• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERENCANAAN PEMBANGUNAN"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Mukmin Muhammad

Penerbit : Cv.DUA BERSAUDARA.

mengabdi untuk ilmu pengetahuan

(3)

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

PENULIS Mukmin Muhammad ISBN : 978- 602–50829-0–0

EDITOR DAN TATA LETAK Nurmayah

DESAIN SAMPUL Meraja design

PENERBIT : CV.Dua Bersaudara JL. A. P. Peterrani II Lr 11,No.4

Makassar 90222 Whatsapp : 082 390 717 348 Whatsapp : 085 299 298 775 email : dbs2publish@yahoo. Com

email : [email protected]

Hak Cipta dilindungi Oleh Undang-Undang All Right Reserved.

Cetakan I, 2017

(4)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya, buku Perencanaan Pembangunan ini bisa terselesaikan dengan baik

Buku ini disusun untuk membantu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Perencanaan Pembangunan. Buku ini diharapkan juga bermamfaat sebagai bahan bacaan untuk masyarakat luas, khususnya mereka yang berkedudukan sebagai pimpinan organisasi pemerintahan maupun organisasi Non Pemerintahan.

Perencanaan Pembangunan merupakan suatu proses dalam menentukan dan mengendalikan keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan dari berbagai alternatif penggunaaan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu pada masa yang akan datang. Kebijakan strategi pembangunan perlu dilakukan secara lebih terarah dan bersinergi dalam mencapai kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Demikianlah kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses penulisan dan penerbitan buku ini.

Mudah-mudahan buku ini ada mamfaatnya bagi para pembaca. Billahi taufiq wa hua walliyul hidayah wal maghfirah.

Penulis

(5)

DAFTAR ISI

Kata pengantar ... iii

Daftar isi...iv

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Beberapa Pengertian ...1

B. Fungsi-fungsi dari Perencanaan ...4

C. Perencanaan Pembangunan dalam Perspektif Lingkungan ...5

D. Pendekatan Perencanaan Pembangunan...6

BAB II Konsep; Model Perencanaan Pembangunan ...8

A. Tipe Model Perencanaan Pembangunan ...8

B. Prinsip-prinsip Perencanaan Pembangunan ...9

C. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ... 11

D. Aspek Perencanaan Comunity Development ... 12

BAB III Kebijakan Pembangunan Nasional ...15

A. Sasaran Pembangunan Demokrasi ... 15

B. Pembangunan Nasional Dalam Rencana kerja ... 17

C. Isu Strategis untuk mendukung Prinsip Nasional ... 19

BAB IV Rencana Pembangunan yang strategis ...21

A. Program Pengentasan Kemiskinan... 21

B. Peningkatan Investasi. Dan Iklim usaha ... 22

(6)

BAB V Program Nasional Bagi Peningkatan Kesejahteraan

Rakyat ...24

A. Kerangka Pertumbuhan Ekonomi ... 24

B. Stabilitas Nasional ... 26

C. Pemerataan yang Berkeadilan ... 27

D. Peningkatan Kualitas SDM ... 28

BAB VI Pembangunan Untuk Peningkatan Kesejahteraan yang Berkeadilan ...30

A. Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Pusat dan Daerah ... 30

B. Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat ... 31

C. Perkembangan Regional Asean ... 33

D. Peran Ekspor Indonesia ... 33

BAB VII Rencana Kerja Daerah Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat ...35

A. Pengurangan Kesenjangan Antar Daerah ... 35

B. Program Kerja di Daerah ... 36

C. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan ... 37

Daftar Pustaka ...41

(7)

Orang - Orang yang mempunyai hati mengetahui, Kebahagiaan takkan tercapai kecuali dengan Ilmu dan ibadah

( Imam Al - Gazali )

Penerbit : CV. DUA BERSAUDARA.

--- mengabdi untuk ilmu pengetahuan

Copyright - 2017

(8)

BAB I PENDAHULUAN

A. BEBERAPA PENGERTIAN 1. Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah sebuah patokan untuk mempermudah tercapainya suatu tujuan, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.

Menurut Alder dan Rustiadi ( 2008:339 ) menyatakan bahwa perencanaan adalah, ”Suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai dimasa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya”.

Perencanaan adalah suatu proses yang menguraikan tujuan dari organisasi, serta menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan merupakan proses- proses yang penting dari semua fungsi manajemern sebab tanpa perencanaan (Planning) fungsi pengorganisasian, pengontrolan maupun pengarahan tidak akan dapat berjalan .

2. Pengertian Pembangunan

Berikut beberapa pengertian pembangunan menurut para ahli : a. Todaro : Pembangunan dibagi dalam tiga komponen dasar,

sebagai basis konseptual dan pedoman praktis dalam memahami pembangunan yang paling hakiki yakni kecukupan yang mmemenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan rasa harga diri atau jati diri serta kebebasan dalam memilih selanjutnya Todaro

(9)

mengemukakan bahwa pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai hal yang mendasar atas struktur sosial sikap-sikap masyarakat, dan institusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan,pengentasan kemiskinan.

b. Ginanjar kartasmista : Pembangunan adalah suatu proses perubahan kearah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.

c. Siagian : Pembangunan adalah rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu negara atau bangsa yang menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)

d. Deddy T.Tikson : Pembangunan merupakan transformasi ekonomi, strategi dan budaya yang secara sengaja melalui kebijakan dan juga strategi menuju kearah yang diinginkan.

e. Surkino : Pembangunan adalah suatu usaha proses yang me- nyebabkan pandapatan perkapita masyarakat dapat meningkat dalam jangka panjang.

Jadi pembangunan adalah rangkaian usaha mewudkan pertum- buhan dan perubahan kearah yang lebih baik melalui upaya yang di- lakukan secara terencana dengan menggunakan sumberdaya untuk mencapai tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadi- lan.

3. Pengertian perencanaan pembangunan

Perencanaan pembangunan akan menjadi bahan pedoman atau acuan dasar bagi pelaksanaan pembangunan (action plan).

Oleh karena itu, perencanaan pembagunan hendaknya bersifat implementatif (dapat dilaksanakan) dan aplikatif (dapat diterapkan)

Terdapat banyak pengertian perencanaan pembangunan menurut para ahli dan menurut undang-undang No. 25 tahun 2004

(10)

Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional :

a. Riyadi dan Bratakusumah : perencanaan pembangunan adalah suatu proses prumusan alternatif-alternatif atau keputusan – keputusan yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang akan digunakan sebagai bahan untuk melaksanakan suatu rangkaian kegiatan / aktivitas .

b. Conyers dan Hills : Perencanaan pembangunan adalah suatu proses berkesinambungan yang mencakup keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan sumberdaya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang

c. Arthur W.Lewis : perencanaan pembangunan merupakan suatu kumpulan kebijaksanaan dan program pembangunan untuk mendorong masyarakat dan swasta untuk menggunakan sumberdaya yang tersedia secara lebih produktif.

d. M. L. Jhingan : Perencanaan pembangunan pada dasarnya merupakan pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa (pemerintah) pusat mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu didalam jangka waktu tertentu pula e. Perencanaan pembangunan menurut uu no. 25 tahun 2004

mendefinisikan perencanaan pembangunan sebagai berikut”

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasioanl (SPPN) adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka tahunan, yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

(11)

B. FUNGSI-FUNGSI DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Perencanaan dalam arti seluas-luasnya adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Perencanaan adalah suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik- baiknya (maximum output) dengan sumber-sumber yang ada agar lebih afisien dan efektif. Perencanaan adalah penentuan tujuan yang akan dicapai dilakukan, bagaimana, bilamana,dan oleh siapa.

Albert waterston menyebutkan perencanaan adalah melihat kedepan dengan mengambil pilihan berbagai alternatif dari kegiatan untuk mencapai tujuan masa depan tersebut dengan terus mengikuti agar supaya pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan. Perencanaan pembangunan adalah suatu pengarahan penggunaan sumber-sumber (termasuk sumber- sumber ekonomi) yang terbatas adannya, untuk mencapai tujuan-tujuan keadaan sosial ekonomi yang lebih baik secara efisien dan afektif.

