BAB II PENGELOLAAN KASUS
B. Asuhan Keperawatan Kasus
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS
DESA HARJOSARI II PENGKAJIAN
I. BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 58 Tahun
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jln. Bajak II, Gg Salam
Tanggal Masuk RS : Tidak ada
No. Registier : Tidak ada
Ruangan/kamar : Tidak ada
Golongan Darah : O
Tanggal Pengkajian : 19 Mei 2015
Tanggal Operasi : Tn.s Tidak perna di operasi
Diagnosa Medis : Stroke Hemoragik
II. KELUHAN UTAMA
Tn.S mengatakan tidak dapat berjalan karena bagian tubuh sebelah kiri, kaki dan tangannya tidak dapat digerakan.
28
III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya
Tn.S mengatakan penyebab lumpuhnya, karena penyakit hipertensi
2. Hal-hal yang memperbaikikeadaan
Tn.S mengatakan dapat memperbaiki keadaannya dengan meminum obat dari dokter dan melakukan kusuk tradisional.
B. Quantity/Quality
1. Bagaimana dirasakan
Tn.S mengatakan tidak dapat menggerakan bagian tubuh sebelah kiri ekstremitas atas dan bawahnya
2. Bagaimana dilihat
Tn.S terlihat duduk di kursi dengan bantuan orang lain tetapi masi bisa melakukan pergerakan pada bagian tubuh sebelah kanannya ekstremitas atas dan bawahnya.
C. Region
1. Dimana lokasinya
Di bagian tubuh sebelah kiri ekstremitas atas dan bawah
2. Apakah menyebar
Tn.S mengatakan yang tidak dapat digerakan hanya bagian tubuh sebelah kiri ekstremitas atas dan bawah saja.
D. Severity
Tn.S mengatakan bagian tubuh yang lumpuh tidak dapat bergerak mengakibatkan Tn.S tidak dapat melakukan aktivitas normal.
29
E. Time
Tn.S tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari semenjak bagian tubuh sebelah kirinya lumpuh/ stroke.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU A. Penyakit yang perna dialami
Tn.S mengatakan pernah mengalami stroke dua kali yang pertama pada tahun 2010,yang kedua pada tahun 2013-2015.
B. Pengobatan/ tindakan yang dilakukan
Tn.S mengatakan perna melakukan terapi kusuk dan minum obat dari dr.
C. Perna dirawat/tindakan yang dilakukan
Tn.S mengatakan perna dirawat jalan di rumah sakit.
D. Lama dirawat
Tn.S mengatakan perna dirawat jalan selama 2 hari di rumah sakit.
E. Alergi
Tn.S tidak mengetahui imunisasinya.
V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA A. Orang tua
Tn.S mengatakan orang tuanya atau ibunya tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan.
B. Saudara kandung
30
C. Penyakit keturunan yang ada
Tn.S mengatakan memiliki penyakit keturunan yaitu hipertensi.
D. Anggota keluarga yang meninggal
Tn.S mengatakan “Ada’’ yaitu ayah dan kakak kandungnya.
E. Penyebab meninggalnya
Tn.S mengatakan penyebab meninggal ayah dan kakak kandungnya karena penyakit hipertensi.
VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKSOSIAL A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Tn.S optimis bahwa penyakitnya akan segera sembuh dan ia dapat beraktifitas kembali seperti biasanya.
B. Konsep diri
- Gambaran diri : Tn.S mengatakan sudah siap kalau harus
cacat fisik
- Ideal diri : Tn.S mengatakan ingin segara bisa
beraktivitas normal
- Harga diri : Tn.S mengatakan perannya sebagai kepala
keluarga tidak terlaksanakan dengan baik.
- Peran diri : Tn.S sebagai kepala keluarga - Identitas : Tn.S berjenis kelamin laki-laki
C. Keadaan emosi
31
D. Hubungan sosial
- Orang yang berarti
Tn.S mengatakan orang yang berarti yaitu istri dan anak-anaknya. - Hubungan dengan keluarga
Tn.S berhubungan baik dengan anggota keluarganya. - Hubungan dengan orang lain
Tn.S berhubungan baik dengan orang lain.
- Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Tn.S mengatakan tidak memiliki hambatan dalam hubungan dengan orang lain.
E. Spiritual
- Nilai dan keyakinan
Tn.S memeluk agama islam karena keyakinannya sendiri.
- Kegiatan ibadah
Tn.S rutin melakukan shalat 5 waktu, walaupun aktivitasnya terbatas.
VII. STATUS MENTAL
- Tingkat kesadaran : Compos mentis
- Penampilan : Tidak rapi
- Pembicaraan : Tidak ada masalah
- Alam perasaan : Lesu
- Afek : Tidak ada masalah
- Intraksi selama wawancara : Koperatif
32
- Proses pikir : Tidak ada masalah
- Isi pikir : Tidak ada masalah
- Waham : Tidak ada masalah
- Memori : Tidak ada masalah
VIII. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan umum
Tn.S terlihat sadar penuh (compos mentis) dan Koperatif
B. Tanda-tanda vital - Suhu tubuh : 37,5ºc - Tekanan darah : 160/110 - Nadi : 84 x/menit - Pernafasan : 22 x/menit - Skala nyeri : - - TB : 165 cm - BB : 70 kg
C. Pemeriksaan Head To Toe Kepala dan rambut
- Bentuk : Kepala berbentuk lonjong, simetris - Ubun-ubun : Tepat di tengah, tertutup dan datar - Kulit kepala : Berketombe
33
Rambut
- Penyebaran dan keadaan rambut : Rambut berwarna hitam dan rata - Bau : Bau menyengat
- Warna kulit : Sawo matang
Wajah
- Warna kulit : Sawo matang
- Struktur wajah : Lengkap dan simetris
Mata
- Kelengkapan dan kesimetrisan : Lengkap, Normal Simetris - Palpebra : Tidak ptosis
- Konjungtiva dan selera : Konjungtiva (anemis) dan sklera tidak (leterus)
- Pupil : Ishokor reflek terhadap cahaya - Cornea dan Iris : Tidak ada katarak
Hidung
- Tulang Hidung dan posisi septum : Tulang hidung tepat pada garis sumbu tubuh, dan sputum nasi
simetris - Lubang Hidung : Bersih
- Cuping Hidung : Tidak ada gerakan cuping hidung
Telinga
- Bentuk telinga : Normal dan simetris - Ukuran telinga : Simetris
34
Mulut dan faring
- Keadaan bibir : Mukosa kering - Keadaan Gusi dan Gigi : Baik,tidak perdarahan - Keadaan Lidah : Baik
Leher
- Posisi Trachea : Tepat pada garis sumbu tubuh - Thyroid : Tidak ada pembesaran thyroid - Suara : Pengucapan huruf jelas - Kelenjar Limfae : Tidak ada pembesaran - Vena Jugularis : Tidak ada pembesaran - Denyut nadi karotis : Teraba
Pemeriksaan Integumen
- Kebersihan : Tn.S tidak mampu melakukan kebersihan secara mandiri
- Warna : Sawo matang - Turgor : < 2 detik - Kelembaban : Lembab
- Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan
Pemeriksaan thoraks/dada
- Inspeksi thoraks : Normal, pergerakan thoraks simetris saat pasien bernafas
- Pernafasan : 22 x/menit - Tanda kesulitan bernafas : Tidak ada tanda
35
Pemeriksaan Paru
- Palpasi getaran suara : Sama kuat dikedua lapang paru - Perkusi : Resonan
- Auskultasi : Suara nafas bersih, tidak ada suara nafas
Pemeriksaan Jantung
- Inspeksi : Tidak kelainan - Palpasi : Tidak ada nyeri tekan - Perkusi : Suara dullnes
- Auskultasi : Bunyi jantung terdengar kuat dan reguler
Pemeriksaan Abdomen
- Inspeksi : Simetris, bentuk datar,tidak ada masa, jejas/lesi - Auskultasi : Peristaltic usus 24x/ menit
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan
Pemeriksaan musculoskeletal/ekstremitas
- Kekuatan otot : Ekstremitas kanan atas=5,ekstremitas kiri atas=1,ekstremitas kanan bawah=4, ekstremitas kiri bawah=1,tingkat keterbatasan mobilisasi Tn.s=2, ekstremitas kiri atas dan bawah mengalami kelumpuhan.
