Semua analisa yang saya bicarakan membutuhkan waktu beberapa jam, paling lama, untuk setiap saham. Semakin banyak yang anda ketahui, semakin baik, tapi ini bukan arahan supaya anda menelepon perusahaan itu. Juga bukan berarti anda harus mengecek laporan keuangan dengan konsentrasi penuh seperti mahasiswa tingkat akhir. Beberapa dari "angka yang penting", hanya berguna di sektor tertentu. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda pelajari tentang keenam kategori tersebut :
Saham pada umumnya Saham pada umumnya
* PER. Apakah tinggi atau rendah untuk perusahaan ini dan perusahaan sejenis di industri yang sama. * Jumlah kepemilikan institusi. Semakin rendah semakin baik.
* Apakah ada pembelian orang dalam atau perusahaan melakukan buy back. Kedua hal ini adalah tanda baik.
* Catatan pertumbuhan laba sampai terakhir dan apakah pendapatannya sekali saja atau konsisten. (Kategori yang tidak membutuhkan laba adalah Asset Play.)
* Apakah perusahaan memeiliki laporan keuangan yang kuat atau lemah (DER) dan bagaimana kekuatan finansialnya.
* Posisi uang kas. Dengan 16$ di net cash, saya tahu Ford tidak akan jatuh lebih rendah dari 16$. Itu adalah support dari saham.
Slow Growers Slow Growers
* Karena anda membeli untuk dividen (untuk apa lagi anda membelinya) anda ingin mengecek apakah dividen rutin dibayar dan apakah rutin dinaikkan.
* Jika mungkin, cari tahu % laba yang dibayar sebagai dividen. Jika rendah, perusahaan memiliki bantalan di masa sulit. Mereka dapat menghasilkan lebih sedikit dan tetap memberi dividen. Jika tinggi, maka dividen lebih berisiko.
Stalwarts Stalwarts
* Cek apakah ada diworseification yang dapat mengurangi laba di masa depan.
* Cek pertumbuhan laba perusahaan secara jangka panjang, lihatlah bagaimana perusahaan bertahan pada resesi atau penurunan pasar.
Cycicals Cycicals
* Perhatikan persediaan, dan hubungan suplai-demand. Perhatikan pendatang baru di pasar, yang biasanya adalah tanda bahaya.
* Antisipasi penurunan PER ketika industri sudah baik dan investor melihat ujung dari siklus, ketika puncak pendapat tercapai.
* Jika anda mengetahui siklus anda, anda akan memiliki keuntungan dari saham ini.
Contohnya, semua orang tahu siklus otomotif. Selalu ada 3-4 tahun pertumbuhan diikuti 3-4 tahun penurunan. selalu akan begitu. Mobil menjadi tua dan butuh penukaran. Orang mungkin bisa menunda 1-2 tahun, tapi cepat atau lambat, mereka harus ke dealer mobil.
Semakin buruk penurunan di industri otomotif, semakin baik recoverynya. Kadang saya menunggu 1 tahun lebih lama penjualan yang buruk, karena saya tahu akan memberi waktu penguatan yang lebih besar dan lama.
Akhir-akhir ini kita di tahun baik ke5 dari penjualan mobil, jadi saya tahu kita ada di pertengahan atau akhir dari masa up. Tapi lebih gampang memprediksi masa up dibanding kapan masa down terjadi.
Fast Growers Fast Growers
* Periksa apakah produk yang menyumbang laba perusahaan berpengaruh besar atau sedikit. * Apa pertumbuhan laba pada tahun-tahun terakhir. Saya menyukai pertumbuhan 20-25%. Di atas itu adalah bahaya. 50% biasanya ada di industri yang heboh, dan anda tahu apa artinya.
* Apakah perusahaan berhasil menduplikasi kesuksesannya di lebih dari satu kota, yang menandakan ekspansi mereka akan berhasil.
* Apakah perusahaan masih punya ruang bertumbuh.
* Apakah saham dijual pada titik PER/Growth rendah atau tinggi.
* Apakah ekspansi mereka bertambah cepat atau bertambah lambat. Apakah penjualan mereka dari produk 1x, atau produk yang berulang.
* Sedikit institusi memiliki saham ini dan hanya sedikit analis yang mengcovernya.
Turnarounds Turnarounds
* Yang terpenting, apakah perusahaan dapat bertahan dari terkaman kreditor? Berapa banyak cash yang dimiliki perusahaan? Berapa besar hutangnya?
