BAB V ANALISIS DATA
C. Uji Asumsi Regresi
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi secara normal atau tidak. Untuk membuktikan apakah data dalam penelitian ini terdistribusi normal atau tidak digunakan uji One-Sample Kolmogorov Smirnov-Z.
Suatu data dikatakan terdistribusi normal jika nilai probabilitas (p) uji
One-Sample Kolmogorov Smirnov-Z> 0,05 dan sebaliknya jika nilai probabilitas (p) uji One-Sample Kolmogorov Smirnov-Z < 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:(Lampiran 5)
Tabel V. 8 Hasil Uji Normalitas
Program diskon Kartu
anggota Minat beli
Kolmogorov-Smirnov
Z .987 1.292 1.143
Asymp. Sig. (2-tailed) .281 .071 .147
Sumber: Pengolahan data primer 2012
Hasil uji normalitas di atas diketahui bahwa nilai probabilitas (p) semua variabel data penelitian ini memiliki nilai probabilitas (p) > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa semua data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal. Berdasarkan hal tersebut maka model analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu analisis regresi.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antar variabel independen. Suatu model regresi yang baik mensyaratkan tidak terjadi (tidak terdapat) hubungan yang kuat antar variabel independen. Suatu model regresi
dikatakan bebas multikolinieritas jika nilai VIF (Variance Inflation Factor) kurang dari 10 dan Tolerance lebih dari 0,1. Hasil uji
Multicolinieritasadalah sebagai berikut: (Lampiran 6) Tabel V.9
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF Program diskon .925 1.081 Kartu anggota .925 1.081
Sumber: Pengolahan data primer 2012
Hasil uji mulitkolinearitas di atas diketahui bahwa nilai VIF (Variance Influence Factor) variabel program diskon dan kartu anggota kurang dari 10 dan memiliki nilai Tolerance yang lebih dari 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut di atas tidak memiliki hubungan yang kuat antar variabel independen atau dengan kata lain tidak mengalami gangguan multikolineritas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data memiliki kesamaan variansi atau tidak. Suatu model regresi yang baik mensyaratkan bahwa data dalam suatu faktor harus memiliki kesamaan variansi (homoskedastis). Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji Gletsjer. Suatu model regresi dikatakan bebas
heteroskedastisitas menurut uji Gletsjer jika masing-masing variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan yang diketahui dari signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) > 0,05 terhadap nilai absolut residual variabel dependen. Hasil uji heteroskedastisitas yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: (Lampiran 7)
Tabel V.10
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) .419 .287 1.460 .148 Program diskon -.034 .061 -.059 -.558 .578 Kartu anggota -.009 .061 -.015 -.145 .885
Sumber: Pengolahan data primer 2012
Hasil uji heteroskedastisitas dapat diketahui semua variabel dalam penelitian ini (program diskon dan kartu anggota) memiliki nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel program diskon dan kartu anggota bebas dari gangguan heteroskedastisitas(homoskedastis).
D. Pengaruh Program Diskon Dan Kartu Anggota Terhadap Kepuasan
Konsumen
Untuk mengetahui apakah program diskon dan kartu anggota memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli digunakan analisis regresi linier
berganda. Hasil analisis regresi berganda yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut: (Lampiran 8)
Tabel V.11
Pengaruh Program Diskon Dan Kartu Anggota Terhadap Minat Beli
Variabel Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) -.308 .434 -.710 .479 Program diskon .602 .092 .481 6.570 .000 Kartu anggota .534 .093 .421 5.749 .000 F 52.410 Prob. 0,000 Adj. R Square 0,509 Dependent Variable: Minat beli Sumber: Pengolahan data primer 2012
Berdasarkan hasil analisis regresi di atas dapat dibuat model persamaan regresi sebagai berikut:
Y = a + b1X1+ b2X2
Y = -0,308 + 0,602X1+ 0,534X2
Hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa semua variabel penelitian (program diskon dan kartu anggota) memiliki nilai koefisien regresi (beta) yang positif.
