BAB II SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
B. Bagian Isi
5. Bab V Kesimpulan dan Saran
1) Pada bagian ini menyimpulkan atau menerangkai hasil penelitian.
Isi bagian ini harus relevan dengan apa yang ditemukan pada bagian analisis data, yang secara sistematis sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan peneltian.
2) Merupakan kristalisasi dari hasil penelitianbaik secara parsial maupun holistik yang diambil dari intisari analisa. Dapat disampaikan secara butir demi butir atau essei padat.
b. Saran
Saran-saran disesuaikan dan mengacu pada kesimpulan-kesimpulan yang ditarik, merupakan jawaban alternatif pemecahan masalah baik
secara managerial maupun oprasinal yang diteliti, secara kongkrit dan mudah diterapkan (aplikatif).
1) Saran Konseptual
Saran yang berisikan modifikasi dari teori yang digunakan dalam penelitian yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berisikan pemecahan masalah yang timbul dalam penelitan.
2) Saran Operasional
a) Saran operasional berisikan saran yang dapat diterapkan dalam industri yang bersifat operasional dan kongkrit.
b) Memberikan solusi secara rinci sehingga mudah dipahami.
c) Pemberian saran sebaiknya dituliskan per-point.
c. Bagian Akhir
Bagian akhir Skripsi ini meliputi:
1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau bibliografi memuat sumber-sumber bacaan yang dipergunakan penulis walaupun hanya diambil sepatah atau dua patah kata saja. Selain buku-buku, dapat pula berupa jurnal, buletin, majalah, hasil penelitian, ensiklopedia, dan lain-lain. (lihat contoh lampiran 12)
2. Lampiran
Lampiran dalam Skripsi dapat berupa surat bukti selesai penelitian, daftar pertanyaan, perhitungan-perhitungan, atau hal lain yang dianggap perlu.
BAB III
KETENTUAN PENULISAN
Untuk menyeragamkan cara penulisan Skripsi, bagi mahasiswa/i Sekolah Tinggi Pariwiata Bogor diperlukan beberapa ketentuan seperti berikut:
A. Bahan Penulisan
1. Kertas yang digunakan adalah kertas HVS A4 80 gram berukuran (210 x 297 mm), tidak diketik atau ditulis timbal balik.
2. Sampul atau kulit muka adalah kertas tebal dengan huruf tinta emas.
3. Warna kulit muka adalah abu-abu tua dan tiap bab disekat dengan kertas berlogo Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor berwarna kuning dan dengan pita berwarna kuning.
B. Pengetikan Naskah
Ketentuan pengetikan meliputi:
1. Naskah diketik dengan menggunakan komputer dengan jenis Times New Roman 12 pt.
2. Margin batas pengetikan yang dipergunakan adalah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Batas atas : 3 cm dari tepi kertas b. Batas kiri : 4 cm dari tepi kertas c. Batas bawah : 3 cm dari tepi kertas d. Batas kanan : 3 cm dari tepi kertas
23
3. Pengetikan nomor dan judul BAB.
Nomor BAB (misal BAB I), Judul BAB ( misal PENDAHULUAN).
Bila judul bab panjang hingga lebih dari 1 (satu) baris, maka diketik 1 spasi.
4. Spasi yang dipergunakan.
a. Untuk keseluruhan penulisan dipergunakan 2 (dua) spasi.
b. Untuk kutipan yang lebih dari 4 (empat) baris dipergunakan 1(satu) spasi.
c. Untuk daftar pustaka digunakan 1(satu) spasi, dan jarak antara 1 (satu) daftar pustaka dengan lainnya adalah 2 (dua) spasi.
d. Untuk abstraks, dipergunakan 1 (satu) spasi.
e. Kata pengantar, daftar tabel/gambar/glossary dan daftar isi dipergunakan 1,5 spasi.
f. Bab ditulis dengan huruf kapital semuanya dan pada sub bab pada setiap bab diketik dengan huruf kecil kecuali awal kalimat.
