• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPIRASI PEMERINTAH

Dalam dokumen ... -,-~-- 4>" '< ~.1!: - (Halaman 24-39)

Keinginan pemerintah untuk mengadakan kursus kesehatan yang kemudian ditingkatkan menjadi Sekolah Dokter Jawa berkaitan erat dengan berbagai aspek yang terjadi dalam masyarakat.9 Di satu pihak hal ini jelas menunjukkan adanya perh.atian pemerintah terhadap permasalahan pendidikan yang sudah.semakin baik. Kenya-taan ini didukung pula oleh legalitas politik pendidikan yang pada masa itu dilaksanakan. Demikian pula di lain pihak pendiri-an kursus kesehatpendiri-an itu berhub~ngan erat dengan kebutuhan peme-rintah akan te,naga-tenaga terdidik dalam bidang kesehatan. sua-sana seperti ini sangat mewarnai terhadap pendirian lembaga pen-t

didikan yang mencetak vakainator ini. Perlu ditekankan di sini b ahwa sudah sejak lama pemerintah men·gharapkan golongan ini akan dapat menggantikan peranan dukun ya.ng banyak terdapat dalam ma-syarakat.10 Seperti diketahui mereka ini juga berpraktek mengo-9Hubungan antara inovasi dan tanggapan masyarakat dapat di-lihat dalam Soerjono Soekanto, Teori soyiologi tentang Perubahan Sosia1 (Jakarta: Ghalia Iftdonesia, 1983 , hlm. 38-40.

10Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie, op.cit., hlm.767-768.

Perbedaan yang nyata antara Dokter Jawa dengan dukun ialah dalam hal kualifikasi pendidikannya. Seorang dukun m~ndasarkan pengo-batannya pada hal-hal yang super natural seperti jimat, pusaka, dsb. Seorang Dokter Jawa (Inlandsch Arts~ mendasarkan pada penge-tahuan yang i~iah berdasarkan pengetahuan kedokteran secara Barat.

bati sesuatu penyakit secara tradisional.

Keinginan pemerintah untuk mendidik rakyat bumiputra menjadi mantri suntik menjadi l~?ih kuat dan memperoleh momentum yang

tepat dengan diterimanya laporan mengenai berjangkitnya berbagai penyakit yang berbahaya di daerah Banyumas. A.De Waart dalam artikelnya men;rebutkan bahwa pada tahun 1847 Dr. W.Bosch sebagai pejabat kepala Dinas Kesehatan telah mendapat laporan bahwa di wilayah Keresid.enan Banyumas11 telah ber jangki t berbagai mac am penyakit yang berbahaya, seperti pes dan cacar. 12

Keadaan ini mendorong pemerintah untuk memberikan kepada setiap desa sebuah buku tuntunan kesehatan berbahasa Jawa atau Melaju dengan tujuan agar setiap desa dapat menjaga kesehatan

desa beserta penduduknya. Akan tetapi, ternyata gagasan tersebut tidak memperoleh dukungan sehingga timbul gagasan baru untuk membentuk :: · ·.sua_tu korps kesehatan yang terdiri atas

- 1:Pemerintahan di Jawa terbagi atas tiga propinsi. Propinsi Jawa arat terdiri atas Keresidenan Banten, Batavia, Bogor, Ka-rawang, Priangan, dan Cirebon; Propinsi Jawa Tengah meliputi Ke-residenan Pekalongan, Banyumas, Kedu, Semarang, Jepara-Rembang;

Propinsi Jawa Timur meliputi Keresidenan Madiun, Bojonegoro, Ke-diri, Surabaya, Malang, Besuki, dan Madura.

12A.De Waart," Vijf-en-zeven'tig Jaren Medisch Onderwijs te Weltevreden" dalam Gedenkboek der STOVIA ••• ,op.cit., hlm. 1-2.

Lebih lanjut dalam Bram Peper, Pertumbuhan Pendudukan Jawa.terj.

M. Rasjad .st.Suleman (Jakarta: Bhratara,

1975),

hlm.

50,

dise-butkan bahwa penyakit cacar ini pada masa itu banyak dihubungkan sebagai penyebab yaDg serius dari pertumbuhan masyarakat. Adapun penyakit ini sudah dikenal orang sejak masa sebelum Masehi.

