• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beberapa Pengertian

Dalam dokumen PERENCANAAN PEMBANGUNAN (Halaman 8-0)

BAB I PENDAHULUAN

A. Beberapa Pengertian

Perencanaan adalah sebuah patokan untuk mempermudah tercapainya suatu tujuan, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.

Menurut Alder dan Rustiadi ( 2008:339 ) menyatakan bahwa perencanaan adalah, ”Suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai dimasa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya”.

Perencanaan adalah suatu proses yang menguraikan tujuan dari organisasi, serta menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan merupakan proses-proses yang penting dari semua fungsi manajemern sebab tanpa perencanaan (Planning) fungsi pengorganisasian, pengontrolan maupun pengarahan tidak akan dapat berjalan .

2. Pengertian Pembangunan

Berikut beberapa pengertian pembangunan menurut para ahli : a. Todaro : Pembangunan dibagi dalam tiga komponen dasar,

sebagai basis konseptual dan pedoman praktis dalam memahami pembangunan yang paling hakiki yakni kecukupan yang mmemenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan rasa harga diri atau jati diri serta kebebasan dalam memilih selanjutnya Todaro

mengemukakan bahwa pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai hal yang mendasar atas struktur sosial sikap-sikap masyarakat, dan institusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan,pengentasan kemiskinan.

b. Ginanjar kartasmista : Pembangunan adalah suatu proses perubahan kearah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.

c. Siagian : Pembangunan adalah rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu negara atau bangsa yang menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)

d. Deddy T.Tikson : Pembangunan merupakan transformasi ekonomi, strategi dan budaya yang secara sengaja melalui kebijakan dan juga strategi menuju kearah yang diinginkan.

e. Surkino : Pembangunan adalah suatu usaha proses yang me-nyebabkan pandapatan perkapita masyarakat dapat meningkat dalam jangka panjang.

Jadi pembangunan adalah rangkaian usaha mewudkan pertum-buhan dan perubahan kearah yang lebih baik melalui upaya yang di-lakukan secara terencana dengan menggunakan sumberdaya untuk mencapai tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadi-lan.

3. Pengertian perencanaan pembangunan

Perencanaan pembangunan akan menjadi bahan pedoman atau acuan dasar bagi pelaksanaan pembangunan (action plan).

Oleh karena itu, perencanaan pembagunan hendaknya bersifat implementatif (dapat dilaksanakan) dan aplikatif (dapat diterapkan)

Terdapat banyak pengertian perencanaan pembangunan menurut para ahli dan menurut undang-undang No. 25 tahun 2004

Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional :

a. Riyadi dan Bratakusumah : perencanaan pembangunan adalah suatu proses prumusan alternatif-alternatif atau keputusan – keputusan yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang akan digunakan sebagai bahan untuk melaksanakan suatu rangkaian kegiatan / aktivitas .

b. Conyers dan Hills : Perencanaan pembangunan adalah suatu proses berkesinambungan yang mencakup keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan sumberdaya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang

c. Arthur W.Lewis : perencanaan pembangunan merupakan suatu kumpulan kebijaksanaan dan program pembangunan untuk mendorong masyarakat dan swasta untuk menggunakan sumberdaya yang tersedia secara lebih produktif.

d. M. L. Jhingan : Perencanaan pembangunan pada dasarnya merupakan pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa (pemerintah) pusat mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu didalam jangka waktu tertentu pula e. Perencanaan pembangunan menurut uu no. 25 tahun 2004

mendefinisikan perencanaan pembangunan sebagai berikut”

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasioanl (SPPN) adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka tahunan, yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

B. FUNGSI-FUNGSI DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Perencanaan dalam arti seluas-luasnya adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Perencanaan adalah suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya (maximum output) dengan sumber-sumber yang ada agar lebih afisien dan efektif. Perencanaan adalah penentuan tujuan yang akan dicapai dilakukan, bagaimana, bilamana,dan oleh siapa.

