KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI
1. ASSET & LIABILITY COMMITTEE
2. Komite Manajemen Risiko (KMR) 3. Komite Kebijakan Perkreditan (KKP) 4. Komite Kredit (KK)
5. Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI) 6. Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian
(KPKK)
1. ASSET & LIABILITY COMMITTEE
Asset & Liability Committee (ALCO) adalah
Komite tetap di bawah Direksi dengan misi mencapai tingkat profitabilitas BCA yang optimum serta risiko likuiditas, risiko suku bunga, dan risiko valuta asing yang terkendali, melalui penetapan kebijakan dan strategi aktiva dan pasiva BCA (assets and liabilities management).
Fungsi Pokok ALCO
• Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan likuiditas untuk menjaga kebutuhan likuiditas sesuai ketentuan yang berlaku, memenuhi kebutuhan likuiditas BCA termasuk kebutuhan dana tak terduga dan meminimalisir idle funds.
• Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan risiko pasar, yaitu risiko suku bunga dan risiko valuta asing.
• Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi harga (pricing policy) untuk produk-produk dana, pinjaman, dan rekening antar kantor.
• Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi dalam penataan portofolio investasi. • Menetapkan dan mengevaluasi kebijakan
dan strategi penataan struktur neraca melalui antisipasi perubahan suku bunga untuk mencapai net interest margin yang optimum.
Wewenang ALCO
ALCO mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan strategis di bidang pengelolaan aktiva dan pasiva BCA (assets and liabilities
management) sejauh tidak melampaui wewenang
Direksi, seperti:
• Menetapkan suku bunga deposito, tabungan, dan giro;
• Menetapkan suku bunga pinjaman;
• Menetapkan strategi pendanaan dan
• Menetapkan strategi hedging apabila dipandang perlu melakukan hedging;
• Menetapkan limit yang berkaitan dengan risiko likuiditas, risiko suku bunga, dan risiko valuta asing sesuai kebijakan pengambilan risiko secara keseluruhan.
Keanggotaan ALCO dan Status Hak Suara
Jabatan Dijabat Oleh Status Hak Suara
Ketua (merangkap Anggota)
Presiden Direktur Mempunyai hak suara
Anggota • Wakil Presiden Direktur • Direktur Perbankan Individu • Direktur Manajemen Risiko • Direktur Bisnis Korporasi • Direktur Bisnis Cabang • Direktur Wilayah & Strategi Operasi – Layanan • Direktur Wilayah & Pendukung Cabang • Kepala Divisi Perbankan Internasional • Kepala Divisi Tresuri • Kepala Divisi Keuangan dan Perencanaan
• Kepala Grup Corporate Banking dan Corporate Finance • Kepala Divisi Bisnis Komersial dan SME • Kepala Divisi Pengembangan Dana dan Jasa • Kepala Grup Bisnis Consumer Card • Kepala Unit Bisnis Kredit Konsumer • Kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko Sekretaris (merangkap Anggota)
Senior Adviser Satuan Kerja Manajemen Risiko yang
membidangi Asset Liability Management (ALM) Tidak mempunyai hak suara
Tugas dan Tanggung Jawab ALCO
ALCO berfungsi antara lain untuk menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan likuiditas untuk menjaga likuiditas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mencukupi kebutuhan likuiditas BCA dan meminimalisasi idle funds. Selain itu ALCO menetapkan dan mengevaluasi kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan risiko pasar, strategi harga serta strategi dalam penataan portofolio investasi dan strategi penataan struktur neraca melalui antisipasi perubahan suku bunga sehingga dapat dicapai
tingkat marjin bunga bersih (Net Interest Margin - NIM) yang optimal. ALCO melaporkan realisasi kerjanya melalui rapat rutin dan rapat khusus yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
Tugas Pokok Anggota ALCO
Anggota ALCO yang memiliki hak suara, memiliki tugas pokok antara lain:
• Memberikan masukan kepada sekretaris ALCO dalam penyusunan agenda dan bahan rapat.
• Memberikan masukan berupa informasi dan analisis pada rapat ALCO, mengenai:
- Metodologi penentuan harga produk dana dan pinjaman.
- Metodologi pengukuran risiko likuiditas, risiko suku bunga, dan risiko valuta asing.
- Penentuan harga produk dana dan pinjaman.
- Daya saing suku bunga produk dana dan pinjaman.
- Strategi Bank pesaing.
- Kendala penerapan hasil keputusan ALCO.
- Perilaku nasabah dan perubahannya.
Rapat ALCO
• Rapat ALCO dilaksanakan sesuai kebutuhan, sedikitnya sekali dalam 1 (satu) bulan.
