• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.2.1. Strategi Perjuangans

5.2.1.4 b Modal (Kapital) Ekonom

Menurut para ahli bahwa capital ekonomi yakni uang dan hak kepemilikan tentu saja dengan media pertukaran uang dan barang. Merujuk pada kedua hal tersebut bahwa modal capital ekonomi yang dikembangkan perkumpulan Papua pusaka bangsa adalah mengembangkan fisik dan capital manusia, dalam hal ini uang dijakan sebagai alat produksi produksi ciptaan manusia untuk mengembangkan capital fisik bentuk barang dan capital manusia itu. Karena tanpa uang pun modal modal fisik dan manusia dapat berkembang. Sehingga strategi yang dilakukan adalah bagai potensi sumberdaya manusia yang dimiliki masyarakat Papua barat dapat dikembangkan dengan baik agar mengahsil capital ekonomi melalui sumber daya alam yang dimiliki masyarakat setempata. Pemanfaatan sumber daya alam itu sama dengan menggunakan capital fisik yang bisa dijadikan sebagai barang yang bernilai ekonomis. Hubungan eknomi peran jaringan social dalam perilaku ekonomi telah lama

dibicangkan para pakar ekonomi dan sosial ekonomi. Bagaimana hubungan antara ekonomi dan sosial dibangun dalam komunitas virtual ini. bagian ini dimulai dengan menelaah gerakan sosial P3B tentang modal sosial dengan perkembangan modal kapital ekonomi. Modal sosial dipandang sebagai aset pasar dan tenaga kerja yang menunjukan loyalitas dan komitmen dalam mencapai suatu tujuan. Modal sosial sebagai aset modal pembangunan ekonomi masyarakat dengan tujuan bahwa pengembangan masyarakat melalui pembangun ekonomi kerakyatan.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan melalui strategi investasi ekonomi. strategi ini merupakan upaya mempertahankan atau meningkatkan berbagai jenis modal, yaitu akumulasi modal ekonomi dan modal sosial. Investasi modal sosial bertujuan melanggengkan dan membangun hubungan-hubungan sosial yang berjangka pendek maupun jangka panjang agar langgeng kelangsungannya, hubungan-hubungan sosial diubah dalam bentuk kewajiban-kewajiban yang bertahan lama, seperti melalui pertukaran uang, perkawinan, pekerjaan, dan waktu. Di setiap diskusi ketua P3B mengingatkan kepada anggotanya bahwa dalam gerakan perubahan Papua Barat ke arah transformis kita perlu investasi; investasi dalam bentuk ekonomi dan investasi dalam bentuk modal sosial melalui pendidikan sebab manusia Papua Barat adalah asset, jadi P3B membuat suatu investasi yang strategis. Dalam dunia perekonomian organisasi ini mendorong ekonomi rakyat dari sektor pedesaan (istilahnya mulai dari kampung-kampung), ini dilakukan agar

masyarakat perlu mendapat dorongan dan dukungan yang memadai dari gerakan sosial ini untuk mengantisipasi kemiskinan yang akut. Gerakan sosial perkumpulan Papua pusaka bangsa merupakan lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat, masyarakat mendapat bimbingan.

Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendidikan terhadap masyarakat adalah salah satu upaya yang harus dilakukan oleh P3B, dalam lembaga ini kita memasukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam sistem, agar sistem mengatur semua. Modal ini dipengaruhi oleh lembaga yang kuat, dan kemampuan intelektual yang memadai, untuk menggerakan strategi sosial dan aksi sosial lebih kepada kegiatan-kegiatannya, ini sebuah proses untuk membentuk sebuah mentalitalitas masyarakat dan mahasiswa agar bekerja untuk keberlangsungan hidup.