Perencanaaan pembangunan nasional adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

Dalam pasal 2 ayat (4) uu No. 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasioanal, bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional betujuan untuk :

a. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan

b. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antar pusat dan daerah.

c. Menjamin keterkaitan dan konsistasi antara perencanaan, pengang- garan, pelaksanaan, dan pengawasan.

d. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat

e. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

(12)

C. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DALAM PERPSEKTIF LINGKUNGAN Rencana pembangunan dalam perspektif lingkungan telah ditegaskan dalam perencanaan formal ( Rencana tata ruang ) yang secara jelas membedakan wilayah budidaya dan kawasan lindung.

Wilayah budidaya terdiri atas kawasan-kawasan yang nantinya bisa di fungsikan sebgai kawasan komersil perumahan, perkantoran, dll. Sedangkan kawasan lindung diperuntukkan sebagai kawasan yang memiliki fungsi sebagai penyangga daerah resapan air, kawasan dengan kelerengan yang tinggi, cagar alam. Pengaturan penggunaan ruang itu kemudian juga telah diperkuat dengan regulasi-regulasi lainnya. Salah satunya yang berkaitan adalah perangkat hukum yang berisikan ketentuan-ketentuan pokok lingkungan hidup diawali dengan Undang-Undang No. 4 tahun 1982 lalu disempurnakan lagi menjadi UU No. 23 tahun 1997 Tentang pengelolaan lingkungan, dan instrumen pendukung seperti Amdal dan di ikuti dengan berbagai macam standar dan prosedur lainnya yang harus dipatuhi demi memperkokoh kedudukan lingkungan hidup kita.

Perencanaan pembangunan dalam perspektif lingkungan menurut Eigles (1984) mamiliki dua komponen yaitu:

a. Sekumpulan alasan yang melihat tujuan perencanaan dari segi ekologi dan pembangunan manusia

b. Seperangakat kriteria sebagai acuan dalam menilai pembangunan dari aspek etika ekologi dan etika social ( Agus sjafri, 2017 )

Menurut Prof. Dr. Emil Salim lingkungan hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal- hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan terencana yang mendukung unsur lingkungan hidup termasuk sumber daya kedalam proses pembangunan.

Sumber daya yang mendukung pembangunan antara lain : a. Sumber daya alam, yaitu air, tanah, dan udara b. Sumber daya manuisia

c. Ilmu pengetahuan dan teknologi

(13)

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan : a. Menjamin pemerataan dan keadilan b. Menghargai keanekaragaman hayati c. Mengguanakan pendekatan integratif

d. Menggunakan pandangan jangka panjang pembangunan berwa- wasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan mamfaat sumbern daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopannya.

Roberts et al ( 1984) dalam bukunya Planning and ekology, mendefinisikan planning sebagai suatu aktivitas yang berkaitan dengan alokasi atau eksploitasi yang rasional dari sumber-sumber daya untuk kemaslahatan manusia baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Perencanaan pembangunan juga tidak bisa dilepaskan dari konsep hubungan antara sistem sosial (social system) dan lingkungan alam atau sistem ekologi (ecological system ).

D. Pendekatan Perencanaan Pembangunan

Menurut senjaya (2008), pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang suatu yang biasannya berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang saling berkaitan. lebih lanjut Bratakusumah mengatakan bahwa, perencanaan adalah suatu proses terus menerus penggunaan sumber daya yang ada dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa pendekatan perencanaan pembangunan yanitu :

a. Pendekatan politik adalah proses rencana pembangunan didasarkan atas penjabarabaran visi dan misi program kepala daerah yang bersangkutan. Visi dan misi program calon kepala daerah menjadi Rencana pembangunan jangka menengah daerah, setelah calon kepala daerah tersebut terpilih. Hal ini merupakan instrumen pendekatan politik dalam perencanaan pembangunan.

b. Pendekatan teknokrat, adalah perencanaan pembangunan yang

(14)

dilaksanakan dengan menggunakan metode-metode dan kerangka berfikir ilmiah dan lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu.

c. Pendekatan partisipatif merupakan pandekatan perencanaan pem bangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyrakat dalam merencanakan proses pembangunan. Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan mengakomodasi kepentingan mereka dalam proses panyusunan rencana pembangunan.

d. Pendfekatan TOP-DOWN, secara bahasa TOP-DOWN berarti Atas- Bawah, pendekatan dengan inisiatif organisasi /unit/ lembaga “ Atas”

yang ditindak lanjuti diterjemahkan ke bawah.

e. Pendekatan BOTTOM-UP berarti Bawah-Atas adalah pendekatan perencanaan dengan inisiatif organisasi /unit/ lembaga bawah yang ditindak lanjuti ( diterjemahkan ) ke atas.

(15)

BAB II

KONSEP ; MODEL PERENCANAAN PEMBANGUNAN

A. TIPE MODEL PERENCANAAN

a. Model agregat adalah tipe model perencanaan yang paling sederhana, model ageregat berhubungan dengan perekonomian secara keseluruhan dan menyangkut komponen-komponen agregat seperti komsumsi, produksi, investasi, tabungan, ekspor, impor, dan lain-lain. Model ini biasanya digunakan untuk menentukan laju petumbuhan PDB dengan asumsi yang di sederhanakan.

Model perencanaan agregat ini adalah model yang cocok untuk meramalkan pertumbuhan output ( dan mungkin juga ketenaga kerjaann dalam kurun waktu antara tiga sampai dengan lima tahun).

Ruang lingkup model perencanaan ageregat :

- Bertumpu pada teorama ekonomi makro dimana konsep intinya adalah pendapatan domestik bruto (PDB)

- PDRB adalah agregasi (penjumlahan) dari komsumsi, pengeluaran pemerintah. Investasi pemerintah, investasi masyarakat, ekspor- impor.

Hampir semua model yang tergolong model agregat ini memiliki kemiripan gagasan denmgan model dasar Harrod-Domar.

b. Perencanan sektoral adalah perencanaan yang dilakukan dengan pendekatan berdasarkan sektor yang dimaksud dengan sektor adalah kumpulan dari kegiatan-kegiatan atau program yang mempunyai persamaan ciri-ciri serta tujuannya. Pembagian menurut kl;asifikasi fungsional seperti sektor, maksudnya untuk mempermudah

(16)

perhitungan-perhitungan dalam mencapai sasaranm makro. Sektor- sektor ini kecuali mempunyai ciri-ciri yang berbeda satu sama lain, juga mempunyai daya dorong yang berbeda dalam mengantisipasi investasi yang dilakukan pada masing-masing sektor. Meskipun pendekatan ini menentukan kegiatan-kegiatan tertentu, oleh instansi tertentu, dilokasi tertentu, faktor lokasi pada dasarnya dipandang sebagai tempat atau lokasi kegiatan saja. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan perencanaan lainnya yang terutama bertumpu pada lokasi kegiatan.

c. Model pendekatan antar industri adalah pendekatan ketiga terhadap perencanaan yaitu model antar industri dimana kegiatan dari seluruh sektor ekonomi yang produktif yang saling berkaitan satu sama lain dalam konteks seperangkat persamaaan linear yang simultan yang menyatakan proses produksi yang spesifik dari masing-masing industri.

Pendekatan ini memperhitungkan kenyataan bahwa kegiatan ekonomi dalam sektor-sektor industri yang utama senantiasa saling behubungan satu sama lain dalam suatu bentuk himpunan yang simultan yang pada akhirnya akan menunjukkan proses produksi atau teknologi yang digunakan dalam masing-masing sektor industri.

Semua industri selain dianggap sebagai produsen output tertentu, juga sebagai kosumen atau pihak yang menggunakan output dari industrui yang lain sebagai inputnya, sebagai contoh adalah sektor pertanian, selain sebagai produsen output tertentu (misalnya gandum) sektor ini juga mengguanakan input-input yang merupakan output-output, misalnya pada sektor industri mesin dan sektor industri pupuk.

B. PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Secara umum prinsip-prinsip perencanaan pembangunan adalah a. Kegiatan yang dilakukan harus berhubungann dengan kebutuhan

dasar masyarakat

(17)

b. Pembangunan masyarakat yang seimbang memerlukan penerapan program dengan beberapa tujuan.

c. Perubahan sikap masyarakat sangat penting dicapai pada tahap awal pembangunan

d. Pembangunan ,masyarakat menghendaki peningkatan partisipasi masyarakat yang labih baik, revitalisasi pemerintah lokal dan transisi menuju administrasi lokal yang efektif.

e. Pelatihan pemimpin lokal agar menjadi salah satu tujuan program f. Mendorong partisipasi wanita dan pemuda

g. Agar efektif, perlu bantuan pemerintah secara intensif dan extensive pada proyek-proyek atas inisiatif masyarakat

Menurut Abe dalam Ovalhanif (2009), bahwa prinsip perencanaan pembangunan adalah :

1. Apa yang akan dilakukan yang merupakan jawaban dari visi dan misi

2. Bagaimana mencapai hal tersebut 3. Siapa yang melakukannya

4. Lokasi aktivitas

5. Kapan akan dilakukan, berapa lama 6. Sumber daya yang dibutuhkan

Prinsip-prinsip perencanaan menurut prinsip-prinsip penyusunan Renstra satuan kerja perangkat daerah / SKPD (2007) sebagai berikut :

a. Prinsip-prinsip perencanaan teknokratis :

o Ada rumusan isu dan permasalahan pembangunan yang jelas o Ada rumusan prioritas isu sesuai dengan urgensi, kepenttingan

dan dampak isu terhadap kesejahteraan masyarakat

o Ada rumusan tujuan pembangunan yang memenuhi kriteria SMART ( Specific, Measurable, Achievable, Resultoriented, time bound).

o Ada rumusan alternatif strategi untuk pencapaian tujuan

(18)

o Ada rumusan kebijakan untuk masing-masing strategi

o Ada pertimbangan atas kendala ketersediaan sumberdaya dan dana

o Ada prioritas program

o Ada tolak ukur dan target kinerja capaian program o Ada pagu indikatif program

o Ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan, sasaran, dan hasil, serta waktu penyelesaian termasuk tinjauan ulang kermajuan pencapaian sasaran

o Ada kemampuan untuk menyesuaikan dari waktu kewaktu terhadap perkembangan internal dan eksternal yang terjadi o Ada evaluasi terhadap proses perencanaan yang dilakukan o Ada komunikasi dan konsultasi berkelanjutan dari dokumen

yang dihasilkan

o Ada instrumen, metodologi, pendekatan yang tepat digunakan untuk mendukung proses perencanaan

C. SISTEM PERENCANAAN |PEMBANGUNAN NASIONAL

Menurut w. Arthur Lewis ( 1994: 17 ), dalam perjalanan mempersiapkan sebuah rencana, badan perencanaan, dibanjiri dengan usulan-usulan : proyek- proyek pengeluaran pemerintah, analisa-analisa biaya dan pasar-pasar untuk industri-industri baru yang mungkin, rencana-rencana memperbaiki undang-undang yang mempengaruhi lembaga-lembaga ekonomi, laporan- laporan mengenai sumber-sumber daya alam yang baru ditemukan,analisa – analisa kebutuhan sosial dan seterusnya.Semua bahan ini harus dipilih, dinilai dan ditetapkan prioritas-prioriotas dengan cara yang konstisten.

Tidak ada formula yang sederhana untuk membuat sebuah rencana pembangunan.Pertama-tama sebuah rencana pada dasarnya merupakan sekumpulan dugaan-dugaan tentang masa depan, karena penetapan prioritas-prioritas memerlukan perkiraan-perkiraan yang tak tentu mengenai kemungkinan hasil-hasilnya, mamfaat-mamfaat dan biaya- biayanya. Tak ada formula untuk meramalkan masa depan, yang terbaik yang

(19)

bisa kita lakukan ialah mencari persanmaan-persamaan di masa lampau.

Ekonomi pembangunan membandingkan masa lampau dan masa sekarang dalam mencari petunjuk-petunjuk untuk masa depan. Jadi sebuah rencana pembangunan dibuat berdasarkan filosofi umum tentang bagaimana pembangunan itu terjadi. Filosofi ini mernjadi dasar dugaan-dugaan yang harus dibuat dalam menetapkan proyek-proyek perorangan.

Sistem perencanaan pembangunan nasional adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah. Sistem ini adalah pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara ( GBHN) dan mulai berlaku sejak tahun 2005.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menurut undang- undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, adalah suatu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka waktu tertentu yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

Ada 5 (lima) tujuan perencanaan pembangunan menurut uu no 25 tahun 2004 yaitu:

1. Mengkoordinasikan pelaku-pelaku pembangunan

2. Mengintegrasikan pembangunan antara daerah, waktu, fungsi pemerintah yang berbeda ( pusat maupun daerah )

3. Menghubungkan dan menyelenggarakan perencanaan, penyelenggara, pelaksanaan dengan pengawasan.

4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat 5. Memamfaatkan suimber daya dengan baik.

D. ASPEK PERENCANAAN COMUNITY DEVELOPMENT

Secara umum comunity development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat. Untuk mencapai kondisi sosial ekonomi budaya yang

(20)

lebih baik apabila dibandingkan, sebelum adanya kegiatan pembangunan.

Sehingga masyarakat ditempat tersebut diharapakn menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Program Comunity Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (Comunity Based ), berbasis sumber daya setempat ( local resource based ) dan berkelanjutan (sustainable).

Dalam program comunity development terdapat dua sasaran yang ingin dicapai yaitu;

a. Kapasitas masyarakat, dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan ( empowerment ) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi.

b. Kesetaraan ( equity ) dengan tidak membedakan status, berkelanjutan (Sustainability) dan kerjasama ( cooperation ), kesemuanya berjalan secara simultan.

Model pengembangan masyarakat dalam comunity development menekankan pada partisipasi penuh pada seluruh warga masyarakat.

Lebih lanjut PBB ( 1995 ) merndefinisikan pengembangan masyarakat sebagai berikut:

“Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyarakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri.”

Tropman et al ( 1993 ) mengemukakan bahwa :

“Locality development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyarakat dan untuk mendidiK mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan sendiri untuk meningkatkanm kualitas-kualitas kehidupan mereka sendiri pula”

Ada beberapa aspek perencanaan comunity development ( Agus syafari : 2008 ), antara lain :

1. Planning ( perencanaan ) maliputi kegiatan-kegiatan peramalan, perumusan tujuan pemrograman, penyusunan tata waktu,

(21)

penyusunan prosedur, dan penganggaran.

2. Organising ( pengorganisasian ) meliputi kegiatan-kegiatan pengorganisasian / pembentukan struktur, pendelegsian, dan pemamfaatan hubungan kerja.

3. Staffing and leading ( penempatan dan kepemimpinan ) meliputi kegiatan-kegiatan menentukan standar kinerja, mengukur kinerja mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan.

4. Controling ( pengawasan ) meliputi kegiatan – kegiatan menentukan standar kinerja,mengukur kinerja, mengevaluasi kinerja dan perbaikan kinerja kegiatan

Pengembangan masyarakat (comunity development ) sebagai salah satu model pendekatan pembangunan ( bottoming up- approach ) merupakan upaya melibatkan peran aktif masyarakat beserta sumber daya lokal yang ada. Dan dalam pengembangan masyarakat hendaknya diperhatikan bahwa masyarakat punya tradisi, dan punya adat istiadat, yang kemungkinan sebagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai model sosial

(22)

BAB III

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

A. SASARAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI.

Sasaran pembangunan demokrasi dalam mewujudkan lembaga demokrasi yang makin kokoh, lembaga-lembaga negara harus dibangun agar menjadi lembaga / pelaksana kedaulatan rakyat. Cara pengisian jabatan lembaga-lembaga negara harus demokratis, melalui Pemilu atau pemilihan oleh wakil rakyat. Semua pejabat negara harus mempertanggung jawabkan pengguna kekuasaannya kepada rakyat. Aparat birokrasi harus mampu mewujudkan pemerintah yang bersih dan baik. Mereka harus menerapkan asas keterbukaan / transparan, akuntabel / dapat dipertanggungjawabkan.