23

juru suntik dari kalangan. penduduk

sendiri.:~

3

Dar~ ga~san-ga~san tersebut akhirnya pemerintah, ber-dasarkan sidangnya pada tanggal

9

Nopember

1847,

memutuskan akan mengambil beberapa qra~g pemuda yang sehat dan cakap da-ri sel.uruh penjuru Pulau Jawa untuk dididik menjadi juru ke-sehatan praktis; tentu saja di.tambah dengan syarat paridai me-nulis· dan membaca huruf Jawa dan Melayu. Kemudian syarat

mu-tlak lainnya ialah sekurang-kurangnya sudah berumur 16 tahun dan mereka ini nantinya akan dididik di. Rumah Saki t Militer di Weltevreden. Demikianlah dari hasil sidang tersebut tinggal menunggu langkah lebih lanjut dari pemerintah, tentu saja me-lalui kerja sama an±arinstansi, yaitu Dinas Kesehatan, Depar-temen:. van. Oorlog, dan. Departemen Dalam Negeri, untuk pengada-an

muridnya.

1

~

Keputusan. sidang pemerintah tersebut dalam waktu dua ta-hun suaah tertuang dalam Keputusan Pemerintah. tertanggal 2 Ja-nuari 1849 lfq.22, yang an.tara lain memuat ketentuan sebagai berikut:

a. Sejumlah 30 pemuda Jawa akan. dididik di Rumah Sakit Militer secara cuma-cuma dan kemudian akan diangkat menjadi juru kesehatan dan juru suntik.

b. Pemuda-pemuda itu dipilih dari lingkungan keluarga yang baik, bersopan-santun, pandai berba:hasa Melayu, bisa menulis dan membaca huruf'J'awa serta berbakat.

13A.De Waart,

~.·ill·

,hlm.3, terutama sekali tekanan di-letakkan hanya pada mendidik petugas kesehatan yang setengah ahli bagi program pemerintah; hal ini menunjukkan pemerintah

seakan-akan masih bersikap ambivalen. 1

l4Tempat pendidikan ini nantinya ditambah lagi dengan Rumah Saki t Mili ter Semarang dan Surabaya. .:. Di tiga tempat ini dilangsungkan kursus yang dimaksud seperti pada uraian.

·di atas. ·

Mereka ini akan diangkat menjadi pegawai pemerintah-an da1am j aba tpemerintah-an. se bagai Juru Ke se.ha

tan/

Juru Sun tik yang aedapa t mungkin akan menjadi penyuluh keselia tan

di daerah tempat asa1 mereka· masing-mas!ng.

c. Kepada merek.a diberikan gaji f 15 per-bulan, disam-ping mendapatkan.perumahan. secara cuma-cuma dari pe-merintah.

d. Penerimaan di tentukan :pada tahun 1849 di. Wel tevreden 12 orang, di.tambah la·g1 dengan 6 orang pada tahun 1850, dan selebihnya di Semarang dan Surabaya masing-masing 6 orang sehingga jumlah seluruhnya 30 orang.

e. Pimpinan dan pengelolaannya diserahkan kepada Kepa1a Dinas Keseha tan.

(.91!!

over den Geneeskundigen DienSt) dengan dibantu oleh Opsir Kesehatan k1as I dan II Ru-mah Saki t M111 ter dan. beberapa .. orang tenaga pengajar untuk mata pelajaran tertentu.~~

'Fen.tu saja pem111han .. para pemuda 1 tu berdasarkan kri teria yang telah di tentukan oleh pemerin:tah, q.alam hal in:L loyali-tas berperanan sekall bagi t~rpilihnya seseorang. Kesimpulan sepihak ini dapa t di tarik disebabkan ad.an.ya dispensasi yang cukup longgar dari pimpinan. Pinas Kesehataaun.tuk memperbo1eh-kan..masing-masing residen Banten, Priangan., Cirebon, Tega1,

-tl

dan Peka1ongan.. serta Asisten Residen Bogor untuk menca1onkan dua orang peinuda untuk dididik. Ketentuan 1ebih 1anjut ialah pimp;i.nan Dinas Kesehatan. berhak D1emi11h sa1ah seorang di antara-nya. Kesem1,1anya ini. berdasarkan pertimbangan.. bahwa para resi-den tersebut mempunyai budi pekerti yang baik dan telah banyak berjasa •.• ~6

