• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah Singkat STMIK KRISTEN IMMANUEL INDONESIA

STMIK KRISTEN IMMANUEL Indonesia adalah sebuah perguruan tinggi yang didirikan oleh YPK-IMMANUEL (Yayasan Pendidikan Kristen IMMANUEL) sebagai bentuk tanggung jawab YPK- KRISTEN IMMANUEL dalam pelayanannya (Diakonia) kepada masyarakat dibidang pendidikan. Pendirian sekolah tinggi ini direncanakan sebagai cikal bakal sebuah universitas yang memiliki lebih banyak fakultas dan jurusan. Sebenarnya, pendirian sebuah universitas milik YPK-IMMANUEL sudah terpikir oleh Pengurus Moderamen YPK-IMMANUEL sejak tahun 2000, namun baru pada 2005 rencana pendirian sudah menemui titik terang yaitu dengan adanya beberapa anggota jemaat (investor) yang sangat peduli akan kondisi pendidikan di kalangan warga YPK-IMMANUEL dan masyarakat umum lainnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Moderamen YPK-IMMANUEL No. 0800/VIII-c/2005 tertanggal 20 Juni 2005, Moderamen YPK-IMMANUEL mengganti nama Badan Pelayanan Pendidikan IMMANUEL menjadi Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) IMMANUEL sekaligus menata ulang susunan kepengurusan YPK-IMMANUEL periode 2005-2010, yang mana didalamnya terdapat Seksi Perguruan Tinggi. Sejak dikeluarkannya SK tersebut, gaung pendirian universitas YPK-IMMANUEL semakin membahana yang ditandai

dengan seringnya diadakan rapat-rapat antara Moderamen (Bidang Usaha, Bidang Diakonia), Seksi Perguruan Tinggi YPK, investor, akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat.

Sebagai tindaklanjut rapat-rapat tersebut, pada 30 Juli 2005 Moderamen mengeluarkan SK pengangkatan Tim Persiapan Pendirian STMIK KRISTEN IMMANUEL (selanjutnya disebut Tim) yang bertugas mempersiapkan dan mendirikan perguruan tinggi di bawah Moderamen YPK-IMMANUEL. Adapun tim persiapan tersebut beranggotakan:

1. Prof. Dr. Timbangen Sembiring, M.Sc. (Koordinator) 2. Ir.Immanuel Ginting Munthe.Msi.

3. Bukti Antonius Tarigan, SE., M.Si. 4. Drs. Henri Rani Sitepu, M.Si. 5. Dino Medio Brahmana, ST. 6. Ir. Petra Sibero

7. Pt. Ir. Ananta Purba 8. Antonius Ginting, S.E.Msi

Pada tahap awal, Tim ini melakukan studi kelayakan dengan mengumpulkan berbagai data tentang calon mahasiswa, prospek pasar, data industri pendidikan dan lain sebagainya serta mencari izin pendiriannya. Mengingat sulitnya mendapatkan izin pendirian sebuah universitas dari Pemerintah beserta syarat-syarat pendiriannya serta pertimbangan dana operasional yang besar, maka Tim dan Moderamen sepakat untuk mendirikan

Komputer Kristen IMMANUEL Indonesia, disingkat STMIK KRISTEN IMMANUEL. Akhirnya atas kerjasama Bidang Usaha Moderamen, pihak investor dan Tim maka pada 23 Maret 2005 dilakukan peletakan batu pertama pendirian kampus STMIK KRISTEN IMMANUEL yang berlokasi dijalan jend.Gatot Subroto no.325/505 sei sikambing Medan. Dalam pelaksanaan tugasnya, sebagian anggota Tim mempersiapkan aspek-spek legalitas, administrasi, promosi dan lain sebagainya dan anggota lainnya mempersiapkan bangunan fisik.

Selanjutnya pada Sabtu, 19 Juli 2005, Tim telah melaksanakan acara Soft Opening (SO) di kampus baru. Tujuan dari SO adalah:

a. Sebagai momentum dimulainya kegiatan administrasi STMIK KRISTEN IMMANUEL di kampus baru sekaligus tempat melakukan pendaftaran calon mahasiswa baru.

b. Menggemakan dan mempromosikan STMIK KRISTEN IMMANUEL kepada jemaat/warga khususnya di Medan dan sekitarnya.