Birokrasi pemerintah harus mampu bekerja secara efektif dan efisien.

Termasuk dalam pembangunan lembaga-lembaga negara ini adalah pembangunan aparat penegak hukum. Mental dan keahlian aparat penegak hukum harus dibangun sehingga benar-benar mampu menerapkan prinsip Rule Of Law yang sangat dibutuhkan dalam negara demokrasi ( Tati Harwati : 2014 ) .

Program penyempurnaan dan penguatan kelembagaan demokrasi, bertujuan mewujudkan pelembagaan fungsi-fungsi dan hubungan antara lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga politik lainnya, serta lembaga- lembaga kemasyarakatan yang kokoh dan optimal. Kegiatan pokoknya mencakup :

a. Perumusan standar dan parameter politik terkait dengan hubungan checks and balances diantara lembaga-lembaga penyelenggara negara.

(23)

b. Peningkatan kemampuan lembaga eksekutif yang profesional dan netral.

c. Perumusan kerangka politik yang lebih jelas mengenai kewenangan dan tanggung jawab antara pusat dan daerah dalam konteks desantralisasi dan otonomi daerah.

d. Fasilitas perumusan yang lebih menyeluruh terhadap semua peraturan perundang yang berkaitan dengan pertahanan keamanan negara untuk mendorong profesionalisme Polri, TNI dan menjaga netralitas politik kedua lembaga tersebut.

e. Fasilitas peningkatan kualitas fungsi dan peran-peran lembaga legislatif (DPR, DPD dan DPRD)

f. Promosi dan sosialisasi pentingnya independesi, kapasitas dan integritas lembaga Mahkamah Konstitusi dan Komisi yudisial sebagai upaya memperkuat wibawa dan kepastian konstitusional dalam proses penyelenggaraan negara.

g. Pelembaga komisi kebenaran dan rekonsiliasi

h. Fasilitas pemberdayaan partai politik dan masyarakat sipil yang otonom dan independen serta yang memiliki kemampuan melakukan pengawasan terhadap proses pengambilan dan pelaksanaan keputusan kebijakan publik.

Dampak dari pembangunan demokrasi di Indonesia adalah peningkatan kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Pengaruh dari pembangunan demokrasi yang dilakukan di Indonesia tentu sangat signifikan sebab dapat dilihat bahwa semua negara yang berhasil menjalankan pemerintahan secara demokratis akan mempunyai bargaining position yang besar dalam stabilitas regionalnya di banding dengan negara yang memiliki ketidakstabilan politik dalam negerinya ( Prasidda santika, 2011 )

(24)

B. PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RENCANA KERJA

Jan Tin Bergen ( 1987 : 41 ) menyatakan bahwa dibandingkan dengan sekalian jenis rencana yang disusun oleh badan perencanaan Rencana Perspektif-lah yang paling luas ruang lingkupnya. Isinnya biasanya jauh lebih luas daripada rencana-rencana jangka-jangka pendek. Hal ini dengan sendirinya dapat dipahami, karena lebih sulit melihat kedepannya meliputi jangka waktu yang lama daripada jangka waktu yang pendek. Dalam masa 15 atau 20 tahun, banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat diramalkan seperti perkembangan teknologi demikian juga data lain dalam pembangunan ekonomi.

Dalam rencana perspektif kita dapat menyatakan kekuatan-kekuatan yang akibatnya dapat ditaksir secara pasti dalam jangka panjang. Kekuatan- kekuatan ini meliputi pertumbuhan penduduk, pengaruh pendidikan, yang hanya dapat dilihat dalam jangka waktu yang lama, demikian juga pertumbuhan dari faktor-faktor teknologi umum yang pada masa lalu berkembang secara teratur.

Lebih lanjut Jan Tinbergen ( 1987 : 42 ) menyatakan bahwa kategori dari rencana-rencana ialah Rencana Jangka Menengah, rencana ini biasanya meliputi jangka waktu empat, lima atau enam tahun, jangka waktu yang sama dengan masa jabatan pemerintah atau presiden, bila tidak ada halangan apa-apa, jadi rencana-rencana serupa ini dapat disamakan dengan program pemerintah. Sebaliknya Rencana Tahunan, bertugas untuk menetapkan cara pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah. Kedua-duannya disusun sesuai dengan taksiran budget dan kedua-duanya pula merupakan kewajiban dari pemerintah.

Rencana pembangunan nasional dibagi menjadi berbagai jenis yang memiliki hierarki dan cakupannya masing-masing :

1. Rencana permbangunan dibagi atas Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP ) Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ). RPJP memiliki rentang waktun selama 20 tahun, sedangkan RPJM memiliki rentang waktu yang lebih singkat, yaitu selama 5 tahun. RPJM merupakan penjabaran dari RPJP, sehingga RPJM

(25)

wajib merujuk ke RPJP. RPJP dan RPJM diberlakukan pada tiga level pemerintah : Nasional,. Provinsi dan Kota / Kabupaten.

2. Rencana strategis dibagi atas Rencana Strategis Kemerntrian Lembaga (Renstra-KL) dan Rencana Srtategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD). Keduannya memiliki rentang waktu selama 5 tahun.

3. Rencana kerja memiliki rentang waktu selama 1 tahun. Rencana kerja terbagi atas dua jenis Rencana Kerja Kementrian / Lembaga ( Renja KL ) dan Rencana Kerja terbagi atas dua jenis Rencana Kerja Kementrian / Lembaga ( Renja KL ) dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)

Rencana pembangunan memiliki hirarki, maksudnya adalah ada rencana yang lebih tinggi level pemerintahannya dan kekuatannya dimata hukum.

Rencana pembangunan memiliki siklus yang berlanjut mulai dari proses : 1. Penyusunan Rencana Pembangunan dibagi menjadi dua. Pertama,

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang : Penyusunan rencana dilakukan dengan menyiapkan rancangan awal rencana pembangunan, musyawarah perencanaan pembangunan ( Musrembang ), dan penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan. Kedua, penyusunan rencana pembangunan jangka menengah dilakukan dengan menyiapkan rancangan awal rencana pembangunan, menyiapkan rancangan rencana kerja dan musyawarah perencanaan pembangunan.

2. Menyusun rancangan akhir setelah mendapatka masukan dari musrembang

3. Menetapkan rencana melalui peraturan perundang-undangan 4. Mengendalikan pelaksanaan rencana

5. Mengevaluasi pelaksanaan rencana.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, disingkat RPJM Nasional ), adalah dokumen perkembangan untuk priode 5 ( lima ) tahun

(26)

yang terdiri dari :

1. RPJM Nasional I Tahun 2005-2009 2. RPJM Nasional II Tahun 2010-2014 3. RPJM Nasional III Tahun 2015-2019 4. RPJM Nasional IV Tahun 2020-2024

RPJM tersebut kemudian dijabarkan kedalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahunnya. RKP berisi rancangan kerja ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal, serta program kementrian / lembaga, lintas kementrian, lembaga kewilayaan. RKP merupakan pedoman bagi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN )

C. ISU STRATEGIS UNTUK MENDUKUNG PRIORITAS NASIONAL

Isu strategis dalam kebijakan pembangunan nasional dimaksudkan untuk lebih memfokuskan upaya pemerintah untuk hal-hal yang signifikan berdampak luas dan berfungsi sebagai pengungkit sehingga penanganannya dapat tuntas. Berikut ini adalah isu strategis yang telah dikelompokkan berdasarkan prioritas nasional :

1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, adalah : pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kapasitas dan akuntabillitas dan kinerja birokrasi 2. Pendidikan adalah: peningkatan akses pendidikan dasar dari keluarga

miskin, pelaksanaan kurikulum baru, secara bertahap dan pelaksanan pendidikan menengah universal

3. Kesehatan, adalah penurunan dan pencegahan penyakit ( HIV AIDS dan Malaria ) dan peningkatan Akses dan kualitas pelayanan KB yang merata

4. Ketahanan Pangan, adalah : kesejahteraan petani / nelayan dan peningkatan produksi perikanan.

5. Infrastruktur, adalah : penyediaan infrasktruktur dasar untuk menujang peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur

(27)

yang mengurangi kesenjangan antar wilayah, serta penyediaan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan energi

6. Iklim Investasi Dan Iklim Usaha, adalah penurunan biaya logistik nasional dan pengembangan fasilitas pendukung Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang telah ditetapkan.