5.2.1.4c. Modal Budaya

Modal budaya yang dikembangkan organisasi P3B ini adalah, modal sosial di dalam sistem ekonomi. Modal budaya dikembangkan melalui pendidikan, pendidikan modal budaya masyarakat atau mahasiswa agar mengarah kepada hubungan antara strategi dan kinerja organisasi. Pendidikan mengubah paradigma masyarakat atau mahasiswa, misalnya model kerja baru dapat dikembangkan dengan budaya baru, cara berpikir baru dalam pemahaman realitas dimana masyarakat/mahasiswa itu berada. Paradigama baru yang dihadapi manajemen memerlukan perspektif baru dan penghargaan terhadap

masyarakat. jadi, bidang perilaku komunitas P3B menjadi penting saat ini dan masa mendatang.

Hal inilah yang diyakini oleh komunitas P3B, hanya merubah pola pikir (mitsed) masyarakat Papua Barat melalui manajemen pendidikan yang baik akan mendapatkan budaya baru. Yang dimaksud dengan budaya baru disini adalah cara baru yang dikembangkan karena perilaku komunitas yang akan dikembangkan merupakan bidang relatif baru. Penetapan tujuan dan kinerja organisasi P3B dalam budaya kolektivitas secara umum yang menunjukkan kecenderungan terhadap komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai seperti melayani minat terbaik dari kelompok dan dalam budaya kolektivitas masyarakat dalam komunitas ini. dimana tujuan partisipatif menghasilkan kinerja lebih baik dan komitmen lebih tinggi yang mengarah kepada sifat masyarakat yang baik, harmoni dalam relasi interpersonal, dapat dipercaya, sikap hormat, loyalitas dan rasa hormat terhadap orang yang mempengaruhi dalam suatu perubahan positif atau orang yang lebih hebat daripada kita, usaha dan keinginan bekerja, kesadaran akan tugas dan kewajiban, rasa terima kasih, kontribusi pada kesatuan tim merupakan dimensi yang lebih penting dalam kolektivitas dibandingkan criteria yang berhubungan dengan tugas dalam budaya individualistik.

Hal yang ingin tunjukan disini adalah budaya kolektivitas dalam budaya kerja tim dimensi budaya seperti ini pada dasarnya bersifat explanatory. Dalam budaya netral, emosi ditahan dan tidak diekspresikan. Masyarakat Papua Barat yang tergabung dalam

komunitas ini ingin menunjukan perasaan mereka melalui gerakan sosial ini. gerakan sosial P3B ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukan ekspresinya melalui tindakan nyata seperti kewirausahaan atau entrepreneurship. Menentukan karakter budaya pengetahuan yang baik merupakan pengetahuan yang diperlukan untuk menginterpretasikan pengalaman dan menghasilkan perilaku sosial yang baik.

Meskipun sangat sulit membuat generalisasi karena perbedaan individu dan masyarakat yang berbeda budaya, bahasa, karakter, watak di masyarakat Papua Barat. Namun disini komunitas P3B ingin menunjukkan bahwa ada dimensi budaya yang cukup baik untuk mendiskripsikan orientasi sosial dalam dunia usahanya. Dimensi tersebut adalah bagaimana masyarakat Papua Barat melihat dirinya sendiri, hubungan sosial dengan dunia nyata, individualialisme dan versus kolektivisme, dimensi waktu, ruang publik dan privasi. Dimensi tersebut menghasilkan budaya baru organisasi dalam tindakan. Berbagi pengetahuan mengenai sesuatu hal yang baru yang didapat melalui pendidikan formal maupun non formal mendapat modal budaya pendidikan baru.