Albert waterston menyebutkan perencanaan adalah melihat kedepan dengan mengambil pilihan berbagai alternatif dari kegiatan untuk mencapai tujuan masa depan tersebut dengan terus mengikuti agar supaya pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan. Perencanaan pembangunan adalah suatu pengarahan penggunaan sumber (termasuk sumber-sumber ekonomi) yang terbatas adannya, untuk mencapai tujuan-tujuan keadaan sosial ekonomi yang lebih baik secara efisien dan afektif.

Perencanaaan pembangunan nasional adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

Dalam pasal 2 ayat (4) uu No. 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasioanal, bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional betujuan untuk :

a. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan

b. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antar pusat dan daerah.

c. Menjamin keterkaitan dan konsistasi antara perencanaan, pengang-garan, pelaksanaan, dan pengawasan.

d. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat

e. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

C. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DALAM PERPSEKTIF LINGKUNGAN Rencana pembangunan dalam perspektif lingkungan telah ditegaskan dalam perencanaan formal ( Rencana tata ruang ) yang secara jelas membedakan wilayah budidaya dan kawasan lindung.

Wilayah budidaya terdiri atas kawasan-kawasan yang nantinya bisa di fungsikan sebgai kawasan komersil perumahan, perkantoran, dll. Sedangkan kawasan lindung diperuntukkan sebagai kawasan yang memiliki fungsi sebagai penyangga daerah resapan air, kawasan dengan kelerengan yang tinggi, cagar alam. Pengaturan penggunaan ruang itu kemudian juga telah diperkuat dengan regulasi-regulasi lainnya. Salah satunya yang berkaitan adalah perangkat hukum yang berisikan ketentuan-ketentuan pokok lingkungan hidup diawali dengan Undang-Undang No. 4 tahun 1982 lalu disempurnakan lagi menjadi UU No. 23 tahun 1997 Tentang pengelolaan lingkungan, dan instrumen pendukung seperti Amdal dan di ikuti dengan berbagai macam standar dan prosedur lainnya yang harus dipatuhi demi memperkokoh kedudukan lingkungan hidup kita.

Perencanaan pembangunan dalam perspektif lingkungan menurut Eigles (1984) mamiliki dua komponen yaitu:

a. Sekumpulan alasan yang melihat tujuan perencanaan dari segi ekologi dan pembangunan manusia

b. Seperangakat kriteria sebagai acuan dalam menilai pembangunan dari aspek etika ekologi dan etika social ( Agus sjafri, 2017 )

Menurut Prof. Dr. Emil Salim lingkungan hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan terencana yang mendukung unsur lingkungan hidup termasuk sumber daya kedalam proses pembangunan.

Sumber daya yang mendukung pembangunan antara lain : a. Sumber daya alam, yaitu air, tanah, dan udara b. Sumber daya manuisia

c. Ilmu pengetahuan dan teknologi

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan : a. Menjamin pemerataan dan keadilan b. Menghargai keanekaragaman hayati c. Mengguanakan pendekatan integratif

d. Menggunakan pandangan jangka panjang pembangunan berwa-wasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan mamfaat sumbern daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopannya.

Roberts et al ( 1984) dalam bukunya Planning and ekology, mendefinisikan planning sebagai suatu aktivitas yang berkaitan dengan alokasi atau eksploitasi yang rasional dari sumber-sumber daya untuk kemaslahatan manusia baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Perencanaan pembangunan juga tidak bisa dilepaskan dari konsep hubungan antara sistem sosial (social system) dan lingkungan alam atau sistem ekologi (ecological system ).

D. Pendekatan Perencanaan Pembangunan

Menurut senjaya (2008), pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang suatu yang biasannya berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang saling berkaitan. lebih lanjut Bratakusumah mengatakan bahwa, perencanaan adalah suatu proses terus menerus penggunaan sumber daya yang ada dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa pendekatan perencanaan pembangunan yanitu :

a. Pendekatan politik adalah proses rencana pembangunan didasarkan atas penjabarabaran visi dan misi program kepala daerah yang bersangkutan. Visi dan misi program calon kepala daerah menjadi Rencana pembangunan jangka menengah daerah, setelah calon kepala daerah tersebut terpilih. Hal ini merupakan instrumen pendekatan politik dalam perencanaan pembangunan.

b. Pendekatan teknokrat, adalah perencanaan pembangunan yang

dilaksanakan dengan menggunakan metode-metode dan kerangka berfikir ilmiah dan lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu.