7. Energi, adalah : peningkatan produksi minyak dan gas bumi serta peningkatan rasio elektrifikasi dan peningkatan kapasilitas pembangkit tenaga listrik panas bumi

8. Lingkungan Hidup Dan Pengelolaan Bencana, adalah : pengendalian perubahan iklim dan peningkatan kualitas lingkungan

9. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar Dan Pasca Konflik, adalah : pembangunan daerah tertinggal serta penguatan diplomasi dan pembangunan infrastruktur, Hankam, serta fasilitas custom, immigration, Quarantine, securyty ( CI QS ) kawasan perbatasan.

10. Bidang Perekonomian, adalah : Akselerasi industrialisasi dengan sasaran pertumbuhan industri non migas serta peningkatan pemahaman dan kesiapan Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) .

11. Bidang Kesejahteraan Rakyat adalah : peningkatan kerukunan beragama dan peningkatan budaya serta peningkatan prestasi olahraga di tingkat

(28)

BAB IV

RENCANA PEMBANGUNAN YANG STRATEGIS

A. PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

Persentase penduduk miskin pada Maret 2017 adalah 10,64 %. Turun tipis dari pada September 2016 yakni 0,06 % dari10,70 %. Kondisi ini relatif lebih lambat dibanding periode-periode sebelumnya ( Suhariyanto, BPS : 2017 ).Pelaksanaan program pengenmtasan kemiskinan dilakukan pemerintah saat ini.

Program pembanguinan yang sifatnya padat karya makin ditingkatkan secara merata untuk dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. Selain itu pengentasan kemiskinan dilakukan dengan meningkatkan dan memperluas akses mereka terhadap kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Terdapat empat strategi mendasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan yaitu :

- Menyempurnakan program perlindungan sosial

- Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar - Pemberdayaan masyarakat, dan

- Pembangunanm yang inklusif ( Tnp 2k, 2005 )

Selama ini, pemerintah telah bertekad dan berupaya untuk melaksanakan pengembanagan yang inklusif dan berkeadilan, yaitu pembangunan ekonomi yang menjamin pemerataan ( gerowth with equity ) yang mensyaratkan stabilitas dan dukungan negara yang kuat. Upaya ini diwujudkan dengan

(29)

menempatkan four track strategy pembangunan yang terdiri pro-growth, pro-poor dan pro-job dilengkapi dengan pro-environment secara terintegrasi dan saling bersinergi secara seimbang dan konsisten dengan melibatkan masyarakat setrta mengedepankan aspek pemerataan.

Pemerataan menjadi isu penting dalam pelakasanaan pembangunan guna mengatasi lebarnya ketimpangan baik antar penduduk maupun antar wilayah, karena pembangunan tidak hanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi semata, namun juga untuk mensejahterakan masyarakat yang termarjinalkan. Hal ini bukan hanya ditunjukkan untuk memenuhi kewajiban kontitusioanl namun juga dilandasi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas menuju SDM yang produktif, terdidik, terampil dan sehat, karena sumber daya manusia yang bekualitas merupakan pelaku sekaligus key enabler dalam proses pembangunan. ( Hand Book Bappenas 2014 : 24 )

Perencanaan penaggulangan kemiskinan secara menyeluruh dimana partisipasi semua pihak sangat di perlukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan ( MP3 KI ) telah disusun dengan tujuan untuk menjabarkan berbagai strategi, kebijakan dan program akseleratif / percepatan dalam penanggulangan kemiskinan dengan pelaku yang bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta dan masyarakat ( public-people-private-partnerships ).

Sinergi pusatdan daerah serta partisipasi aktif daerah dalam menanggulangi kemiskinan merupakan hal yang sangat penting dilakukan.

B. PENINGKATAN INVESTASI DAN IKLIM USAHA

Melalui peningkatan investasi diberbagai sektor diharapkan APBN dapat dialokasikan untuk belanja-belanja lain yang lebih produktif dan berorientasi kepada kesejahteraan rakyat. Peningkatan ketertiban swasta, baik dalam maupun luar negeri dalam berinvestasi akan menciptakan lapangan kerja baru dan dampak ekonomi yang lebih luas.

Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah terus membenahi fundamental perekonomian Indonesia. Termasuk melalui 15 paket kebijakan

(30)

ekonomi. Berkat kerja keras berbagai pihak dalam melakukan perbaikan struktural,Indonesia telah mendapat status “ layak investasi” dari tiga lembaga pemeringkat internasioanl. Peningkatan realisasi investasi juga turut bersumbangsih pada penyerapan tenaga kerja ( Presiden RI.go, 2017 )

Kebijakan peningkatan iklim investasi dan iklim usaha telah mendorong peningkatan investasi dan daya saing produk Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto ( PMTB ), investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ) maupun Penanaman Modal Asing ( PMA ) dan membaiknya peringkat investasi ini merupakan hasil dari berbagai upaya, diantaranya adalah perbaikan pada penyederhanaan prosedur perijinan, penggunaan teknologi informasi dalam upaya perizinan yang terkait investasi merupakan suatu keharusan.

Permohonan dan proses perizinan melalui on-line, termasuk tracking system untuk transparansi, tidak perlu lagi ada kontak langsung antara dunia usaha denagn unit pelayanan perizinan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil terjadi kegiatan yang tidak diinginkan, seperti penyuapan dan lain sebagainya. ( Finansial-Bisnis-Com, 2017 )

Pengembangan sistem logistik nasional pembangunan kawasan industri, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan pelabuhan dan pembangkit listrik harus ditingkatkan dan dipercepat sehingga infrastruktur dasar tersebut mampu mengimbangi peningkatan iklim investasi dan usaha.

Untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi kesenjangan antar daerah, dilakukan upaya peningkatan tata kelola ekonomi daerah melalui percepatan perizinan didaerah, pengurangan biaya untuk usaha dan sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ), realisasi investasi hingga Septermber 2016 mencapai Rp 453, 4 triliun atau 76,2 % dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 594,8 triliun. Realisasi investasi sebesar itu disumbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ) sebesar Rp 158,2 triliun atau meningkat 18,8 % dari priode yang sama tahun lalu ( Year on Year ) dan Penanaman Modal Asing ( PMA ) atau FDI sebesar Rp 295,2 triliun atau naik 10,6 % ( Beritasatu, 2017 )

(31)

BAB V

PROGRAM NASIONAL BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

A. KERANGKA PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinabungan menuju keadan yang lebih baik selama priode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adapun pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Robert solow,berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif oleh karenaya mernurut Robert solow pertambahan penduduk harus dimamfaatkan sebagai sumber daya yang positif.

Lebih lanjut Adam smith mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dalam sebuah buku yang bejudul An Inquiry Into the Nature and causes of the Wealth of Nations tahun 1776. Menurut Adam Smith, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu :

a. Jumlah penduduk

b. Jumlah stok barang-barang modal

c. Luas tanah tanah dan kekayaan alam, dan d. Tingkat teknologi yang digunakan

(32)

Tahapan pertmubuhan ekonomi menurut Karl Bucher adalah tahapan perkembang ekonomi yang berlangsung dalam suatu masyarakat. Tahapan pertumbuhan ekonomi menurat Karl Bucher ( 1923 ) adalah :

a. Produksi untuk kebutuhan sendiri ( rumah tangga tertutup )

b. Perekonomian sebagai bentuk perluasan pertumbuhan penduduk dipasar ( rumah tangga kota )

c. Perekonomian nasional dengan peran perdagangan yang semakin penting ( rumah tangga negara )

d. Kegiatan perdagangan yang telah meluas melintasi batas negara ( rumah tangga dunia)

Salah satu kunci untuk memamfaatkan perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan adalah memastikan agar perekonomian nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional ini tentunya perlu didukung oleh pertumbuhan ekenomi disetiap daerah, yang tidak hanya tinggi tetapi juga perlu berkualitas.

