Ayah
mengapa kau pergi tinggalkan kami Yakni anak-anakmu
Dewi Yanti, 2014
Ayah
di sepi hening ku rindu Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan
Hanya tinggal kerinduan Anakmu kini
Banyak menanggung beban Rasanya ku ingin Ku ingin mendekap
Dan tertidur lelap di pangkuanmu Terimakasih ayah dengan apa yang kau beri Pasti aku jadi tersandung
Jika ku ada di dekatmu Jika ku boleh jujur
Kau segala-galanya untukku
Ayah aku akan selalu rindu dan mendoakanmu
Puisi epik yang berjudul Ayah Segala-galanya Untukku karya Reni Asmaria di atas adalah puisi yang tergolong pada kategori nilai rendah kedua pada tes awal kelas Kontrol. Terdapat lima aspek penilaian dalam pembelajara menulis puisi epik ini di antaranya diksi, pengimajian/ citraan, majas/ gaya bahasa, tema dan amanat. Berikut analisis penilaian puisi di atas berdasarkan kelima aspek tersebut.
Diksi
Puisi di atas menggunakan diksi yang kurang padu dengan tema, konteks dan substansi puisi epik. Hakikat puisi epik adalah naratif yang menceritakan kepahlawanan seseorang yang menjadi subjek permasalahn yang diangkat. Kepahlawanan yang digambarkan dengan objektif, semua orang di duniaa mengetahui bagaimana bentuk kepahlawanan yang dimunculkan tersebut. Dalam
puisi ini mengungkapkan seutuhnya tentang kerinduan pada seorang ayah, tidak mengungkapkan kepahlawanan dan perjuangan yang objektif dari seorang ayah. Hal tersebut dapat terlihat pada diksi-diksi di bawah ini.
Ayah
mengapa kau pergi tinggalkan kami Yakni anak-anakmu
Ayah
di sepi hening ku rindu Untuk menuai padi milik kita
Puisi Ayah Segala-galanya untukku di atas secara kriteria penilaian diksi yang variatif, tergolong pada bobot nilai kurang variatif, terdapat penggunaan diksi yang mencontek dari penggalan syair lagu, sehingga keaslian puisi dipertanyakan. Berikut penggunaan diksi yang menurut penilai mencontek penggalan syair lagu.
Ayah
di sepi hening ku rindu Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan
Hanya tinggal kerinduan Anakmu kini
Banyak menanggung beban
Selain penggunaan diksi yang kurang variatif, terdapat penggunaan diksi yang tidak padu dengan konteks puisi serta larik sebelum dan sesudahnya. Ketidak paduan memberikan pemaknaan yang berbeda pada puisi, berikut bentuk ketidak paduan tersebut.
Terimakasih ayah dengan apa yang kau beri Pasti aku jadi tersandung
Jika ku ada di dekatmu
Dewi Yanti, 2014
Dalam Puisi epik berjudul Ayah Segala-galanya untukku di atas terdapat dua penggunaan imaji yang muncul, yakni visual dan audio. Berikut larik-larik mengapa kau pergi tinggalkan kami, di sepi hening ku rindu. Penggunaan citraan visual dan audio pada puisi tersebut kurang padu dengan konteks puisi epik, namun padu dengan diksi-diksinya. Citraan visual dan audio yang muncul pada puisi tersebut kurang menambah efek estetika/ keindahan pada puisi epik, namun cukup menambah daya ungkap puisi epik tersebut. Penggunaan imaji pada larik tersebut mengungkapkan kerinduan seorang anak pada ayahnya. Kerinduan yang hanya tinggal kerinduan, sebab sang ayah telah pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Ia hanya mampu merasakan kerinduan saat ayahnya masih hidup serta mendoakan sang ayah.