},5 · · Consideratien en Advies van. het Mi1itair ·nepartement tertanggal 6 September 1848 yang ditujukan kepada Gubernur Jendral mela1ui A1gemeen Secretaris. Ada da1am kumpu1an GQU-vernement Bes1uit yaq 2 Januari 18~9 Np.22.

l L-g.~. -~,,

25

I '

Sebagai suatu kursus yang meme~tingkan keterampilan yang c.Ukup dalam waktu· ·yang, re1ati.f singkat secara resmi dibuka pada bulan.Januari 1851, sete1ab sebe1umnya diadakan persiap-an-persiapan seper1unya. Oleh.pimpinan Dinas Kesehatan,

seba-gt;ti. pimpinan.kursus d:Ltun.juk dr.P.B1eeker, seorang Opsir Kese-hatan Klas.I.di. Rumah Saki.t We1tevreden. Kemudian sebagai pem-beri kursus tentang kedokteran, 11mu bedah, dan suntik,

ditun-. ditun-. 17

j.uk G.Wassink, juga seorang Opsir Kesehatan Klas I.

Salama kursus ini diajarkan 15 mata pe1ajaran yang me-1iputi: dasar-dasar bahasa Be1anda, berhitung~ 11mu ukur, 11-mu bumi (Eropa dan Indonesia), il11-mu kimia anorganik, i111-mu fa-lak, ilmu alam, i1mu pesawat (peralatan kesehatan), 11mu tanah, ilmu tumbuh-tumbuhan, i.lmu hewan, ilmu anatomi tu~uh, asas-asas pato1ogi, ilmu kebidanan, serta ilmu bedab.-18

Lebin lanjut dalam Gouvernement Besluit 14 Januari 1850

~ . .

No.3 diatur mengenai. anggaran yang disediakaaoleh pemerintah sebesar f 16.758,- per tahun untuk keperluan. gaji, tem·r,,qt ting--gal, dan sebagainya, dengan perinci~ sebagai berikut~~

Batavia 18 murid

r

8.283,- a

r

460,-Semarang 6 murid

r

3.684,- a

r

614,-S~rabaya 6 murid

r

4.791,- a

- r

8oo,-~~ (per tahun)

Apabila diamati secara cermat jumlah ini sudah merupakan sua-17 .

·· 'A.De Waart, ~.cit.,hlm. 2-3.

18 ··Ibid., terutama pada hlm. 3.

19 · Gouvernement Besluit 14 Januari 1850 No.3.

tu anggaran yang cukup tinggi dari pemerintah, tentu saja dalam kondis1 keuangan seperti pada masa itu. Jumlah ini jug~

sudah merupakan kenaikan daripa~a yang telah diatur dalam ~

2 Januari 1849 No.22 yang menetapkan jum1ah tunjangan banya sebesar !,5400,- per tahun.20

Perbaikan.yang dilakukan secara beru1ang-ulang mengisya-ratkan bahwa da1am kursus yang ·relatif singkat tersebut ter~

nyata belum cukup untuk mendidik seorang juru kesehatan yang benar-.benar siap. Kemudian berdasarkan Keputusan. Pemerintah tangga1 5 Juni 1853 No.10 maka sejak tahun 1856 pendidikan ditingkatkaamenjadi tiga tahun dan untuk pertama kalinya

di-terima murid dari luar Jawa sebanyak enam orang, masing-masing ' dua orang dari Sumatra Barat, dua orang dari t-1inahasa, dan

. 21

dua lainnya dari pulau-pulau l~innya.

Peningka tan

,

j enjang yang menyangku t lama pendidikan ini membawa konsekuensi pula terhadap para 1ulusannya. Sesuai ·de-. ngan·de-. Kepu·de-.tusan·de-.·de-. Pemerin t~h tertanggal 11 Mei 1856 No.3 terhadap

para 1\llusan tersebut diberikan gelar Dokter Jawa.22 Akibat lebih lanjut ialah kursus kesehatan tersebut ditingkatkan

men-jadi Sekolah Dokter Jawa. Berhubungan dengan ini setelah para dokter jawa ini mulai menjalankan tugas, mereka ini berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Sipil dengan mendapat gaji

20 eonsideratien ··en Advietil van het Hili tair· Deperteinen ... , Qll..Q.t..