• Rapat ALCO adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah anggota ALCO ditambah satu anggota termasuk ketua/ketua pengganti, atau dihadiri oleh 5 (lima) orang Direktur termasuk ketua/ ketua pengganti.
Pengambilan Keputusan
• Pengambilan keputusan dalam kaitan
penggunaan wewenang ALCO hanya diambil melalui keputusan rapat ALCO yang sah. • Keputusan rapat ALCO adalah sah dan
mengikat apabila disetujui oleh setengah jumlah anggota yang hadir dan memiliki hak suara ditambah 1 (satu) suara.
Frekuensi Rapat ALCO dan Tingkat Kehadiran Direksi dan Anggota ALCO Lainnya selama tahun 2013
Direksi Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Presiden Direktur (Jahja Setiaatmadja)*) 12 12 100 %
Wakil Presiden Direktur (Eugene Keith Galbraith) 12 9 75 %
Direktur Bisnis Korporasi (Dhalia M. Ariotedjo) 12 10 83 %
Direktur Manajemen Risiko (Anthony Brent Elam) 12 10 83 %
Direktur Bisnis Cabang (Suwignyo Budiman) 12 9 75 %
Direktur Perbankan Individual (Henry Koenaifi) 12 6 50 %
Direktur Wilayah dan Strategi Operasi-Layanan (Armand W. Hartono)**)
12 6 50 %
Direktur Wilayah dan Pendukung Cabang
(Erwan Yuris Ang)**) 12 8 67 %
Anggota
Kepala Divisi atau pejabat yang mewakili
Divisi Tresuri 12 12 100 %
Divisi Perbankan Internasional 12 12 100 %
Divisi Keuangan dan Perencanaan 12 11 92 %
Grup Corporate Banking dan Corporate Finance 12 11 92 %
Divisi Bisnis Komersial dan SME 12 12 100 %
Divisi Pengembangan Dana dan Jasa 12 12 100 %
Unit Bisnis Kredit Konsumer 12 12 100 %
Grup Bisnis Consumer Card 12 7 58 %
Satuan Kerja Manajemen Risiko 12 12 100 %
*) Ketua
**) Direktur Wilayah dan Strategi Operasi-Layanan serta Direktur Wilayah dan Pendukung Cabang menjadi anggota ALCO sejak tanggal 11 November 2013 Catatan :
Direktur Bukan Anggota juga menghadiri Rapat ALCO sebagai Narasumber.
Selain itu, unit kerja Kantor Pusat, Kantor Wilayah atau Kantor Cabang, maupun pihak luar BCA dapat diundang sebagai Nara Sumber untuk memberikan masukan mengenai beberapa masalah.
Pelaporan Pertanggungjawaban/Realisasi Kerja
Realisasi kerja Komite dilaporkan melalui: • Risalah rapat rutin.
• Risalah rapat khusus yang diadakan untuk membahas hal tertentu.
• Data dan informasi yang terkait dengan bidang yang dibahas.
• Catatan dan pendapat ALCO mengenai risalah rapat serta data dan informasi yang terkait.
Kegiatan/Realisasi Program Kerja ALCO selama tahun 2013
Selama tahun 2013, ALCO telah mengadakan 12 (dua belas) kali rapat dengan agenda rapat sebagai berikut:
• Laporan tindak lanjut Keputusan Rapat ALCO sebelumnya.
• Parameter Ekonomi yang meliputi inflasi, suku bunga Bank Indonesia Term Deposit,
yield curves Rupiah dan USD, likuiditas pasar
Rupiah & USD, dan nilai tukar Rupiah.
• Cadangan Likuiditas yang terdiri Primary
Reserve Rupiah dan Valas serta Secondary Reserve Rupiah dan Valas, Struktur Dana
Rupiah dan Valas, Proyeksi Kredit, Proyeksi Likuiditas dan kerugian karena risiko likuiditas.
• Risiko Suku Bunga yang terdiri dari Repricing
Gap dan Sensitivity Analysis, baik untuk
Rupiah maupun Valas.
• Risiko Valuta Asing, mengenai perkembangan Posisi Devisa Netto (PDN) dan risikonya. • Loan Portfolio yang terdiri dari plafond dan
outstanding kredit dan golongan debitur.
• Yield dan Cost of Fund Rupiah dan Valas. • Analisis Assets/Liabilities Management. • Perkembangan Dana Bank terhadap Total
Perbankan.
• Membahas dan memutuskan perubahan suku bunga Dana dan Kredit, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) serta limit-limit yang berkaitan dengan Asset Liability Management (ALM). • Melakukan review terhadap hasil simulasi
laba/rugi sesuai strategi ALM BCA.