• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA OBJEKTIF

4.2 Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

Pada pembahasan yang kedua, akan dijelaskan tentang kesesuaian teori dan kenyataan pada Intranatal Care. Berikut akan disajikan data-data yang mendukung untuk dibahas dalam pembahasan tentang Intranatal Care. Dalam pembahasan yang berkaitan dengan Intranatal Care maka dapat diperoleh data pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Distribusi Data Subyektif dan Obyektif dari Variabel INC Ny. “L” di BPM Siti Rofi’atun, SST.

INC KALA I

KALA II KALA III KALA IV KEL UHA N JAM KETERANGAN ibu mengatak an perutnya kenceng-kenceng sejak pukul 16.00 WIB disertai keluar lender dari jalan lahir. 19.30 TD: 110/70 mmHg N : 80x/mnt S : 36,7 oC RR : 20x/ mnt Lama kala II ±10 menit. Bayi lahir spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan, langsung menangis, tonus otot baik, warna kulit merah muda, tidak ada kelainan kongenital, anus ada. Lama kala III ±10 menit. Plasenta lahir lengkap spontan, kotiledon utuh Lama kala IV ±2 jam 35 menit. Perdarahan : ± 150 cc Observasi 2 jam pp : TD : 110/70 mmHg N : 80x/mnt S : 36,60 C RR :20 x/mnt TFU : 2 jari bawah pusat UC : Baik Konsistensi : keras, kandung kemih kosong. His 4x40” DJJ 140x/mnt

VT : ø 8 cm, Eff 75 %, ketuban positif, presentasi kepala, denominator ubun-ubun kecil, Hodge III, moulase 0

20.00 VT : ø 10 cm, Eff 100%, ketuban negatif, presentasi kepala, denominator ubun-ubun kecil, Hodge IV, moulase 0

Berdasarkan fakta diatas, dapat diperoleh analisa sebagai berikut : 1. Data Subyektif

a. Keluhan utama

Keluhan yang dirasakan Ny.”L” yaitu kenceng-kenceng pada tanggal 02 april 2017 dan datang ke bidan pada tanggal 02 april 2017 jam 19.30 WIB. Menurut penulis tanda-tanda yag dirasakan ibu pada kala II adalah keluarnya lendir darah dan his yang semakin kuat, memang fisiologis terjadi pada ibu bersalin dengan adanya tanda-tanda tersebut. Maka akan membantu mempercepat persalinan sehingga persalinannya lancer.

Hal ini fisiologis pada ibu bersalin sesuai dengan pendapat Manuaba, (2010) keluhan yang sering dirasakan ibu bersalin yaitu dimulai dengan adanya his yang dipengaruhi oleh hormon esterogen dan progesterone. Selanjutnya keluar lendir darah terjadi karena adanya pembuluh darah yang pecah akibat pendataran dan pembukaan servik. Adanya pengeluaran cairan, hal ini dikarenakan karena ketuban pecah. Sebagian ketuban pecah menjelang pembukaan lengkap. Berdasarkan hal diatas, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

2. Data Obyektif

Pada fakta, diperoleh data pada Ny.”L” muka tidak oedem, konjungtiva merah muda, sklera putih, mukosa bibir lembab, payudara bersih, puting susu menonjol, kolostrum sudah keluar,pemeriksaan abdomen, meliputi:

Pembesaran uterus sesuai usia kehamilan, terdapat linea nigra, tidak ada striae gravidarum, TFU 3 jari dibawah Prosesus Xipoideus (32

cm) teraba bokong, punggung sebelah kiri, bagian terbawah janin (kepala), dan sudah masuk PAP , DJJ (11+12+12)x4 = 140 x/ menit, TBJ : (32-11)x155 = 3255 gram. Menurut penulis hasil pemeriksaan pada Ny “L” dilakukan secara menyeluruh pada ibu bersalin, karena dengan melihat kemajuan persalinan dan mengantsipasi kemungkinan kemungkinan terjadinya penyulit.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Romauli (2011), pemeriksaan fisik pada ibu bersalin meliputi muka tidak oedem, konjungtiva merah muda, sklera putih, mukosa bibir lembab, payudara bersih, puting susu menonjol, pemeriksaan abdomen pada ibu bersalin, meliputi: TFU Mc. Donald (cm) sesuai dengan umur kehamilan, pemeriksaan Leopold (Leopold I, II, III, dan IV), DJJ (normalnya 120-160x/menit)

Genetalia bersih, tidak ada varises pada vulva dan vagina tidak oedem. Ekstremitas atas dan bawah tidak oedem. Berdasarkan hal tersebut diatas, tidak ditemukan adanya kesenjangan antara fakta dan teori.