21A.De Waart,

sm.

c.i t. ,hlm. 4. ·

22Hal-hai yang berkenaan dengan sebutan ini tertera da-lam Gouvernement Bes1uit 11 Mei 1§56 No.

27

;yang berkisar an.tara £ 30 - · £ 50 per bulan. Dibarapkan pu-la agar dalam menjalanka~ tugasnya mereka selalu

mengembang-kaa ilmun3a, sehingga tidak hanya terbatas dengan apa yang di.dapa tkiln. dari. pendi.dikan.

Gelar do:k.ter 1awa in:l seri.ng pula disebut dengan sebu-tan dAemang dokter, dL mana gelar dhemang. ini mempunyai kedu-dukan. yang s~jajar dengan. gelar-gelar dhemang lain.nya seperti dhemang tamping, dhemang pemajekan, dhemang pangrambi•

dhe-J!5U!& mloyO, dhemang !mli. dan se'Qagain;a.··2.l D:i samping mem-peroleli gelar in1. mereka juga berhak untuk men.-ggunalr..an tan-da kehorma tan lainnya. Oleh gubernur j,enderal a tas' usul dari pimpinan Dinas Kesehatan telah disepakati tentang penggunaan.

tanda-tanda kehormatan ini.·nengan demikian, diharapkan. akan.

dapat membedakannya ·b:engan s.eorang dukun dan. mens.ejajarkannya dengan pejabat-pejabat bumiputra lainnya. Seperti halnya yang

"

tertera dalam Resolusi 24 Februari 1824 No.3 (Stbl.No.l3), untUk tanda kehormatan. seorang dhemang dokter ialah berupa:

lantee sa tu, ~ sa tu buah, songsong sa tu buah dan tombak pa ~nu.rong ·. du-e. buah.

l3·Gelar dhemang int mempunyai konotasi sebagai yang me-nyertai (gel eider) dan pemimpin. (hoard). Demikian pula gelar dhemang tersebut d£ atas mempunyai arti yang hampir sama;

dhemang dokter berarti seseorang yang bertugas sebagai juru kesehatan di bawah Dinas Kesehatan; demikian pula dengan dhe-mang pemajekan yang berarti pimpinan dinas penerima pajak tanah. Untuk keterangan lebih lanjut terdapat dalam Gouverne-ment Besluit 5 Juni 1853 No.lO.

Kemajuan yang telah dicapai oleh Sekolah Dokter Jawa terutama sekali diseba.bka.D oleh semakin mantapnya i:nfrastruktur yang me-nunjang berjalaJ:tDYa pendidikan. Penyempurnaan kurikulum tampak-nya terus dilakukan dengan reorganisasi yang terus menerus,

se-1

perti peDambahaJili jenjang pendidikan menjadi 5 tahun."Pendidikan berjenjang lima.-.tahun itu meliputi masa persiapan <worb§reidende afdeelimg) selama dua tahun dan di tingkat lanjutan (genee8kundige afdeeling)dengan jangka waktu lima tahun. Pembatasan umur juga diterapkan, yaitu antara 14-18 tahun man mempunyai ijasah dari sekolah pemerintah (inlandsche gouvernementsschool). Demikian pula untuk masuknya sudah diadkkan suatu ujian masuk.

Pada tahun 1898 pada waktu jabatan direktur sekolah dipe-gang oleh dr. H.F.Roll diadakan perombakan total meliputi kuriku-lum dan prasarana pendidikannya. Nama Sekolah Dokter Jawa kemudian diganti menjadi STOVIA (School tot Opleiding yan Inlandsche Arts§n) dan para lulusannya berhak menyandang gelar inlapdsche artsen.

BAB IV

IDE PEMIKIRAN MENGENAI KEMAJUAN BANGSA

,,

Apabi1a dalab· Bab III su4ah dibicarakan mengenai Seko1ah Dokter Jawa yang kemudian menjadi STOVIA maka ternyata da1am perkembangannya .memper11hatkan arah yang parti, sesuai dengan misi yang diembannya untuk mencetak dokter-dokter bumiputra • Pada waktu se1anjutnya .~~rnyata pemerintah menaruh perhatian yang lebih besar dalam bidang kesehatan ini, terbukti kemudian pada tahun 1913 didirikan suatu seko1ah~rupa di Surabaya yang

' 1

dinamakan NIAS (Nederlandsche Indische Art§en School). Satu periode panting yang telah dila1ui oleh STOVIA dengan baik.

