PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (selanjutnya disebut “bank bjb” atau Perseroan) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 1960 tentang penentuan perusahaan milik Belanda di Indonesia yang dikenakan nasionalisasi. Salah satu perusahaan milik Belanda yang berkedudukan di Bandung yaitu N.V Denis (De Eerste Nederlandsche Indische Shareholding) terkena ketentuan tersebut dan diarahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Bank telah mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 20 Mei 1961.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (hereinafter referred to as “bank bjb” or Company) was established based on the Government Regulation No.33 of 1960 regarding the determination of Dutch-owned companies in Indonesia which are subject to nationalization. One of the Dutch-owned companies in Bandung, which was N.V Denis (De Eerste Nederlandsche Indische Shareholding), was subject to this provision and directed to Level I Region of West Java Local Government. The Bank started its commercial operations on 20 May 1961.
Sebagai tindak lanjut dari peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1960, Pemerintah daerah Tingkat Provinsi I Jawa Barat mendirikan Bank Karya Pembangunan dengan Akta Notaris Noezar No. 152 tanggal 21 Maret 1961 dan No. 184 tanggal 13 Mei1961 yang kemudian dikukuhkan dengan surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 7/GKDN/BPD/61 tanggal 20 Mei 1961 dengan nama PD Bank Karya Pembangunan Jawa Barat. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 11/PD/DPRD/72 tanggal 27 Juni 1972, kedudukan hukum PD Bank Pembangunan Jawa Barat diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat mendapat sebutan “Bank Jabar” dan logo Baru berdasarkan peraturan daerah No. 11 tahun 1995.
Berdasarkan surat keputusan Direksi Bank Indonesia No. 12/84/ KEP/DIR tanggal 2 November 1992, Bank memperoleh status sebagai Bank Devisa. Penyesuaian bentuk badan hukum Bank menjadi perseroan terbatas dinyatakan dalam Akta Notaris No.4 tanggal 8 April 1999 yang dibuat dihadapan Notaris Popy Kuntari Sutresna, SH, M.Hum. yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dengan surat keputusan No. C2-7310. HT.01.01.TH.99 tanggal 16 April 1999 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39 tanggal 14 Mei 1999. Pada Tanggal 12 September 2007, nama Bank diubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten berdasarkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hal Asasi Manusia melalu surat No. WB-02673HT.01.04- TH.2007. Berdasarkan surat keputusan Direksi No.1065/SK/ DIR-PPN/2007 tanggal 29 November 2007, Bank mengubah penyebutan nama menjadi “Bank Jabar Banten”.
Berdasarkan surat Bank Indonesia No.12/78/APBU/Bd tanggal 30 Juni 2010 perihal rencana perubahan logo Bank serta surat keputusan Direksi No.1337/SK/DIR-PPN/2010 tanggal 5 Juli 2010 tentang Perubahan logo dan penyebutan nama serta pemberlakuan Brand Identity Guidelines, maka pada tanggal 02 Agustus 2010 penyebutan nama “Bank Jabar Banten” resmi diubah menjadi “bank bjb”.
As a follow up to Government Regulation No.33 of 1960, Level I Region of West Java Local Government established Bank Karya Pembangunan with Notarial Deed Noezar No.152 dated 21 March 1961 and No.184 dated 13 May 1961 which was then confirmed by Governor Decree of West Java Province No.7/ GKDN/BPD/61 dated 20 May 1961 under the name of PD Bank Karya Pembangunan Jawa Barat. Based on West Java Provincial Regulation No.11/PD/DPRD/72 dated 27 June 1972, the legal position of PD Bank Pembangunan Jawa Barat was changed to Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat under the title “Bank Jabar” with new logo based on local regulation No.11 of 1995.
Based on the decree of the Board of Directors of Bank Indonesia No.12/84/KEP/DIR dated 2 November 1992, the Bank attained a status as Foreign Exchange Bank. The adjustment of the Bank’s legal entity into a limited liability company was stated in Notarial Deed No.4 dated 8 April 1999 made before Notary Public Popy Kuntari Sutresna, SH, M.Hum., which was ratified by the Minister of Justice by Decree No.C2-7310.HT.01.01. TH.99 dated 16 April 1999 and announced in State Gazette of the Republic of Indonesia No.39 dated 14 May 1999.
On 12 September 2007, the Bank’s name was changed to PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten based on the ratification from Minister of Justice and Human Rights through Letter No.WB-02673HT.01.04-TH.2007. Based on the Decree of Board of Directors No.1065/SK/DIR-PPN/2007 dated 29 November 2007, the Bank changed its nickname to “Bank Jabar Banten”
Based on Bank Indonesia Letter No.12/78/APBU/Bd dated 30 June 2010 regarding the plan to change Bank logo and the decree of the Board of Directors No.1337/SK/DIR-PPN/2010 dated 5 July 2010 regarding the change of logo and nickname as well as the enforcement of Brand Identity Guidelines, therefore, on 2 August 2010, the nickname “Bank Jabar Banten” was officially changed to “bank bjb”.
The Company Logo represents Services Outreach, and in secondary perspective it means wings that fly to advancement. The shape of wings in bank bjb logo symbolizes the far-reaching arm to provide the best service to customers, shareholders, and society. Meanwhile, the use of letters in logotype is the transformation of Alte Haas Grothesk letter.
The selection of bank bjb name presents an acronym of Bank Jabar Banten, which portrays the nature of simplicity and modern society where bank bjb will operate. The name depicts the transformation of bank bjb to be more effective and professional in serving all levels of society, from Sabang to Merauke.
Brand Personality of bank bjb illustrates an agile, swift, and highly skilled banking financial institution in every action and interaction with shareholders, customers, and community in general. Furthermore, it also shows a financial institution that is humble, friendly, and remains close to community, shareholders, and customers. Thus, in its daily operational process, these natures become the core of every action. The name also shows a well-established financial institution having strong foundation that looks confident in facing competition and becomes top player in the industry as well as in the process of servicing customers.
Logo Perseroan memiliki makna Jangkauan Pelayanan, dalam perspektif sekunder berarti sayap yang terbang untuk kemajuan. Bentuk sayap pada logo bank bjb melambangkan lengan yang menjangkau jauh untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah, shareholder dan seluruh masyarakat. Sedangkan penggunaan huruf pada logotype merupakan pengembangan bentuk dari huruf Alte Haas Grothesk.
Pemilihan nama bank bjb hadir sebagai akronim dari Bank Jabar Banten menggambarkan sifat kesederhanaan dan sifat modern masyarakat di mana bank bjb akan berbakti. Nama ini menggambarkan transformasi bank bjb untuk menjadi lebih efektif dan profesional dalam melayani seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
brand Personality sederhana simple bersahabat friendly Kekeluargaan Kinship Tulus sincere melayani services ramah friendly
Brand Personality bank bjb menggambarkan sosok institusi finansial perbankan yang cekatan, sigap dan terampil dalam setiap tindakan maupun interaksi, baik dengan shareholder, nasabah maupun dengan masyarakat pada umumnya. Selain itu, juga menunjukkan sosok institusi finansial yang membumi, akrab, ingin selalu dekat dengan masyarakat, shareholder dan nasabahnya. Sehingga dalam proses operasional hari ke hari, sifat ini menjadi nafas dalam setiap tindakan. Serta, menampilkan sosok sebuah institusi finansial yang mapan, memiliki fondasi yang kuat dan dengan demikian tampak penuh percaya diri dalam menghadapi persaingan, menjadi pemain teratas dalam industri maupun dalam proses pelayanan dengan nasabah.