Untuk mencapai kondisi sosial ekonomi budaya yang
lebih baik apabila dibandingkan, sebelum adanya kegiatan pembangunan.
Sehingga masyarakat ditempat tersebut diharapakn menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Program Comunity Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (Comunity Based ), berbasis sumber daya setempat ( local resource based ) dan berkelanjutan (sustainable).
Dalam program comunity development terdapat dua sasaran yang ingin dicapai yaitu;
a. Kapasitas masyarakat, dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan ( empowerment ) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi.
b. Kesetaraan ( equity ) dengan tidak membedakan status, berkelanjutan (Sustainability) dan kerjasama ( cooperation ), kesemuanya berjalan secara simultan.
Model pengembangan masyarakat dalam comunity development menekankan pada partisipasi penuh pada seluruh warga masyarakat.
Lebih lanjut PBB ( 1995 ) merndefinisikan pengembangan masyarakat sebagai berikut:
“Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyarakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri.”
Tropman et al ( 1993 ) mengemukakan bahwa :
“Locality development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyarakat dan untuk mendidiK mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan sendiri untuk meningkatkanm kualitas-kualitas kehidupan mereka sendiri pula”
Ada beberapa aspek perencanaan comunity development ( Agus syafari : 2008 ), antara lain :
1. Planning ( perencanaan ) maliputi kegiatan-kegiatan peramalan, perumusan tujuan pemrograman, penyusunan tata waktu,
penyusunan prosedur, dan penganggaran.
2. Organising ( pengorganisasian ) meliputi kegiatan-kegiatan pengorganisasian / pembentukan struktur, pendelegsian, dan pemamfaatan hubungan kerja.
3. Staffing and leading ( penempatan dan kepemimpinan ) meliputi kegiatan-kegiatan menentukan standar kinerja, mengukur kinerja mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan.
4. Controling ( pengawasan ) meliputi kegiatan – kegiatan menentukan standar kinerja,mengukur kinerja, mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan
Pengembangan masyarakat (comunity development ) sebagai salah satu model pendekatan pembangunan ( bottoming up- approach ) merupakan upaya melibatkan peran aktif masyarakat beserta sumber daya lokal yang ada. Dan dalam pengembangan masyarakat hendaknya diperhatikan bahwa masyarakat punya tradisi, dan punya adat istiadat, yang kemungkinan sebagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai model sosial
BAB III
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL
A. SASARAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI.
Sasaran pembangunan demokrasi dalam mewujudkan lembaga demokrasi yang makin kokoh, lembaga-lembaga negara harus dibangun agar menjadi lembaga / pelaksana kedaulatan rakyat. Cara pengisian jabatan lembaga-lembaga negara harus demokratis, melalui Pemilu atau pemilihan oleh wakil rakyat. Semua pejabat negara harus mempertanggung jawabkan pengguna kekuasaannya kepada rakyat. Aparat birokrasi harus mampu mewujudkan pemerintah yang bersih dan baik. Mereka harus menerapkan asas keterbukaan / transparan, akuntabel / dapat dipertanggungjawabkan.
Birokrasi pemerintah harus mampu bekerja secara efektif dan efisien.
Termasuk dalam pembangunan lembaga-lembaga negara ini adalah pembangunan aparat penegak hukum. Mental dan keahlian aparat penegak hukum harus dibangun sehingga benar-benar mampu menerapkan prinsip Rule Of Law yang sangat dibutuhkan dalam negara demokrasi ( Tati Harwati : 2014 ) .
Program penyempurnaan dan penguatan kelembagaan demokrasi, bertujuan mewujudkan pelembagaan fungsi-fungsi dan hubungan antara lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga politik lainnya, serta lembaga-lembaga kemasyarakatan yang kokoh dan optimal. Kegiatan pokoknya mencakup :
a. Perumusan standar dan parameter politik terkait dengan hubungan checks and balances diantara lembaga-lembaga penyelenggara negara.
b. Peningkatan kemampuan lembaga eksekutif yang profesional dan netral.
c. Perumusan kerangka politik yang lebih jelas mengenai kewenangan dan tanggung jawab antara pusat dan daerah dalam konteks desantralisasi dan otonomi daerah.
d. Fasilitas perumusan yang lebih menyeluruh terhadap semua peraturan perundang yang berkaitan dengan pertahanan keamanan negara untuk mendorong profesionalisme Polri, TNI dan menjaga netralitas politik kedua lembaga tersebut.