c. Pendekatan partisipatif merupakan pandekatan perencanaan pem bangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyrakat dalam merencanakan proses pembangunan. Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan mengakomodasi kepentingan mereka dalam proses panyusunan rencana pembangunan.

d. Pendfekatan TOP-DOWN, secara bahasa TOP-DOWN berarti Atas-Bawah, pendekatan dengan inisiatif organisasi /unit/ lembaga “ Atas”

yang ditindak lanjuti diterjemahkan ke bawah.

e. Pendekatan BOTTOM-UP berarti Bawah-Atas adalah pendekatan perencanaan dengan inisiatif organisasi /unit/ lembaga bawah yang ditindak lanjuti ( diterjemahkan ) ke atas.

BAB II

KONSEP ; MODEL PERENCANAAN PEMBANGUNAN

A. TIPE MODEL PERENCANAAN

a. Model agregat adalah tipe model perencanaan yang paling sederhana, model ageregat berhubungan dengan perekonomian secara keseluruhan dan menyangkut komponen-komponen agregat seperti komsumsi, produksi, investasi, tabungan, ekspor, impor, dan lain-lain. Model ini biasanya digunakan untuk menentukan laju petumbuhan PDB dengan asumsi yang di sederhanakan.

Model perencanaan agregat ini adalah model yang cocok untuk meramalkan pertumbuhan output ( dan mungkin juga ketenaga kerjaann dalam kurun waktu antara tiga sampai dengan lima tahun).

Ruang lingkup model perencanaan ageregat :

- Bertumpu pada teorama ekonomi makro dimana konsep intinya adalah pendapatan domestik bruto (PDB)

- PDRB adalah agregasi (penjumlahan) dari komsumsi, pengeluaran pemerintah. Investasi pemerintah, investasi masyarakat, ekspor-impor.

Hampir semua model yang tergolong model agregat ini memiliki kemiripan gagasan denmgan model dasar Harrod-Domar.

b. Perencanan sektoral adalah perencanaan yang dilakukan dengan pendekatan berdasarkan sektor yang dimaksud dengan sektor adalah kumpulan dari kegiatan-kegiatan atau program yang mempunyai persamaan ciri-ciri serta tujuannya. Pembagian menurut kl;asifikasi fungsional seperti sektor, maksudnya untuk mempermudah

perhitungan-perhitungan dalam mencapai sasaranm makro. Sektor-sektor ini kecuali mempunyai ciri-ciri yang berbeda satu sama lain, juga mempunyai daya dorong yang berbeda dalam mengantisipasi investasi yang dilakukan pada masing-masing sektor. Meskipun pendekatan ini menentukan kegiatan-kegiatan tertentu, oleh instansi tertentu, dilokasi tertentu, faktor lokasi pada dasarnya dipandang sebagai tempat atau lokasi kegiatan saja. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan perencanaan lainnya yang terutama bertumpu pada lokasi kegiatan.

c. Model pendekatan antar industri adalah pendekatan ketiga terhadap perencanaan yaitu model antar industri dimana kegiatan dari seluruh sektor ekonomi yang produktif yang saling berkaitan satu sama lain dalam konteks seperangkat persamaaan linear yang simultan yang menyatakan proses produksi yang spesifik dari masing-masing industri.

Pendekatan ini memperhitungkan kenyataan bahwa kegiatan ekonomi dalam sektor-sektor industri yang utama senantiasa saling behubungan satu sama lain dalam suatu bentuk himpunan yang simultan yang pada akhirnya akan menunjukkan proses produksi atau teknologi yang digunakan dalam masing-masing sektor industri.

Semua industri selain dianggap sebagai produsen output tertentu, juga sebagai kosumen atau pihak yang menggunakan output dari industrui yang lain sebagai inputnya, sebagai contoh adalah sektor pertanian, selain sebagai produsen output tertentu (misalnya gandum) sektor ini juga mengguanakan input-input yang merupakan output-output, misalnya pada sektor industri mesin dan sektor industri pupuk.

B. PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Secara umum prinsip-prinsip perencanaan pembangunan adalah a. Kegiatan yang dilakukan harus berhubungann dengan kebutuhan

dasar masyarakat

b. Pembangunan masyarakat yang seimbang memerlukan penerapan program dengan beberapa tujuan.

c. Perubahan sikap masyarakat sangat penting dicapai pada tahap awal pembangunan

d. Pembangunan ,masyarakat menghendaki peningkatan partisipasi masyarakat yang labih baik, revitalisasi pemerintah lokal dan transisi menuju administrasi lokal yang efektif.

e. Pelatihan pemimpin lokal agar menjadi salah satu tujuan program f. Mendorong partisipasi wanita dan pemuda

g. Agar efektif, perlu bantuan pemerintah secara intensif dan extensive pada proyek-proyek atas inisiatif masyarakat

Menurut Abe dalam Ovalhanif (2009), bahwa prinsip perencanaan pembangunan adalah :

1. Apa yang akan dilakukan yang merupakan jawaban dari visi dan misi

2. Bagaimana mencapai hal tersebut 3. Siapa yang melakukannya

4. Lokasi aktivitas

5. Kapan akan dilakukan, berapa lama 6. Sumber daya yang dibutuhkan

Prinsip-prinsip perencanaan menurut prinsip-prinsip penyusunan Renstra satuan kerja perangkat daerah / SKPD (2007) sebagai berikut :

a. Prinsip-prinsip perencanaan teknokratis :

o Ada rumusan isu dan permasalahan pembangunan yang jelas o Ada rumusan prioritas isu sesuai dengan urgensi, kepenttingan

dan dampak isu terhadap kesejahteraan masyarakat

o Ada rumusan tujuan pembangunan yang memenuhi kriteria SMART ( Specific, Measurable, Achievable, Resultoriented, time bound).

o Ada rumusan alternatif strategi untuk pencapaian tujuan

o Ada rumusan kebijakan untuk masing-masing strategi

o Ada pertimbangan atas kendala ketersediaan sumberdaya dan dana

o Ada prioritas program

o Ada tolak ukur dan target kinerja capaian program o Ada pagu indikatif program

o Ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan, sasaran, dan hasil, serta waktu penyelesaian termasuk tinjauan ulang kermajuan pencapaian sasaran

o Ada kemampuan untuk menyesuaikan dari waktu kewaktu terhadap perkembangan internal dan eksternal yang terjadi o Ada evaluasi terhadap proses perencanaan yang dilakukan o Ada komunikasi dan konsultasi berkelanjutan dari dokumen

yang dihasilkan

o Ada instrumen, metodologi, pendekatan yang tepat digunakan untuk mendukung proses perencanaan

C. SISTEM PERENCANAAN |PEMBANGUNAN NASIONAL

Menurut w. Arthur Lewis ( 1994: 17 ), dalam perjalanan mempersiapkan sebuah rencana, badan perencanaan, dibanjiri dengan usulan-usulan : proyek-proyek pengeluaran pemerintah, analisa-analisa biaya dan pasar-pasar untuk industri-industri baru yang mungkin, rencana-rencana memperbaiki undang-undang yang mempengaruhi lembaga-lembaga ekonomi, laporan-laporan mengenai sumber-sumber daya alam yang baru ditemukan,analisa – analisa kebutuhan sosial dan seterusnya.Semua bahan ini harus dipilih, dinilai dan ditetapkan prioritas-prioriotas dengan cara yang konstisten.

Tidak ada formula yang sederhana untuk membuat sebuah rencana pembangunan.Pertama-tama sebuah rencana pada dasarnya merupakan sekumpulan dugaan-dugaan tentang masa depan, karena penetapan prioritas-prioritas memerlukan perkiraan-perkiraan yang tak tentu mengenai kemungkinan hasil-hasilnya, mamfaat-mamfaat dan biaya-biayanya. Tak ada formula untuk meramalkan masa depan, yang terbaik yang

bisa kita lakukan ialah mencari persanmaan-persamaan di masa lampau.

Ekonomi pembangunan membandingkan masa lampau dan masa sekarang dalam mencari petunjuk-petunjuk untuk masa depan. Jadi sebuah rencana pembangunan dibuat berdasarkan filosofi umum tentang bagaimana pembangunan itu terjadi. Filosofi ini mernjadi dasar dugaan-dugaan yang harus dibuat dalam menetapkan proyek-proyek perorangan.

