Pembahasan yang pertama adalah tentang pemeriksaan pada masa kehamilan atau ANC (Ante Natal Care), yang dilakukan oleh Ny”F” dengan
Kram Kaki di PMB Yuni Widaryanti,AMd.Keb. Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Berikut ini akan disajikan data-data yang mendukung untuk dibahas dalam pembahasan tentang ANC (Ante Natal Care). Dalam pembahasan yang berkaitan dengan ANC (Ante Natal Care), maka dapat diperoleh data-data yang disajikan dalam bentuk tabel berikut ini :
Tabel 4.1 Distribusi Data Subyektif dan Obyektif dari Variabel ANC Ny. “F” di PMB Yuni Widaryanti, AMd, Keb
Tanggal ANC
Riwayat Yang Dilaksanakan Ket
10-07-2017 02-08-2017 20-09-2017 26-09-2017 20-10-2017 01-12-2017 23-12-2017 15-01-2018 4-02-2018 17-02-2018 21-02-2018 UK 3 mgg 7 mgg 13 mgg 14 mgg 18 mgg 24 mgg 28 mgg 31 mgg 35 mgg 37 mgg 37-38 mgg Anamnesa Perut Kram Mual Mual, Pilek Tidak ada keluhan Tidak ada
keluhan Kram kaki
Tidak ada keluhan Kram kaki Kram kaki Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan.
Umur ibu 24 tahun Gerak janin dirasakan pertama UK 16 mgg Tekanan Darah 120/70 mmHg 100/70 MmHg 120/70 mmHg 100/90 mmHg 120/80 mmHg 120/70 MmHg 110/70 mmHg 120/70 mmHg 100/60 mmHg 110/70 mmHg 120/70 mmHg BB 62 kg 60 kg 60 kg 60 kg 64 kg 67 kg 68 kg 71 kg 71 kg 72 kg 72 kg Sebelum hamil 62 kg TFU WHO Belum teraba Belum teraba 1-2 jari diatas simpisis 1-2 jari diatas simpisis Pertengah an simpisis-pusat Setinggi pusat 3 jari diatas pst Pertenga han pst-px 3 jari diatas pst 3 jari
diatas pst 3 jari diatas pst Mc. Donald 8 cm 8 cm 14 cm 20 cm 26 cm 28 cm 31 cm 31 cm 31 cm Suplemen/ terapi Vit C, erlamol B6, erlamol Livron Fe, Kalk Livron, Kalk Novabion, Novakalk Etabion, B.com Novabio n, Novakalk B1, Novabion Novabion, Novakalk
Penyuluhan Nutrisi, Nutrisi
Menganjur kan ibu untuk ANC Terpadu Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan Nutrisi. Kunjungan Ulang. -Istirahat. -Perawatan payudara -Istirahat. -Tanda-tanda Persalina n. Menganjurk an ibu untuk berjalan-jalan Hasil lab 26-09-2017 Hb : 11,4 gr% Golda : O Prot urine (-) Albumin (-)
Sumber : Buku KIA
Dari fakta diatas dapat diperoleh analisa sebagai berikut: 1. Data Subyektif
a. Umur
Pada kasus ini umur Ny.”A” 24 tahun, menurut penulis umur 24 tahun merupakan umur yang cukup untuk organ reproduksi melakukan fungsi sebagaimana mestinya. Umur bisa mempengaruhi kematangan organ reproduksi , terlalu muda umur bisa mengakibatkan kehamilan beresiko karena belum siapnya uterus sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin, sedangkan umur yang terlalu tua juga akan mengakibatkan kehamilan beresiko karena sudah menurunnya fungsi alat reproduksi.
Menurut Mufdlilah (2009) range usia reproduksi sehat dan aman antara 20-35 tahun. Berdasarkan pernyataan diatas tidak terdapat keenjangan antara fakta dan opini.
b. Intensitas ANC
Pada kasus ini Ny.”F” memeriksakan kehamilannya rutin yaitu
pada Trimester I = 2 kali, Trimester II = 5 kali, Trimester III = 4 kali, dan pada usia kehamilan 14 minggu ibu melakukan pemeriksaan ANC Terpadu di Puskesmas Mayangan. Menurut peneliti, kontrol ANC Ny.”F” lebih dari standar kontrol ANC dan merupakan antusias
yang sangat baik dari ibu dalam menjaga kehamilannya dan lebih memudahkan Bidan dalam mencegah dan mengatasi faktor risiko dan kemungkinan adanya masalah yang dialami ibu selama hamil, selain itu dengan semakin didukungnya ibu dalam melakukan pemeriksaan
ANC terpadu semakin memudahkan Bidan dalam melakukan kolaborasi terapi atau mengetahui adakah gangguan keadaan pada ibu dan janin secara pasti karena sudah dikuatkan oleh pemeriksaan dokter ahli dan laborat. Hal ini sesuai dengan teori terbaru dari World Health Oranization (WHO), Untuk meningkatkan kualitas dan kunjungan ANC, ANC harus dilakukan 8x selama kehamilan. Berdasarkan pernyataan diatas tidak terdapat kesenjangan antara fakta dan teori.
c. Keluhan Selama Trimester II dan III Kram Kaki
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, keluhan yang
di alami Ny “F” adalah kram kaki.
