• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. METODE PENELITIAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 36-41)

b. Jadwal Kegiatan

PENELITIAN ANTAR PROFESI

7. BAB 3. METODE PENELITIAN

Lengkapi dengan alur penelitian dengan diagram alir penelitian yang

menggambarkan apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dikerjakan dalam tahun dalam bentuk fishbone diagram. Bagan penelitian harus dibuat secara utuh dengan pentahapan yang jelas, mulai dari awal bagaimana proses dan luarannya, dimana akan dilaksanakan, dan indikator capaian yang terukur.

8. BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN a. Anggaran Biaya

Anggaran biaya yang diajukan disusun secara rinci dan dilampirkan dengan format seperti pada Lampiran 4b. Ringkasan anggaran biaya yang diajukan pertahun disusun mengikuti komponen sebagaimana dalam Tabel 5.1

Pedoman Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2017. 7 skema 37

Tabel 5.1 Format Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian Antar Profesi yang Diajukan Setiap Tahun

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan (Rp)

Tahap I Tahap II

1

Honor Pembantu peneliti, Petugas

Survey, Jasa olah data (Maks.

20%).

2 Bahan habis pakai dan peralatan (30– 40%)

3 Perjalanan (15–25%)

4 Lain-lain: publikasi, seminar, laporan, lainnya sebutkan (Maks. 15%)

Jumlah

b. Jadwal Kegiatan

Jadwal Kegiatan disusun dalam bentuk bar chart untuk rencana penelitian yang diajukan sebagai berikut:

Tabel 7. Format Jadwal Kegiatan Penelitian Interprofesional

No

Kegiatan

Bulan Bulan

Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep 1 Kegiatan 1

2 Kegiatan 2

3 Uji Penerimaan produk n Kegiatan n

9. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan abjad nama pengarang, tahun, pengarang, tahun, judul tulisan, dan sumber (Harvard system). Hanya pustaka yang dikutip dalam usulan penelitian yang dicantumkan di dalam daftar pustaka.

10. LAMPIRAN

Lampiran 1 Justifikasi Anggaran Penelitian (lampiran 4.b);

Lampiran 2 Dukungan sarana dan prasarana penelitian menjelaskan fasilitas yang menunjang penelitian, yaitu parasarana utama yang diperlukan dalam penelitian ini dan ketersediaannya di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, industri/ stakeholder yang terkait. Apabila tidak tersedia, jelaskan bagaimana cara mengatasinya.;

Lampiran 3 Susunan organisasi tim peneliti dan pemberian tugas (lampiran 5);

Pedoman Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2017. 7 skema 38 Dosen (Proposal)

Tim Pengelola Penelitian Tk. Poltekkes Kemenkes

Yogyakarta

Tim Penilai Substansi (Tim Penilai Internal dan Eksternal)

Poltekkes Kemenekes Yogyakarta 1 2b 2a 3 7 4,5 Dosen (Protokol) 3 6a Komisi Etik 6b 8 7 9 7 10 Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Kapusdik SDM Kes Kemenkes RI 11 12 13a 13b Pelaksanaan Penelitian 13c

mitra, atau instansi mitra dan stakeholder atau industri terkait (apabila ada);

Lampiran 5 Biodata ketua dan anggota (lampiran 6); Lampiran 6. Surat pernyataan ketua peneliti (lampiran 7).

G. Besaran dan Sumber Dana Penelitian

1. Besaran dana stimulan yang bersumber dari internal Politeknik Kesehatan Kemenkes untuk setiap judul penelitian maksimal sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh juta rupiah); 2. Sumber dana berasal dari DIPA Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

H. Seleksi dan Evaluasi Proposal

Seleksi dan evaluasi proposal Penelitian Antar Profesi dilakukan dalam dua tahapan, yaitu (a) desk evaluasi dan (b) Komponen penilaian desk evaluasi proposal menggunakan formulir sebagaimana pada lampiran 8b. Sedangkan komponen penilaian pembahasan proposal menggunakan formulir sebagaimana pada lampiran 12a.

