• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEBIDANAN

4.7 Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Trimester III

Pembahasan yang pertama adalah tentang pemeriksaan pada masa kehamilan atau Antenatal Care yang dilakukan pada Ny “C” dengan Kekurangan Energi Kronis di PMB Siti Rofi’atun, SST Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Berikut akan disajikan data-data yang mendukung untuk dibahas dalam pembahasan tentang Antenatal Care. Dalam pembahasan yang berkaitan dengan Antenatal Care, maka dapat diperoleh data-data yang disajikan dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 4.1 Distribusi Data Subyektif dan Obyektif dari Variabel ANC

Tanggal ANC 23 Des 2017 10 Feb 2018 17 Feb 2018 24 Feb 2018 3 Mar 2018 10 Mar 2018 17 Maret 2018 Keteranga n UK 29 minggu 36 minggu 37 minggu 38 minggu 39 minggu 40 minggu 41 minggu Anamnes a Tidak ada keluhan Batuk Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Kencen g-kenceng Kencen g-kenceng Kencen g-kencen g Umur ibu 17 tahun TD 110/70 mmHg 110/70 mmHg 110/70 mmHg 110/70 mmHg 110/70 mmHg 110/70 mmHg 110/70 mmHg

BB 52 kg 59 kg 56 kg 59 kg 59 kg 60 kg 62 kg BB sebelum hamil 43 kg TFU 3 jari diatas pusat 3 jari dibawa h process us xyfoide us 3 jari dibwah process us xyfoide us 3 jari dibawa h process us xyfoide us 3 jari dibawa h process us xyfoide us 3 jari dibawh process us xyfoide us 3 jari dibawh process us xyfoide us 23 cm 29 cm 29 cm 29 cm 30 cm 31 cm 32 cm Terapi Omega, calk

Fe, calk Fe, calk Fe, calk Fe, calk Fe, calk Omega, calk Penyuluh an Gizi seimban g, istirahat Makan dan minum, jalan-jalan Makan dan minum, jalan-jalan Makan dan minum, jalan-jalan Persiap an persalin an Tanda-tanda persalin an Jalan-jalan Hasil laboratori um 8 November 2017 Hb: 12,2 gr% Golda: O Albumin: (-) Reduksi: (-) HbsAg: NR VCT: NR

Berdasarkan fakta diatas, dapat diperoleh analisa sebagai berikut: 1. Data Subyektif

a. Umur

Berdasarkan fakta umur Ny.“C” adalah 17 tahun. Menurut opini penulis umur 17 tahun adalah umur yang terlalu muda untuk hamil karena bisa mempengaruhi kematangan organ reproduksi, dan dapat beresiko terhadap kehamilan karena uterus belum berkembang

secara sempurna, serta menyebabkan terjadinya bahaya yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang di kandungannya selama kehamilan, persalinan dan nifas.

Hal ini sesuai dengan Walyani (2015) bahwa umur sangat menentukan suatu kesehatan ibu, ibu dikatakan beresiko tinggi apabila ibu hamil berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun. terlalu muda umur ibu dapat mengakibatkan kehamilan beresiko karena belum sempurnanya perkembangan uterus sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin. Sedangkan, terlalu tua umur ibu dapat mengakibatkan kehamilan beresiko karena fungsi alat reproduksi menurun. Seorang wanita dikatakan siap secara fisik dan diperbolehkan untuk menikah yaitu usia 20 tahun. Oleh karena itu terlalu muda umur ibu untuk menikah apalagi untuk hamil, dan ibu termasuk kedalam golongan ibu hamil yang beresiko.

Berdasarkan data yang diperoleh di atas, ada kesenjangan antara fakta dan teori.

b. Intensitas ANC

Berdasarkan fakta kontrol ANC Ny “C” yaitu TM I 1 kali, TM II 6 kali, TM III 10 kali. Menurut opini penulis kontrol ANC Ny “C” sudah memenuhi standart ANC walaupun ibu rutin memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan terutama bidan karena ibu ingin mengetahui perkembangan kehamilannya dan memastikan perkembangan janin yang dikandungnya dalam keadaan sehat. Ini

merupakan antusias yang sangat baik dari ibu dalam menjaga kehamilannya dan lebih memudahkan bidan dalam mencegah dan mengatasi faktor risiko dan kemungkinan adanya masalah yang dialami ibu selama hamil.

