• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar

2.1.1 Konsep Dasar Teori Kehamilan Trimester III

1. Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila di hitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). Standard minimal kontrol ANC, meliputi :TM I minimal 1 kali, TM II minimal 1 kali, TM III minimal 2 kali. Berdasarkan hal diatas, kontrol ANC (Sarwono, 2009).

Kehamilan berlangsung dalam waktu 280 hari (40 minggu). Kehamilan wanita dibagi menjadi tiga tribulan (triwulan) : triwulan pertama (0-12 minggu), tribulan (triwulan) kedua (13-28 minggu), tribulan (triwulan) ketiga (20-40 minggu) (Manuaba, 2009)

2. Perubahan Kehamilan Trimester III

a. Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil TM III 1) Sistem reproduksi

a) Vagina dan vulva

Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan hipertropi sel otot polos. b) Serviks Uteri

Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanut dari konsentrasi kolagen. Konsentrasinya menurun secara nyata dari keadaan yang relative dilusi dalam keadaan menyebar (disperse). Proses perbaikan serviks yang terjadi setelah persalinan sehingga siklus kehamilan yang berikutnya akan berulang.

c) Uterus

Pada akhir kehamilan uterus akan terus membesar dalam rongga pelvis dan seiring perkembangan uterus akan menyentuh dinding abdomen, mendorong usus kesamping dan keatas,terus tumbuh hingga mnyentuh hati.

d) Ovarium

Pada trimester ke III korpus luteum sudah tidak berfungsi lagi karena telah di gantikan oleh plasenta yang telah terbentuk.

2) Sistem payudara

Pada trimester ini pertumbuhan kelenjar mamae membuat ukuran payudara semakin meningkat. Pada kehamilan 32 minggu warna cairan agak putih seperti air susu yang sangat encer. Dari kehamilan 32 minggu sampai anak lahir, cairan yang keluar lebih kental, berwarna kuning, dan banyak mengandung lemak. Cairan ini disebut colostrum.

3) Sistem pencernaan

Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat.

4) Sistem metabolise

sistem metabolisme adalah istilah untuk menunjukan perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh untuk peaksanaan berbagai fungsi vitalnya. Dengan terjadinya kehamilan, metabolism tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi semakin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI.

5) Sistem pernapasan

Pada 32 minggu ke atas karena usus-usus tertekan uterus yang membesar ke arah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak mengakibatkan wanita hami derajat kesulitan bernafas. b. Perubahan psikologi

1) Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.

2) Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu. 3) Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat

melahirkan, khawatir akan keselamatannya. 4) Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya. 5) Merasa kehilangan perhatian.

6) Perasaan mudah terluka (Sensitif).

7) Libido menurun (Suryati Romauli, 2011) 3. Kebutuhan Ibu hamil Trimester III

a. Kebutuhan fisik 1) Diet makanan

Kebutuhan makanan ibu hamil mutlak harus dipenuhi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, inersia uteri, perdarahan pasca persalinan,sepsis puerpuralis, dan lain-lain. Sedangkan kelebihan makanan akan berakibat kegemukan, pre-eklamsia, janin terlalu besar, dan sebagainya. Status gizi ibu yang kurang baik sebelum dan selama kehamilan akan menyebabkan berbagai persoalan pada ibu dan bayi yaitu BBLR (berat badan lahir rendah), kelahiran prematur, serta kematian neonatal dan prenatal. Berat badan sebelum hamil, PBBH(Penambahan Berat Badan Lahir), IMT (Indeks Massa Tubuh) masih merupaka indikator yang banyak dipakai untuk menetukan status gizi ibu. b. Kebutuhan energi

Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal per

hari. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok kebutuhan ibu dalam memnuhi kebutuhan janin.

a) Protein : ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%. Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk menambah asupan protein menjadi 12% per hari atau 75-100 gram.

b) Zat besi : Kebutuhan zat besi selama hamil meningkat sebesar 300% (1.040 mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan ibu selama hamil melainkan perlu ditunjang dengan suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram setiap hari selama kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk mencegah anemia post partum.

c) Asam folat : asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya meningkat dua kali lipat selama hamil. Jika kekurangan asam folatt maka ibu dapat menderita anemia megaloblastik dengan gejala diare, depresi, lelah berat, dan selalu mengantuk. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera ditangani maka pada ibu hamil akan terjadi BBLR,ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida).

d) Kalsium : kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%. Oleh karena itu asupan yang optimal perlu dipertimbangkan.

c. Obat-obatan

Jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benar-benar berindikasi untuk diberikan obat-obatan, sebaiknya pemberian obat dihindari. Penatalaksanaan keluhan dan ketidaknyamanan yang dialami lebih dianjurkan kepada pencegahan dan perawatan saja. d. Lingkungan yang bersih

Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan yang sehat dan aman adalah adanya lingkungan yang bersih, karena kemungkinan terpapar kuman dan zat toksik yang berbahaya bagi ibu dan janin akan terminimalisi, pencernaan menjadi lebih baik, dan tidur menjadi lebih nyenyak.

e. Pakaian

Meskipun pakaian bukan merupakan hal yang berakibat langsung terhadap kesejahteraan ibu daan janin. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pakaian ibu hamil yaitu:

1) Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut.

2) Bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat. 3) Pakailah bra yang menyokong payudara

4) Memakai sepatu dengan hak yang rendah 5) Pakaian dalam yang selalu bersih.

f. Istirahat

Pada timester akhir kehamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Posisi yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan bantal, dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri.

g. Perawatan payudara

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan payudara: 1) Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara.