Gaya Bahasa (Majas)
Pada puisi di atas tidak terdapat penggunaan majas yang menonjol, sehingga tidak memberikan efek estetika pada puisi tersebut. Tidak adanya penggunaan majas pada puisi tersebut berdampak pada semua aspek penilaian majas, baik pada daya ungkap puisi, kepaduan ataupun cerminan karakter yang ditampilkan dalam puisi.
Tema
Penggunaan tema pada puisi epik yang berjudul Ayah Segala-galanya untukku di atas kurang sesuai dengan konsep dan kriteria puisi epik. Dalam puisi ini mengungkapkan seutuhnya tentang kerinduan pada seorang ayah, tidak mengungkapkan kepahlawanan dan perjuangan yang objektif dari seorang ayah. Penulis tidak menampilkan bentuk kepahlawannan seorang ayah sebagai subjek permasalahan (subject matter) yang mengagumkan, kehebatannya yang objektif, bahkan seluruh dunia mengetahui bagaimana kehebatan seorang ayah, namun menyajikan narasi tentang kerinduannya ditinggalkan oleh ayahnya.
Dalam puisi yang berjudul Ayah Segala-galanya untukku di atas, terdapat amanat yang cukup padu dengan dengan tema, namun tidak dengan substansi puisi epik. Secara tersirat amanat yang hendak disampaikan penulis pada pembaca yakni bahwa kita harus mencintai orang tua kita dan selalu mendoakannya, karena semua yang ada di duniaa ini tak akan abadi, maka cintailah kedua orang tuamu dengan setulus hati sebelum semuanya hanya dapat dilakukan dalam ruang-ruang rindu.
Amanat yang tersirat dalam puisi di atas cukup menambah daya ungkap puisi, amanat juga mencerminkan nilai keteladanan dan dapat terpahami dengan baik. Nilai keteladanannya adalah bagaimana kita harus memiliki rasa cinta yang tulus kepada kedua orang tua, terus mencintai, membahagiakan dan mendoakan mereka. Setelah analisis hasil tes awal menulis puisi epik kelas kontrol berdasarkan aspek diksi, citraan, majas, tema, dan amanat pada puisi yang berjudul Ayah Segala-galanya Untukku karya Reni Asmaria di atas, berikut nilai yang diperoleh.
Hasil Tes Awal (Pretes) Menulis Puisi Epik Kelas Kontrol
Nama : Reni Asmaria
No. Urut : 10 Kelas : VIII. 3
No. Aspek yang Dinilai Bobot
Penilai Jumlah P1 + P2 2
Dewi Yanti, 2014
1. Diksi
Padu Variatif Ekspresif
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 14 14 14
2. Pengimajian (Citraan)
Unsur- unsur Visual, Auditif Taktilis, dan Olfaktif Padu
Estetika/ Keindahan
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 10 9 9,5
3. Gaya Bahasa (Majas)
Estetika/ keindahan Daya ungkap
Padu
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 9 9 9
4. Tema
Konsep & Kriteria Puisi epik
Padu
Subjek permasalahan (subject matter)
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 15 16 15,5
5. Amanat
Padu
Daya Ungkap Teladan dan terpahami
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 15 15 15
Total 100 63 63 63
Nama : Fatimah Rusyda No. Urut : 02
Kelas : VIII. 3
Habibie
Kau begitu gigih menuntut ilmu Demi menemukan sesuatu
Yang luar biasa Hingga kau berhasil
Pesawat terbang yang kau buat
Dapat mengharumkan nama INDONESIA Namun itu hanya sejenak
Karena rakyat Indonesia yang tidak memperdulikannya Dan kau takkan menyerah
Sebelum kau merasakan
kepuasan dengan apa yang kau dapat Oh.... Habibie
Kaulah pahlawan Indonesia Yang begitu kuat dan gigih
Puisi epik yang berjudul Habibie karya Fatimah Rusyda di atas adalah puisi yang tergolong pada kategori nilai rendah kedua pada tes awal kelas Kontrol. Terdapat lima aspek penilaian dalam pembelajara menulis puisi epik ini di antaranya diksi, pengimajian/ citraan, majas/ gaya bahasa, tema dan amanat. Berikut analisis penilaian puisi di atas berdasarkan kelima aspek tersebut.