Menurut penulis keluhan tersebut merupakan keluhan yang dalam batas normal yang di alami pada ibu hamil dan masih dapat diatasi.
Hal ini sesuai dengan teori bahwa kram pada ibu hamil pada umumnya dianggap hal normal bagi seseorang wanita yang sedang menjalani masa kehamilan (Arisman, MB, 2007) kram biasanya terjadi saat kehamilan memasuki trimester ketiga karena berat badan yang bertambah sehingga terjadi penumpukan cairan tubuh sehingga terjadi kram pada anggota tubuh seperti kram kaki. Dari hal tersebut tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori karena pada TM III keluhan kram kaki merupakan hal yang fisiologis yang dikeluhkan oleh sebagian besar ibu hamil.
2. Data Objektif.
A. Pemeriksaan Umum. 1) Tekanan Darah.
Tekanan darah Ny “F” yaitu 110/70 mmHg.
Menurut penulis tekanan darah Ny. “F” dalam batas normal. Tekanan darah untuk ibu hamil adalah 110/70-120/80 mmHg, sedikit perubahan dalam tekanan darah seorang ibu hamil selama kehamilan dianggap normal, karena pada kehamilan akan terjadi perubahan hormon yang mengakibatkan perubahan kardiovaskuler
Menurut Romauli (2011) Tekanan darah normal 110/70 hingga 120/80 mmHg. Berdasarkan hal ini tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
2) Berat badan
Berat badan Ny “F” sebelum hamil 62 kg, pada akhir kehamilan 72 kg terjadi peningkatan 10 kg dengan hasil indeks massa tubuh berat badan lebih yaitu 28
Menurut penulis kenaikan berat badan Ny. “F”
dikatakan normal yaitu hasil dari perhitungan indeks massa tubuh dan pemantauan berat badan sebelum hamil sampai akhir kehamilan, dan untuk mengindikasikan ada atau tidaknya malnutrisi yang dapat mengganggu pertumbuhan janin, ibu hamil disarankan mengatur berat badan agar
selalu berada pada kondisi ideal dan tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Cunnnigham, 2014) bahwa:
Kategori IMT Rekomendasi (kg)
Rendah <19,8 12,5-18
Normal 19,8-26 11,5-16
Tinggi 26-29 7-11,5
Obesitas >29 > 7
Gemeli 16-20,5
Berdasarkan hal tersebut tidak terdapat kesenjangan antara fakta dan teori
3) LILA (Lingkar Lengan Atas)
Pada pemeriksaan kehamilan ukuran LILA Ny.”F”
31 cm. Menurut penulis pengukuran LILA Ny. “F” dalam
batas normal. Pengukuran LILA sangat penting karena dari pengukuran tersebut kita bisa melihat status gizi ibu hamil baik atau tidak, dan juga dapat di tunjang dengan pemeriksaan HB dan BB. Hal ini sesuai dengan teori Romauli (2011) normal LILA yaitu 23,5 cm, Kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk status gizi lbu kurang atau disebut KEK.
Berdasarkan hal tersebut tidak terdapat kesenjangan antara fakta dan teori.
B. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada Ny “F” saat hamil trimester III
yaitu muka tidak odema, sklera putih, konjungtiva merah muda, punting susu menonjol, tampak hiperpigmentasi areola mamae, tidak ada nyeri tekan, asi (kolostrom) belum keluar, pada perut ibu terjadi pembesaran membujur, dan pada daerah kaki terdapat kram saat di gerakan, hal ini fisiologis menurut peneliti perubahan fisik pada ibu hamil normal.
Menurut penulis, perubahan tersebut merupakan perubahan fisiologis yang dialami oleh setiap ibu hamil, karena setiap ibu hamil memiliki perubahan yang berbeda-beda. Pemeriksaan fisik untuk ibu hamil harus dilakukan untuk mengetahui kesehatan dari ibu dan janin yang dikandungnya.
Sesuai dengan pendapat romauli (2011) perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil trimester III didapatkan tidak ada odema pada muka, sklera putih, konjungtiva merah muda, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada bendungan vena jugularis, punting susu menonjol.
Berdasarkan hal tersebut tidak di temukan kesenjangan antara fakta dan teori.
1) TFU (Tinggi Fundus Uteri)
Pada Ny ’’F’’ TFU selama hamil sesuai dengan masa kehamilan yaitu pada UK 28 minggu (26 cm) , 35 minggu (31 cm), pada UK 37 minggu (31 cm).
Menurut penulis perubahan atau ukuran TFU setiap ibu memang berbeda sesuai dengan bentuk perut dan ketebalan dinding perut ibu hamil, ketidak sesuaian ukuran TFU kemungkinan di akibatkan sedikitnya jumlah lemak atau ketebalan dinding uterus ibu.