Sistem perencanaan pembangunan nasional adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah. Sistem ini adalah pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara ( GBHN) dan mulai berlaku sejak tahun 2005.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menurut undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka waktu tertentu yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

Ada 5 (lima) tujuan perencanaan pembangunan menurut uu no 25 tahun 2004 yaitu:

1. Mengkoordinasikan pelaku-pelaku pembangunan

2. Mengintegrasikan pembangunan antara daerah, waktu, fungsi pemerintah yang berbeda ( pusat maupun daerah )

3. Menghubungkan dan menyelenggarakan perencanaan, penyelenggara, pelaksanaan dengan pengawasan.

4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat 5. Memamfaatkan suimber daya dengan baik.

D. ASPEK PERENCANAAN COMUNITY DEVELOPMENT

Secara umum comunity development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat. Untuk mencapai kondisi sosial ekonomi budaya yang

lebih baik apabila dibandingkan, sebelum adanya kegiatan pembangunan.

Sehingga masyarakat ditempat tersebut diharapakn menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Program Comunity Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (Comunity Based ), berbasis sumber daya setempat ( local resource based ) dan berkelanjutan (sustainable).

Dalam program comunity development terdapat dua sasaran yang ingin dicapai yaitu;

a. Kapasitas masyarakat, dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan ( empowerment ) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi.

b. Kesetaraan ( equity ) dengan tidak membedakan status, berkelanjutan (Sustainability) dan kerjasama ( cooperation ), kesemuanya berjalan secara simultan.

Model pengembangan masyarakat dalam comunity development menekankan pada partisipasi penuh pada seluruh warga masyarakat.

Lebih lanjut PBB ( 1995 ) merndefinisikan pengembangan masyarakat sebagai berikut:

“Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyarakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri.”

Tropman et al ( 1993 ) mengemukakan bahwa :

“Locality development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyarakat dan untuk mendidiK mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan sendiri untuk meningkatkanm kualitas-kualitas kehidupan mereka sendiri pula”

Ada beberapa aspek perencanaan comunity development ( Agus syafari : 2008 ), antara lain :

1. Planning ( perencanaan ) maliputi kegiatan-kegiatan peramalan, perumusan tujuan pemrograman, penyusunan tata waktu,

penyusunan prosedur, dan penganggaran.

2. Organising ( pengorganisasian ) meliputi kegiatan-kegiatan pengorganisasian / pembentukan struktur, pendelegsian, dan pemamfaatan hubungan kerja.

3. Staffing and leading ( penempatan dan kepemimpinan ) meliputi kegiatan-kegiatan menentukan standar kinerja, mengukur kinerja mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan.

4. Controling ( pengawasan ) meliputi kegiatan – kegiatan menentukan standar kinerja,mengukur kinerja, mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan

Pengembangan masyarakat (comunity development ) sebagai salah satu model pendekatan pembangunan ( bottoming up- approach ) merupakan upaya melibatkan peran aktif masyarakat beserta sumber daya lokal yang ada. Dan dalam pengembangan masyarakat hendaknya diperhatikan bahwa masyarakat punya tradisi, dan punya adat istiadat, yang kemungkinan sebagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai model sosial

BAB III

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

A. SASARAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI.

Sasaran pembangunan demokrasi dalam mewujudkan lembaga demokrasi yang makin kokoh, lembaga-lembaga negara harus dibangun agar menjadi lembaga / pelaksana kedaulatan rakyat. Cara pengisian jabatan lembaga-lembaga negara harus demokratis, melalui Pemilu atau pemilihan oleh wakil rakyat. Semua pejabat negara harus mempertanggung jawabkan pengguna kekuasaannya kepada rakyat. Aparat birokrasi harus mampu mewujudkan pemerintah yang bersih dan baik. Mereka harus menerapkan asas keterbukaan / transparan, akuntabel / dapat dipertanggungjawabkan.

Birokrasi pemerintah harus mampu bekerja secara efektif dan efisien.