Diksi
Puisi di atas menggunakan diksi yang cukup padu dengan tema dan konteks puisi tersebut, serta cukup mencerminkan substansi puisi epik yang menggambarkan sosok kepahlawanan dan jasa Habibie untuk Indonesia. Penulis mengungkapkan bentuk kepahlawanan dan jasa Habibie secara objektif seluruh rakyat Indonesia mengetahui bagaimana bentuk kepahlawanan Habibie. Hal tersebut dapat terlihat pada diksi-diksi yang dihitamkan di bawah ini:
Kau begitu gigih menuntut ilmu Demi menemukan sesuatu Yang luar biasa
Hingga kau berhasil
Pesawat terbang yang kau buat
Dewi Yanti, 2014
Penggunaan diksi-diksi dalam puisi di atas cukup padu dengan tema dan substansi puisi epik, namun terdapat satu penggunaan diksi yang menurut penilai menunjukkan sesuatu yang kurang padu dengan kenyataan, sehingga menimbulkan pemarkahan yang salah pada larik dan bait puisi tersebut. Berikut bentuk penggunaan diksi yang digunakan penulis, namun dirasa tidak sesuai dengan kenyataan.
Pesawat terbang yang kau buat
Dapat mengharumkan nama INDONESIA Namun itu hanya sejenak
Karena rakyat Indonesia yang tidak memperdulikannya Dan kau takkan menyerah
Sebelum kau merasakan
kepuasan dengan apa yang kau dapat
Puisi Habibie di atas secara kriteria penilaian diksi yang variatif, tergolong pada bobot nilai cukup variatif, karena minimnya pengulangan diksi yang digunakan penulis. Meski penggunaan diksi di atas cukup variatif, namun kurang menambah efek estetika pada puisi tersebut, sehingga pembaca kurang merasakan daya tarik pada diksi yang digunakan.
Pengimajian (Citraan)
Dalam Puisi epik berjudul Habibie di atas hanya terdapat satu penggunaan imaji yang muncul, yakni penciuman. Berikut larik-larik yang memunculkan imaji penciuman pada puisi di atas: dapat mengharumka n nama Indonesia. Penggunaan citraan penciuman pada puisi tersebut cukup padu dengan konteks puisi epik dan diksi-diksinya. Citraan penciuman yang muncul pada puisi tersebut cukup menambah efek estetika/ keindahan dan menambah daya ungkap puisi epik tersebut. Penggunaan imaji pada larik tersebut mengungkapkan kerja keras Habibie menjadikan Indonesia dikenal duniaa dengan prestasi anak bangsanya yang gemilang.
Gaya Bahasa (Majas)
Dalam puisi di atas tidak terdapat penggunaan majas yang menambah efek estetika, namun terdapat penggunaan diksi yang mengandung makna konotasi.
Berikut larik yang mengandung konotasi dalam puisi tersebut, pesa wat terbang yang kau buat dapat mengharumkan nama Indonesia. Penggunaan diksi yang berkonotasi tersebut cukup menambah efek estetika dan daya ungkap pada puisi tersebut.
Makna konotasi pada larik pesa wat terbang yang kau buat dapat mengharumkan nama Indonesia, mengungkapkan jasa Habibie yang menjadikan Indonesia dikenal duniaa dengan prestasi anak bangsanya yang gemilang, prestasi anak Indonesia, sebagai orang Indonesia yang pertama menciptaan pesawat terbang.
