• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Self Esteem

BAB II. LANDASAN TEORI

B. Self Esteem

2. Aspek Self Esteem

Tokoh yang pertama kali membuat alat ukur mengenai self esteem adalah Morris Rosenberg. Dalam pembuatannya Rossenberg ( dalam Flynn, 2001) menyatakan terdapat dua aspek yang mendasari alat ukur self esteem yang ia buat, yaitu:

a. Gambaran Penilaian

Gambaran penilaian merupakan bagian di mana individu menjadi objek perhatian, persepsi, dan evaluasi. Sebelum menjadi objek perhatian persepsi, dan evaluasi individu yang lain. Individu perlu memiliki gambaran penilaian akan dirinya sendiri. Oleh karena hal tersebut evaluasi dan persepsi individu akan dirinya sendiri menjadi krusial.

b. Perbandingan Sosial

Perbandingan sosial ini menekankan bahwa self esteem adalah salah satu bagian dari suatu konsekuensi hasil perbandingan diri mereka sendiri dengan orang lain. Konsekuensi ini juga didapat dari evalusi diri individu, baik yang positif maupun negatif.

Tidak hanya Rosenberg yang menemukan aspek self esteem. Rogers dan Dymond (1954) menemukan bahwa terdapat aspek lain dari self esteem yaitu feelings of belonging. Feelings of belonging merupakan perasaan menghargai dan mencintai individu akan dirinya sendiri. Aspek ini menjelaskan bagaimana penghargaan dan rasa cinta individu akan dirinya sendiri, di mana penghargaan dan rasa cinta individu akan dirinya tersebut tidak memerlukan alasan apapun, sehingga murni dari bagaimana individu apa adanya.

Sementara itu, Brisset (1972) mengutarakan bahwa terdapat sebuah aspek dalam self esteem yaitu sense of mastery. Sense of mastery merupakan aspek self esteem yang berbicara mengenai persepsi individu mengenai dampak diri mereka bagi dunia di sekitarnya. Sense of mastery sendiri diperoleh ketika individu melakukan sebuah aktivitas atau dalam proses menyelesaikan sebuah rintangan. Sejauh mana keberhasilan individu dalam menyelesaikan masalah tersebut dan dampaknya pada lingkungan dan individu di sekitarnya akan sangat krusial terhadap aspek ini.

Tidak hanya tokoh itu saja yang berbicara mengenai aspek self esteem. Coopersmith (1967) juga berbicara mengenai aspek self esteem. Aspek self esteem menurut Coopersmith yaitu:

Power merupakan aspek self esteem yang berbicara mengenai kemampuan individu untuk mengontrol tingkah laku dirinya sendiri. Sebelum individu mampu mengontrol orang lain, individu diharuskan untuk mengontrol dirinya. Ketika individu mampu mengontrol dirinya sendiri maka self esteem individu akan semakin tinggi.

b. Competence

Competence merupakan kemampuan individu dalam mengenali dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi yang terjadi dalam lingkungannya. Ketika individu mampu mengenali dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi yang terjadi dalam lingkungannya, maka self esteem individu akan semakin tinggi.

Berdasarkan ulasan tersebut maka terdapat enam aspek self esteem. Keenam aspek self esteem tersebut adalah gambaran penilaian, perbandingan sosial, feelings of belonging, sense of mastery, power, competence.

Pada umumnya, dalam pembuatan alat ukur, banyak peneliti menggunakan aspek dari Morris Rosenberg. Namun, pada penelitian kali ini, peneliti lebih memilih menggunakan aspek feelings of belonging dan power. Hal ini dikarenakan, pada studi sebelumnya yang dilakukan oleh French dkk (1995), dari 6 penelitian yang menggunakan aspek Rosenberg, hanya satu kali saja yang mampu menunjukkan

hubungan antara self esteem dan obesitas. Hal ini dikarenakan French dkk (1995) aspek self esteem dari alat ukur Rosenberg dinilai kurang mampu menjangkau variabel obesitas yang diteliti. Oleh karena alasan tersebut, peneliti tidak menggunakan alat ukur milik Rossenberg.

Feelings of belonging yang merupakan aspek self esteem yang berbicara mengenai bagaimana individu menghargai dan mencintai dirinya. Penelitian yang dilakukan oleh McAuley, Elavsky, Motl, Konopack, Liang Hu, dan Marquez (2005) menyatakan bahwa salah satu cara bentuk penghargaan individu akan dirinya adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas ini ditujukan untuk menjaga kondisi kesehatan individu itu sendiri. Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Ma, dkk (2003) dimana aktivitas fisik memiliki korelasi negatif dengan obesitas menunjukkan bahwa peran aktivitas fisik menjadi krusial dalam menanggulangi obesitas. Oleh karena itu, penghargaan diri menjadi aspek yang akan digunakan peneliti untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan obesitas.

Sementara itu, power merupakan aspek self esteem yang berbicara mengenai bagaimana individu mampu mengontrol dirinya. Penelitian yang dilakukan oleh Ma, dkk (2003) menunjukkan bahwa salah satu penyebab obesitas adalah pola makan di luar rumah saat sarapan dan makan malam. Hal ini dikarenakan individu tidak mampu menahan godaan makanan di restoran yang terlihat lebih enak. Oleh karena hal tersebut peran kontrol diri juga menjadi krusial dalam

menanggulangi obesitas, sehingga peneliti juga memilih aspek ini untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan obesitas.

Kedua aspek ini dipilih karena peneliti merasa penyebab obesitas yang paling umum adalah perilaku makan dan aktivitas fisik. Perilaku makan yang tidak teratur dan seimbang ditambah kurangnya aktivitas fisik dalam membakar lemak tubuh, menjadi pemicu utama individu terkena obesitas. Aspek feelings of belonging dan power adalah aspek yang akan menjadi penentu bagaimana individu memilih perilaku yang akan mereka jalani. Jika individu menghargai dan mencintai dirinya, tentu individu akan melakukan aktivitas fisik sebagai respon perilaku agar dirinya tetap sehat. Pengontrolan pola makan juga merupakan respon perilaku dari individu terhadap berbagai macam pilihan tempat dan waktu makan. Restoran memang menyajikan makanan yang lebih menarik, tetapi individu yang memiliki kontrol diri yang baik bisa memilah bahwa kandungan gizi dalam makanan jauh lebih penting dan baik bagi kesehatan dirinya. Saat malam hari, individu juga tidak jarang merasakan keinginan untuk makan. Individu dengan kontrol diri yang baik akan mampu menahan keinginan makan tersebut dan makan keesokan harinya, sehingga mampu menghindarkan individu dari obesitas.

Dokumen terkait