3. Analisa Data

Analisa data pada Ny.”L” adalah G3P2A0 UK 39 Minggu inpartu kala I fase aktif. Menurut penulis analisa data pada Ny “L” sudah sesuai dengan aturan penulisan diagnose dimana penulisannya mulai dari keterangan yang menunjukan karena masih pembukaan 8 cm.

Hal ini sesuai dengan pendapat Saminem (2010), penulisan analisa data pada ibu bersalin yaitu G..P..A hamil aterm, premature, postmature, partus kala I fase laen atau aktif

4. Penatalaksanaan a. Kala I

Berdasarkan fakta, persalinan kala I fase aktif Ny.”L” berlangsung selama ±2 jam yaitu jam (19.30-20.00 WIB). Pembukaan yang dialami oleh Ny “L” terjadi normal namun hal ini terjadi secara fisiologis tanpa ada penggunaan obat-obatan oksitosin sehingga dapat meningkatkan kontraksi uterus yang berpengaruh terhadap kemajuan pembukaan jalan lahir.

Menurut penulis, persalinan kala I berlangsung ±18-24 jam, yang terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten (8jam) dari pembukaan 0 sampai pembukaan kurang dari 4cm, dan fase aktif (6-7jam) dari pembukaan serviks 4 cm sampai 10 cm.

Hal ini sesuai dengan pendapat Jenny, (2013) persalinan kala I berlangsung ±18-24 jam, yang terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten (8jam) dari pembukaan 0 sampai pembukaan kurang dari 4cm, dan fase aktif (7jam) dari pembukaan serviks 4 cm sampai 10 cm. Dalam fase aktif ini masih dibagi menjadi 3 fase, yaitu fase akselerasi, dimana dalam waktu 2 jam pembukaan 3cm menjadi 4cm, fase dilatasi maksimal, yakni dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung cepat, dari pembukaan 4cm menjadi 9cm, dan fase deselerasi, dimana pembukaan menjadi lambat kembali dari waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap. Pada partograf Ny.”L” tidak melewati garis waspada, ibu diberikan makan dan minum.

a. Kala II

Berdasarkan fakta, persalinan kala II Ny.”L” berlangsung selama ±10 menit (20.10-20.20 WIB), tidak ada penyulit selama proses persalinan. Menurut penulis,kala II pada Ny “L” berlangsung normal dikarenakan tidak melebihi batas normal dengan tanda-tanda adanya dorongan untuk meneran, ada tekanan pada anus, perineum menonjol dan vulva membuka, TTV : pemantauan kala II secara fisiologis untuk multigravida berlangsung 1 jam, jika lebih dari waktu tersebut maka akan terjadi asfiksia maka dari itu harus dilakukan pemantauan secara optimal agar tidak terjadi resiko pada bayi maupun pada ibu.

Hal ini fisiologis sesuai dengan pendapat Jenny (2013), Kala II dimulai dari pembukaan lengkap (10cm) sampai bayi lahir. Proses ini berlangsung 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Berdasarkan hal diatas tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

b. Kala III

Berdasarkan fakta, persalinan kala III Ny.”L” berlangsung selama ±10 menit (20.25-20.35 WIB), tidak terdapat penyulit yang berarti pada proses ini,plasenta lahir lengkap. Hal ini fisiologis,

Menurut penulis pada asuhan kala III ( pengeluran plasenta) Secara fisiologis berlangsung ±15 menit jika sampai 15 menit tidak ada tanda-tanda pelepasan plasenta seperti perdarahan menyembur, tali pusat memanjang, uterus bundar, maka akan terjadi perdarahan

(haemoragic post partum) tetapi pada kala III tidak ditemukan hal yang patologis pada Ny”L” karena tidak terjadi perdarahan

Sesuai dengan pendapat Jenny (2009), kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.. Berdasarkan hal diatas, tidak dijumpai kesenjangan antara fakta dan teori.

c. Kala IV

Berdasarkan fakta, persalinan kala IV Ny.”L” berlangsung selama ±2 jam (22.30 WIB), perdarahan ±150 cc, TTV : TD : 110/70, nadi : 80 x/menit, suhu : 36,6oC, RR : 20x/menit, TFU : 2 jari bawah pusat, dilakukan IMD. Menurut penulis, observasi 2 jam post partum harus dilakukan agar tidak terjadi komplikasi seperti perdarahan, atonia uteri, anemia, pre eklampsia yang bisa membahayakan ibu, observai 2 jam post partum juga mengantisipasi adanya komplikasi darurat yang dapat mengancam nyawa ibu.

Hal ini sesuai dengan pendapat Jenny (2013), kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Observasi yang harus dilakukan pada kala IV adalah : tingkat kesadaran klien, pemeriksaan tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, dan pernapasan, kontraksi uterus, TFU, terjadinya perdarahan, perdarahan dianggap masih normal jika jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc. Berdasarkan hal diatas, tidak ditemukan adanya kesenjangan antara fakta dan teori.

Dokumen terkait