Puisi di atas cukup padu dengan tema, konteks, dan substansi puisi epik, selain itu penggunaan makna konotasi tersebut cukup juga mencerminkan/ memuat nilai karakter semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan taggung jawab sesuai tema dan substansi puisi epik. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam puisi tersebut sesuai dengan citra Habibie (subject matter) yang ditampilkan dalam puisi tersebut
Tema
Penggunaan tema pada puisi epik yang berjudul Habibie di atas cukup sesuai dengan konsep dan kriteria puisi epik. Dalam puisi ini mengungkapkan menggambarkan sosok kepahlawanan dan jasa Habibie untuk Indonesia. Penulis mengungkapkan bentuk kepahlawanan dan jasa Habibie secara objektif, seluruh rakyat Indonesia mengetahui kepahlawanan Habibie dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata duniaa. Hal tersebut tersurat pada potongan-potongan bait di bawah ini.
Kau begitu gigih menuntut ilmu Demi menemukan sesuatu Yang luar biasa
Hingga kau berhasil
Pesawat terbang yang kau buat
Dapat mengharumkan nama INDONESIA
Dari beberapa potongan larik puisi ini, terlihat jelas bagaimana tema puisi epik yang diusung, cukup merefleksikan nilai karakter semangat kebangsaan,
Dewi Yanti, 2014
cinta tanah air dan tanggung jawab melalui subjek permasalahan ini (subject matter), Habibie yang terungkap dalam makna keseluruhan puisi tersebut.
Amanat
Dalam puisi epik yang berjudul Habibie di atas, terdapat amanat yang cukup padu dengan tema, isi dan substansi puisi epik. Secara tersirat amanat yang hendak disampaikan penulis pada pembaca yakni bagaimana kita mengenang perjuangan dan jasa Habibie yang gigih berjuang mengharumkan nama Indonesia di mata duniaa dengan prestasinya yang gemilang. Amanat dalam puisi ini juga cukup menambah daya ungkap puisi, terkait apa yang hendak disampaikan pengarang dalam puisi epik tersebut serta dapat dipahami pembaca dengan baik.
Selain amanat yang menambah daya ungkap puisi, amanat juga cukup mencerminkan nilai keteladanan dan dapat terpahami dengan baik. Nilai keteladanannya adalah bagaimana kita sebagai penerus bangsa harus mampu berjuang dengan prestatasi gemilang, membawa nama bangsa, agar Indonesia tidak lagi menjadi negara yang tertinggal dari negara-negara lainnya. Amanat puisi epik di atas cukup menunjukkan nilai karakter semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan taggung jawab yang digambarkan melalui subject matter yakni Habibie. Setelah analisis hasil tes awal menulis puisi epik kelas kontrol berdasarkan aspek diksi, citraan, majas, tema, dan amanat pada puisi yang berjudul Habibie karya Fatimah Rusyda di atas, berikut nilai yang diperoleh.
Hasil Tes Awal (Pretes) Menulis Puisi Epik Kelas Kontrol Nama : Fatimah Rusyda
No. Urut : 02 Kelas : VIII. 3
No. Aspek yang Dinilai Bobot Penilai Jumlah P1 + P2 2 I II 1. Diksi Padu Variatif Ekspresif
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 13 12 12,5
2. Pengimajian (Citraan)
Unsur- unsur Visual, Auditif Taktilis, dan Olfaktif Padu
Estetika/ Keindahan
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 10 10 10
3. Gaya Bahasa (Majas)
Estetika/ keindahan Daya ungkap
Padu
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 10 10 10
4. Tema
Konsep & Kriteria Puisi epik
Padu
Subjek permasalahan (subject matter)
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 17 17 17
5. Amanat
Padu
Daya Ungkap Teladan dan terpahami
Nilai Karakter Kreatif, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Taggung Jawab.
20 15 16 15,5
Total 100 65 65 65
G. Deskripsi Analisis Data Tes Akhir (Posttes) Kelas Kontrol
Dewi Yanti, 2014
1.
Kategori Nilai: Tinggi
Nama : Fauziah N.A No. Urut : 03
Kelas : VIII. 3