Apa rencana restrukturisasi hutang, berapa lama mereka bisa beroprasi di kondisi merah tanpa menjadi bangkrut? (Ada perusahaan yang berpotensi menjadi turnarounds, tapi mengecewakan investor. Mereka mencetak banyak saham baru yang mendelusi pendapatan, perusahaannya sendiri menjadi turnaround, tapi sahamnya tidak.)
* Jika sudah bangkrut, apa yang tersisa untuk pemegang saham?
* Bagaimana cara perusahaan menjadi turnaround? Apakah mereka membuang divisi yang merugikan? Ini bisa menjadi pembeda besar.
* Apakah bisnisnya pulih?
* Apakah biaya sudah ditekan? Jika sudah, apa efeknya?
Asset Play Asset Play
* Apa nilai asetnya? Apakah ada aset tersembunyi?
* berapa besar hutang mempengaruhi aset? (Kreditor ada di baris pertama.)
* Apakah perusahaan mengambil hutang baru, yang membuat asetnya bertambah sedikit. * Apakah ada pemangsa yang siap mengambil asetnya?
Ini adalah beberapa kesimpulan dari bagian ini : Ini adalah beberapa kesimpulan dari bagian ini :
* Mengerti mengenai sifat perusahaan dan alasan spesifik untuk menahan sahamnya. ("Ini akan naik" tidak termasuk.)
* Dengan mengelompokkan saham anda ke beberapa kategori akan memberikan gambaran lebih jelas apa yang diharap dari mereka.
* Carilah perusahaan kecil yang telah menguntungkan dan telah membuktikan konsep mereka bisa diduplikasi.
* Berhati-hati terhadap perusahaan yang bertumbuh 50-100% setahun. * Hindari saham heboh di industri heboh.
* Jangan percaya diversifikasi, yang biasanya akan menjadi diworsesifikasi.
* Lebih baik kehilangan kesempatan pertama dari saham dan menunggu apakah rencana perusahaan berhasil atau tidak.
* Orang-orang di perusahaan adalah informasi dasar yang berharga yang mungkin tidak akan mencapai para profesional berbulan-bulan kemudian.
* Pisahkan semua saham dari para pemberi info, bahkan jika pemberi info sangat pandai, kaya, atau infonya berhasil terakhir kali.
* Beberapa tips saham, terutama dari orang yang ahli di bidangnya, mungkin berguna. Tapi orang biasanya terbalik, ahli kertas memberi info industri obat, dan sebaliknya.
* Investasikan di perusahaan yang terlihat membosankan, tidak didukung, dan belum terdeteksi Wall Street.
* Fast Growers dengan pertumbuhan 20-25% di industri yang tidak bertumbuh adalah menarik. * Carilah perusahaan dengan nilai tambah.
* Ketika membeli saham yang tertekan di perusahaan yang bermasalah, carilah yang memiliki kekuatan finansial dan hindari yang memiliki hutang bank besar.
* Perusahaan tanpa hutang tidak akan bangkrut.
* Kemampuan manajemen sangat penting, tapi susah untuk diketahui. Pertimbangkan pembelian anda pada prospek perusahaan, bukan pada resume predisen atau kemampuan berbicaranya.
* Banyak uang bisa dihasilkan dari perusahaan bermasalah yang membaik.
* Hati-hati meneliti PER. Jika sahamnya menjadi terlalu mahal, bahkan jika semuanya baik-baik, anda tidak akan mendapat banyak uang.
* Carilah cerita untuk diikuti sebagai cara untuk mengetahui perkembangan perusahaan. * Carilah perusahaan yang konsisten membeli kembali saham mereka.
* Carilah perusahaan yang dimiliki oleh sedikit atau tidak ada institusi.
* Jika semuanya berimbang, lebih condonglah pada perusahaan yang manajemennya memiliki saham dibanding perusahaan yang manajemennya menerima gaji saja.
* Pembelian orang dalam adalah tanda positif, terutama jika ada beberapa orang membeli sekaligus. * Disiplinkan diri minimal 1 jam setiap minggu untuk melakukan riset saham. Menambah dividen dan menghitung profit loss tidak termasuk.
* Bersabarlah. Saham yang dilihat terus menerus tidak pernah mendidih.
* Membeli saham hanya berdasarkan book value sendiri sangatlah berbahay dan ilusional. Nilai sebenarnya yang penting.
* Jika ragu, masuklah lebih lambat.
* Investasikan setidaknya waktu dan tenaga yang anda gunakan untuk memilih saham seperti anda memilih handphone baru.