- Edema : Tidak ada edema
Pemeriksaan Neurologi
- Nervus Olfaktorius/N I
36 - Nervus Optikus/N I
Tidak ada masalah ketajaman penglihatan - Nervus Okulomotorius/N III, trochlearis/NIV
Ptosis (-), pupil ishokor, gerakan bola mata kesegala arah - Nervus Trigeminus/N V
Tn.S tidak mampu merasakan sentuhan dan tajam tumpul,dibagian tubuh sebelah kiri
- Nervus Fasialis/N VII
Tn.S mampu membedakan rasa manis, asam, asin dan pahit - Nervus Vestibulocochearis/N VIII
Tidak ada masalah dengan ketajaman pendengaran Tn.S - Nervus Glossoparingeus/N IX, Vagus/N X
Tidak ada gangguan menelan, suara pengecapanhuruf jelas - Nervus Asesoris/N XI
Tn.S tidak mampu melakukan pergerakan di bagian bahu sebelah kirinya
- Nervus Hipolosussus/N XII
Tidak ada masalah pada otot lidah pasien
IX. POLA KEBERSIHAN SEHARI-HARI I. Pola Makan dan Minum
- Frekuensi makan/ minum : 3 x/hari
- Nafsu dan selara makan : Tn.S mengatakan nafsu makannya baik
37
- Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri ulu hati
- Alergi : Tidak ada alergi terhadap makanan Apapun
- Mual dan muntah : Tidak ada mual dan muntah - Waktu pemberian makan : 3 x/hari (pagi 08.00, siang
13.00,dan malam 17.30)
- Jumlah dan jenis makanan :1 porsi dan jenis makanan biasa
- Waktu pemberian cairan/minum : Sesuai kebutuhan Tn.S
- Masalah makan dan minum : Tidak masalah
II. Perawatan diri/Personal hygine
- Kebersihan tubuh : Tn.S tidak mampu melakukan
kebersihan diri secara mandiri
- Kebersihan gigi dan mulut : Gigi Tn.S terlihat bersih
- Pemeliharaan kuku : Kuku Tn.S terlihat panjang dan
kotor
III. Pola kegiatan/Aktivitas
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi secara mandiri, sehingga aktivitas mandi dan eleminasi dibantu oleh orang lain,terutama istri. Tn.S mengalami tingkat ketergantungan tingkat (+2) saat melakukan perawatan diri mandi/higiene. Tingkat (+2) maksudnya adalah istri Tn.S yang memberikan atau menyiapkan seluruh peralatan mandi serta mengatur posisi Tn.S di kamar mandi dan Tn.S dapat mandi sendiri,
38
untuk hygnie oral Tn.S juga dapat melakukan sendiri. Sementara pada perawatan diri eleminasi pada ketergantungan sedang (+3) yaitu istri Tn.S yang menempatkan Tn.S pada posisi yang benar dan nyaman saat BAB dan BAK. Tn.S juga mengatakan juga rutin melakukan ibadah shalat (5 waktu) walaupun gerak untuk aktivitasnya terbatas.
Kegiatan Mandiri Sebahagian Total
Mandi
Makan
BAB
BAK
Ganti pakaian IV. Pola Eliminasi
1. BAB
- Pola BAB : 1 x/hari
- Karakter feses : Padat, berwarana kuning kecoklatan - Riwayat pendarahan : Tidak ada
- Diare : Tidak ada - penggunaan Laktasif : Tidak ada
2. BAK
- Pola BAK : 4-5 x/hari
- Karakter urin : Cair, berwarna kuning pucat - Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : Tidak ada
- Riwayat penyakit ginjal : Tidak ada - Penggunaan diuretik : Tidak ada - Upaya mengatasi masalah : Tidak ada
39
ANALISA DATA
No. Data Penyebab Masalah
keperawatan
1
DS:Tn.S mengatakan tidak dapat berjalan karena bagian tubuh sebelah kiri, kaki dan tangannya tidak dapat digerakan.