C. Teknik Notasi Ilmiah
1. Kutipan langsung terdiri dari lebih dari empat baris
Sebuah kutipan langsung yang terdiri atas empat baris ditulis sebagai berikut:
a. Kutipan dipisahkan dari naskah dengan jarak spasi.
b. Jarak antara baris dengan baris 1 (satu) spasi.
c. Kutipan dapat dikutip dengan tanda kutip dapat pula tidak.
d. Seluruh kitipan diketik menjorok kedalam sejauh 7 ketuk.
2. Kutipan tidak langsung
Pengutipan tidak langsung akan digunakan bila peneliti tidak mengutip naskah sebagaimana adanya, melainkan mengambil sari dari tulisan yang dikutip. Cara menulis kutipan ini adalah sebagai berikut:
a. Kutipan diintegrasikan dengan naskah.
b. Jarak antara spasi 2 (dua) spasi.
c. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip.
3. Cara menempatkan sumber kutipan Berapa cara menempatkan sumber kutipan:
a. Sumber kutipan pada bagian akhir ditulis diantara tanda kurung dengan menyebut nama penyusun tanpagelar, tahun penerbitan, tanda titik dua dan nomor halaman buku. Contoh: (Kotler, 2012:20)
b. Dalam teks nama penyusun yang banyaknya sampai dua orang, dituliskan lengkap nama penulis pertama sepertimenulis daftar pustaka, dan penulis kedua seperti biasa. Contoh: Ralph M. Blake., Curt J. Ducase, (1966:23)
c. Sedangkan bila pengarangnya lebih dari dua orang, hanya dituliskan nama penyusun pertama (dkk). Contoh: Sukarno (dkk) (1973:43)
4. Penomoran
Penomoran Bab, anak bab dan paragraf
a. Penomoran bab menggunakan angka Romawi kapital dan tebal di tengah halaman (misalnya BAB I)
b. Penomoran sub bab menggunakan angka Arab dan tebal diketik pada pinggir sebelah kiri (misalnya 2.1, 2.2 dst)
c. Penomoran anak sub bab disesuaikan dengan nomor bab (misalnya 2.1.1, 2.1.2 dst),sejauh lima ketukan dari ) batas kiri teks isi naskah dan tidak tebal.
d. Penomoran bukan sub bab dilakukan dengan angka Arab dan tidak tebal dan tanda kurung, misalnya 1), 2) dst. Untuk anak sub bab bukan sub bab adalah (1), (2) dst.
Penomoran Halaman a. Bagian Awal
1. Penomoran pada bagian awal skripsi, mulai dari halaman Judul dalam (halaman sesudah sampul luar) sampai dengan halaman Daftar Lampiran, menggunakan angka Romawi kecil (misalnya i, ii, dst)
2. Halaman Judul dan halaman Persetujuan Dosen Pembimbing tidak diberi nomor urut halaman, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan halaman ii (nomor halaman ini tidak diketik) 3. Halaman Abstract/ Abstrak sampai dengan halaman Lampiran
diberi nomor urut halaman dengan angka Romawi kecil yang merupakan kelanjutan dari halaman Judul dan halaman Persetujuan Dosen Pembimbing (halaman iii, iv, dst.)
4. Nomor halaman diketik pada batas atas sebelah kanan dengan jarak tiga spasi dari batas atas (baris pertama teks pada
halaman itu), dan angka terakhir nomor halaman lurus dengan batas kanan teks
b. Bagian Isi
1) Penomoran mulai dari BAB I (PENDAHULUAN) sampai dengan BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN) menggunakan angka Arab (1,2 dst.) dan diletakkan pada batas kanandengan jarak tiga spasi dari batas atas (baris pertama teks pada halaman itu) serta angka terakhir nomor halaman lurus dengan batas kanan teks.
2) Pada tiap halaman yang bertajuk, nomor halaman mulai dari BAB I (PENDAHULUAN) sampai dengan BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN) diketik pada batas bawah persis di tengah-tengah dengan jarak tiga spasi dari batas bawah teks.
