• Tidak ada hasil yang ditemukan

evaluasi Pelatihan

Dalam dokumen FA AR BJB 2016 lowress (Halaman 118-121)

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Divisi Pendidikan dan Pelatihan bank bjb baik berupa in house training, public training/seminar/

workshop (dalam negeri maupun luar negeri) untuk periode bulan Januari-Desember 2016, dapat kami sampaikan sebagai berikut:

EvaluasiTraining Level 1: Reaction

Evaluasi level ini mengukur tingkat kepuasan peserta setelah mengikuti training. Selain itu untuk mengetahui opini dari para peserta mengenai training yang diikutinya. Cara yang biasa dilakukan adalah meminta para peserta untuk mengisi sebuah kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang reaksi dan kesan mereka atas penyelenggaraan training

tersebut. Hal-hal yang dievalasi pada level ini antara lain mengenai materi training, instruktur/trainer, fasilitas yang disediakan, waktu penyelenggaraan, serta metode yang digunakan.

Sejauh ini proses evaluasi level-1 dilakukan oleh Divisi Pendidikan dan Pelatihan pada setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan dan Pelatihan baik yang diselenggarakan dalam bentuk in house training maupun pelatihan public training dalam dan luar negeri. Khusus untuk pengukuran pada pelatihan publik dilakukan dengan menggunakan pendekatan vendor assesment, yaitu pengukuran kualitas trainer, materi dan fasilitas pelatihan yang diselenggarakan oleh vendor-vendor pelatihan di mana Divisi Pendidikan dan Pelatihan mengikutsertakan pegawai bank bjb dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh vendor-vendor pelatihan tersebut.

Evaluasi ini dilaksanakan pada saat setelah program pendidikan dan pelatihan klasikal berlangsung, untuk mengukur reaksi peserta terhadap kualitas Trainer, Materi Pelatihan dan Fasilitas dengan hasil sebagai berikut.

jenis evaluasi

Type of evaluation level

skala Penilaian assessment

scale

rata-rata nilai

average score Target

penilaian peserta terhadap kegiatan Diklat secara keseluruhan

participant’s assessment to the overall Training and education activity

In house Training

Materi dan Trainer/ pengajar

Material and Trainer/ Teacher L1 1 – 5 Internal 4.15 4.13 4.12 3.75 eksternal external 4.12 Fasilitas / Facility 4.21 public Traning

Materi dan Trainer/ pengajar

Material and Trainer/ Teacher

L1 1 – 5 3.99 3.75

nilai peserta pelatihan | Training Participant’s score l2 0 – 100 85.86 70.00 Sedangkan untuk hasil rata –rata evaluasi Level 1 (Reaction) untuk

periode bulan Januari-Desember 2016 memperoleh skor rata-rata sebesar 4.12dari skor maksimal 5.0, Hal ini menunjukkan bahwa secara umum materi dalam pelatihan ini memiliki kualitas Sangat Baik.

EvaluasiTrainingLevel2: Learning

Tujuan evaluasi tahap ini adalah mengukur sampai sejauh mana materi yang diberikan selama pelatihan telah dipahami, dihayati, dan diingat oleh para peserta. Pengukuran biasanya dilaksanakan dalam bentuk tes yang dilakukan sebelum dan sesudah training. Tiga domain kompetensi (knowledge, skills, dan attitudes) merupakan hal-hal yang dapat diberikan dan diukur dalam suatu pelatihan. Oleh karenanya, evaluasi pada level ini juga menekankan pada seberapa jauh pembelajaran (learning) peserta atas materi

training dalam konteks meningkatkan kompetensi mereka. Untuk mengetahui apakah seorang peserta telah memahami dengan baik materi training yang diikutinya dilakukan pengujian sebelum dan sesudah training (pretest dan post-test) dengan materi yang sama atau tidak jauh berbeda sehingga hasilnya dapat diperbandingkan. Jika terdapat peningkatan skor hasil post-test dibandingkan pre-test

maka diyakini bahwa peserta tersebut telah memiliki pemahaman yang lebih baik sebagai dampak mengikuti training.