Pertumbuhan ekenomi perlu ditopang oleh pertumbuhan dari sisi permintaan dan sisi penawaran yang seimbang, agar peningkatan jumlah permintaan tidak diikuti oleh tekanan inflasi yang tinggi. Sementara itu tumbuhnya sisi penawaran menjadi sangat penting bagi pemantapan ekonomim nasional, jika ditopang oleh pertumbuhan sektor-sektor produktif yang dapat mendorong perluasan kesempatan kerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakatn ( Bappenas, 2014 )

Peningkatan kegiatan investasi, baik dalam bentuk akumulasi kapital domestik maupun asing, akan menjadi faktor pendorong ekonomi yang sangat di butuhkan, terutama karena pertumbuhan investasi akan memberikan efek ganda terhadap perekonomian dalam perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan akhirnya dapat membantu dalam penaggulangan kemiskinan. Di lain pihak, peningkatan investasi diharapkan akan berperan sebagai medium transper teknologi yang akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas yang kemudian akan meningkatkan daya saing ekonomi suatu bansa.

(33)

B. STABILITAS NASIONAL

Stabilitas dan pembangunan nasional merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling membutuhkan. Keberhasilan pembangunan nasional akan sangat mempengaruhi tercapainya stabilitas nasional. Oleh karena itu momentum yang memungkinkan terpeliharanya pelaksanaan nasional harus tetap dijaga dan dikembangkan.

Peningkatan stabilitas terdiri dari tiga aspek yaitu : 1. Stabilitas ekonomi

2. Stabilitas sosial 3. Stabilitas politik

Untuk menjaga stabilitas ekonmi, maka fakror penting yang perlu dilakukan adalah menjaga stabilitas harga ( terutama harga kebutuhan pokok ). Aspek berikutnya adalah stabilitas sosial yang merupakan faktor penunjang stabilitas secara keseluruhan. Stabilitas sosial dapat diupayakan dengan pendekatan pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian dalam jangka panjang. Yaitu dengan cara perencanaan sensitif konflik ( conflick sensitive planning ) atau perencanaan pada perdamaian. Melalui forum perencanaan pembangunan, masyarakat berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi sehingga bisa mengurangi potensi konflik diantara masyarakat.

Stabilitas sosial dapat juga dilakukan dengan menjalankan mitigasi bencana yang tepat dan kompherensif, sehingga potensi ketidakstabilan sosial akibat bencana dapat dikurangi ( Bappenas, 2014 )

Situasi politik yang kondusif merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong pemantapan perekonomian nasional dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan pada area demokrasi, stabilitas politik dapat di bangun dengan penguatan kapasitas lembaga politik dan masyarakat sipil. Lembaga politik seperti partai politik harus melakukan funsi-fungsi politiknya secara baik. Pemiliu yang jurdil adalah syarat mutlak dalam menjaga proses berlanjutnya stabilitas politik dalam sistem demokrasi.

Stabilitas dalam politik juga banyak ditentukan oleh besar kecilnya akses masyarakat pada proses pengambilan kebijakan perencanaan pembangunan,

(34)

menyangkut prioritas-prioritas pembangunan yang mendesak dilaksanakan.

Kerangka kebijakan yang pro rakyat dalam jangka panjang merupakan faktor terpenting bagi peningkatan stabilitas politik.

C. PEMERATAAN YANG BERKEADILAN

Pemerataaan menjadi isu penting dalam pelaksanaan pembangunan guna mengatasi melebarnya ketimpangan baik antar penduduk maupun antar wilayah karena pembangunan tidak hanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi semata, namun juga mensejahterakan masyarakat yang termarjinalkan. Dalam hal itu, perlindungan sosial akan terus ditingkatkan dan di optimalkan. Hal ini bukan hanya ditujuhkan untuk memenuhi kewajiban kontitusional, namun juga dilandasi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas menuju SDM yang produktif, terdidik, terampil dan sehat, karena sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pelaku sekaligus key enabler daalm proses pembangunan ( Bappenas, 2014 )

Pemerataan pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara penyediaan dan tuntutan kebutuhan pembangunan dan masyarakat.

Terwujudnya pemerataan yang berkeadilan dapat ditunjukkan oleh :

1. Peningkatan akses mayarakat miskin dan non miskin terhadap pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya di wilayah perkotaan dan pedesaan.

2. Meningkatnya penciptaan lapangan keerja baik mdisektor formal maupun informal untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran 3. Meningkatnya pemerataan pendapatan yang diindikasikan dengan

menurunnya nilai gini ratio

4. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan

D. PENINGKATAN KUALITAS SDM

Pendidikan memberi sumbangan signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Sampai saat ini, akses dan pemerataan pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi sudah bisa ditinggalkan dengan baik. Melalui pendidikan tenaga kerja terdidik dapat mengembangkan

(35)

visi dan wawasan yang lebih maju, menanamkan etos kerja tinggi, serta menumbuhkan sikap adaptif, inovatif, bahkan tenaga kerja terdidik juga dibekali dengan penguasan teknologi yang memadai akan dapat menciptakan tenaga kerja yang berkeunggulan kompetitif ( competitive advantage ), karena dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.

Gambar 1

Kerangka Peningkatan Kualitas SDM melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas.

Pembangunan pendidikan yang bekualitas

Peningkatan Kualitas SDM

Tenaga kerja terampil, profesional dengan penguasan IPTEK, tenaga ahli dengan kemahiran khusus, etos kerja tinggi, adaftif, inovatif, keunggulan kompetitif

Peningkatan produktivitas nasional / dareah serta peningkatan dan penguatan daya saing nasional / daerah

Pemantapan Perekonomian Nasional

(36)

Peningkatan Kersejahteraan Rakyat

Pembangunan pendidikan yang bekualitas

Sumber : Bappenas, 2014

Dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan manusia yang seutuhnya, kemampuan profesional dan kematangan kepribadian saling memperkuat satu sama lain. Profesionalisme dapat turut membuat sikap dan perilaku serta kepribadian yang tangguh sementara kepribadian yang tangguh merupakan prasyarat dalam membentuk membentuk profesionalisme ( Djayanegara et. al, 1986 )

(37)

BAB VI

PEMBANGUNAN UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN YANG BERKEADILAN

A. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN SINERGI PUSAT – DAERAH Pembangunan infrastruktur merupakan aspek penting dalam mem- percepat proses pembangunan nasional. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda pergerakan pertumbahan ekonomi.

Suatu negara tidak dapat dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi dan energi. Oleh karena itu pembangunan sektor ini menjadi tumpuan dari pembangunan ekonomi selanjutnya. Pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan kondisi makro ekonomi negara yang bersangkutan.

Selama ini banyak daftar rencana pembangunan daerah berbeda dengan pusat, sehingga pelaksanaanya tidak sinkron. Oleh karena itu, diperlukan paradiguna hubungan antara pemerintah, pemerintah daerah, dan swasta, dimana peran bersama dalam pembangunan antara pemerintah ( pusat ), pemerintah daerah dan masyarakat termasuk dunia usaha / swasta.

Pembangunan infrastruktur yang dibiayai melalui anggaran pemerintah (pusat) diarahkan untuk mendukung langkah-langkah stimulasi terhadap perekonomian dari sisi fiskal (pro- growth), memperluas penciptaan lapangan kerja produktif (pro- job), dan mengentaskan kemiskinan (pro–poor). Peningkatan pembangunan infrastruktur sendiri, misalnya domestik connectivity, merupakan contoh urgensi koordinasi dan sinergi dalam pembangunan yang mencakup pembagian peran dan kewenangan, pengembangan kerangka kerja bersama, serta pembagian tugas dan tanggung jawab termasuk pembiayaan.

(38)

B. UPAYA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Welfare state, adalah suatu sistem yang memberi peran lebih besar kepada negara ( pemerintah ) dalam pembangunan kesejahteraan sosial yang terencana melembaga dan berkesinabungan dalam konsep welfare state diyakini bahwa negara memiliki kewajiban untuk menyediakan warga negaranya akan standar hidup yang layak. Karena setiap negara memiliki standar yang berbeda-beda yang berhubungan dengan batas kemampuan negara ( Umam heru, 2017 )

Para pemikir merumuskan konsep negara kesejahteraan sebagai berikut

“ a welfare state is a state in which organized poer is deliberately used throught politics and administration in an effort to modify the play of market forces to achive social prosperty and aconomic well- being of the people”.