DO:
Tn.S terlihat duduk di kursi dengan bantuan keluarga, tetapi masi bisa melakukan pergerakan pada bagian tubuh sebelah kanan ekstremitas atas dan bawah. Rentang gerak Tn.S terbatas, kekuatan otot ekstremitas kanan atas=5, ekstremitas kanan bawah =4, ekstremitas kiri atas=1, ekstremitas kiri bawah=1
Gangguan neuromuskular
Gangguan Mobilisasi
2
DS:Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi secara mandiri dan tidak mampu melakukan kebersihan diri sendiri.
DO:
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi sendiri, sehingga pengaturan posisi Tn.S di kamar mandi di bantu oleh orang lain, semi ketergantungan (+2)
Kelemahan Defisit perawatan diri Mandi
3
DS:Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi secara mandiri
DO:
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi secara mandiri, sehingga aktifitas posisi
eleminasi masi di bantu oleh orang lain, ketergantungan sedang (+3)
Kelemahan Defisit perawatan diri Eleminasi
40
MASALAH KEPERAWATAN
1. Gangguan Mobilisasi 2. Defisit perawatan diri mandi 3. Defisit perawatan diri eleminasi
DIAGNOSA KEPERAWATAN (PRIORITAS)
1. Gangguan Mobilisasi b/d gangguan neuromuskular d/d Tn.S terlihat duduk di kursi dengan bantuan keluarga, tetapi masi bisa melakukan pergerakan pada bagian tubuh sebelah kanan ekstremitas atas dan bawah. Rentang gerak Tn.S terbatas, kekuatan otot ekstremitas kanan atas= 5, ekstremitas kanan bawah= 4, ekstremitas kiri atas= 1, ekstremitas kii bawah= 1, tingkat keterbatasan mobilitas Tn.s= 3
2. Defisit perawatan diri mandi b/d kelemahan d/d Tn.s tidak mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri, sehingga aktifitas mandi Tn.S dibantu oleh orang lain, semi ketergantungan (+2)
3. Defisit perawatan diri eleminasi b/d kelemahan d/d Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi secara mandiri, sehingga aktivitas posisi eleminasi dibantu oleh orang lain, atau istri, ketergantungan sedang (+3)
41
PERENCANAAN KEPERAWATAN Hari/
tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
Selasa/
19-05-2015
1 Tujuan/kriteria hasil :
1. Kekuatan otot untuk berkontraksi 2. Tonus otot
3. Mengontrol pergerakan
4. Bergerak kearah yang diinginkan
5. Bergerak dengan waktu yang di inginkan 6. Bergerak dengan cepat
Dengan Kreteria Hasil
1. Tidak terjadi kontraktur sendi 2. Bertambahnya kekuatan otot
3. Klien menunjukkan untuk meningkatnya mobilitas
Rencanaan Tindakan Rasional
1. Kaji kemampuan mobilitas dan tingkat ketergantungan
mobilitas pasien
2. Kaji kekuatan otot pasien
3. Tentukan tingkat motivasi pasien
4. Pertahankan body aligment dan posisi yang nyaman
5. Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif
6. Ajarkan teknik ambulasi dan berpindah yang aman
7. Instruksikan pasien untuk memperhatikan kesejajaran tubuh yang benar
8. Tingkat aktivitas sesuai batas toleransi
9. Kolaborasi dengan ahli terapi dalam merencanakan program latihan pasien
1. Mengumpulkan dan menganalisis data, merencanakan intervensi dengan cepat
2. Mengumpulkan dan menganalisis data, merencanakan intervensi dengan tepat
3. Untuk mempertahankan atau
mengembalikan mobilitas sendi dan otot
4. Mencegah iritasi dan mencegah komplikasi
5. Meningkatkan sirkulasi dan mencegah kontraktur
6. Untuk mencegah meningkatnya keparahan stroke
7. Untuk memepertahankan postur tubuh yang benar dan mencegah komplikasi 8. Mempertahankan tonus otot
42
Hari/ tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
Rabu / 20-05-2015
2 Tujuan/kriteria hasil :
1. Perawatan diri mandi 2. Keluar masuk kamar mandi 3. Membersihkan wajah