Dua bulan setelah SO, diadakan kegiatan Grand Opening (GO) STMIK KRISTEN IMMANUEL dilaksanakan pada 13 September 2005 yang pelaksanaannya dilakukan dua hari sebelum perkuliahan dimulai. Tujuan kegiatan GO adalah sebagai momentum awal sebelum melakukan kegiatan akademis di STMIK KRISTEN IMMANUEL; menyampaikan keberadaan STMIK KRISTEN IMMANUEL kepada masyarakat luas. Pada acara GO dilakukan acara penandatanganan prasasti pendirian STMIK KRISTEN IMMANUEL oleh Gubernur Sumatera Utara, Bapak H. Syamsul Arifin, SE disaksikan oleh pejabat-pejabat teras Pemprovsu, Ketua Moderamen YPK-IMMANUEL, Penjabat

Walikota Medan, Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Bapak Prof. Dr. Zainuddin, M.Pd serta tokoh-tokoh masyarakat. Pada acara ini juga dilaksanakan pelantikan pimpinan STMIK KRISTEN IMMANUEL oleh Pengurus YPK-GBKP yaitu:

Ketua : Ir.immanuel Ginting.Msi

Wakil Ketua I : Prof.Dr.Timbangen Sembiring.M.Sc. Wakil Ketua II : Bukti Anthonius Tarigan, SE., M.Si. Wakil Ketua III : Dino Medio Brahmana, ST.

Kuliah perdana STMIK KRISTEN IMMANUEL dilakukan pada 15 September 2006 dengan kuliah umum dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng. (Gurubesar FT USU Medan). Dengan demikian hari jadi STMIK KRISTEN IMMANUEL ditetapkan pada tanggal tersebut yaitu 15 September.

4.1.2. Visi dan Misi STMIK KRISTEN IMMANUEL INDONESIA

Visi STMIK KRISTEN IMMANUEL adalah “College of Technopreneur” (wirausaha berbasis teknologi) yang bertekad untuk menjadi:

a) Pusat kreativitas intelektual dalam rangka mengembangkan sains dan teknologi terapan yang berazaskan spiritual dan moral Kristiani.

b) Institusi yang unggul dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia (attitude), memiliki kemampuan profesional dan berwawasan global (knowledge), serta mampu menerapkan dan mengembangkan serta menyebarluaskan sains dan teknologi (skill) yang mendukung pembangunan nasional maupun

Untuk mewujudukan visi sebagaimana dimaksud di atas, STMIK KRISTEN IMMANUEL menetapkan Misi sebagai berikut :

a) Memberdayakan sumber daya STMIK KRISTEN IMMANUEL sesuai kebutuhan, sumber daya pembangunan nasional maupun daerah.

b) Mengembangkan kebebasan akademik yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai keimanan, tanggung jawab, komunikasi/informasi, dan keilmuan.

c) Mengembangkan institusi secara intensif, terencana dan efisien serta mendukung perkembangan pembangunan nasional dan daerah, melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang efektif, inovatif, bermutu, tanggap terhadap perkembangan global dan tantangan lokal.

4.1.3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi sangat diperlukan untuk menjelaskan tanggung jawab dengan tegas dari setiap posisi pekerjaan dan hubungan antar posisi dan bagian di dalam organisasi. Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menunjukkan distribusi pekerjaan seluruh perusahaan dengan jabatan dari setiap posisi dan garis yang saling berhubungan yang memperlihatkan siapa melapor kemana dan berkomunikasi dengan siapa (Dessler, 2004 : 287). Setiap karyawan akan mengetahui batasan tanggung jawabnya dan juga batasan tanggung jawab pekerjaan dari bagian lain. Dengan struktur organisasi maka karyawan juga akan mengetahui kepada siapa ia harus memberikan laporan dan pertanggung jawaban atas pekerjaannya. Struktur organisasi suatu perusahaan biasanya digambarkan dengan bagan organisasi.

4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas

Dokumen terkait