Hal ini sesuai dengan Romauli (2011) periksa kehamilan minimal 4 kali, yaitu TM I minimal 1 kali, TM II minimal 1 kali dan TM III minimal 2 kali. Kontrol kehamilan berdampak pada meningkatnya resiko kehamilan. Memeriksakan kehamilan secara rutin sangatlah penting bagi ibu hamil karena selama kehamilan dilakukan pemantauan kesehatan secara menyeluruh terhadap keadaan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan janinnya sehingga dapat dideteksi secara dini dan diberikan penanganan yang tepat.

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

c. Keluhan Selama Trimester III 1) Batuk

Berdasarkan fakta keluhan Ny. “C” selama hamil trimester III adalah batuk. Menurut penulis batuk yang dialami adalah hal yang fisiologis, karena disebabkan ibu makan buah apel. Serta disebabkan karena ibu makan dengan berbicara ataupun makan dengan cepat sehingga ibu tersedak dan batuk. Untuk itu ibu dianjurkan untuk minum air putih yang banyak dan minum lemon hangat untuk meredakan batuk.

Menurut pendapat Romauli (2011) Batuk akan membahayakan jika menyebabkan gangguan kesehatan bagi ibu hamil seperti infeksi sinus, penyakit paru- paru dan penyakit lainnya. Gangguan kesehatan itu memang tidak langsung berpengaruh pada janin tetapi dengan berjalannya waktu dan batuk tidak kunjung sembuh akan berdampak pada kesehatan janin. Batuk bisa dicurigai adanya penyakit pada ibu hamil. Batuk darah bisa menjadi indikasi adanya penyakit TBC. Ibu juga perlu waspada jika mengalami lemas disertai dengan demam yang terjadi di malam hari. Batu yang berkelanjutan adalah salah satu ciri-ciri yang bisa dipastikan untuk terjadi dan ditemukan pada penderita TBC. Diawali ibu merasakan batuk, biasanya tidak akan diikuti dengan adanya dahak atau batuk kering, namun seiring berjalannya waktu batu pun akan disertai dengan adanya dahak yang kental, warna hijau atau kuning yang juga agak berbau. Ibu hamil harus mewaspadai jika ia mengalami batuk yang berkelanjutan selama 2 minggu berturut-turut. Ini bisa menjadi salah satu bahaya batuk bagi ibu hamil yang harus segera diobati agar janin tidak terkena dampak yang sama.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

2. Data Obyektif

a. Pemeriksaan Umum 1) Tekanan Darah

Berdasarkan fakta tekanan darah Ny.“C” pada UK 29-36 minggu adalah 110/70 mmHg. Menurut penulistekanan darah berkisar 100/70 sampai 120/80 mmHg, termasuk tekanan darah normal, karena pada ibu hamil tejadi perubahan hormonal sehingga bisa menyebabkan tekanan darah naik ataupun turun.

Hal ini sesuai dengan pendapat Romauli (2011) tekanan darah normal yaitu 100/70 sampai dengan 120/80 mmHg, tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

2) Berat Badan

Berdasarkan fakta berat badan Ny.“C” sebelum hamil adalah 43 kg, pada akhir kehamilan 62 kg, dan IMT ibu 18,13. Terjadi peningkatan 7 kg pada trimester II, dan 12 kg pada trimester. Menurut penulis berat badan Ny.”C” mengalami kenaikan yang lumayan banyak, dan jika kenaikan berat badan ibu sangat cepat akan membuat bayi besar. Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif sedikit, tidak naik ataupun tetap. Peningkatan berat badan yang cukup pesat terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantauan ekstra terhadap berat badan. Berat badan normal pada trimester III akan bertambah 0,5 kg/minggu. Penambahan berat badan dari awal kehamilan sampai akhir kehamilan Ny. “C” adalah 19 kg. Hal ini

disebabkan karena beberapa faktor yaitu ibu ada alergi pada makanan tertentu dan pola makan yang tidak teratur.