4. Membersihkan bagian atas dan bawah 5. Perawatan diri hygiene
6. Mempertahankan oral hygiene 7. Mempertahankan kebersihan tubuh 8. Merawat kuku jari
9. Membersihkan rambut
10. Mempertahankan kebersihan tubuh
Dengan Kreteria Hasil
1. Pasien terbebas dari bau badan
2. Menyatakan kenyamanan dalam melakukan ADL 3. Dapat melakukan ADL tanpa bantuan
Rencanaan Tindakan Rasional
1. Kaji kemampuan pasien menggunakan alat bantu 2. Kaji membran mukosa oral dan
kebersihan tubuh
3. Pantau adanya perubahan fungsi 4. Pantau kebersihan kuku sesuai
kemampuan perawatan diri pasien
5. Lakukan kebersihan mulut sesudah makan dan sebelum tidur
6. Bantu pasien dalam melakukan kebersihan badan, mulut, rambut, dan kuku
7. Libatkan keluarga dalam pemberian asuhan
8. Bantuan perawatan diri (NIC) : Berikan bantuan sampai pasien benar-benar mampu melakukan perawatan diri, letakan peralatan mandi di dekat pasien
9. Berikan pen didikan kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan diri
1. Mengumpulkan dan menganalisis data, merencanakan intervensi dengan tepat
2. Mengumpul menganilisis data, merencenakan intervensi dengan tepat
3. Menentukan tingkat ketergantungan pasien
4. Menentukan tingkat ketergantungan pasien
5. Membersihkan kotoran dan mencagah karang gigi
6. Memepertahankan rasa nyaman 7. Memandirikan pasien
8. Membantu pasien untuk memenuhi hygnie pribadi, dan meningkatkan rasanya nyaman
9. Mencegah gangguan mukosa, meningkatkan pengetahuan dan menjadikan pasien lebih koperatif.
43
Hari/ Tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
kamis / 21-05-2015
3 Tujuan/kriteria hasil :
1. Tidak ada gangguan perawatan diri terutama eleminasi
2. Mampu duduk dan turun dari kloset
3. Mampu membersihkan diri setelah eleminasi
Rencanaan Tindakan Rasional
1. Kaji memapuan ambulasi secara mandiri dan aman
2. Kaji peningkatan atau penurunan kemampuan untuk toilet sendiri 3. Pantau tingkat kekuatan dan
toleransi aktivitas
4. Kaji defisit fisik yang dapat membatasi kemampuan eleminasi mandiri
5. Bantu perawatan diri eleminasi (NIC) : Bantu pasien saat menggunakan pispot dan urinal, fasilitas hygine setelah
eleminasi, bersihkan peralatan eleminasi, juga privasi saat eleminasi
1. Mengumpulkan dan menganalisis data
2. Mengumpulkan dan menganalisis data
3. Menentukan tingkat ketergantungan pasien
4. Menentukan tingkat ketergantungan pasien
44 PELAKSANAAN KEPERAWATAN Hari/ tanggal No. Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa / 19-05-2015
1 Mengkaji kemampuan mobilitas
dan tingkat ketergantungan Tn.S yaitu dengan mengobservasi kemampuan Tn.S melakukan aktivitas sehari-sehari di rumah.
Mengkaji kekuatan otot ekstremitas Tn.S yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk mengangkat tangan kearah
samping lurus sejajar dengan bahu dan kemudian saya memeberikan tahanan maksimal begitu juga dengan kaki.
Mengkaji rentang gerak Tn.S pada leher, pergelangan tangan, jari-jari tangan, mata kaki yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk melakukan gerakan fleksi, ekstensi, abduksi dan abduksi.
Menentukan tingkat motivasi Tn.S yaitu dengan
menayakanpersepsi Tn.S tentang penyakitnya.
Mengukur tanda-tanda vital Tn.S (tekanan darah, suhu tubuh, frekuensi nadi, dan frekuensi nafas).
S :
Tn.S mengatakan tidak dapat berjalan karena bagian tubuh sebelah kiri, kaki dan tangannya tidak dapat digerakkan. Tn.S optimis bahwa penyakitnya akan segera sembuh dan ia dapat beraktifitas kembali seperti biasanya.
O :
Tingkat keterbatasan mobilisasi Tn.S = 3 yaitu memerlukan bantuan dan pengawasan orang lain dan peralatan atau alat.