Hal ini sesuai dengan pendapat Mochtar (2008) Tinggi Fundus Uteri. 22-28 mgg 24-25 cm diatas simpisis 28 mgg 26,7 cm diatas simpisis 30 mgg 29,5-30 diatas simpisis 32 mgg 29,5-30 diatas simpisis 34 mgg 31 cm diatas simpisis 36 mgg 32 diatas simpisis 38 mgg 33 cm diatas simpisis 40 mgg 37,7 cm diatas simpisis
Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
2) Pemeriksaan DJJ
Pada pengkajian yang dilakukan terhadap Ny. “F”
didapatkan bahwa presentasi janin kepala, denyut jantung janin 136x/menit. Menurut penulis hal ini fisiologis DJJ bayi normal sehingga dipastikan perkembangan janin baik dan tidak ada distress janin. Hal ini sesuai dengan pendapat Romauli (2011). Pemeriksaan DJJ normalnya antara 120 – 160 kali/menit.
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya kesenjangan antara fakta dan teori.
C. Pemeriksaan Penunjang 1) Pemeriksaan darah (HB)
Hasil pemeriksaan Hemoglobin Ny“F” selama kehamilan dalam batas normal yaitu 11,4 gr%. Menurut penulis hasil pemeriksaan hemoglobin tersebut dikategorikan normal pada ibu hamil pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar Hb dalam darah dan menentukan derajat anemia.
Hal ini fisiologis sesuai dengan pendapat Romauli (2011), kadar Hb normal pada ibu hamil 11gr%.
Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori
2) Pemeriksaan urine albumin
Hasil pemeriksaan urine albumin Ny. “F” selama
kehamilan adalah dalam batas normal yaitu hasilnya negatif. Menurut penulis pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui adanya dan tingginya kadar protein dalam urin yang menjadi salah satu tanda dari diagnose pre-eklamsi, tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya albumin dalam air keruh dan berapa tinggi kadar albumin dalam air keruh.
Hal ini sesuai dengan pendapat Rukiyah (2009) bahwa pemeriksaan urine albumin normal bila hasilnya negatif (urine tidak keruh).
Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
3) Pemeriksaan urine reduksi.
Hasil pemeriksaan urine reduksi Ny. “F” selama kehamilan
adalah dalam batas normal hasilnya yaitu negatif. Menurut penulis pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui kadar glukosa dalam urine sehingga deteksi dini ibu yang menderita diabetes bisa segera diatasi.
Hal ini sesuai dengan pendapat Rukiyah (2009) bahwa pemeriksaan urine dikatakan normal jika hasilnya negatif.
Berdasarkan hal tersebut, tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
3. Analisa Data
Analisa data pada Ny.”F” adalah G2P1A0 dengan kehamilan
normal.
Menurut penulis kehamilan dikatakan normal apabila tidak terjadi komplikasi selama kehamilan dan kondisi ibu dan janin baik selama kehamilan. karena analisa kehamilan ditegakkan berdasarkan hasil pengkajian lembar KSPR dengan skor 2 dan hasil pemeriksaan fisik. Analisa data merupakan kesimpulan antara data subyektif dan data obyektif yang menjadi acuan dalam melakukan tindakan atau terapi sesuai dengan keadaan pasien.
Menurut Sulistyawati (2011) kehamilan normal adalah kehamilan yang berlangsung normal dari awal hingga proses persalinan tanpa ada komplikasi dan penyulit kehamilan.
Berdasarkan hal diatas, tidak ditemui kesenjangan antara fakta dan teori.
4. Penatalaksanaan
Asuhan pada masa hamil, penulis melakukan penatalaksanaan Ny
“F” sebagaimana asuhan yang diberikan untuk kehamilan dengan Kram kaki, karena ditemukan suatu masalah yaitu Kram kaki. Asuhan yang diberikan meliputi memberi penjelasan tentang kondisi ibu dan janin, mengajarkan ibu untuk melakukan hypnoterapi yaitu relaksasi dengan duduk dan luruskan kaki, mengajarkan ibu untuk senam kaki agar melenturkan otot-otot di seluruh tubuh, menganjurkan ibu untuk melakukan pijatan otot kaki agar lebih terasa nyaman, menganjurkan ibu untuk mengkomprekaki dengan air hangat dan kontrol ulang.
Menurut penulis asuhan yang diberikan pada Ny”F” sudah sesuai
dengan kasus kram kaki, yaitu dengan melakukan hypnoterapi, istirahat yang cukup, melakukan senam kaki, dan melakukan pijat otot kaki pada ibu.
Hal ini sesuai menurut Bandiah (2009) asuhan yang diberikan meliputi penjelasan tentang kondisi ibu dan janin, Melakukan hypnoterapi yaitu relaksasi dengan duduk dan luruskan kaki, beritahu ibu untuk mengatur pola makan seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti sayuran hijau, kacang-kacangan kering,
minum susu dll, melakukan senam ibu hamil agar melenturkan otot-otot diseluruh tubuh, pemijatan otot-otot kaki yang sedang kram secara perlahan dan lembut, anjurkan mengompres kaki dengan air hangat.
Untuk itu, sesuai dari data yang telah saya peroleh diatas, maka tidak ditemukan adanya suatu kesenjangan antara fakta dengan teori