Rumusan ini bersumber dari karya-karya klasik antara lain Asa Grigss, dan fredieric Hayek ( 1961 ). Pemikiran Richar Titmus ( 1985 ) secara mendalam mengupas ide negara kesejahteraan. Pemikiran mereka dapat disarikan menjadi tiga hal esensial :

1. Negara harus menjamin tiap individu dan keluarga untuk mremperoleh pendapatan minimum agar mampu memenuhi kebutuhan hidup paling pokok

2. Negara harus memberi perlindungan sosial jika individu dan keluarga ada dalam situasi rawan / rentang sehingga mereka dapat menhadapi social contigencies, seperti sakit, usia lanjut, menganggur, dan miskin 3. Semua warga negara, tanpa membedakan status dan kelas sosial,

harus dijamin untuk bisa memperoleh akses pelayanan sosial dasar, seperti pendidikan,kesehatan, pemenuhan gizi ( bagi anak balita ), sanitasi dan air bersih.

Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan proses pemulihan ekonomi global tentunya perlum dimamfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia. Pemantapan ekonomi nasional perlu di upayakan terutama untuk terus mengembangkan sektor produktif yang dapat memperluas kesempatan kerja, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif

(39)

terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan.

Stabilitas ekonomi perlu dijaga dengan mengendalikan inflasi pada tingkat yang rendah melalui ketersediaan bahan pokok dan upaya-upaya mengurangi biaya transaksi dan distribusi, sementara itu stabilitas sosial dan politik perlu terus dipelihara.

Kerangka dasar untuk memantapkan perekonomian nasional bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Kerangka tersebut pada dasarnya terdiri dari tiga komponen, yaitu : 1. Pemantapan perekonomian nasional, yang dititikberatkan pada spek

pendorong pertumbuhan ekonomi ( growth )

2. Peningkatan stabilitas ( stability ), yang terdiri dari aspek stabilitas ekonomi, sosial dan politik

3. Pemerataan y6ang berkeadilan ( equity ), yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan dan menikmati hasil pembangunan ( inclusiveness )

Gambar 2

Kerangka pasar pemantapan perekonomian bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan

Pemantapan Perekonomian Nasional bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan

Sumber : Bappenas, 2014

1. Pertumbuhan Ekonomi (growth)

2. Stabilitas

3. Pemerataan yang Berkeadilan (Equity)

a. Sisi Pengeluaran b. Sisi Produksi

a. Ekonomi b. Sosial c. politik

Inclusiveness : Peningkatan pertisipasi masyarakat untuk

berperan dan menikmati pembangunan

(40)

C. PERKEMBANGAN REGIONAL ASEAN

Pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) 2015, tantangan yang dihadapi olehn kita bersama adalah meningkatkan pemahaman publik dikalangan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat baik ditingkat pusat maupun daerah, tentang mamfaat dan peluang yang dapat diperoleh dengan pelaksanaan MEA 2015. Pembentukan MEA sebenarnya dapat memberikan peluang bagi Indonesia dengan terbukanya pasar baru bagi barang, jasa, investasi, pekerja terampil dan arus modal kawasan ASEAN . Di lain pihak, bangsa Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan nasional agar dapat bersaing dengan negara ASEAN lain.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean ( ASEAN ) ini nantinya memungkinkan suatu negara menjual barang dan jasa dengan mudah kenegara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional.

D. PERAN EKSPOR INDONESIA

Nilai ekspor dan impor Indonesia pada Februari 2017 mengalami penurunan dibandingkan Januari 2017. Adapun penurunan ekspor terjadi sebesar 6,17 % dari 14 miliar dolar AS menjadi 12, 57 miliar dolar AS sementara nilai impor sendiri turun 5, 96 % mencapai 11, 26 miliiar dolar AS

Meski begitu ekspor minyak mentah naik sebesar 7,18 % menjadi 407, 6 juta dolar AS dan volumenya juga meningkat sebanyak 5, 01 %

Berdasarkan data dari BPS daerah-daerahyang memiliki daya ekspor terbesar pada Januari-Februari 2017 adalah Jawa Barat yang bernilai 4, 48 miliar dolar AS, Riau dengan nilai 2, 92 miliar dolar AS, dan Kalimantan Timur yang bernilai sebesar 2, 76 miliatr dolar AS.

Meski mengalami penurunan ekspor, namun BPS mencatat ekspor nonmigas Indonesia pada Februari 2017 ke Cina, Amerika Serikat, dan India masing-masing masing-masing mampu mencapai 1, 357, 5 juta dolar AS.

(41)

Peran dan ekspor ketiga negara itu menyambang sebesar 32, 81 %

Selanjutnya dalam ranah impor, negara pemasok impor non migas terbesar selama Januari-Februari 2017 ditempati oleh Cina dengan nilai 4, 87 miliar dolar AS, Jepan yang nernilai 2, 15 miliar dolar AS dan Thailand sebesar 1, 38 miliar dolar AS. Impor nonmigas dari Kawasan Asia Tenggara|(

ASEAN ) sendiri mencapai pangsa pasar 21, 02 %, sementara dari Uni Eropa sebesar 8, 71 % ( Sumber : BPS, 2017 )

(42)

BAB VII

RENCANA KERJA DAERAH UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

A. PENGURANGAN KESENJANGAN ANTAR DAERAH

Percepatan pembangunan daerah tertinggal sangat membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan harus bisa bekerja sama untuk bisa melakukan upaya-upaya yang konkret untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal. Walaupun ada kementrian Desa dan pembangunan daerah tertinggal masih diperlukan pula dukungan bangyak pihak.

Usaha-usaha pembangunan masyarakat oleh pemerintah daerah untuk mendukung pengurangan kesenjangan antar daerah adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan ekonomi lokal,mel;alui :

(i) Penciptaan iklim usaha yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.

(ii) Peningkatan akses masyarakat terhadap sumber-sumber kemajuan ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja dan pasar .

(iii) Perkuatan kerjasama antar daerah .

(iv) Pembentukan jaring ekonomi yang berbasis pada kapasitas lokal dengan mengkaitkan peluang pasar yang ada ditingkat lokal regional dan internasional

(v) Pengembangan kegiatan ekonomi yang bertumpuh pada kelompok, termasuk pembangunan prasarana berbasis komunitas,dan

(vi) Perkuatan keterkaitan produksi pemasaran dan jaringan

(43)

kerja usaha kecil-menengah dan besar yang mengutamakan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif daerah 2. Memperkuat kelembagaan masyarakat dan pemerintah daerah

dalam pengelolaan sumber daya lokal dilakukan melalui penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah, daerah, kelembagaan sosial masyarakat dan lembaga perekonomian lokal didaerah tertinggal 3. Meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan

pendidikan dan pelayanan dasar lainya yang berkualitas

4. Meningkatkan konsilidasi dan hermonisasi seluruh sumber pendanaan ke daerah (Bantuan sosial, Tugas pembantuan, Dekonsentrasi, Dana Alokasi Khusus, APBD), dengan melakukan refocussing terhadap penggunaan dana pembangunan

5. Membangung database kebutuhan daerah sebagai Road map pembangunan daerah tertinggal. ( Bappenas, 2014 )

B. PROGRAM KERJA DI DAERAH

Langkah-langkah yang perlu dilakukan daerah :

 Peningkatan Daya Beli

Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, arah kebijakan yang perlu dilakukan pemetrintah daerah lebih diarahkan pada upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan riil masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha-usaha produktif dan mengurangi beban biaya hidup masyarakat.