Peran dan fungsi lebih lanjut dari lembaga ini dalam lingkup yang lebih luas lagi adalah merupakan satu konsekuensi yang

wa-jar dari tanda-tanda yang terlihat di atas.

Di ~tas telah disinggung bahwa di STOVIA inilah pemikiran-pemikiran ke arah kemajuan bangsa, dalam arti kearah suatu

tu-juan yang lebih luas lagi :terbentuk. Mengenai hal itu seperti yang sudah terlihat dalam alur penulisan ini berangkat dari su-atu keinginan yang membara dari beberapa orang pelajar STOVIA yang memperoleh kesempatan untuk mengedepankan pemikirannya.

Bagaikan gayung bersambut pemikiran itu kemudian meningkat men-jadi satu ide yang menmen-jadi matang oleh waktu. Di sinilah peranan STOVIA dalam mempelopori satu kesadaran nasional mulai timbul.

29

.,..

.<•

Faktor dari dalam sepert~ yang sudah diuraikan dimuka merupakan. suatu dinamika yang berlengsung tert11s menerus,

mu-la~ didirikannya Sekolah Dokter Jawa sampai dengan melewati berbagai pasang surdt yang pada akhirnya memunculkan STOVIA dengan ben.tukn.ya seperti sekarang ini. Faktor dari da~am. yang dimaksudkah.. ini merupakan sintesa dari berbagai kebijaksanaan dan pemilctran yang pernah terlo~~ar dan terealisasllran dan berhubungan. dengan ~embaga sekolah itu. Demikian pula faktor dari luar yang dimaksud tidak lain ialah berupa gejolak-gejo-lak pemikiran yang be rkembang dalam. masyo.ra.k.c::t t, yang kemudian.

terkumpul_menjadi satu konsep dasar mengenai berbagai hal yang menyangkut kehidupan. ~angsung masyarru~at. Dalam hal ini tentu saja peneka.nan pada bidang politik menjadi satu hal yang pan-ting sekali.

Mengenai ide pemikiran yang berkaitan dengan kemajuan

~ '

bangsa tadi menjadi lebih jelas apabila dilihat dari dasar pijakan yang kuat. dan tepat, tentu saja menurut kriteria umum.

Rasa ini yang seringkali dikaitkan dengan istilah nasionalisme sebenarnya merupakan konsep untuk menyebutkan satu keadaan tertentu di mana yang menjadi pokok pembicaraan ialah mengenai rasa menjadi satu bangsa (na'tion). 2

Akan tetapi dalam hal ini pengertian. nasionalisme akan sedikit disinggung dalam arti

2 Tahap-tahap untuk mencapai suatu kemajuan bagi suatu bangsa melalui berbagai tahapan. Dalam hal ini penyebutan suatu organisasi dapat menimbulkan. rasa menjadi satu bangsa.

Misa~ penyebutan Een Algemeen Javasche Bond un.tuk

perkum-pulan. riudi Utomo oleh Robert van Niel, op.cit., hlm. 85.

-~

31

yang lebih semp~t, 4~ mana hanya berupa suatu gejala yang mengarah pada pemikiran mengenai kemajuan rakyat. dalam bi-.dang-bi.dang yang berhubungan. langsung dengan kehidupan se-har:l.-bari.

llus>tras:l m.engenai ha~ ~t.u sebenarnya sangat ba.nyak,

i

akan tetapi.' satu kisah fiksi yang menggam.barkan. ti.m.bulnya sua-·

m

rasa bebas (k.ebeba.san.) ditulis. oleh Soeman.tri (nama sama-ran dari. Marco Martodikromo) dengan. sangat baik. IG.sah itu pada garis. besart13'a· menceritakan ten.tang di.namika kehidupan seorang anak. Aa:Lsten Wedana ~ang oleh ayalmya di.suruh unt.uk magasg pada seorang kontrolir guna menjadi pegawai negeri.

