• Tidak ada hasil yang ditemukan

27 - Bab 19, Options, Futures, dan Shorts

Penawaran investasi menjadi sangat populer sehingga slogan "Beli saham di Amerika" seharusnya menjadi "Beli option di Amerika." "Invest di masa depan Amerika" sekarang berarti "Ambillah brosur di New York Futures Exchange."

Saya tidak pernah membeli future atau option di sepanjang karir investasiku, dan saya tidak bisa membayangkan membelinya sekarang. Sudah cukup sulit untuk menghasilkan uang di saham tanpa terganggu taruhan ini, yang mana saya rasa susah sekali untuk menang kecuali anda trader profesional. Ini bukan berarti futures tidak ada gunanya di pasar komoditi, di mana seoang petani dapat mengunci harga jual panennya dan tahu dia bisa menjual dengan harga yang pasti; dan pembeli juga bisa

melakukan hal yang sama. Tapi saham bukanlah komoditi, dan tidak ada hubungan antara produsen dan konsumen yang membutuhkan asuransi harga di pasar saham.

Menurut riset, 80-90% orang kalah di pasar options. Ini lebih buruk dibanding di kasino, tapi selalu dibahas sebagai "alternatif investasi yang nyaman." Jika benar demikian, maka Titanic adalah kapal yang kokoh.

Tidak ada gunanya membahas lebih banyak tentang futures dan options, karena : 1. Dibutuhkan waktu lama untuk membahasnya, dan anda akan tetap bingung 2. Dengan mengetahuinya membuat anda ingin ikut serta

3. Saya tidak tahu tentang options dan futures

Sebenarnya saya tahu beberapa hal. Saya tahu potensi profitnya akan membuat banyak investor tertarik karena tidak suka kaya dengan lambat. Malahan, dengan ini mereka memilih jalan miskin dengan cepat. Ini karena options adalah kontrak yang punya masa waktu beberapa bulan. Jika masanya habis, investor harus kehilangan 100% uangnya. Dan jika mereka mengulangi lagi pembelian ini, mereka akan terjebak lagi.

Misalnya anda berinvestasi di saham dan untung, maka anda tertarik membeli optionsnya karena ingin lebih banyak. Setelah membeli, anda menunggu kenaikan harganya. Tapi ini tidak terjadi, dan tepat ketika anda menyerah terhadapnya, saham ini mulai bergerak, demikian juga optionsnya. Tidak hanya anda kehilangan uang anda, anda kehilangan ketika memilih saham yang benar. Ini adalah tragedi terbesar. Anda mengerjakan PR anda, dan bukannya mendapat imbalan, uang anda malah habis. Ini jelas-jelas membuang waktu, tenaga dan uang anda.

Dan hal lain tentang options adalah mereka sangat mahal. Kelihatannya tidak mahal, tapi anda harus membeli terus untuk memperpanjang masa berlakunya. Anda membeli waktu di sini, dan semakin

banyak waktu yang anda beli, semakin besar uang yang harus anda keluarkan. Dan ini bagus untuk broker yang mengincar komisi.

Hal terburuk tentang memiliki options adalah ini tidak ada hubungan dengan memiliki saham

perusahaan. Ketika perusahaan tumbuh dan berkembang, semua pemegang saham mendapat manfaat, sedangkan pemegang options mendapat nol.

Ketika anda membeli saham, walau saham yang berisiko, anda berkontribusi terhadap ekonomi negara. Itu gunanya saham. Di generasi sebelumnya, ketika membeli saham kecil yang berbahaya dan spekulatif, setidaknya yang spekulatif ini mendapat uang sehingga perusahaan model IBM dan McDonalds memiliki modal untuk bertumbuh. Sedangkan options, tidak satupun kontribusinya kecuali anda membuat kaya broker anda.

Seperti pecandu alkohol yang terus kembali demi botol minuman, orang yang berinvestasi di options juga sama. Mereka akan kembali lagi terus menerus, dan lupa tujuan awal berinvestasi di saham.

Daripada melakukan riset terhadap perusahaan, dia akan menghabiskan waktu berjam-jam meneliti berita dan kuatir akan pola head and shoulder atau jigzag reversal.

Warren Buffet berpikir bahwa futures dan options harusnya ilegal, dan saya setuju dengannya.

Melakukan Short Saham Melakukan Short Saham

Anda pasti pernah mendengar praktek aneh ini, yang membuat anda dapat menghasilkan uang ketika saham turun. (Dan beberapa orang setuju dengan ini ketika melihat porto mereka dan berpikir andaikan ini dilakukan posisi short selama bertahun-tahun, sudah seberapa kaya mereka.)

Shorting adalah seperti meminjam sesuatu dari tetangga dan kemudian menjual barangnya dan mengantongi keuntungannya. Cepat atau lambat anda harus membeli lagi barang yang sama, dan tidak ada yang lebih bijak dari ini. Ini bukan mencuri, tapi ini juga bukan sikap yang bagus. Ini lebih condong seperti meminjam dengan niat buruk.

Apa yang diharapkan para shorter adalah menjual barang pinjaman di harga tinggi, dan mendapat gantinya di harga yang lebih rendah, dan mendapat selisihnya. Anda bisa melakukannya dengan mesin pemotong rumput, tapi saya rasa, yang terbaik adalah dengan saham - terutama yang sudah naik tinggi. Misalnya anda melihat saham Polaroid sudah sangat mahal di 140$m anda dapat melakukan short dengan 1000 saham dengan total 140.000$ di rekening anda. Kemudian anda menunggu harga turun ke 14$, membeli kembali 1000 saham yang sama dengan harga 14.000$, dan anda pulang ke rumah dengan lebih kaya 126.000$.

Sebelum kita terlalu gembira mendapat kabar ini, ada beberapa kelemahan di short. Sepanjang masa anda meminjam saham, pemilik asli mendapat dividen dan semua keuntungan lainnya, sehingga anda mengalami kerugian dalam hal ini. Dan anda tidak mendapat untung, sampai anda menutup posisi short ini. Ketika posisi Polaroid turun, anda bisa menjual dengan keuntungan, tapi bagaimana jika sahamnya naik? Anda butuh tambahan uang untuk menutup posisi anda.

Bagian yang menakutkan tentang short saham adalah bahkan jika anda yakin perusahaan ini jelek, investor lain mungkin tidak menyadarinya dan membeli terus yang menyebabkan harganya naik. Jika anda tidak ada cadangan dana untuk menutup posisi anda, anda harus menjual dalam posisi rugi. Tidak ada di antara kita yang bebas dari rasa panik ketika harga saham turun, tapi ini dibatasi dengan pemahaman harga saham tidak mungkin di bawah nol. Jika anda melakukan short terhadap saham yang lagi naik, anda akan sadar tidak ada batasan atasnya, karena tidak ada langit-langit di harga saham. Di antara kabar burung tentang short seller yang sukses terhadap cerita menyedihkan tentang short seller yang melihat saham jelek kebanggaan mereka terus naik, melawan semua logika, memaksa mereka pindah ke rumah miskin.

Kisah ini berguna untuk diingat jika anda merenungkan untuk menshort sesuatu. Sebelum melakukan short saham, anda harus punya lebih dari keyakinan bahwa perusahaan ini akan runtuh. Anda harus punya kesabaran, keberanian, dan dana untuk bertahan ketika harga saham tidak turun - atau lebih buruk, naik. Saham ini harusnya turun, tapi jangan ingatkan saya tentang karakter kartun yang berjalan melewati tebing melayang di udara. Selama mereka tidak sadar akan hal ini, mereka akan bergantung di sana selamanya.