Kekeuatan otot ekstremitas Tn.S (ekstremitas kanan atas= 5, ekstremitas kiri atas= 1, ekstremitas kanan bawah= 4, ekstremitas kiri bawah= 1)
Rentang gerak leher dalam batas normal (fleksi 45º, ekstensi 45º dan hiperekstensi 10º).
Rentang gerak bahu sebelah kiri tidak dapat dilakukan karena Tn.S tidak dapat berjalan, rentang gerak panggul dan lutut ekstremitas kiri bawah 0º TD : 160/110 mmHg,
T : 37,5 ºC, RR : 20 x/menit, HR : 84 x/menit
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
45
2 Mengkaji kemampuan
ambulasi Tn.S yaitu dengan mengobservasi kemampuan Tn.S bergerak kekamar mandi untuk mandi.
Mengkaji membran mukosa oral dan kebersihan tubuh Tn.S yaitu dengan
mengobservasi kebersihan kulit.
Memantau kebersihan kuku sesuai kemampuan
perawatan diri Tn.S yaitu dengan mengobservasi kebersihan kuku tangan, dan kuku kaki sesuai kemampuan Tn.S.
S :
Tn.S tidak mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri,
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi, Tn.S mengatakan segar saat setelah mandi sore yang di bantu oleh istrinya.
O :
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi, sehingga aktivitas mandi di bantu oleh keluarganya atau istrinya.
Kuku Tn.S juga terlihat panjang dan kotor, ketergantungan sedang (+2) yaitu istri Tn.S memberikan seluruh peralatan, mengatur posisi Tn.S di kamar mandi, Tn.S mampu mandi sendiri kecuali untuk bagian ekstremitas kanan dan punggung
A :
Masalah belum teratasi
P :
Intervensi dilanjutkan
3 Mengkaji kemampuan
ambulasi Tn.S yaitu dengan mengobservasi kemampuan Tn.S bergerak kekamar mandi, untuk melakukan eleminasi baik BAK dan BAB.
Menjelaskan kepada Tn.S ataupun keluarga terutama istri Tn.S untuk berhati-hati mengatur posisi Tn.S saat ingin BAK ataupun BAB.
S :
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi
O :
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi, sehingga aktivitas eleminasi masi di lakukan di atas tempat tidur dengan
menggunakan pispot pengaturan posisi Tn.S saat eleminasi di bantu oleh keluarga atau istri
Tn.S. Ketergantungan sedang (+3) yaitu pengaturan posisi kenyamanan Tn.S untuk BAK dan BAB dibantu oleh istri atau keluarga
A :Masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan
46 HARI KE-2 Hari/ tanggal No. Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Rabu / 20-05-2015
1 Mengkaji kemampuan mobilitas dan tingkat ketergantungan Tn.S yaitu dengan mengobservasi kemampuan Tn.S melakukan aktivitas sehari-sehari di rumah.
Mengkaji kekuatan otot ekstremitas Tn.S yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk mengangkat tangan kearah samping lurus sejajar dengan bahu dan kemudian saya memeberikan tahanan maksimal begitu juga dengan kaki. Mengkaji rentang gerak Tn.S pada leher, pergelangan tangan, jari-jari tangan, mata kaki yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk melakukan gerakan
fleksi,ekstensi,abduksi dan abduksi. Menentukan tingkat motivasi Tn.S yaitu dengan menayakan persepsi Tn.S tentang penyakitnya
Mengukur tanda-tanda vital Tn.S (tekanan darah, suhu tubuh, frekuensi nadi, dan frekuensi nafas).
Mengajarkan dan melatih Tn.S latihan ROM aktif yaitu dengan
mengintruksikan Tn.S melakukan gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, dan adduksi
(ROM aktif ) pada daerah yang tidak mengalami cedera.
Mengajarkan dan melatih ROM pasif yaitu dengan menggerakkan daerah yang lumpuh (kaki kiri, tangan kiri, pergelangan kaki kiri dan kanan. Memberitahukan keluarga untuk selalu mengubah posisi Tn.S tiap 2 jam sekali mengamati kulit yang tertekan terlalu lama, dan mengamati
dekubitus.