Menurut pendapat Walyani (2015), pertambahan berat badan selama hamil dengan IMT <19,8 adalah 12,5-18 kg, dimana pada trimester I sekitar 1,5-2 kg, trimester II sekitar 4,5-6,5 kg, dan trimester III sekitar 6,5-9,5 kg.Penambahan berat badan selama hamil digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil yang sangat berpengaruh terhadap status kesehatan ibu serta guna pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada kondisi ideal.Dan menurut pendapat Sarwono (2014), ibu hamildisarankan untuk mengatur berat badanagar tetap berada pada kondisi ideal dan tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang. Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada perempuan dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan per minggu masing-masing sebesar 0,5 kg dan 0,3 kg.

Berdasarkan hal tersebut, ada kesenjangan antara fakta dan teori.

3) LILA (Lingkar Lengan Atas)

Ukuran LILA Ny.“C” adalah 22 cm. Menurut penulis LILA Ny.“C” kurang dari batas minimal yaitu 23,5 cm dan mengalami KEK, disebabkan oleh ibu tidak memperhatikan perawatan dirinya

maupun pemenuhan gizi selama hamil kurang sehingga nutrisi yang diperlukan pada saat hamil juga kurang. Keadaan ini dapat mempengaruhi perkembangan ibu dan janin pada masa kehamilan terganggu.Penulis membuat daftar menu makanan setiap hari serta PMT pada ibu hamil dengan KEK.

Menurut pendapat Kristiyanasari (2010) standar ukuran Lingkar Lengan Atas pada wanita dewasa atau usia reproduksi adalah 23,5 cm. Jika ukuran LILA kurang dari 23,5 cm maka interpretasinya adalah Kurang Energi Kronis (KEK).Kurang Energi Kronis pada ibu hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin. Kurang Energi Kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Dampak KEK terhadap persalinan yaitu dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. Sedangkan dampak terhadap janin dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin, abortus, kematian neonatal, cacat bawaan, dan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Berdasarkan hal tersebut, ada kesenjangan antara fakta dan teori.

4) Pemeriksaan Fisik

Perubahan fisik yang terjadi pada Ny.“C” saat hamil trimester III, yaitu muka tidak oedema, konjungtiva merah muda, sklera putih, palpebra tidak oedema, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal, putting susu menonjol. Menurut penulis hal itu fisiologis karena tidak ada tanda bahaya pada trimester III dan menunjukkan keadaan ibu baik.

Hal ini sesuai dengan Romauli (2011) perubahan fisiologis terjadi pada ibu hamil trimester III didapatkan tidak ada bengkak pada muka, konjungtiva merah muda, sklera putih, palpebra tidak odem, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal, putting susu menonjol dan pembesaran membujur pada abdomen.

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

5) TFU (Tinggi Fundus Uteri)

Berdasarkan fakta pada Ny.“C” ukuran TFU UK 29 minggu 3 jari diatas pusat (23 cm), UK 36 minggu 3 jari dibawah processus xyfoideus (29 cm). Menurut penulis ukuran TFU setiap ibu berbeda sesuai dengan bentuk perut dan ketebalan dinding perut, ketidaksesuaian TFU kemungkinan diakibatkan oleh jumlah lemak dan ketebalan dinding uterus ibu.

Hal ini sesuai dengan Romauli (2011) ukuran TFU pada akhir bulan ke 8 pertengahan pusat dengan processus xyfoideus, pada akhir bulan ke 9 TFU 3 jari dibawah processus xyfoideus.