e. Fasilitas peningkatan kualitas fungsi dan peran-peran lembaga legislatif (DPR, DPD dan DPRD)
f. Promosi dan sosialisasi pentingnya independesi, kapasitas dan integritas lembaga Mahkamah Konstitusi dan Komisi yudisial sebagai upaya memperkuat wibawa dan kepastian konstitusional dalam proses penyelenggaraan negara.
g. Pelembaga komisi kebenaran dan rekonsiliasi
h. Fasilitas pemberdayaan partai politik dan masyarakat sipil yang otonom dan independen serta yang memiliki kemampuan melakukan pengawasan terhadap proses pengambilan dan pelaksanaan keputusan kebijakan publik.
Dampak dari pembangunan demokrasi di Indonesia adalah peningkatan kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Pengaruh dari pembangunan demokrasi yang dilakukan di Indonesia tentu sangat signifikan sebab dapat dilihat bahwa semua negara yang berhasil menjalankan pemerintahan secara demokratis akan mempunyai bargaining position yang besar dalam stabilitas regionalnya di banding dengan negara yang memiliki ketidakstabilan politik dalam negerinya ( Prasidda santika, 2011 )
B. PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RENCANA KERJA
Jan Tin Bergen ( 1987 : 41 ) menyatakan bahwa dibandingkan dengan sekalian jenis rencana yang disusun oleh badan perencanaan Rencana Perspektif-lah yang paling luas ruang lingkupnya. Isinnya biasanya jauh lebih luas daripada rencana-rencana jangka-jangka pendek. Hal ini dengan sendirinya dapat dipahami, karena lebih sulit melihat kedepannya meliputi jangka waktu yang lama daripada jangka waktu yang pendek. Dalam masa 15 atau 20 tahun, banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat diramalkan seperti perkembangan teknologi demikian juga data lain dalam pembangunan ekonomi.
Dalam rencana perspektif kita dapat menyatakan kekuatan-kekuatan yang akibatnya dapat ditaksir secara pasti dalam jangka panjang. Kekuatan-kekuatan ini meliputi pertumbuhan penduduk, pengaruh pendidikan, yang hanya dapat dilihat dalam jangka waktu yang lama, demikian juga pertumbuhan dari faktor-faktor teknologi umum yang pada masa lalu berkembang secara teratur.
Lebih lanjut Jan Tinbergen ( 1987 : 42 ) menyatakan bahwa kategori dari rencana-rencana ialah Rencana Jangka Menengah, rencana ini biasanya meliputi jangka waktu empat, lima atau enam tahun, jangka waktu yang sama dengan masa jabatan pemerintah atau presiden, bila tidak ada halangan apa-apa, jadi rencana-rencana serupa ini dapat disamakan dengan program pemerintah. Sebaliknya Rencana Tahunan, bertugas untuk menetapkan cara pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah. Kedua-duannya disusun sesuai dengan taksiran budget dan kedua-duanya pula merupakan kewajiban dari pemerintah.
Rencana pembangunan nasional dibagi menjadi berbagai jenis yang memiliki hierarki dan cakupannya masing-masing :
1. Rencana permbangunan dibagi atas Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP ) Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ). RPJP memiliki rentang waktun selama 20 tahun, sedangkan RPJM memiliki rentang waktu yang lebih singkat, yaitu selama 5 tahun. RPJM merupakan penjabaran dari RPJP, sehingga RPJM
wajib merujuk ke RPJP. RPJP dan RPJM diberlakukan pada tiga level pemerintah : Nasional,. Provinsi dan Kota / Kabupaten.
2. Rencana strategis dibagi atas Rencana Strategis Kemerntrian Lembaga (Renstra-KL) dan Rencana Srtategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD). Keduannya memiliki rentang waktu selama 5 tahun.
3. Rencana kerja memiliki rentang waktu selama 1 tahun. Rencana kerja terbagi atas dua jenis Rencana Kerja Kementrian / Lembaga ( Renja KL ) dan Rencana Kerja terbagi atas dua jenis Rencana Kerja Kementrian / Lembaga ( Renja KL ) dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)
Rencana pembangunan memiliki hirarki, maksudnya adalah ada rencana yang lebih tinggi level pemerintahannya dan kekuatannya dimata hukum.
