METODE PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Prestasi Kerja Tabel 4.8
4.4 Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data yang mengikuti atau mendekati distribusi normal. Apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid, cara untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak dengan analisis grafik. Hasil dari outpus SPSS terlihat seperti Gambar 4.2 :
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Gambar 4.2. Diagram Pencar Hasil SPSS
Pada Gambar 4.2 hasil penelitian menunjukkan data menyebar disekitar garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa model yang diuji berdistribusi normal sehingga layak digunakan dalam menguji hipotesis selanjutnya.
4.4.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji ketidaksamaan varians dari satu residual pengamatan ke pengamatan lain pada model regresi. Jika varians dari residual satu
homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS untuk scatter plot dengan Regression Studentized Residual dapat dilihat pada gambar 4.3:
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Gambar 4.3 Uji Heteroskedastisitas
Pada Gambar 4.3 terlihat titik menyebar dan tidak membentuk pola-pola tertentu serta tersebar baik diatas angka 0 pada sumbu Regression Studentized Residual (y) dan berdasarkan gambar tersebut maka tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi pemberian kompensasi dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja.
Gejala mulitkolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Nilai umum yang biasanya adalah nilai Tolerance > 0,1, atau nilai VIF < 10, maka tidak terjadi mulitkolineritas. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 4.9:
Tabel 4.9
Hasil Uji Multikolinieritas
Model
Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 PemberianKompensasi .741 1.349
DisiplinKerja .741 1.349
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Pada Tabel 4.9 hasil uji multikolinieritas untuk variabel pemberian kompensasi dan disiplin kerja nilai VIF lebih kecil dari 10 dan niai tolerance mendekati atau sama dengan 1. Hal ini menunjukkan tidak terjadi gejala multikolonieritas pada variabel pemberian kompensasi dan disiplin kerja.
4.5 Pengujian Hipotesis
4.5.1 Analisis Persamaan Regresi Linear Berganda
Model persamaan regresi yang baik adalah yang memenuhi persyaratan asumsi klasik diantaranya semua data berdistribusi normal, model harus bebas dari gejala multikolinieritas dan terbebas dari heterokedastisitas. Dari analisis sebelumnya telah terbukti bahwa model persamaan yang diajukan dalam penelitian ini telah memenuhi persyaratan asumsi klasik sehingga model persamaan dalam penelitian ini sudah dianggap baik. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda diperoleh hasil seperti dalam Tabel 4.10:
Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 4.318 1.708 2.529 .017
PemberianKompensa si
.349 .074 .497 4.698 .000
DisiplinKerja .475 .098 .513 4.849 .000
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.10 maka persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah:
Y = 4,318 + 0,349X1+ 0,475X2
1. Nilai konstanta regresi sebesar 4,318 artinya jika Pemberian kompensasi (X1) dan Disiplin kerja (X2) = 0 maka Prestasi kerja akan meningkat sebesar 4,318. Hal ini menunjukkan apabila nilai untuk variabel Pemberian kompensasi dan Disiplin kerja tidak ada maka nilai dari konstanta dapat meningkatkan prestasi kerja sebesar 4,318.
2. Koefisien regresi X1 untuk variabel pemberian kompensasi bernilai positif 0,349 artinya pengaruh pemberian kompensasi searah dengan peningkatan prestasi kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan prestasi kerja dosen. Artinya jika pemberian kompensasi sesuai dengan harapan dosen di dalam melaksanakan proses belajar mengajar maka akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi kerja dosen.
3. Koefisien regresi X2 untuk disiplin kerja bernilai positif 0,475 artinya pengaruh disiplin kerja searah dengan peningkatan prestasi kerja dosen. Hal
ini menunjukkan disiplin kerja sebagai peraturan yang harus dipatuhi dan memiliki rasa tanggung jawab dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi maka akan memberikan dampak yang positif terhadap prestasi kerja dosen.
4.5.2 Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi merupakan besaran yang menunjukkan besarnya variasi prestasi kerja yang dapat dijelaskan oleh pemberian kompensasi dan disiplin kerja. Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa besar pemberian kompensasi dan disiplin kerja dalam menerangkan prestasi kerja. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square dapat dilihat pada Tabel 4.11:
Tabel 4.11 Nilai Koefisien Determinasi (R square)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .876a .768 .752 1.04332
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Pada Tabel 4.11 diperoleh nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,768 yang artinya bahwa pemberian kompensasi (X1) dan disiplin kerja (X2) dapat menjelaskan variasi dari prestasi kerja sebesar 76,8% dan sisanya sebesar 23,2 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar dari variabel yang diteliti seperti pelatihan dan motivasi.
Uji simultan/uji F dilakukan untuk mengetahui tingkat positif dan signifikansi dari pemberian kompensasi dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja. Hasil pengujian uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.12:
Tabel 4.12 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 100.941 2 50.471 46.367 .000a
Residual 30.478 28 1.089
Total 131.419 30
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Pada Tabel 4.12 diperoleh hasil Fhitung sebesar46,367 sedangkan Ftabel pada
α = 0,05 dengan derajat pembilang 2 dan derajat penyebut 28 diperoleh Ftabel sebesar 4,18 maka dari hasil ini diketahui Fhitung > Ftabel, dan signifikansi 0,000
atau lebih kecil dari α=0,05 jadi posisi titik uji signifikansi berada pada wilayah
penolakan H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang artinya pemberian kompensasi dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Pemberian kompensasi dan disiplin kerja secara bersama-sama mengalami kenaikan maka akan berdampak pada peningkatan prestasi kerja.