3) Penomoran bukan bab dan bukan sub bab menggunakan angka Arab dengan tanda kurung, misalnya 1), 2) dst. Dan (1), (2) dst.
c. Bagian Akhir
1. Penomoran pada bagian akhir skripsi, mulai dari halaman DAFTAR PUSTAKA sampai dengan RIWAYAT HIDUP, menggunakan angka Arab yang diketik pada batas atas sebelah kanan dengan jarak tiga spasi dari pinggir atas (baris pertama teks pada halaman itu) lurus dengan batas kanan teks
2. Penomoran pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari halaman DAFTAR PUSTAKA sampai dengan RIWAYAT HIDUP, diketik pada batas bawah persis di tengah-tengah dengan jarak tiga spasi dari batas bawah teks.
3. Nomor halaman bagian akhir ini merupakan kelanjutan nomor halaman bagian inti skripsi.
5. Penulisan daftar pustaka
Daftar pustaka berisikan bacaan yang dipakai dan menjadi acuan pada Skripsi yang ditulis. Kegunaannya adalah untuk menilai kebenaran tulisan atau pendapat yang dikutip, memperluas pengetahuan pembaca akan sumber bacaan yang ada kaitannya dengan Skripsi yang ditulis.
Ketentuan penulisan daftar pustaka menurut cara Turabian.
a. Ditulis tanpa nomor urut, abjad, atau tanda-tanda lain didepan daftar pustaka,
b. Disusun dan ditulis berdasarkan abjad,
c. Penulisan nama pengarang, ditulis terbalik susunannya, yaitu nama keluarga (nama teakhir) tanda baca koma, kemudian nama depannya, judul artikel.
d. Jarak antar baris 1 (satu) spasi,
e. Jarak antar sumber satu dengan lainnya 2 (dua) spasi,
f. Bila ada lebih dari satu pustaka yang disusun oleh seseorang penyusun, maka penulisan berikutnya cukup diganti dengan garis tanpa putus sepanjang 7 ketuk,
g. Hilangkan semua gelar penulis.
BAB IV
PEMBIMBINGAN SKRIPSI DAN UJIAN
A. Mahasiswa
a) Hak Mahasiswa
1. Mengemukakan pendapat dalam kegiatan pembimbingan dan pengujian skripsi yang dilandasi argumentasi teoritis dan kaidah keilmuan
2. Menentukan tujuan dan metode penelitian skripsi serta teknik analisis yang relevan selama sesuai dengan kaidah keilmuan 3. Mendapatkan pelayanan akademik dari dosen pembimbing (sesuai
jadwal yang ditentukan) secara teratur dan intensif melakukan interaksi langsung dalam suasana santun, tidak merendahkan martabat seseorang, serta dalam suasana akademis yang berlandaskan etika keilmuan
4. Mengajukan penggantian dosen pembimbing apabila dosen pembimbing tidak dapat menjalankan tugasnya lebih dari tiga kali jadwal baik berturut-turut/tidak atau dalam satu bulan kalender mahasiswa tidak dapat melakukan bimbingan.
b) Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa
1. Wajib mengikuti peraturan dan segala ketentuan akademik dan administratif yang berlaku
2. Bertindak sesuai norma-norma kesusilaan dan hukum yang berlaku di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor
29
3. Bersikap hormat dan santun terhadap dosen pembimbing, para dosen penguji, dan pengelola Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor 4. Melakukan kegiatan akademik sesuai etika akademik yang
ditentukan
5. Bertanggung jawab secara pribadi atas segala tulisan dan ucapan yang bersifat keilmuan sesuai dengan kematangan intelektual. Hal ini menandakan bahwa semua arahan, masukan dan pendapat dari dosen pembimbing, para dosen SUP, dan para dosen penguji dalam bidang keilmuan merupakan masukan yang harus dicerna menjadi keyakinan pribadi. Contoh, tidak boleh mengatakan “Saya memilih teori X karena disarankan oleh dosen pembimbing” melainkan
“Saya memilih teori X karena argumentasi yang saya yakini”
6. Wajib menghubungi dosen pembimbing untuk melakukan proses bimbingan, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak Surat Keputusan (SK) Bimbingan dikeluarkan. Apabila mahasiswa tidak memberikan khabar atau informasi kepada dosen pembimbing, maka dosen pembimbing berhak untuk menolak menjadi dosen pembimbing.