1. Uji Secara Simultan (Uji F)
Untuk menguji apakah secara simultan program diskon dan kartu anggota memiliki pengaruh terhadap minat beli digunakan uji F. Ketentuan analisis regresi secara simultan atau uji F adalah sebagai berikut:
Menerima Ho: jika signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) > 0,05 yang artinya program diskon dan kartu anggota secara simultan tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli. Menolak Ho: jika signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) 0,05
yang artinya program diskon dan kartu anggota secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli.
Hasil uji regresi secara simultan (uji F) diperoleh nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) = 0,000. Berdasarkan ketentuan analisis regresi secara simultan yaitu nilai signifikansi atau probabilitas/ kesalahan (p) 0,05 maka Ho ditolak. Hal ini berarti, program diskon dan kartu anggota secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli.
Kemampuan variasi program diskon dan kartu anggota secara simultan menjelaskan variasi minat ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,509. Hal ini menunjukkan bahwa, program diskon dan kartu anggota secara simultan mampu menjelaskan 50,9% minat beli,
sedangkan sisanya sebesar 49,1% minat beli dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.
2. Uji Secara Parsial (Uji t)
Untuk menguji apakah secara parsial program diskon dan kartu anggota memiliki pengaruh terhadap minat beli digunakan uji t. Ketentuan analisis regresi secara parsial untuk hipotesis 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:
Menerima Ho: jika signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) > 0,05 yang artinya program diskon dan kartu anggota secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli. Menolak Ho: jika signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) 0,05
yang artinya program diskon dan kartu anggota secara parsial memiliki pengaruh terhadap minat.
Ketentuan analisis regresi untuk hipotesis 4 adalah sebagai berikut: Menerima Ho: jika hasil dari regresi linier berganda (B) Standardized
kepemilikan kartu anggota > program diskon yang artinya kepemilikan kartu anggota lebih besar pengaruhnya terhadap minat beli.
Menolak Ho: jika hasil dari regresi linier berganda (B) Standardized kepemilikan kartu anggota≤ program diskon yang artinya kepemilikan kartu anggota tidak lebih besar pengaruhnya terhadap minat beli.
Hasil analisis regresi secara parsial pada masing-masing variabel atau variabel adalah sebagai berikut:
a. Program diskon
Hasil uji regresi secara parsial diperoleh nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) = 0,000 dan koefisien regresi (b) sebesar 0,602. Berdasarkan ketentuan analisis regresi secara parsial di mana nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) 0,05 maka Ho ditolak. Hal ini berarti variabel program diskon memiliki pengaruh yang positif terhadap minat beli. Artinya semakin menarik atau baik program diskon yang diberikan Centro secara nyata akan meningkatkan minat beli konsumen atas produk-produk yang dijual Centro.
b. Kartu anggota
Hasil uji regresi secara parsial diperoleh nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) = 0,000 dan koefisien regresi (b) sebesar 0,534. Berdasarkan ketentuan analisis regresi secara parsial di mana nilai signifikansi atau probabilitas/kesalahan (p) 0,05 maka Ho ditolak. Hal ini berarti variabel kartu anggota memiliki pengaruh yang positif terhadap minat beli. Artinya semakin banyak manfaat yang diperoleh konsumen atas kepemilikan kartu anggota secara nyata akan meningkatkan minat beli konsumen atas produk-produk yang dijual Centro.
c. Program diskon dan kartu anggota
Hasil analisis regresi diketahui bahwa, program diskon (Adj. R Square 0,509, b = 0,602) memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap minat beli dibandingkan kartu anggota (Adj. R Square 0,509, b = 0,534). Hal ini berarti variabel program diskon memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap minat beli. Artinya program diskon yang dilakukan oleh Centro Departement Store lebih menarik minat beli konsumen daripada kepemilikan kartu anggota.