Termasuk dalam pembangunan lembaga-lembaga negara ini adalah pembangunan aparat penegak hukum. Mental dan keahlian aparat penegak hukum harus dibangun sehingga benar-benar mampu menerapkan prinsip Rule Of Law yang sangat dibutuhkan dalam negara demokrasi ( Tati Harwati : 2014 ) .

Program penyempurnaan dan penguatan kelembagaan demokrasi, bertujuan mewujudkan pelembagaan fungsi-fungsi dan hubungan antara lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga politik lainnya, serta lembaga-lembaga kemasyarakatan yang kokoh dan optimal. Kegiatan pokoknya mencakup :

a. Perumusan standar dan parameter politik terkait dengan hubungan checks and balances diantara lembaga-lembaga penyelenggara negara.

b. Peningkatan kemampuan lembaga eksekutif yang profesional dan netral.

c. Perumusan kerangka politik yang lebih jelas mengenai kewenangan dan tanggung jawab antara pusat dan daerah dalam konteks desantralisasi dan otonomi daerah.

d. Fasilitas perumusan yang lebih menyeluruh terhadap semua peraturan perundang yang berkaitan dengan pertahanan keamanan negara untuk mendorong profesionalisme Polri, TNI dan menjaga netralitas politik kedua lembaga tersebut.

e. Fasilitas peningkatan kualitas fungsi dan peran-peran lembaga legislatif (DPR, DPD dan DPRD)

f. Promosi dan sosialisasi pentingnya independesi, kapasitas dan integritas lembaga Mahkamah Konstitusi dan Komisi yudisial sebagai upaya memperkuat wibawa dan kepastian konstitusional dalam proses penyelenggaraan negara.

g. Pelembaga komisi kebenaran dan rekonsiliasi

h. Fasilitas pemberdayaan partai politik dan masyarakat sipil yang otonom dan independen serta yang memiliki kemampuan melakukan pengawasan terhadap proses pengambilan dan pelaksanaan keputusan kebijakan publik.

Dampak dari pembangunan demokrasi di Indonesia adalah peningkatan kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Pengaruh dari pembangunan demokrasi yang dilakukan di Indonesia tentu sangat signifikan sebab dapat dilihat bahwa semua negara yang berhasil menjalankan pemerintahan secara demokratis akan mempunyai bargaining position yang besar dalam stabilitas regionalnya di banding dengan negara yang memiliki ketidakstabilan politik dalam negerinya ( Prasidda santika, 2011 )

B. PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RENCANA KERJA

Jan Tin Bergen ( 1987 : 41 ) menyatakan bahwa dibandingkan dengan sekalian jenis rencana yang disusun oleh badan perencanaan Rencana Perspektif-lah yang paling luas ruang lingkupnya. Isinnya biasanya jauh lebih luas daripada rencana-rencana jangka-jangka pendek. Hal ini dengan sendirinya dapat dipahami, karena lebih sulit melihat kedepannya meliputi jangka waktu yang lama daripada jangka waktu yang pendek. Dalam masa 15 atau 20 tahun, banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat diramalkan seperti perkembangan teknologi demikian juga data lain dalam pembangunan ekonomi.

Dalam rencana perspektif kita dapat menyatakan kekuatan-kekuatan yang akibatnya dapat ditaksir secara pasti dalam jangka panjang. Kekuatan-kekuatan ini meliputi pertumbuhan penduduk, pengaruh pendidikan, yang hanya dapat dilihat dalam jangka waktu yang lama, demikian juga pertumbuhan dari faktor-faktor teknologi umum yang pada masa lalu berkembang secara teratur.

Lebih lanjut Jan Tinbergen ( 1987 : 42 ) menyatakan bahwa kategori dari rencana-rencana ialah Rencana Jangka Menengah, rencana ini biasanya meliputi jangka waktu empat, lima atau enam tahun, jangka waktu yang sama

Lebih lanjut Jan Tinbergen ( 1987 : 42 ) menyatakan bahwa kategori dari rencana-rencana ialah Rencana Jangka Menengah, rencana ini biasanya meliputi jangka waktu empat, lima atau enam tahun, jangka waktu yang sama

Dalam dokumen PERENCANAAN PEMBANGUNAN (Halaman 8-0)

Dokumen terkait