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

3. Analisa Data

Analisa data Ny.“C” adalah G1P00000 UK 29 minggu kehamilan normal dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Menurut penulis status gizi Ny.“C” kurang, bila status gizi ibu kurang dapat mengganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Menurut pendapat Cakrawati (2014) Kurang Energi Kronis pada ibu hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin. Kurang Energi Kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Dampak KEK terhadap persalinan yaitu dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. Sedangkan dampak terhadap janin dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin, abortus, kematian neonatal, cacat bawaan, dan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

4. Penatalaksanaan

Asuhan pada masa hamil penulis melakukan penatalaksanaan pada Ny.“C” sebagaimana asuhan yang diberikan untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Asuhan yang diberikan yaitu memberikan penjelasan tentang kondisi ibu dan janin, KIE tentang gizi

seimbang ibu hamil, pemberian biscuit lapis (PMT) ibu hamil, istirahat cukup, persiapan persalinan, dan menganjurkan ibu untuk kontrol ulang.

Menurut penulis asuhan yang diberikan pada NY.“C” sesuai dengan kasus pasien yaitu kekurangan energi kronis (KEK)

Hal tersebut sesuai dengan Anggraeny (2017) asuhan yang diberikan meliputi penjelasan tentang kondisi ibu dan janin, KIE tentang gizi seimbang ibu hamil, pemberian biscuit lapis (PMT) ibu hamil, istirahat cukup, persiapan persalinan, dan menganjurkan ibu untuk kontrol ulang.

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

4.8 Asuhan Kebidanan Persalinan

Pada pembahasan yang kedua, akan dijelaskan tentang kesesuaian teori dan kenyataan pada Intranatal Care. Berikut akan disajikan data-data yang mendukung untuk dibahas dalam pembahasan tentang asuhan kebidanan pada Intranatal Care. Dalam pembahasan yang berkaitan dengan Intranatal Care maka dapat diperoleh data pada berikut ini:

Tabel 4.2 Distribusi Data Subyektif dan Obyektif dari Variabel INC

INC KALA I KALA II KALA III KALA IV

KELUHAN JAM KETERANGAN

Ibu mengatakan sejak pukul 12.00 WIB perutnya kenceng-kenceng semakin sering. 14.00 WIB 24/3/2018 TD: 120/80 mmHg N: 80x/menit S: 36,7oC RR: 20x/menit His : 2 x 20” dalam 10 menit DJJ: 148x/menit Palpasi: TFU 3 jari dibawah processus xyphoideus (32 cm), puki, kepala sudah masuk PAP 3/5 bagian (divergen) VT: ø3 cm, eff 25%, ketuban positif, presentasi kepala, denominator UUK kiri depan, moulase tidak ada, hodge II,

tidak teraba bagian terkecil janin (tangan/tali pusat) di samping kepala Lama kala II ±20 menit, bayi lahir spontan tanggal 24 Maret 2018 jam 17.25 WIB. Jenis kelamin laki-laki, menangis kuat, warna kulit kemerahan, gerak aktif. Lama kala III ±10 menit, plasenta lahir jam 17.30 WIB, kotiledon lengkap, selaput plasenta utuh, selaput menutup sempurna. Lama kala IV ±2 jam Perdarahan ±50 cc Observasi 2 jam post partum: TD: 120/70 mmHg Nadi:80x/menit Suhu: 37,3oC RR: 20x/menit TFU: 2 jari dibawah pusat UC: Baik Konsistensi: keras, kandung kemih kosong 24/3/18 17.20 WIB TD: 120/70 mmHg N: 84x/menit S: 37,5oC N: 22x/menit His: 4 x 45” dalam 10 menit DJJ: 144x/menit Palpasi: 0/5 VT: ø10 cm, Effcement 100%, ketuban jernih, presentasi kepala, denominator ubun ubun kecil

kiri depan,

moulase 0,

Hodge IV. Lama kala I ±3 jam

1. Data Subyektif a. Keluhan Utama

Keluhan yang dirasakan Ny.“C” perutnya kenceng-kenceng sejak tanggal 23 maret 2018 disertai keluar lendir tanpa darah. Menurut penulis hal ini fisiologis dialami oleh ibu bersalin. Rasa mules dan keluarnya lendir tanpa darah yang dirasakan menunjukkan adanya kontaksi dinding perut dan rahim yang merupakan faktor power yang mempengaruhi persalinan dan merupakan tanda persalinan. Hal ini sesuai dengan Walyani (2016) adanya perubahan keseimbangan antara esterogen dan progesterone dapat mengubah tingkat sensitivitas otot rahim dan akan mengakibatkan terjadinya kontraksi uterus.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjanga antara fakta dan teori.