7. Untuk proses penggantian pembimbing, mahasiswa wajib melapor kepada Kepala Program Studi sehingga Kepala Program Studi dan dapat memberikan arahan pembimbing pengganti dan menginformasikan ke bagian Akademik.
8. Apabila mahasiswa mengajukan penggantian dosen pembimbing, maka konsekuensi yang harus dihadapi adalah masa pengerjaan skripsi tidak dapat ditambahkan durasinya.
9. Wajib melakukan bimbingan minimum 6 (enam) kali bimbingan dengan metode tatap muka dan via online secara intensif, teratur dan berkelanjutan.
10. Wajib menjunjung tinggi nama baik Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dalam perkataan dan perbuatan baik di dalam maupun di luar kampus
11. Dilarang menyebarkan fitnah, dusta, pencemaran nama baik terhadap mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji dan pengelola Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor.
B. Pembimbing
a) Dosen Pembimbing
1. Penunjukan pembimbing adalah wewenang pimpinan Direktur Akademik.
2. Pembimbing harus sesuai dengan latar belakang disiplin keilmuan dengan bidang kajian Skripsi yang akan dibimbing.
3. Diutamakan adalah dosen tetap yang mengajar pada Program Sarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dan memiliki pendidikan Strata 2 (S2).
4. Pertimbangan dosen tidak tetap untuk menjadi dosen pembimbing mahasiswa program Sarjana dikarenakan kompetensi yang dimiliki dosen yang bersangkutan tidak dimiliki dosen tetap yang ada.
5. Penggantian pembimbing dilakukan apabila dosen pembimbing tidak dapat menjalankan tugasnya lebih dari tiga kali jadwal baik berturut-turut/tidak atau dalam satu bulan kalender semenjak SK Dosen Pembimbing dikeluarkan.
6. Pengunduran diri menjadi Dosen Pembimbing tidak dapat dilakukan apabila proses bimbingan sudah lebih dari satu bulan sejak SK Bimbingan dikeluarkan.
b) Hak Dosen Pembimbing
1. Mempunyai kebebasan akademik yaitu kebebasan untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu sesuai kaidah hukum 2. Mempunyai kebebasan mimbar, yaitu kebebasan untuk
mengungkapkan dan mempublikasikan gagasan dan temuan ilmiah di ranah publik sesuai kaidah keilmuan
3. Melaksanakan kegiatan dan tugas-tugas akademik yang dipercayakan kepadanya selama tidak bertentangan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku
4. Mendapatkan perlakuan hormat dan santun dari mahasiswa, sesame dosen, dan pengelola
5. Mendapatkan insentif atas pekerjaan dan usaha yang dilakukannya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku
6. Dosen pembimbing dapat mengajukan pengunduran diri apabila:
a. Mahasiswa tidak melalukan proses bimbingan lebih dari tiga kali jadwal baik berturut-turut/tidak atau dalam satu bulan kalender semenjak SK Bimbingan dikeluarkan.
b. Mahasiswa melakukan perilaku akademik tercela c) Tugas dan Tanggung Jawab Dosen Pembimbing
1. Mempertimbangkan Usulan Penelitian yang diajukan peneliti (mahasiswa), memberi bimbingan dalam pelaksanaan serta memonitor proses penelitian yang menyangkut materi penelitian dan juga teknik penulisan.
2. Memberikan bimbingan secara teratur, intensif, dan berkelanjutan baik secara tatap muka walaupun via online.
3. Wajib memberikan solusi terhadap mahasiswa yang dibimbing apabila memiliki hambatan dalam melakukan bimbingan agar proses bimbingan tetap berjalan secara teratur, intensif dan berkesinambungan.