Rencana pembangunan memiliki siklus yang berlanjut mulai dari proses : 1. Penyusunan Rencana Pembangunan dibagi menjadi dua. Pertama,
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang : Penyusunan rencana dilakukan dengan menyiapkan rancangan awal rencana pembangunan, musyawarah perencanaan pembangunan ( Musrembang ), dan penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan. Kedua, penyusunan rencana pembangunan jangka menengah dilakukan dengan menyiapkan rancangan awal rencana pembangunan, menyiapkan rancangan rencana kerja dan musyawarah perencanaan pembangunan.
2. Menyusun rancangan akhir setelah mendapatka masukan dari musrembang
3. Menetapkan rencana melalui peraturan perundang-undangan 4. Mengendalikan pelaksanaan rencana
5. Mengevaluasi pelaksanaan rencana.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, disingkat RPJM Nasional ), adalah dokumen perkembangan untuk priode 5 ( lima ) tahun
yang terdiri dari :
1. RPJM Nasional I Tahun 2005-2009 2. RPJM Nasional II Tahun 2010-2014 3. RPJM Nasional III Tahun 2015-2019 4. RPJM Nasional IV Tahun 2020-2024
RPJM tersebut kemudian dijabarkan kedalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahunnya. RKP berisi rancangan kerja ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal, serta program kementrian / lembaga, lintas kementrian, lembaga kewilayaan. RKP merupakan pedoman bagi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN )
C. ISU STRATEGIS UNTUK MENDUKUNG PRIORITAS NASIONAL
Isu strategis dalam kebijakan pembangunan nasional dimaksudkan untuk lebih memfokuskan upaya pemerintah untuk hal-hal yang signifikan berdampak luas dan berfungsi sebagai pengungkit sehingga penanganannya dapat tuntas. Berikut ini adalah isu strategis yang telah dikelompokkan berdasarkan prioritas nasional :
1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, adalah : pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kapasitas dan akuntabillitas dan kinerja birokrasi 2. Pendidikan adalah: peningkatan akses pendidikan dasar dari keluarga
miskin, pelaksanaan kurikulum baru, secara bertahap dan pelaksanan pendidikan menengah universal
3. Kesehatan, adalah penurunan dan pencegahan penyakit ( HIV AIDS dan Malaria ) dan peningkatan Akses dan kualitas pelayanan KB yang merata
4. Ketahanan Pangan, adalah : kesejahteraan petani / nelayan dan peningkatan produksi perikanan.
5. Infrastruktur, adalah : penyediaan infrasktruktur dasar untuk menujang peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur
yang mengurangi kesenjangan antar wilayah, serta penyediaan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan energi
6. Iklim Investasi Dan Iklim Usaha, adalah penurunan biaya logistik nasional dan pengembangan fasilitas pendukung Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang telah ditetapkan.
7. Energi, adalah : peningkatan produksi minyak dan gas bumi serta peningkatan rasio elektrifikasi dan peningkatan kapasilitas pembangkit tenaga listrik panas bumi
8. Lingkungan Hidup Dan Pengelolaan Bencana, adalah : pengendalian perubahan iklim dan peningkatan kualitas lingkungan
9. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar Dan Pasca Konflik, adalah : pembangunan daerah tertinggal serta penguatan diplomasi dan pembangunan infrastruktur, Hankam, serta fasilitas custom, immigration, Quarantine, securyty ( CI QS ) kawasan perbatasan.
10. Bidang Perekonomian, adalah : Akselerasi industrialisasi dengan sasaran pertumbuhan industri non migas serta peningkatan pemahaman dan kesiapan Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) .
11. Bidang Kesejahteraan Rakyat adalah : peningkatan kerukunan beragama dan peningkatan budaya serta peningkatan prestasi olahraga di tingkat
BAB IV
RENCANA PEMBANGUNAN YANG STRATEGIS
A. PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN
Persentase penduduk miskin pada Maret 2017 adalah 10,64 %. Turun tipis dari pada September 2016 yakni 0,06 % dari10,70 %. Kondisi ini relatif lebih lambat dibanding periode-periode sebelumnya ( Suhariyanto, BPS : 2017 ).Pelaksanaan program pengenmtasan kemiskinan dilakukan pemerintah saat ini.