2. Data Obyektif

Berdasarkan fakta pada Ny.“C” konjungtiva merah muda, sklera putih, palpebra tidak odem, payudara simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan abnormal, putting susu menonjol, colostrums sudah keluar, pemeriksaan abdomen, TFU 3 jari dibawah processus xyfoideus (32 cm), pada fundus teraba bagian bulat, lunak, tidak melenting (bokong). Pada bagian kanan perut ibu teraba bagian terkecil janin (ekstremitas), bagian kiri perut teraba panjang, keras seperti papan (punggung). Bagian bawah teraba bulat, tidak bisa digoyangkan, melenting (kepala), sudah masuk PAP 3/5, DJJ 148x/menit, his 2 kali 20

detik selama 10 menit, genetalia keluar lendir, ketuban belum pecah, VT 3 cm, eff 25%, presentasi kepala, denominator UUK, hodge II, moulase 0, tidak teraba bagian terkecil yang menyertai. Menurut penulis pemeriksaan ibu bersalin merupakan indikator dalam menentukan kondisi ibu maupun janin dalam kondisi baik. Hasil pemeriksaan dapat berfungsi dalam menentukan apakah persalinan dapat berlangsung spontan atau tidak. Putting susu menonjol dan kolostrum sudah keluar menandakan proses laktasi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir.

Hal ini sesuai dengan Romauli (2011), pemeriksaan fisik pada ibu bersalin meliputi muka tidak oedem, konjungtiva merah muda, sklera putih, payudara bersih, puting susu menonjol, kolostrum sudah keluar, pemeriksaan abdomen, DJJ (normalnya 120-160x/menit), pemeriksaan genetalia, dan ekstermitas atas dan bawah.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori..

3. Analisa Data

Analisa data pada Ny.“C” adalah G1P00000 UK 41 minggu inpartu kala I fase laten. Menurut penulis usia kehamilan ibu saat melahirkan masih dalam batas normal karena tidak lebih dari 42 minggu, dan bayi dalam keadaan sehat karena ibu rutin memeriksakan kehamilannya.

Menurut pendapat Walyani (2016) Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat

kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat yang nampaknya tidak saling berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk melahirkan bayi

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

4. Penatalaksanaan a) Kala I

Berdasarkan fakta kala 1 fase laten Ny.“C” berlansung selama ±3 jam (14.00-17.25 WIB). Pada kala ini pasien mendapatkan asuhan yaitu mobilisasi, teknik relaksasi, dan pemenuhan. Menurut penulis hal ini fisiologis, karena ini merupakan kehamilan pertama bagi ibu dan pembukaan yang terjadi berlangsung tidak lebih dari 8 jam .

Hal ini sesuai dengan Sondakh (2013) kala I dimulai dari saat persalinan mulai dari pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Kala I terbagi dalam dua fase, pada fase laten berlangsung selama 8 jam dari pembukaan 0 sampai pembukaan 3 cm, dan fase aktif 7 jam dari pembukaan servik 4 cm sampai 10 cm. Dalam fase aktif ini masih dibagi menjadi 3 fase, yaitu fase akselarasi, dimana dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm, fase diatas maksimal, yakni dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung cepat, dari pembukaan 4 cm menjadi 9 cm, dan fase diselarasi dimana pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi 10 cm. Kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih sering pada fase aktif. Lamanya kala I untuk primigrafida berlangsung ±12 jam sedangkan pada multigrafida ± 8 jam.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

b) Kala II

Berdasarkan fakta kala II Ny.“C” berlangsung selama ±20 menit (17.20-17.28 WIB) tidak ada penyulit selama proses persalinan. Menurut penulis walaupun berlangsung lebih cepat, namun hal ini fisiologis karena ibu merasakan kontraksi yang semakin kuat, terus menerus, dan membuat pembukaan menjadi lengkap.