5.2.1.4d. Modal Simbolik

Modal strategi simbolik yang dikembangkan adalah strategi investasi simbolis. Jenis strategi ini merupakan upaya melestarikan dan meningkatkan pengakuan sosial, legitimasi atau kehormatan melalui reproduksi skema-skema persepsi dan apresiasi yang paling

cocok dengan properti mereka, dan menghasilkan tindakan-tindakan yang peka untuk diapresiasi sesuai dengan kategori masing-masing. Misalnya sebua arti sebuah nama, arti sebuah simbol, gambar atau logo, dan sebagainya. Strategi ini dilakukan P3B agar sebuah nama atau simbol memiliki arti tersendiri dalam kelompok sosial tersebut. Selain itu juga komunitas ini ingin menjukan bahwa simbol sebagai identitas organisasi atau representative daripada kelompok masyarakat itu. Dan menunjuk pada proses yang menjebatani persepsi individu atau kelompok untuk menunjukan pilihan dan perilakunya. Modal simbol secara simbolik dimengerti dalam hubungannya dengan pengetahuan yang dibentuk dengan hubungan sosial masyarakat. Penggunaan simbol-simbol untuk melegitimasi kepemilikan, kecintaan, rasa memiliki, dan menunjukan pada identitas tim. Dengan adanya simbol-simbol akan menimbulkan persepsi masyarakat terhadap organisasi masyarakat tersebut. Tetapi setiap orang individu yang berbeda dari yang lain oleh karena itu selain penerimaan ada pula penolakan tergandung dalam konsep lingkungan dimana masyarakat mempersepsikan arti daripada simbol-simbol yang dapat diartikan sebagai koneksi masyarakat yang dalam kondisi tertentu dapat ditukar dengan capital ekonomi dan dapat dilembagaakan atau dugunakan sebagai simbol komunikasi. Misalnya adalah logo P3B sebagai berikut:

Gambar 1.5. Logo Komunitas Papua Pusaka Bangsa Sumber: Arsip P3B (2012)

Logo memiliki arti dua orang yang sedang bahu membahu, dimana tangannya sedang bergerak maju ke depan untuk meraih cita-cita dan harapan. Sesuai dengan latar belakang didirikan perkumpulan Papua pusaka bangsa adalah sebuah dorongan dari hati untuk mendukung, mendampingi dan membangun saudara-saudara kita di tanah Papua Barat untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai kesejahteraan. Melalui pembinaan, melatih, membentuk dan meningkat kualitas hidup dengan keterampilan/keahlian untuk mengejar cita-cita dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selain arti logo tersebut, adapun nama sebuah lembaga ini dengan Papua pusaka bangsa P3B, untuk sebuah nama mestinya ada artinya,dalam komunitas ini mengartikan nama sebagai berikut: pulau Papua Barat disebut juga ‘ujung bumi’ karena di Papua Barat masih terdapat orang-orang yang hidup pada jaman batu dan sangat tertinggal, selain letaknyanya paling Timur dari wilayah Indonesia. Di pulau terdapat lebih dari 312 suku dengan berbagai nama dan bahasa itulah arti sebuah nama perkumpulan Papua pusaka bangsa. Simbol

mempunyai arti, nama juga mempunyai arti, simbol-simbol atau nama mempunyai kaitan dengan hal-hal yang nyata, dapat diterangkan dalam bentuk deskripsi. Sebab orang adalah mahluk yang mempunyai kemampuannya menggunakan simbol. Jadi manusia bertindak terhadap benda-benda berdasarkan makna benda-benda tersebut, demikian hal juga dengan logo dan nama P3B tersebut.

Sebuah simbol atau nama tidak terbentuk begitu saja, dalam proses terbentuknya simbol-simbol pasti sudah terjadi interaksi sosial, interaksi melalui komunikasi merespon sebuah makna tersebut. Jadi dia menegaskan bahwa masyarakat terdiri dari orang-orang yang bertindak dan berinteraksi secara simbolik. Apa yang dianggap benar bagi P3B adalah sebagai landasan atau dasar pemikiran atau promosi yang dijadikan sebagai penarikan atau ketertarikan terhadap masyarakat lain. Dalam konteks simbol seperti ini dia memberikan makna terhadap dimana situasi masyarakat yang dihadapi oleh organisasi. Bahasa simbol itu menunjuk pada ajakan, simpatisan terhadap organisasi atau suatu aksi yang akan dilakukan oleh komunitas ini untuk gerakan perubahan.

Dokumen terkait