Divisi Pendidikan dan Pelatihan selalu melakukan evaluasi di level ini pada setiap pelatihan yang diselenggarakan secara in house. Jenis pelatihan yang telah menerapkan evaluasi level-2 adalah pelatihan- pelatihan yang diklasifikasikan sebagai pelatihan teknikal pendukung pekerjaan dan pelatihan wajib. Terdapat beberapa metode evaluasi yang sering digunakan untuk melakukan pengukuran hasil pelatihan. Metode evaluasi yang digunakan biasanya berbentuk tes tertulis (pre test dan post test) apabila pelatihan tersebut lebih menekankan pada

This evaluation is carried out after completing the educational programs and classical trainings in order to measure the participants’ reaction on the quality of Trainers, Training Materials, and Facilities with the following results.

The average results of evaluation level 1 (Reaction) for the period of January-December 2016 shows an average score of 4.12 out of the maximum score of 5.0. This indicates that in general the training materials have Very Good quality. Evaluation of Training Level 2: Learning

The purpose of this evaluation is to measure to what extent the given materials in training have been understood, learned, and memorized by the participants. The measurement is usually performed in the form of pre-test and post-test trainings. The domains of competency (knowledge, skills, and attitudes) are things that may be given and measured in the trainings. Therefore, the evaluation at this level also emphasizes the extent of learning of the participants on the training material in the context of improving their competence.

To find out whether a participant has understood clearly the materials in the training attended, both pre-test and post-test are conducted using the same or similar materials in order to be able to compare both results. If there is an increase in the post-test scores compared to the pretest scores, it is believed that the participant has better understanding as a result of attending such trainings.

The Education and Training Division always evaluates in this level on any in-house training. The type of training that has implemented the level-2 evaluation is trainings classified as employment support technical trainings and mandatory trainings. There are several evaluation methods often used to measure the training results. The evaluation methods used are usually in the form of a written test (pre-test and post-test) if the training puts more emphasis on improving the participants’

peningkatan pemahaman peserta mengenai suatu materi. Apabila sebuah pelatihan lebih menekankan pentingnya penguasaan sebuah

skills/keterampilan tertentu, metode evaluasi dilakukan dalam bentuk

role play/simulasi maupun tes praktek. Selain itu Divisi Pendidikan dan Pelatihan juga menggunakan metode Focus Group Discussion

dan Studi Kasus untuk mengujkur efektivitas sesi pelatihan yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi problem solving pada para pesertanya.

Evaluasi ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta atas materi yang diberikan melalui penilaian yang dilaksanakan oleh penguji dari pelaksana agenda pelatihan, dengan hasil rata-rata 85.86 dari skor masimal 100. Dimana rata-rata penilaian L2 telah melebihi target dengan nilai 70.

EvaluasiTraining Level3: Behavior

Evaluasi level 3 dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang terjadi pada diri peserta pada saat peserta kembali ke lingkungan pekerjaannya setelah mengikuti training, khususnya perubahan pada behavior ketiga domain kompetensi (knowledge, skills, dan attitudes). Pengukuran yang dilakukan pada level ini lebih dititikberatkan kepada perubahan-perubahan dalam job behavior apa saja yang terjadi setelah seorang pegawai mengikuti training tertentu. Dengan kata lain, evaluasi level 3 ini tak cukup hanya sekedar mengukur perubahan yang terjadi pada behavior peserta setelah mengikuti pelatihan, namun lebih jauh lagi perlu dievaluasi pula sejauhmana perubahan yang terjadi tersebut dapat diterapkan dalam praktek kerja sehari-harinya. Evaluasi ini perlu dilakukan karena bisa saja perubahan yang dialami oleh peserta training berupa meningkatnya pengetahuan, bertambahnya keterampilan, atau berubahnya perilaku dalam kinerja pada kenyataanya tidak dapat membawa pengaruh besar ketika dicoba untuk diterapkan dalam pekerjaannnya, hal mana disebabkan oleh adanya faktor-faktor