4. Bertugas membaca, memeriksa, dan mengoreksi (Tuntas dari Bab 1-Bab 5) meliputi teknik penulisan, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sistematika penulisan, dan teknik pengetikan (Titik, koma, huruf capital dll)
5. Mengkoreksi laporan skripsi mahasiswa dari sisi aturan ilmiah pelaksanaan skripsi, seperti : ketersesuaian dan ketersambungan antara latar belakang, tujuan, batasan, dan metodologi penelitian;
teori dasar (tinjauan pustaka) yang bersesuaian dengan
perancangan yang dibuat; teknik pengambilan data; penganalisaan data, pengambilan kesimpulan dan saran, ketercocokan kesimpulan dengan tujuan dan analisa yang dilakukan
6. Mengarahkan pilihan mahasiswa agar lebih rasional, elegan, akurat dan teruji, ditinjau dari segi keilmuan dan operasionalisasinya dalam penulisan skripsi
7. Bertindak dengan baik dalam membimbing mahasiswa dengan wacana intelektual yang santun dan tidak merendahkan martabat seseorang.
8. Dosen pembimbing bertugas mengarahkan, membimbing dan memonitor. Hasil akhir diserahkan kepada mahasiswa sebagai seseorang yang harus mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya.
9. Dosen pembimbing harus mampu memonitor plagiarism yang dilakukan mahasiswa
10. Dosen pembimbing bersikap professional dan tidak menganggap bahwa hasil penelitian mahasiswa adalah hasil penelitian dosen pembimbing.
11. Sebuah Skripsi dianggap sudah siap untuk diujikan apabila dosen pembimbing telah menandatangani lembar persetujuan dengan tanda tangan asli (bukan scan)
12. Memberikan formulir mengenai catatan khusus proses bimbingan dengan para mahasiswa untuk dapat dijadikan referensi bagi dosen penguji.
13. Memberikan nilai kepada mahasiswa
14. Melaporkan nilai kepada Akademik dan Administrasi d) Proses Bimbingan
1. Bimbingan dilakukan di instusi pendidikan pada jam kerja institusi dan meminimalisasi bimbingan diluar institusi, kecuali terjadi kesepakatan antara mahasiswa dan dosen pembimbing mengenai waktu bimbingan skripsi.
2. Mengisi lembar bimbingan setiap kali melakukan proses bimbingan.
3. Proses bimbingan dilakukan minimal 6 kali bimbingan baik tatap muka maupun via online.
e) Penilaian Bimbingan
1. Jumlah konsultasi minimal dengan pembimbing sebanyak 6 kali.
2. Kemampuan dalam penyelesaian dan perbaikan kertas kerja, baik isi maupun kertas penulisan.
3. Disiplin dan tepat waktu dalam proses bimbingan.
4. Sistematika penulisan disesuaikan dengan program studi masing- masing.
C. Penguji
a) Hak Dosen Penguji
1) Penguji berhak menanyakan ke mahasiwa tentang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian sidang dan kondisi kesehatan mahasiswa
2) Menanyakan nama, NIM, judul penelitian
3) Mempunyai kebebasan akademik, yaitu kebebasan untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu sesuai kaidah keilmuan.
4) Mempunyai kebebasan mimbar, yaitu kebebasan untuk mengungkapkan dan mempublikasikan gagasan dan temuan ilmiah di ranah publik sesuai kaidah keilmuan.
5) Melaksanakan kegiatan dan tugas-tugas akademik yang dipercayakan kepadanya selama tidak bertentangan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
6) Mendapatkan perlakuan hormat dan santun dari mahasiswa, sesame dosen, dan pengelola.
7) Dosen penguji berhak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menentukan hasil sidang ujian akhir, sebagai bagian dari penilaian.
8) Dosen penguji berhak memberikan penilaian sesuai dengan kriteria yang tertera dalam form penilaian
9) Mendapatkan insentif dan kehormatan atas pekerjaan dan usaha yang dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
b) Tugas dan Tanggung Jawab Dosen Penguji 1) Dosen Penguji 1
1. Dosen penguji 1 bertanggung jawab untuk memeriksa dan menanyakan mengenai teknik penulisan, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sistematika penulisan, dan teknik pengetikan.