· Akan teta'pi apa yalllig did.ta-ci.takan oleh si Ayah dan kelU:ar-gan:ya itu. t:ldsklah sejalan dengan pik:lran- si Anak, sehingga t:id.ak ma.a menjalani. magang da.'n mengembara untuk mencari pe-kerjaan.4l·ang sesuai dengan kata hati.nya. 3 . Dari kon.teks ce-rxta i:ltu dapa t dim.engerti. apabila pada zamannya s~ Anak ter-aebut diang&ap tidak wajar karena meny,alahi aturan-aturan ti-dak tertulis yang berlaku pada masa i.ta .• Yang menarik dan. ber-hubrmga.n. de~an pembi.caraan. in:L ialah ka ta.:.ka ta yang menjadi dasar si. ~ tersebut·menolak untuk menjalani magang, sete-lah be berapa. lama . dijal~;Ln:l.nya se bagai beriku t.: I

"Sesoenggoehnja mannsia jang disebut moelia, i.toelah ,manusia jang ti.dak terikat. Hidupnja merdeka, karena.

kemerdekaan.. inilah j~ bisa menambahkan kemoeljaan dan kesenangan. dalam hati.. Djadi moelia ialah tidak

. .

· 3

-~soemantri..

(Marco Martodikromo), Ra§a Merdika (Semarang:

T.Y.P. Drukkerij VSIP. 1924), hlm.. 1-20.

-~

32

lain melai:nkan merdeka bagi berkehendak darl. merdeka bagi. herboeat. Lebih-lebih. apabila perboeatan :ltoe bergoena bagi oemoe~, inilah kemoeljaan jang sebenar-nja ...

~-~--·Sua tu kecendet'U.Dgan. yang sudah mengge jala ini bisa

d:l-me~rti apabila dari situ kemudian dikembalikan pada sua-sana dan tempat pada masa :Ltu.. Oleh. AbdurrachmaD. Surjom:L-bardjo dikatakan bahwa memang suasana dals.m gedung · STOVIA.

i_tu memberikan iklim. kemasyarakatan. yang baik seh.ingga be:..

be7a~a gerakan pemuda dilahirkan dalam asrama 1tu~5 Lebih,

lanjut dik:ate.kannya bahwa ternyata para lulusa~apun banyak

"~' yang dik.enal melanj.utkan tradi.si. politik yang bermuara dalam ·'

asrama

STOVI.A:

6

~· Ha~

ini.pun.. sudah pernah disinggung oleh H.F.Rol1 sebagai. orang yang banyak meng~tahui hal-hal yang

' . I

berkaitan dengan peristiwa ya~g terjadi dalam gedung

terse-•f·. :.· ' . . .

but. · ~. Secara geograria pun. ·seperti sudah disinggung dimuka, sejak ~ama Weltevreden memainkan peranan yang panting seba-gai dasa~ berpijak ·;yang_ klia t. ba~ pelajar-pelajar s.TOVIA, cia-lam berinteraksi. dengan masyarakat di seki"ta:rnya, seperti

terS:ebut: ~- ~

Ge.dung STOVIA. terl.etak di. dalam kedudukan. yang ideal untuk dapat berhubungan dengan iklim dan suasana kehi-dupan intelektual di. dalam sebuah ~ota besar seperti Jakarta ;yang pada waktu. itu bernama Batavia 4engan

Wel-'-4: Ibid: .. , hlm. 22.

5' ' . ·. '

Abdurrachman. Surj_omihardjo ,_ op. cit.; hlm, 13.

'6, . . ' . ' .I:Qi!!., hlm. 13-14.

7·; . . . ' ' . ' . . . .

H~F.Roll, op.c:Lt., h1m.·a.

8·1 ' .

Abdurrachman Surjomihardjo, op.cit.; hlm. 19.

-~

~ ..

33.

tevreden sebagai pusatnya. STOVIA terletak di Welte-vreden, pusat kegiatan politik, ekonomi dan kehidupan sebuah kota terbesar di Indonesia, yang merupakan pin-tu g_erbang dengan dunia luar.