2) Hindari membersihkan puting dengan sabun mandi karena akan menyebabkan iritasi. Bersihkan puting dengan minyak kelapa lalu bilas dengan air hangat.

3) Jika ditemukan cairan yang berwarna kekuningan dari payudara berarti produksi ASI sudah dimulai (Ari Sulistyawati, 2009) h. Senam hamil

Bermanfaat membantu ibu dalam persalinan terutama saat pernapasan dan rileksasi serta mencegah sembelit Sirkulasi darah menjadi baik , nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak. Di anjurkan berjalan-jalan pada pagi hari dalam udara yang masih segar. Geraknya yaitu berdiri - jongkok, terlentang – kaki diangkat, terlentang – perut diangkat, melatih pernapasan (Rustam Mochtar, 2012)

4. Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil Trimester III a. Support Keluarga

Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi ibu hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan.

1) Suami

Dukungan dan peran suami terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan, bahkan memicu produksi ASI. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri. Sehingga istri mengkonsultasikan dan setiap masalah pada suami. 2) Keluarga

Dukungan keluarga dapat berbentuk :

Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat kehamilan ini . Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung di periode ini. Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi. Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan.

b. Lingkungan

Membicarakan dan menasehati tentang pengalaman hamil dan melahirkan. Adanya diantara mereka yang mengantarkan ibu periksa (Walyani, 2015)

c. Support Dari Tenaga Kesehatan

Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologi adalah dengan memberi support atau dukungan moral bagi klien dapat menghadapi kehamilannya. Bidan juga berperan sebagai pendidik, bidan memutuskan apa yang harus diberitahukan kepada klien dalam kehamilannya agar selalu waspada terhadap perubahan yang terjadi dan bagaimana menghadapi permasalahannya yang timbul akibat kehamilannya (Walyani, 2015)

d. Persiapan Sibling

Ibu yang mempunyai anak harus menyediakan banyak waktu dann tenaga untuk mengorganisasi hubungannya dengan anak-anaknya. Usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respon mereka. Oleh karena itu persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak. Anak yang berusia kurang dari dua tahun menunjukkan minat kecil terhadap kehamilannya (Walyani, 2015)

5. Masalah-masalah yang terjadi pada trimester III

a. Sakit kepala yang hebat

1) Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. 2) Sakit kepala yang menunjukkan masalah masalah serius adalah

sakit kepala yang hebat yang menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat.

3) Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Sulistyawati, 2009).

b. Penglihatan kabur

1) Oleh karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat

berubah selama proses kehamilan.

2) Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan gejala dari pre-eklampsi (Sulistyawati, 2009).

c. Bengkak di wajah dan jari-jari tangan

1) Hampir dari separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan meninggikan kaki. 2) Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau

pre-eklampsia (Sulistyawati, 2009). d. Keluar cairan pervagina

1) Harus dapat dibedakan antara urine dengan air ketuban.

2) Jika keluarnya cairan ibu tidak terasa, berbau amis, dan warn putih keruh, berarti yang keluar adalah air ketuban.

3) Jika kehamilan belum cukup bulan, hati-hati akan adanya persalinan preterm dan komplikasi infeksi intrapartum (Sulistyawati, 2009).

e. Gerakan janin tidak terasa

1) Kesejahteraan janin dapat diketahui dari keaktifan gerakannya. 2) Minimal adalah 10 kali dalam 24 jam.

3) Jika kurang dari itu, maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim, misanya asfiksia janin sampai kematian janin (Sulistyawati, 2009).

f. Nyeri perut yang hebat

1) Seharusnya harus dibedakan nyeri yang dirasakan adalah bukan his seperti pada persalinan.

2) Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasakan nyeri yang hebat, tidak berhenti setelah beristirahat, disertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama makin memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio plasenta (Sulistyawati, 2009).

g. Sering kencing

Pada wanita hamil sering terjadi kencing, karena kandung kemih di tekan oleh rahim yang membesar sering dengan usia kehamilan. h. Sakit pinggang

Sebagian besar disebabkan karena perubahan sikap badan pada kehamilan yang lanjut, karena titik berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. Ini diimbangi dengan lordose yang berlebihan dan sikap ini dapat menimbulkan spasmus dari otot-otot pinggang. Sebagian disebabkan karena melonggarnya sendi-sendi panggul seperti symphysis dan articulatio sacroiliaca atas pengaruh hormon-hormon kehamilan. Dengan istirahat atau pemakaian korset maka keluhan dapat berkurang

i. Varices

Dalam kehamilan disebabkan oleh faktor hormonal (progesteron) dan bendungan dalam panggul. Wanita yang ada varices tidak boleh memakai pakaian yang sempit atau menekan dan tak boleh lama bekerja sambil berdiri. Waktu istirahat, kaki hendaknya ditinggikan. Ada juga baiknya mempergunakan kaos kaki panjang dari elastik.

j. Sesak nafas

Disebabkan karena rahim yang membesar, mendesak diafragma ke atas. Kalau tidur dengan bantal yang tinggi, sesak akan berkurang. 6. Factor-faktor yang mempengaruhi kehamilan.

a. Berat badan

penambahan berat badan dari awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 10–12 kg . (Ari, 2009)

b. LILA

pengukuran LILA adalah suatu cara untuk mengetahui resiko kekurangan energy kronis (KEK) Batas ambang LILA adalah 23,5 cm. Bakar (2014)

Dokumen terkait