non training yang menjadi penghambat, misalnya sistem operasional yang kurang mendukung, lingkungan kerja yang kurang kondusif dan sebagainya, bahkan business process yang tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Divisi Pendidikan dan Pelatihan telah melakukan pengukuran pada

level ini untuk pelatihan-pelatihan yang sifatnya teknikal pendukung pekerjaan. Pemilihan jenis pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingkat kepentingan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi pegawai dalam pekerjaan sehari-hari dimana pegawai dapat secara langsung menerapkan materi pelatihan dalam pekerjaan

understanding of the material. If a training emphasizes on the importance of mastery of a skill/specific skills, the evaluation method is conducted in the form of role plays/simulations and practice tests. In addition, the Education and Training Division also uses Focus Group Discussion and Case Studies to assess the effectiveness of training sessions that focus on improving the competence of problem solving of the participants.

This evaluation is carried out to measure participants’ level of understanding of the given material through an assessment that is conducted by the examiners of the training agenda, with an average result of 85.86 out of a maximum score of 100 in which the average score of L2 has exceeded the target with a score of 70.

Evaluation of Training Level3: Behavior

The level-3 evaluation is conducted to determine how far the changes has happened to the participants when the participants returned to work after the participating in the training, particularly changes in the behavior of the three domains of competencies (knowledge, skills, and attitudes). Measurements conducted at this level puts more emphasize on changes in the job behavior, changes that occurs after an employee participated in a specific training. In other words, the level-3 evaluation does not simply measure the changes in the behavior of the participants after the training, but further, the extent of the changes that can be applied in their daily work practices also needs to be evaluated. This evaluation may be necessary because the changes experienced by the trainees in the form of increased knowledge, increased skills, or changes in behavior in performance is in fact does not have a big impact when it is applied in the job, caused by the presence of non-training factors that becomes an inhibitor, for example, operating system that is not as supportive, less favorable working environment and so on, even business processes that are not running properly.

The Education and Training Division has made measurements at this level for trainings that are technical work support in nature. The selection of this type of training is motivated by the importance of training in improving employee competence in daily work, where employees can directly apply the training materials in their daily work. In addition, the selection of

sehari-hari. Selain itu pemilihan jenis pelatihan teknikal juga lebih disebabkan oleh perilaku kerja pada kompetensi yang ditingkatkan melalui pelatihan jenis ini merupakan perilaku kerja yang over dan bisa diamati oleh atasan langsung para peserta.

Pengukuran yang biasa dilakukan oleh Divisi Pendidikan dan Pelatihan adalah dengan mengirimkan kuesioner lembar observasi kepada para peserta saat penutupan pelatihan untuk diserahkan kepada atasan langsung para peserta pelatihan. Selanjutnya setelah enam bulan dari waktu pelatihan para atasan langsung dari peserta pelatihan melakukan pengamatan terhadap kinerja para pesertanya yang ditindaklanjuti dengan melakukan penilaian terhadap kinerja para peserta setelah pelatihan. Penentuan waktu pengukuran enam bulan sejak pelatihan berlangsung dilakukan untuk memberikan kesempatan terlebih dahulu para peserta dalam mengaplikasikan materi yang didapatkan pada saat pelatihan dalam pekerjaannya sehari-hari, sehingga pengukuran kinerja pasca pelatihan bisa dilakukan. Dari hasil sampling yang didapat, rata-rata skor L3 yang didapat sebesar 3.92 dari skor maksimal 5. Dimana rata-rata penilaian L3 telah melebihi target dengan nilai 3.00.

BIAYA PENGEMBANGAN

Dalam dokumen FA AR BJB 2016 lowress (Halaman 118-121)

Dokumen terkait