Hal ini sesuai dengan Walyani (2016) kala II adalah kala pengeluaran bayi. Dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir. Pada primipara proses ini berlangsung 1,5-2 jam. Pada multipara berlangsung 0,5-1 jam.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

c) Kala III

Berdasarkan fakta kala III Ny.“C” berlangsung selama ±10 menit (17.28-17.37 WIB) plasenta lahir lengkap. Menurut penulis hal ini normal, plasenta lahir setelah 5 menit dan tanpa penyuntikan oksitosin ke dua dan hal ini karena kontraksi uterus ibu baik.

Menurut pendapat Sondakh (2013) kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

d) Kala IV

Berdasarkan fakta kala IV Ny.“C” berlangsung selama ±2 jam (17.40-19.40 WIB) terdapat robekan perineum derajat II, perdarahan ±50 cc, dilakukan IMD. Menurut penulis pada kala IV perlu dilakukan observasi dan pengawasan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya komplikasi seperti perdarahan setelah proses persalinan.

Menurut Pendapat (2010) kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam postpartum. Observasi yang dilakukan pada 1 jam pertama observasi setiap 15 menit sekali, dengan menilai TD, nadi, TFU, kontaksi uterus, kandung kemih dan perdarahan. Pada 2 jam observasi tiap 30 menit sekali dengan menilai TD, nadi, TFU, kontraksi uterus, kandung kemih, perdarahan. Perdarahan dianggap masih normal jika jumlahnya tidak melebihi 400 sampai 500 cc.

Berdasarkan fakta dan teori diatas, tidak terdapat adanya suatu kesenjangan.

4.9 Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir

Pada pembahasan keempat, akan dijelaskan tentang kesesuaian teori dan kenyataan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. Berikut disajikan data-data yang mendukung untuk dibahas dalam pembahasan tentang asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. Dalam pembahasan yang berkaitan dengan asuhann kebidanan pada bayi baru lahir, maka dapat diperoleh data pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.4 Distribusi Data Subyektif dan Obyektif dari Variabel Bayi Baru Lahir

Asuhan BBL 24 Maret 2018 Nilai

Penilaian Awal 18.25 WIB Menangis spontan, gerak aktif, kulit kemerahan.

Apgar Score 18.25 WIB 8-9

Salep Mata 18.30 WIB Sudah diberikan

Injeksi Vit K 18.32 WIB Sudah diberikan

BB 18.33 WIB 3300 gram

PB 18.34 WIB 49 cm

Lingkar Kepala 18.35 WIB 33 cm

Lingkar Dada 18.36 WIB 34 cm

Lila 18.37 WIB 11 cm

BAK 19.18 WIB Sudah BAK

BAB 19.25 WIB Sudah BAB

Injeksi HB0 19.32 WIB Sudah diberikan

1. Data Subyektif a. Eliminasi

Berdasarkan fakta pasa usia 1 jam bayi Ny.“C” sudah BAK berwarna kuning jernih, dan BAB warna kehitaman konsistensi lembek. Menurut penulis hal ini fisiologis, karena sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga bayi belum bisa BAB dengan lancar.

Hal ini sesuai dengan Dewi (2013) bahwa proses pengeluaran urin dan defekasi paling lambat 12 – 24 jam pertama kelahiran. Dalam 3 hari pertama feses bayi masih bercampur dengan mekonium dan frekuensi defekasi sebanyak 1 kali dalam sehari.

Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.

b. Nutrisi

Berdasarkan fakta bayi Ny.“C” sudah menyusu pada saat dilakukan IMD setelah kelahiran. Menurut penulis pemberian ASI sedini mungkin baik bagi tumbuh kembang bayi, melakukan IMD juga

bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan juga hubungan

Dokumen terkait