2. Dosen penguji 1 akan lebih fokus terhadap pendahuluan (Bab 1), Tinjauan Pustaka (Bab 2) dan Kesimpulan dan Saran (Bab 5) 3. Dosen penguji 1 dapat membantu Dosen Penguji 2 apabila ada
pertanyaan cukup signifikan yang belum diajukan oleh Dosen Penguji 2
4. Mengadakan sidang pembahasan dan sidang ujian akhir bagi mahasiswa yang sudah memenuhi persyaratan mengikuti sidang 5. Para dosen penguji akan melakukan rapat untuk menentukan hasil
sidang ujian akhir skripsi
6. Setelah itu hasil rapat diberikan ke petugas yang merekap hasil ujian
7. Menghormati kebebasan dan kreativitas mahasiswa dalam memilih tujuan dan metode penelitian tugas akhir serta teknik analisis yang relevan selama hal itu dapat dipertanggungjawabkan sesuai kaidah keilmuan
8. Memberikan saran dan masukan kepada mahasiswa agar lebih rasional, elegan, akurat,dan teruji, ditinjau dari segi keilmuan dan operasionalisasi pada sidang pembahasan skripsi
9. Bertindak dengan baik dalam menguji mahasiswa dengan wacana intelektual yang santun dan tidak merendahkan martabat seseorang
10. Mematuhi peraturan yang ditetapkan pimpinan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor mengenai kegiatan akademik
11. Menjaga martabat Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor di dalam dan di luar kampus.
2) Dosen Penguji 2
1. Dosen penguji 2 bertanggung jawab untuk memeriksa dan menanyakan mengenai metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, perbandingan antara hasil penelitian dengan teori, perbandingan antara hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang relevan, kesimpulan dan saran.
2. Dosen penguji 2 akan lebih fokus terhadap Metodologi Penelitian (Bab 3), Hasil dan Pembahasan (Bab 4) dan Kesimpulan dan Saran (Bab 5)
3. Dosen penguji 2 dapat membantu Dosen Penguji 1 apabila ada pertanyaan cukup signifikan yang belum diajukan oleh Dosen Penguji 2
4. Mengadakan sidang pembahasan dan sidang ujian akhir bagi mahasiswa yang sudah memenuhi persyaratan mengikuti siding 5. Para dosen penguji akan melakukan rapat untuk menentukan hasil
sidang ujian akhir skripsi
6. Setelah itu hasil rapat diberikan ke petugas yang merekap hasil ujian
7. Menghormati kebebasan dan kreativitas mahasiswa dalam memilih tujuan dan metode penelitian tugas akhir serta teknik analisis yang relevan selama hal itu dapat dipertanggungjawabkan sesuai kaidah keilmuan
8. Memberikan saran dan masukan kepada mahasiswa agar lebih rasional, elegan, akurat,dan teruji, ditinjau dari segi keilmuan dan operasionalisasi pada sidang pembahasan skripsi
9. Bertindak dengan baik dalam menguji mahasiswa dengan wacana intelektual yang santun dan tidak merendahkan martabat seseorang
10. Mematuhi peraturan yang ditetapkan pimpinan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor mengenai kegiatan akademik
11. Menjaga martabat Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor di dalam dan di luar kampus.
D. Masa Penulisan Skripsi
Skripsi dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, disesuaikan dengan program yang telah dibuat oleh bagian Akademik.
E. Pelaksanaan Ujian Skripsi a) Susunan Panitia Ujian
1) Susunan panitia ujian ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dengan susunan sebagai berikut:
1) Penguji 1 2) Penguji 2
2) Sidang dianggap sah apabila kedua penguji diatas hadir dalam sidang.
3) Penguji yang berhalangan hadir dapat digantikan dengan Kepala Program Studi atau Direktur Akademik, minimal 3 hari sebelum sidang pemberitahuan harus dibuat dari yang bersangkutan.
b) Tim Penguji Skripsi
1) Penguji Skripsi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
2) Dosen peguji adalah dosen dengan strata pendidikan terakhir telah resmi bergelar minimal S-2 (Strata 2).
3) Dosen penguji adalah dosen yang ditunjuk dengan berkewajiban hadir minimal 1 hari dalam seminggu.
4) Dosen penguji adalah dosen yang ditunjuk dengan surat keputusan akademik untuk menguji Skripsi.
c) Tujuan Ujian Skripsi
1) Menilai kemampuan mahasiswa dalam mengungkap isi Skripsi.