Lebih lan.ju.t:disimpulkan bahwa :.9

Sebagai pusa t segala~galanya ten.tu ::-:-aja Wel tevreden menyebabkanpara pelajar STOVIA sering berinteraksi dengan. kaum intelektual yang memang non. politik, dari sinilah d:i..coba untuk melihat kepakaan m.ereka terhadap masalah-masalah so sial poli tik yang terjadi dalam ma~

s;yarakat.

Mengenai ga~asan untuk suatu perbaikan keadaan rakyat itu

' . . '

oleh para pelajar STOVIA juga sudah disinggung oleh Goenawan

~~ngoerucoesoemo yang menyebut bahwa untuk tujuan tersebut di-

..

'

perlukan adanya satu ikatan di antara pelajar-pelajar dari Sekolah Pertanian dan Kehewanan di Bogor, Hoofdenschool di Ba.ndung, Magelang, dan Probolinggo, Sekolah-sekolah guru di Ba.ndung, Yogyakarta, dan Prob<;>linggo serta Burger Avondschool di Surabaya. 10

,

Menarik sekali bahwa satu tekad telah terucapkan. dari mereka yang secara langsung merupakan hasil didikan secara Barat. Akan tetapi yang jelas .keadaan semacam.. ini' tidak

men-jadi tujuan dari politik asosiasinya Snouck Hurgronje yang berpijak dari hal yang sama akan tetapi mempunyai tujuan (Amsterdam: Tijdschri.ft Nederl.Indie Oud &

17-26.

terjadi. suatu. penT-tmpangan dari tujuan semulatf· sebagai aki-bat fungsi unive.rsal bidang pendidikan yang tidak hanya meng-ba.silkan manusia-manusia robot yang dapat dikendalikan oleh satu pihak. Pendidikan dalan hal ini berfUngsi pula sebagai . . alat untuk menjembatani ide-ide yang berkembang dengan situa-asi yang bettolak belakang dengan ide-iden~a tersebut~~ Di

siDi~ah kiranya satu sisi yang tidak begitu mendapat perha-tian dari para pembuat kebijaksanaan mengenai pendidikan pa-da· masa itu.

DalaDL hal ini tidak dap~ t di tinggalkan pe~pya taan, yang menjadikan momentum itu mempunyai arti yang panting seperti ditulis oleh Penders sebagai b.erikut:

·nBy,- the beginning o£ the twentieth century, Liberal

Co~onial. education. policy created the nucleus or a new indigenous: elite, e;onsisting mainly of Dutch trained Indonesia doctors, teacher and government administration. and c:J.ercks"

.,.

.13:

Pernya taan. P~ndera yang berangka t dari penyimpulannya a tas berbagai macam dokumen yang berhubungan tersebut seakan me-wakili pihak yang melihat kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan akhirnya malah menghasilkan sejumlah kecil elit. Arti elit ini sendiri secara lebih luas ialah dikait-kan dengan peranannya~ang sedemikian. rupa dalam proses

pe-'

l 1 Lebih lanjut lihat pada Robert van Niel, op.cit.,hlm.

70 dst.

l2Mengehai ~ungsi·ihi lihat dalam Harold L.Hodgkinson, Education, Interaction. and So.cial Change {New Yersey:Pren-.t:Lce-hall inc., 1967).

13· . . . . ... ..

Chr.L'.M •. Penders, d s a: Selected Document on Co-lonialism and Nationalism 1830•1946 St.Lucia, Queensland:

University of Queensland Press, 1977), hlm. 215.

35

:

rubahan. sosia~ ekonomi ... Di. sini.lah sebenarnya elit ini mem-punyai. a -ore'Ponderant role to play. :14 Seperti biasanya apa-bi2a eLit ini b~sa berkembang dan mendapatkan dukungan yang k.uat akan berfungsi. secagai. inspirator dan. di.nami.sator

ma-syaraka. t. Dalam. hubungan. ini perkemoangan. i.tu ti.dak sepenuh-nya mengara.D. ke sana,. terbuk.t:i. .bahwa suatu.. kl.as menengah yang

ma-syaraka. t. Dalam. hubungan. ini perkemoangan. i.tu ti.dak sepenuh-nya mengara.D. ke sana,. terbuk.t:i. .bahwa suatu.. kl.as menengah yang

Dalam dokumen ... -,-~-- 4>" '< ~.1!: - (Halaman 24-39)

Dokumen terkait