 Peningkatan Iklim Investasi

Pemerintah daerah perlu menyusun rencana dan langkah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusip melalui : Peningkatan kemudahan perijinan. Pemberian perijinan usaha yang transparan, cepat serta pelayan yang baik, peningkatan pelayanan melalui PTSP ( pelayanan terpadu satu pintu )

 Peningkatan Kualitas Belanja Daerah

Meningkatkan porsi belanja modal untuk infrastruktur

(44)

wilayah yang menjadi kewenangan daerah dan meningkatkan kesiapan teknis pelaksana kegiatan untuk mencegah keterlambatan pelaksanaan kegiatan

 Peningkatan nilai tambah industri

Pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah untuk mendorong nilai tambah, industri antara lain : Mendorong berkembangnya kluster industri unggulan, menciptakan iklim investasi yang kondusip dan mengembangkan kawasan industri terpadu ( industrial park )

 Peningkatan perdagangan antar wilayah

Perdagangan antar wilayah berpetran strategis dalam mengurangi kesenjangan antar wilayah. Untuk itu langkah- langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah antara lain : Meningkatkan kerjasama antar daerah, meningkatkan akses informasi pasar bagi produsen / petani lokal, mengurangi pungutan arus barang antar wilayah dan meningkatkan kualitas jaringan infrastruktur.

C. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN

Pembangunan yang merata dan dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa di berbaggai wilayah indonesia akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, permberdayaan dilakukan melalui partisipasi masyarakat dalam kegiatan perancangan, pelaksanaan, peng- awasan dan evaluasi pembangunan.

Di masa depan mayarakat sendirilah yang akan memainkan peran utama dalam mengimplementasikan program-program pembangunan didaerahnya.

Proses pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung makna, terdapat faktor inisiatif yang berasal dari perkembangan dari masyarakat sendiri.

Pada hakikatnya partisipasi sosial mengandung makna agar masyarakat lebih berperan dalam proses pembangunan, mengusahakan penyusunan program-program pembangunan melalui mekanisme ( botton up ), dengan

(45)

pendekatan memperlakukan manusia sebagai subjek dan bukan obyek pembangunan ( Zuryawan, 2017 )

Menurut philip J. Eldrige ( 1995 ) “ partisipation means a shift in decision making power from more powerful to poor, disadvantages, and les influential group. “ Keberdayaan rakyat merupakanm kermampuan dan kebebasan untuk membuat pilihan-pilihan, baik yang menyangkut penentuan nasib sendiri maupun perubahan diri sendiri atas dasar kekuatan sendiri sebagai faktor penentu.

(46)

DAFTAR PUSTAKA

Ariyanto cr.al, 1986, 2014, Ekonomi : Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Intan . Pariwara: Klaten.

Arthur W. Lewis, 1986. Perencanaan Pembangunan, dasar-dasar kebijakan ekonomi. Aksara baru, Jakarta.

Arthur W. Lewis, 1986, 2009, Growth and Fluctuations 1870 – 1914, Routledge.

Buku Pegangan, 2014. Memantapkan Perekonomian Nasional bagi

peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan . Bappena, jakarta Djayanegara et. al 1986. Mutu Model Manusia. Raja Grafindo : Jakarta

Edi Suharto, 2007. Kebijakan Sosial sebagai kebijakan Publik. Alfabeta:

Bandung.

Emil Salim, 1986. Pembangunan berwawasan Lingkungan, LP3S. Jakarta Fredrich August Hayek. 2001. Busines & Economics, Psychologi Press.United

States

Ginanjar Kartasasmita,1993,. Perencanaan Pembangunan Nasional. Malang Ginanjar Kartasasmita, 1996, Pembangunan untuk rakyat, cides. Jakarta James, William Ife, 2006, Community development Australia,. Perason

Education, Australia

Jan Tinbergen, 1973. Rencana Pembangunan, Universitas Indonesia Press.

Jakarta

M. L. Jhingan. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Roslan karya Company.

Max Weber, 1978. Economy and Society, Califor Mapress. United States Michael P. Todaro, 2008. Pembangunan Ekonomi. Erlangga: Jakarta Mulyadi S, 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia, Raja Grafindo , Jakarta Mudrajat Kuncoro, 2011. Perencanaan Daerah : Bagaimana Membangun

(47)

Ekonomi Lokal, Kota

dan Kawasan, Salemba Empat,. Jakarta

Philip J. Eldrige,. 2014. Politics Of Human Nights In South East Asia, Politics In Asia,. Routledge

Richard Morris Titmuss, 1975, Social Policy : an introduction, Pantheon Books,. Jakarta: PT. New York City

Ridwan HR, 2016. Hukum Administrasi Negara Rajawali Perss. Jakarta Riyadi dan Deddy S, Bratakusumah, 2005. 68 Perencanaan Pembangunan

Daerah. Bineka Lipta. Jakarta

Sadono Sukirno, 2007. Ekonomi Pembangunan Perenada Media. Jakarta Undang-Undang, No. 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan

Nasional.

Http ://www.perturan.go.id/UU/Nomor-25-tahun-2004, diakses pada tanggal 14-Nov-2017

http ://www.google.co.id/search = Perencanaan+Pembangunan+dalam Perspektif+lingkungan, diakses pada tanggal 14-nov-2017

http ://medium.com/cerita publik/sistem-perencanaan-pembangunan-di- indonesia, diakses pada tanggal 14-nov-2017

http://id.m.wikipedia.org/wiki/sistem-perencanaan-pembangunan- nasional, diakses pada tanggal 16-Nov-2017

http://tirto.id/jokowi-bahas-tiga-program pengentasan-kemeskina-ctqt, diakses pada tanggal 17-nov-207

http://www.bappenas.go.if/id/data-dan informasi utama/publikasi/

panduan-perencanaan-pembangunan, dikases pada tanggal 10-nov- 2017

http://www.tnp2k.go.id/id/program,diakses pada tanggal 17-nov-2017 http://keda-kemendagri.go.id./artikel/detail-pembangunan-infrastruktur

dan sinergi pusat dan daerah, diakses pada tanggal 17-nov-2017 http://umems indonesi/pengertian-weldfare state, diakses pada tanggal

17-Nov-2017

http://tirto.id/ekspor-dan-impor-indonesia, diakses pada tanggal 18-nov- 2017.

(48)

BIODATA PENULIS

Mukmin Muhammad ; lahir di Barru, 10 Maret 1975, Menempuh pendidikan strata satu (S 1) Ilmu Administrasi Negara ( 1999.) dan S2 Hukum Administrasi Negara (2003).

Saat ini penulis sedang dalam pendidikan S3 Ilmu Hukum Administrasi Negara di Universitas Muslim Indonesia.

Penulis menjabat sebagai dosen STIA AL- Gazali Barru dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Buku yang telah terbit :

* Etika Administrasi Negara.

* Perencanaan pembangunan.

* Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.

(49)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004

TENTANG

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a.

bahwa atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kua- sa, Proklamasi Kemerdekaan telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju cita- cita berkehidupan kebangsaan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur;

b.

bahwa pemerintahan negara Indonesia dibentuk untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia;

c.

bahwa tugas pokok bangsa selanjutnya adalah menyempurnakan dan menjaga kemerdekaan itu serta mengisinya dengan pembangunan yang berkeadilan dan demokratis yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan;

(50)

d.

bahwa untuk menjamin agar kegiatan pembangunan berjalan efektif, efisien, dan bersasaran maka diperlukan perencanaan pembangunan Nasional;

e.

bahwa agar dapat disusun perencanaan pembangunan Nasional yang dapat menjamin tercapainya tujuan negara perlu adanya sistem perencanaan pembangunan Nasional;

f.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, perlu membentuk Undang-undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

Mengingat : 1. Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 20, Pasal 20A, Pasal 21, Pasal 23, Pasal 23C, Pasal 33, Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

(51)

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Undang-undang ini, yang dimaksud dengan:

1.

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

2.

Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara.

3.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.

4.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang selanjutnya disingkat RPJP, adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

Referensi

Dokumen terkait

Undang undang ini adalae satu kesatuan dari tata cara perencanaan pembangunan untuk mengeasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengae, dan jangka taeunan yang

RPJPD merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional yaitu sebagai satu kesatuan cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional salah satu perencanaan pembangunan daerah yang

Urusan Perencanaan Pembangunan merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka

Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah adalah satu kesatuan tatacara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan dalam jangka panjang (RPJPD), jangka menengah

Sesuai Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 25 Tahun 2004, Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan

Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah tata cara untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang