Komite Pemantau Risiko dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris BCA No.033/ SK/KOM/2007 tanggal 22 Februari 2007 tentang Struktur Komite Pemantau Risiko.
Komite Pemantau Risiko dibentuk untuk memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko BCA.
Keanggotan Komite Pemantau Risiko
Komite Pemantau Risiko BCA beranggotakan 3 (tiga) orang, yang terdiri dari seorang Ketua yang juga adalah Komisaris Independen dan 2 (dua) orang anggota yang semuanya merupakan Pihak Independen. Seorang Pihak Independen ahli di bidang keuangan dan seorang Pihak Independen lainnya ahli di bidang manajemen risiko.
Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko per Desember 2013
Nama Jabatan
Cyrillus Harinowo Ketua (merangkap selaku Komisaris Independen)
Endang Swasthika Wibowo Anggota (Pihak Independen)
Andreas E. Susetyo Anggota (Pihak Independen)
Pengangkatan anggota Komite Pemantau Risiko dilakukan oleh Direksi dengan Surat Keputusan No. 131A/SK/DIR/2012 tanggal 1 Agustus 2012 berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 37A/RR/KOM/2012 tanggal 19 Juli 2012. Riwayat pendidikan, jabatan dan pengalaman kerja anggota Komite Pemantau Risiko dapat dilihat pada Data Perusahaan halaman 490 Laporan Tahunan BCA ini.
Masa Jabatan Anggota Komite Pemantau Risiko
Masa jabatan anggota Komite Pemantau Risiko akan berakhir pada saat berakhirnya masa jabatan Ketua Komite Pemantau Risiko yang juga adalah Komisaris Independen. Masa jabatan anggota Komite Pemantau Risiko pada periode ini akan berakhir pada penutupan RUPS tahun 2016.
Independensi dan Persyaratan Anggota Komite Pemantau Risiko
Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko adalah pihak independen, yaitu tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan usaha dengan BCA yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh anggota Komite Pemantau Risiko BCA antara lain adalah sebagai berikut:
1. Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan, pengalaman sesuai dengan
bidang pekerjaannya, serta mampu
berkomunikasi dengan baik;
2. Memiliki paling kurang satu anggota Pihak Independen yang berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang keuangan; 3. Memiliki paling kurang satu anggota Pihak Independen yang berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang manajemen risiko;
4. Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham pengendali BCA; 5. Tidak mempunyai hubungan usaha baik
langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha BCA; 6. Tidak merangkap sebagai anggota Komite
Pemantau Risiko pada perusahaan lain (emiten atau perusahaan publik) pada periode yang sama.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko
1. Komite Pemantau Risiko bertugas membantu dan memberi rekomendasi kepada Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di bidang manajemen risiko dan memastikan bahwa kebijakan manajemen risiko dilaksanakan dengan baik.
2. Dalam kaitannya dengan proses pemberian rekomendasi, Komite Pemantau Risiko harus melakukan:
a. Evaluasi atas konsistensi antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.
b. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Rapat Komite Pemantau Risiko
Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat sedikitnya 4 (empat) kali dalam setahun sebagaimana diatur di dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko. Selama tahun 2013, Komite Pemantau Risiko telah mengadakan rapat sebanyak 10 (sepuluh) kali.
Dalam setiap rapat Komite Pemantau Risiko selalu dibuat risalah rapat yang mencantumkan tanggal rapat, kehadiran anggota Komite Pemantau Risiko, agenda rapat, dan materi rapat.
Data kehadiran anggota Komite Pemantau Risiko dalam rapat Komite Pemantau Risiko selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Cyrillus Harinowo 10 10 100 %
Endang Swasthika Wibowo 10 10 100 %
Andreas E. Susetyo 10 9 90 %
Laporan Pelaksanaan Program Kerja Komite Pemantau Risiko selama tahun 2013
1. Melakukan:
a. Pemantauan risiko dengan melakukan
review dan evaluasi atas berbagai
laporan risiko. Komite Pemantau Risiko memberikan pendapat dan saran dalam bentuk tertulis, namun bila diperlukan klarifikasi lebih lanjut akan dibuat penjelasan dan/atau pertemuan khusus membahas topik tersebut.
b. Pemantauan hasil stress test yang dilaporkan tiap triwulan.
c. Pemantauan seluruh risiko dalam bentuk
risk dashboard.
d. Pelaporan atas perkembangan
pemantauan kepada Dewan Komisaris. 2. Melakukan pemantauan khusus terhadap:
a. Risiko operasional, khususnya risiko Teknologi Informasi (TI) untuk memastikan bahwa risiko pada layanan internet
banking dan mobile banking terkendali.
b. Analisis hasil stress test secara khusus pada aspek:
- Risiko likuiditas (general market stress
test scenario).
- Risiko pasar, khususnya risiko suku bunga dan risiko valas.
- Capital Allocation and Reverse. - Limit Secondary Reserves Rupiah. 3. Evaluasi kegiatan tresuri, termasuk transaksi
valuta asing.
4. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan GCG dengan cara mengevaluasi dokumen hasil kerja SKMR dan Komite Manajemen Risiko.
5. Memberikan masukan kepada Dewan
Komisaris atas pelaksanaan dan
pengembangan proses manajemen risiko tentang:
a. Arsitektur Teknologi Informasi dan Perencanaannya.
b. Aspek keamanan, potensi kerentanan sistem TI dan upaya mitigasi risikonya. c. Pengujian fungsi Data Recovery Center,
pengembangan Disaster Recovery Plan (DRP), dan Business Impact Analysis (BIA).
6. Memastikan bahwa BCA memiliki infrastruktur yang baik untuk mengendalikan risiko, untuk itu evaluasi atas ketentuan dan pedoman kerja dilakukan dengan cara:
a. Melakukan review terhadap ketentuan dan pedoman manajemen risiko.
b. Melakukan evaluasi terhadap metode, indikator dan pengukuran risiko.
7. Menghadiri:
a. Rapat Umum Pemegang Saham, Analyst
Meeting, dan Rapat Kerja Nasional 2014
dalam rangka pelaksanaan GCG.
b. Workshop, yang membahas peningkatan kualitas pelaksanaan manajemen risiko.
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko
Komite Pemantau Risiko telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko, yang disusun sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan Good Corporate
Governance bagi Bank Umum. Pedoman dan
Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko dimuat dalam Manual GCG BCA, dan dimuat pula dalam
website BCA (www.bca.co.id).