Program pembanguinan yang sifatnya padat karya makin ditingkatkan secara merata untuk dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. Selain itu pengentasan kemiskinan dilakukan dengan meningkatkan dan memperluas akses mereka terhadap kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.
Terdapat empat strategi mendasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan yaitu :
- Menyempurnakan program perlindungan sosial
- Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar - Pemberdayaan masyarakat, dan
- Pembangunanm yang inklusif ( Tnp 2k, 2005 )
Selama ini, pemerintah telah bertekad dan berupaya untuk melaksanakan pengembanagan yang inklusif dan berkeadilan, yaitu pembangunan ekonomi yang menjamin pemerataan ( gerowth with equity ) yang mensyaratkan stabilitas dan dukungan negara yang kuat. Upaya ini diwujudkan dengan
menempatkan four track strategy pembangunan yang terdiri pro-growth, pro-poor dan pro-job dilengkapi dengan pro-environment secara terintegrasi dan saling bersinergi secara seimbang dan konsisten dengan melibatkan masyarakat setrta mengedepankan aspek pemerataan.
Pemerataan menjadi isu penting dalam pelakasanaan pembangunan guna mengatasi lebarnya ketimpangan baik antar penduduk maupun antar wilayah, karena pembangunan tidak hanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi semata, namun juga untuk mensejahterakan masyarakat yang termarjinalkan. Hal ini bukan hanya ditunjukkan untuk memenuhi kewajiban kontitusioanl namun juga dilandasi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas menuju SDM yang produktif, terdidik, terampil dan sehat, karena sumber daya manusia yang bekualitas merupakan pelaku sekaligus key enabler dalam proses pembangunan. ( Hand Book Bappenas 2014 : 24 )
Perencanaan penaggulangan kemiskinan secara menyeluruh dimana partisipasi semua pihak sangat di perlukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan ( MP3 KI ) telah disusun dengan tujuan untuk menjabarkan berbagai strategi, kebijakan dan program akseleratif / percepatan dalam penanggulangan kemiskinan dengan pelaku yang bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta dan masyarakat ( public-people-private-partnerships ).
Sinergi pusatdan daerah serta partisipasi aktif daerah dalam menanggulangi kemiskinan merupakan hal yang sangat penting dilakukan.
B. PENINGKATAN INVESTASI DAN IKLIM USAHA
Melalui peningkatan investasi diberbagai sektor diharapkan APBN dapat dialokasikan untuk belanja-belanja lain yang lebih produktif dan berorientasi kepada kesejahteraan rakyat. Peningkatan ketertiban swasta, baik dalam maupun luar negeri dalam berinvestasi akan menciptakan lapangan kerja baru dan dampak ekonomi yang lebih luas.
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah terus membenahi fundamental perekonomian Indonesia. Termasuk melalui 15 paket kebijakan
ekonomi. Berkat kerja keras berbagai pihak dalam melakukan perbaikan struktural,Indonesia telah mendapat status “ layak investasi” dari tiga lembaga pemeringkat internasioanl. Peningkatan realisasi investasi juga turut bersumbangsih pada penyerapan tenaga kerja ( Presiden RI.go, 2017 )
Kebijakan peningkatan iklim investasi dan iklim usaha telah mendorong peningkatan investasi dan daya saing produk Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto ( PMTB ), investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ) maupun Penanaman Modal Asing ( PMA ) dan membaiknya peringkat investasi ini merupakan hasil dari berbagai upaya, diantaranya adalah perbaikan pada penyederhanaan prosedur perijinan, penggunaan teknologi informasi dalam upaya perizinan yang terkait investasi merupakan suatu keharusan.
Permohonan dan proses perizinan melalui on-line, termasuk tracking system untuk transparansi, tidak perlu lagi ada kontak langsung antara dunia usaha denagn unit pelayanan perizinan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil terjadi kegiatan yang tidak diinginkan, seperti penyuapan dan lain sebagainya. ( Finansial-Bisnis-Com, 2017 )
Pengembangan sistem logistik nasional pembangunan kawasan industri, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan pelabuhan dan pembangkit listrik harus ditingkatkan dan dipercepat sehingga infrastruktur dasar tersebut mampu mengimbangi peningkatan iklim investasi dan usaha.
Untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi kesenjangan antar daerah, dilakukan upaya peningkatan tata kelola ekonomi daerah melalui percepatan perizinan didaerah, pengurangan biaya untuk usaha dan sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ), realisasi investasi hingga Septermber 2016 mencapai Rp 453, 4 triliun atau 76,2 % dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 594,8 triliun. Realisasi investasi sebesar itu disumbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ) sebesar Rp 158,2 triliun atau meningkat 18,8 % dari priode yang sama tahun lalu ( Year on Year ) dan Penanaman Modal Asing ( PMA ) atau FDI sebesar Rp 295,2 triliun atau naik 10,6 % ( Beritasatu, 2017 )
BAB V
PROGRAM NASIONAL BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
A. KERANGKA PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinabungan menuju keadan yang lebih baik selama priode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adapun pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.
Robert solow,berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif oleh karenaya mernurut Robert solow pertambahan penduduk harus dimamfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
Lebih lanjut Adam smith mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dalam sebuah buku yang bejudul An Inquiry Into the Nature and causes of the Wealth of Nations tahun 1776. Menurut Adam Smith, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Jumlah stok barang-barang modal
c. Luas tanah tanah dan kekayaan alam, dan d. Tingkat teknologi yang digunakan
Tahapan pertmubuhan ekonomi menurut Karl Bucher adalah tahapan perkembang ekonomi yang berlangsung dalam suatu masyarakat. Tahapan pertumbuhan ekonomi menurat Karl Bucher ( 1923 ) adalah :
a. Produksi untuk kebutuhan sendiri ( rumah tangga tertutup )
b. Perekonomian sebagai bentuk perluasan pertumbuhan penduduk dipasar ( rumah tangga kota )
c. Perekonomian nasional dengan peran perdagangan yang semakin penting ( rumah tangga negara )
d. Kegiatan perdagangan yang telah meluas melintasi batas negara ( rumah tangga dunia)
Salah satu kunci untuk memamfaatkan perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan adalah memastikan agar perekonomian nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional ini tentunya perlu didukung oleh pertumbuhan ekenomi disetiap daerah, yang tidak hanya tinggi tetapi juga perlu berkualitas.
Pertumbuhan ekenomi perlu ditopang oleh pertumbuhan dari sisi permintaan dan sisi penawaran yang seimbang, agar peningkatan jumlah permintaan tidak diikuti oleh tekanan inflasi yang tinggi. Sementara itu tumbuhnya sisi penawaran menjadi sangat penting bagi pemantapan ekonomim nasional, jika ditopang oleh pertumbuhan sektor-sektor produktif yang dapat mendorong perluasan kesempatan kerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakatn ( Bappenas, 2014 )
Peningkatan kegiatan investasi, baik dalam bentuk akumulasi kapital domestik maupun asing, akan menjadi faktor pendorong ekonomi yang sangat di butuhkan, terutama karena pertumbuhan investasi akan memberikan efek ganda terhadap perekonomian dalam perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan akhirnya dapat membantu dalam penaggulangan kemiskinan. Di lain pihak, peningkatan investasi diharapkan akan berperan sebagai medium transper teknologi yang akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas yang kemudian akan meningkatkan daya saing ekonomi suatu bansa.
B. STABILITAS NASIONAL
Stabilitas dan pembangunan nasional merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling membutuhkan. Keberhasilan pembangunan nasional akan sangat mempengaruhi tercapainya stabilitas nasional. Oleh karena itu momentum yang memungkinkan terpeliharanya pelaksanaan nasional harus tetap dijaga dan dikembangkan.
Peningkatan stabilitas terdiri dari tiga aspek yaitu : 1. Stabilitas ekonomi
2. Stabilitas sosial 3. Stabilitas politik
Untuk menjaga stabilitas ekonmi, maka fakror penting yang perlu dilakukan adalah menjaga stabilitas harga ( terutama harga kebutuhan pokok ). Aspek berikutnya adalah stabilitas sosial yang merupakan faktor penunjang stabilitas secara keseluruhan. Stabilitas sosial dapat diupayakan dengan pendekatan pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian dalam jangka panjang. Yaitu dengan cara perencanaan sensitif konflik ( conflick sensitive planning ) atau perencanaan pada perdamaian. Melalui forum perencanaan pembangunan, masyarakat berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi sehingga bisa mengurangi potensi konflik diantara masyarakat.
Stabilitas sosial dapat juga dilakukan dengan menjalankan mitigasi bencana yang tepat dan kompherensif, sehingga potensi ketidakstabilan sosial akibat bencana dapat dikurangi ( Bappenas, 2014 )
Situasi politik yang kondusif merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong pemantapan perekonomian nasional dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan pada area demokrasi, stabilitas politik dapat di bangun dengan penguatan kapasitas lembaga politik dan masyarakat sipil. Lembaga politik seperti partai politik harus melakukan funsi-fungsi politiknya secara baik. Pemiliu yang jurdil adalah syarat mutlak dalam menjaga proses berlanjutnya stabilitas politik dalam sistem demokrasi.
Stabilitas dalam politik juga banyak ditentukan oleh besar kecilnya akses masyarakat pada proses pengambilan kebijakan perencanaan pembangunan,
menyangkut prioritas-prioritas pembangunan yang mendesak dilaksanakan.
Kerangka kebijakan yang pro rakyat dalam jangka panjang merupakan faktor terpenting bagi peningkatan stabilitas politik.
C. PEMERATAAN YANG BERKEADILAN
Pemerataaan menjadi isu penting dalam pelaksanaan pembangunan guna mengatasi melebarnya ketimpangan baik antar penduduk maupun antar wilayah karena pembangunan tidak hanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi semata, namun juga mensejahterakan masyarakat yang termarjinalkan. Dalam hal itu, perlindungan sosial akan terus ditingkatkan dan di optimalkan. Hal ini bukan hanya ditujuhkan untuk memenuhi kewajiban kontitusional, namun juga dilandasi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas menuju SDM yang produktif, terdidik, terampil dan sehat, karena sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pelaku sekaligus key enabler daalm proses pembangunan ( Bappenas, 2014 )
Pemerataan pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara penyediaan dan tuntutan kebutuhan pembangunan dan masyarakat.
Terwujudnya pemerataan yang berkeadilan dapat ditunjukkan oleh :
1. Peningkatan akses mayarakat miskin dan non miskin terhadap pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya di wilayah perkotaan dan pedesaan.
2. Meningkatnya penciptaan lapangan keerja baik mdisektor formal maupun informal untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran 3. Meningkatnya pemerataan pendapatan yang diindikasikan dengan
menurunnya nilai gini ratio
4. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan
D. PENINGKATAN KUALITAS SDM
Pendidikan memberi sumbangan signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Sampai saat ini, akses dan pemerataan pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi sudah bisa ditinggalkan dengan baik. Melalui pendidikan tenaga kerja terdidik dapat mengembangkan
visi dan wawasan yang lebih maju, menanamkan etos kerja tinggi, serta menumbuhkan sikap adaptif, inovatif, bahkan tenaga kerja terdidik juga dibekali dengan penguasan teknologi yang memadai akan dapat menciptakan tenaga kerja yang berkeunggulan kompetitif ( competitive advantage ), karena dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.
Gambar 1
Kerangka Peningkatan Kualitas SDM melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas.
Pembangunan pendidikan yang bekualitas
Peningkatan Kualitas SDM
Tenaga kerja terampil, profesional dengan penguasan IPTEK, tenaga ahli dengan kemahiran khusus, etos kerja tinggi, adaftif, inovatif, keunggulan kompetitif
Peningkatan produktivitas nasional / dareah serta peningkatan dan penguatan daya saing nasional / daerah
Pemantapan Perekonomian Nasional
Peningkatan Kersejahteraan Rakyat
Pembangunan pendidikan yang bekualitas
Sumber : Bappenas, 2014
Dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan manusia yang seutuhnya, kemampuan profesional dan kematangan kepribadian saling memperkuat satu sama lain. Profesionalisme dapat turut membuat sikap dan perilaku serta kepribadian yang tangguh sementara kepribadian yang tangguh merupakan prasyarat dalam membentuk membentuk profesionalisme ( Djayanegara et. al, 1986 )
BAB VI
PEMBANGUNAN UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN YANG BERKEADILAN
A. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN SINERGI PUSAT – DAERAH Pembangunan infrastruktur merupakan aspek penting dalam mem-percepat proses pembangunan nasional. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda pergerakan pertumbahan ekonomi.
Suatu negara tidak dapat dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi dan energi. Oleh karena itu pembangunan sektor ini
Suatu negara tidak dapat dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi dan energi. Oleh karena itu pembangunan sektor ini