Mekanisme Seleksi Proposal

Mekanisme Seleksi:

1. Dosen pengusul menyampaikan proposal Penelitian Antar Profesi kepada Tim Pengelola Penelitian tingkat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk dilakukan seleksi administrasi oleh Tim Pengelola Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta;

2. Tim Pengelola Penelitian tingkat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melakukan seleksi administratif terhadap proposal yang masuk. Jika lulus, proposal dikirimkan kepada Tim Penilai Substansi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk dilakukan seleksi kelayakan

Pedoman Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2017. 7 skema 39 substansi serta metodologi sebuah proposal penelitian (2a). Jika tidak lulus, proposal dikembalikan kepada dosen yang mengusulkan (2b);

3. Tim pengelola penelitian berkoordinasi dengan tim Penilai Substansi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk melakukan seleksi proposal melalui presentasi oleh dosen pengusul. Proposal yang lulus dengan perbaikan dan harus diperbaiki terlebih dahulu sesuai dengan saran yang diberikan oleh Penilai;

4. Tim Penilai Internal berkoordinasi dengan Tim Penilai Eksternal Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melakukan penilaian terhadap presentasi dosen pengusul. Proposal yang lulus dengan perbaikan dan harus diperbaiki terlebih dahulu sesuai dengan saran yang diberikan oleh Penilai;

5. Tim Penilai selanjutnya mengirimkan berita acara hasil seleksi proposal ke Tim Pengelola Penelitian tingkat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta;

6. Proposal diperbaiki sesuai feedback hasil penilaian Tim Penilai Substansi menjadi protokol (6a) untuk pengajuan ethical clearance (6b)(dapat dilakukan bersamaan dengan presentasi proposal);

7. Protokol yang mengikutsertakan manusia dan memanfaatkan hewan coba sebagai sampel harus dilengkapi dengan Persetujuan Subyek Penelitian dan Informed Consent diajukan ke komisi etik untuk dilakukan Kaji Etik;

8. Komisi Etik akan mengeluarkan surat persetujuan etik (ethical clearance);

9. Protokol yang sudah lengkap dikirimkan kembali kepada Tim Pengelola Penelitian Politeknik Kesehatan Kemenkes;

10. Tim Pengelola Penelitian tingkat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta membuat laporan dan daftar protokol penelitian yang lulus seleksi, berdasarkan Berita Acara Seleksi Proposal kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta;

11. Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mengirimkan proposal penelitian yang lulus seleksi kepada Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan untuk dikukuhkan dengan SK Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan tentang penetapan proposal yang lulus dan dibiayai pada tahun berjalan;

12. Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan menerbitkan Surat Keputusan penetapan proposal yang lulus seleksi dan selanjutnya dikirimkan kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta;

13. Setelah menerima SK Penetapan Proposal yang lulus seleksi, Tim Pengelola Penelitian tingkat Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta (13a) melakukan koordinasi dengan dosen peneliti (13b) dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian (13c). Selama penelitian berlangsung, Tim Penilai Substansi tingkat Politeknik Kesehatan melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi.

Pedoman Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2017. 7 skema 40

I. Pelaksanaan dan Pelaporan

Pelaksanaan Penelitian Antar Profesi dipantau dan dievaluasi oleh tim penilai substansi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Hasil pemantauan dan evaluasi tim penilai substansi dilaporkan ke Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Selanjutnya tim penilai substansi melakukan kunjungan lapangan (site visit) dan evaluasi pelaksanaan penelitian pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta. Pada akhir pelaksanaan penelitian, setiap peneliti melaporkan hasil kegiatan penelitian dalam bentuk kompilasi luaran penelitian. Setiap peneliti wajib melaporkan pelaksanaan penelitian dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Mencatat semua kegiatan pelaksanaan program pada Buku Catatan Harian (logbook pada lampiran 9) dan mengisi kegiatan harian secara rutin terhitung sejak penandatanganan perjanjian penelitian;

2. Menyiapkan bahan pemantauan oleh penilai internal dengan mengisi laporan kemajuan dengan sistematika seperti pada lampiran 10;

3. Menyiapkan bahan presentasi kelayakan capaian (format penilaian lihat lampiran 11) untuk disampaikan ke Penilai;

4. Menyusun Laporan akhir yang telah disahkan oleh Penilai Substansi dan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta disertai luaran penelitian (publikasi ilmiah, paten, makalah yang diseminarkan, produk teknologi tepat guna, dan lain-lain) atau dokumen bukti luaran (lampiran 10).

J. Publikasi

Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan dipublikasikan melalui media jurnal atau prosiding atau Poster atau Seminar atau Riset Expo atau media lain.

K. Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Hasil penelitian berorientasi pada HKI diteruskan ke Kemenkumham RI untuk didaftarkan sebagai hasil dari Kekayaan Intelektual. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dapat menfasilitasi pendaftaran/Usulan HKI ke Kemenkumham R.I.

Pedoman Penelitian Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2017. 7 skema 41

BAB VIII

PENELITIAN PENDIDIKAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 36-41)

Dokumen terkait