S :
Tn.S mengatakan tangan dan kakinya terasa kaku dan ototnya terasa tegang saat di lakukan latihan ROM aktif maupun pasif, Tn.S juga terlihat dalam mengikuti latihan ROM, dan Tn.S dapat melakukan intruksi dari perawat dengan baik
O :
Tingkat keterbatasan mobilitas= 3 yaitu memerlukan bantuan dan pengawasan orang lain dan peralatan atau alat.
Kekeuatan otot ekstremitas Tn.S (ekstremitas kanan atas= 5, ekstremitas kiri atas= 1, ekstremitas kanan bawah= 4, ekstremitas kiri bawah= 1)
Rentang gerak leher dalam batas normal (fleksi 45º, ekstensi 45º dan
hiperekstensi 10º)
Rentang gerak pergelangan tangan bagian kanan dalam batas normal (fleksi
90º,ekstensi 90º,abduksi 30º, adduksi 30º
Rentang gerak bahu dan dan tangan sebelah kiri Tn.S tidak dapat dilakukan karena lumpuh TD : 150/100 mmHg, T : 37ºC, RR : 22 x/menit, HR : 84 x/menit A :
Masalah belum teratasi
P :
47
2 Mengkaji kemampuan ambulasi Tn.S yaitu dengan mengobservasi
kemampuan Tn.S bergerak kekamar mandi untuk mandi.
Mengkaji membran mukosa oral dan kebersihan tubuh Tn.S yaitu dengan mengobservasi kebersihan kulit. Memantau kebersihan kuku sesuai kemampuan perawatan diri Tn.S yaitu dengan mengobservasi kebersihan kuku tangan, dan kuku kaki sesuai kemampuan Tn.S.
Mengintruksikan keluarga Tn.S untuk berhati-hati saat memandikan Tn.S. Menganjurkan Tn.S menggosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur.
S :
Keluarga Tn.s mengatakan sedikit kesulitan untuk mengatur keseimbangan posisi Tn.S saat di mandikan
O :
Tn.s tidak mampu bergerak kekamar mandi, secara mandiri sehingga aktifitas mandi dan pengaturan posisi Tn.S di bantu oleh orang lain atau istri Tn.S
Kuku Tn.S terlihat bersih, gigi Tn.S juga terlihat bersih.
Tn.S dan keluarga mampu menyebutkan tujuan melakukan kebersihan diri dan mulut.
Cara melakukan kebersihan gigi dan mulut serta
bersedia melakukan kebersihan gigi dan mulut secara rutin.
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan 3 Mengkaji kemampuan ambulasi Tn.S
yaitu dengan mengobservasi
kemampuan Tn.S bergerak kekamar mandi, untuk melakukan eleminasi baik BAK dan BAB.
Mengatur posisi Tn.S di tempat yang nyaman dan tidak beresiko jatuh untuk Tn.S melakukan BAB dan BAK. Menganjurkan Tn.S dan keluarga memerhatikan kebersihan saat dan setelah eleminasi.
S :
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi.
O :
Tn.S tidak mampu bergerak kekamar mandi, sehingga aktivitas eleminasi masi di lakukan di atas tempat tidur dengan menggunakan pispot pengaturan posisi Tn.S saat eleminasi di bantu oleh keluarga atau istrinya.
A :
Masalah belum teratasi
P :
48 HARI KE-3 Hari/ tanggal No. Dx
Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP)
Kamis /
21-05-2015
1 Mengkaji kemampuan mobilitas dan tingkat ketergantungan Tn.S yaitu dengan mengobservasi kemampuan Tn.S melakukan aktivitas sehari-sehari di rumah. Mengkaji kekuatan otot ekstremitas Tn.S yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk mengangkat tangan kearah samping lurus sejajar dengan bahu dan kemudian saya memeberikan tahanan maksimal begitu juga dengan kaki.
Mengkaji rentang gerak Tn.S pada leher, pergelangan tangan, jari-jari tangan, mata kaki yaitu dengan mengintruksikan Tn.S untuk
melakukan gerakan fleksi, ekstensi, abduksi dan abduksi.
Menentukan tingkat motivasi Tn.S