2) Memberikan saran-saran dan masukkan kepda mahasiswa mengenai mutu Skripsi.
d) Waktu dan Materi Ujian Skripsi
1) Ujian / sidang Skripsi diselenggarakan setelah mahasiswa lulus untuk seluruh mata kuliah.
2) Penyelenggaraan ujian/sidang Skripsi dilaksanakan sesuai kalender akademik
3) Sidang/ujian Skripsi dilaksanakan secara lisan.
e) Saat Sidang 1) Pakaian
(1) Laki – Laki: Jas Hitam, kemeja putih, celana panjang hitam, sepatu hitam kulit dan kaus kaki hitam, dasi.
(2) Perempuan: Blazer hitam, rok hitam selutut, stocking hitam, sepatu hitam kulit dan syal.
2) Kehadiran :Diharapkan hadir 15 menit sebelum sidang dimulai.
3) Membawa Skripsi dengan sampul (kulit luar) berupa cover plastik warna PUTIH BENING dijilid dengan lakban hitam dengan cover belakang dari bahan karton buffalo warna BIRU untuk program Sarjana
4) Menyiapkan materi dalam bentuk PowerPoint yang akan di presentasikan yang berisikan:
(1) Lembar Judul (2) Rumusan Masalah (3) Hipotesis
(4) Tabel hasil statistik
(5) Hasil Penelitian dan Pembahasan (6) Kesimpulan
(7) Saran
5) Menyiapkan ATK, buku catatan, skripsi untuk pegangan saat sidang, data mentah kuesioner, artikel-artikel yang mendukung penelitian, recorder untuk merekam input/ saran dari para dosen penguji.
6) Alokasi waktu yang diberikan adalah sebagai berikut:
(1) Pembukaan oleh peserta sidang : 5 menit (2) Penyajian oleh peserta : 15 menit
(3) Tanya jawab : + 40 menit (4) Penutup : 5 menit
f) Nilai Ujian Skripsi
1) Syarat kelulusan program pendidikan ditetapkan atas pemenuhan jumlah SKS yang telah disyaratkan dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum.
2) Predikat kelulusan terdiri atas 3 (tiga) tingkatan yaitu, Lulus Bersyarat, Ditangguhkan, dan Tidak Lulus.
(1) Lulus Bersyarat :
Kesalahan pengetikan, penulisan, tanda baca, dan kelengkapan laporan penelitian yang kurang.
Kesalahan pengolahan data yang prinsipnya data yang diperoleh masih dapat dipertahankan.
Adanya kekurangan pengukuran uji secara statistik atau pengambilan data yang masih kurang dikarenakan faktor waktu atau kesulitan teknis menemui responden atau informan.
(2) Ditangguhkan
Kesalahan penggunaan Grand Theory dan Supporting Theory yang tidak tepat yang berimplikasi pada metode penelitian.
Misconcept antara judul dengan permasalahan penelitian dengan implikasi kepada metode penelitian yang digunakan menjadi ambigu mana yang akan dipertahankan judul penelitian atau data penelitian yang sudah diperoleh.
Kesalahan menentukan Populasi dan Sample untuk penelitian kuantitatif atau kesalahan menentukan informan dalam penelitian kualitatif.
(3) Tidak Lulus
Pembuktian pengisian kuesioner yang fiktif melalui cross check data responden yang dilampirkan.
Penggunaan jasa pembuatan skripsi oleh orang lain dengan terbukti mahasiswa tidak mampu memahami konsep yang diusung, sequences of research ,framework dan tidak mampu menjelaskan analisis yang berkaitan dengan research findings yang dilaporkan dalam skripsi.
Plagiat (tiruan, jiplakan, mencontek atau gubahan dari suatu karya ilmiah) orang lain yang sudah pernah diterbitkan diajukan sebagai hasil riset yang bersangkutan dengan menggunakan aplikasi komputer pada website penguji plagiarism.
Plagiat (tiruan, jiplakan, mencontek atau gubahan dari suatu karya ilmiah) orang lain yang sudah pernah diterbitkan diajukan sebagai hasil riset yang bersangkutan dengan menggunakan aplikasi komputer pada website penguji plagiarism.