4.5.4 Uji Parsial
Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada Tabel 4.13:
Tabel 4.13 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial/Uji t
Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s
B Std. Error Beta t Sig.
PemberianKompens asi
.349 .074 .497 4.698 .000
DisiplinKerja .475 .098 .513 4.849 .000
Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (data diolah)
Berdasarkan pada Tabel 4.13 maka diperoleh hasil uji parsial sebagai berikut:
1. Nilai thitung untuk pemberian kompensasi (4,698) lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (1,70), atau nilai sig t untuk pemberian kompensasi (0,000) lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh maka menolak H0 dan menerima H1 untuk pemberian kompensasi. Dengan demikian, secara parsial pemberian kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, artinya pemberian kompensasi berpengaruh nyata dalam meningkatkan prestasi kerja.
2. Nilai thitung untuk disiplin kerja (4,849) lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (1,68), atau nilai sig t untuk disiplin kerja (0,000) lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh maka menolak H0 dan menerima H1 untuk motivasi kerja. Dengan demikian secara parsial disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, artinya dengan adanya disiplin kerja dari dosen akan memberikan dampak yang nyata pada peningkatan prestasi kerja dosen
4.6 Pembahasan
Hasil penelitian yang telah dilakukan secara bersama-sama pemberian kompensasi dan disiplin kerja berpengaruh prositif dan signifikan terhadap prestasi kerja dosen. Hal ini menunjukkan pemberian kompensasi dan disiplin kerja berpengaruh nyata dalam meningkatkan prestasi kerja. Kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja dan memotivasi dosen. Oleh karena itu perhatian lembaga atau perusahaan terhadap pengaturan kompensasi secara rasional dan adil sangat diperlukan. Sistem kompensasi yang sesuai dengan kemampuan dosen yakin dan mengerti bahwa apa yang mereka terima telah sesuai dengan hasil kerja mereka. Kompensasi yang diterima telah sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, maka dosen termotivasi dalam bekerja dan hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi prestasi kerja dosen.
Hasil penelitian ini didukung penelitian terdahulu oleh Nasution (2010) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Dan Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Dosen Pengajar Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada”. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji F menunjukkan bahwa variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi dapat dipakai untuk mengestimasi Prestasi Kerja pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada.
Aritonang (2005), melakukan penelitiaan yang berjudul “Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta”. Teimanuelk analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta.
Simanjuntak, (2009) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Salesman Pada PT Dunia Kharisma Indonesia Medan”.Hasil penelitian yang diperoleh adalah disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia Kharisma Indonesia Medan.
Koefisien determinasi (R square) menunjukkan bahwa pemberian kompensasi dan disiplin kerja cukup kuat dalam menjelaskan prestasi kerja dosen di STMIK KRISTEN IMMANUEL INDONESIA.
4.6.2 Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi kerja
Hasil dari penelitian diperoleh bahwa pemberian kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja dosen pada STMIK KRISTEN IMMANUEL INDONESIA. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis uji t yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja dosen.
Pemberian kompensasi sebagai sesuatu yang diterima pegawai baik berupa uang atau bukan uang sebagai balas jasa yang diberikan bagi upaya pegawai yang diberikannya kepada perusahaan. Menurut Sofyandi (2008), Tujuan diadakannya pemberian kompensasi adalah untuk menjalin ikatan kerja sama antara pimpinan dengan dosen. Artinya bahwa dengan terjalinnya kerja sama secara formal akan terbentuk komitmen yang jelas mengenai hak dan kewajiban yang harus dipikul masing-masing, memberikan kepuasan kepada dosen. Artinya bahwa melalui
yang terbaik, untuk memotivasi dosen dalam bekerja, artinya agar dosen bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan untuk menciptakan disiplin kerja bagi dosen.
Hasil penelitian ini didukung penelitian terdahulu oleh Nasution (2010) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Dan Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Dosen Pengajar Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada”. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji F menunjukkan bahwa Kompensasi dapat dipakai untuk mengestimasi Prestasi Kerja pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada.
Aritonang (2005), melakukan penelitiaan yang berjudul “Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta”. Teimanuelk analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta.
4.6.3 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi kerja
Hasil dari penelitian diperoleh bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja dosen pada STMIK KRISTEN IMMANUEL INDONESIA. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis uji t yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap prestasi kerja dosen. Disiplin kerja sebagai suatu sikap dan perilaku yang dilakukan secara sukarela dengan penuh kesadaran dan kesediaan mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau atasan, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Menurut Rivai (2004), Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan dosen agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
Hasil penelitian ini didukung penelitian terdahulu oleh Nasution (2010) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Dan Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Dosen Pengajar Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada”. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil Disiplin Kerja dapat dipakai untuk mengestimasi Prestasi Kerja pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Deli Husada.
Aritonang (2005), melakukan penelitiaan yang berjudul “Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta”. Teimanuelk analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja guru SMP Kristen BPK Penabur Jakarta.
Simanjuntak, (2009) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Salesman Pada PT Dunia Kharisma Indonesia Medan”.Hasil penelitian yang diperoleh adalah disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia Kharisma Indonesia Medan.
BAB V